
Setelah dari butik mereka kembali ke kantor Deren karena memang belum waktunya pulang kantor dan Deren juga masih harus memeriksa beberapa dokumen lagi. Mereka baru pulang saat jam pulang kantor. Deren tidak lembur karena dia ingin melakukan sesuatu malam ini.
"Sayang, ikut aku ke mansion hari ini yaa." ucap Deren saat mereka di mobil.
Violet memandang suaminya, "Kenapa? Ada apa?" tanya Violet.
"Gak aku hanya ingin mengajakmu saja sepertinya juga mbak Ratih dan semua yang ada di mansion merindukanmu." Ucap Deren mencari alasan.
Violet tersenyum mendengar alasan yang di berikan suaminya itu, "Apa gak ada alasan lain yang bisa kau katakan agar bisa membuatku percaya. Kenapa coba harus membawa pada pelayan dan bodyguard dan mengkambing hitamkan mereka. Bilang saja jika memang ingin membawaku ke sana gak usah membawa-bawa mereka." Ujar Violet.
Deren pun terkekeh mendengar hal itu, "Sepertinya kau sudah bisa membaca apa yang aku pikirkan sayang" timpal Deren.
"Bukan aku yang pintar atau bisa membaca pikiranmu tapi alasan yang kau berikan itu sama sekali membuatku ingin tertawa dan siapa saja bisa tahu dengan mudah bahwa kau hanya mencari alasan saja." ujar Violet kembali menimpali suaminya.
"Yaa sudah karena kami sudah mengetahuinya jadi mau kan ikut aku ke mansion?" tanya Deren.
Violet berpikir terlebih dahulu, "Aku akan ikut ke mansion jika Carra mengizinkannya." jawab Violet.
__ADS_1
"Aku pasti akan mendapatkan izinnya. Kenapa juga sih dia harus melarangnya padahal kita suami istri. Ahh aku tidak akan melupakan ini, aku akan membalasnya." ucap Deren yang membuat Violet terkekeh.
"Ternyata suamiku ini pendendam rupanya. Sudahlah suamiku biarkan saja lagian hanya untuk dua hari lagi kan. Aku justru jadi curiga kepadamu kenapa sangat ingin aku ke mansion. Apa kau merencanakan sesuatu?" tanya Violet.
Deren menggeleng, "Iss aku hanya ingin mengajakmu saja ke mansion sayang. Setelah dari sana aku akan mengantarmu kembali ke rumah ibu tapi kau harus ikut dulu. Tenang saja tidak akan menginap di mansion sampai hari pernikahan kita di laksanakan. Setelah kita menikah kembali sudah pasti kau mau ataupun tidak tetap harus tinggal di mansion bersamaku dan anak-anak kita nanti." ucap Deren.
Violet tersenyum mendengar hal itu lalu dia mengusap perutnya karena entah kenapa setiap kata anak terdengar dia merasa tersentuh. Mungkin karena dia yanh setiap hari berbaur dengan anak-anak hingga membuatnya sangat menyukai makhluk-makhluk kecil itu. Dia tersenyum membayangkan jika nanti dia akan menggendong anaknya sendiri dan akan ada yang memanggilnya mommy, mami atau ibu dan memanggil sang suami dengan sebutan daddy, papi atau ayah. Ahh itu pasti menyenangkan, akan ada yang merepotkannya saat mereka menangis atau bermanja.
Deren segera menggenggam tangan Violet karena dia sudah menduga apa yang ada di pikiran istrinya itu, "Kita pasti akan memilikinya sayang." ucap Deren segera mengecup tangan sang istri. Violet tersenyum menanggapi suaminya itu karena entah kenapa suaminya selalu bisa membaca apa yang dia pikiran dan bisa selalu menenangkan hatinya.
Tidak lama mereka segera tiba di rumah Violet. Keduanya segera turun dan seperti perkataan Deren dia segera meminta izin membawa Violet sebentar ke mansion dan tanpa Violet tahu entah kenapa Carra langsung menyetujui permintaan kakaknya itu tanpa ada perdebatan, hal yang sangat jarang terjadi hingga membuat Violet semakin yakin bahwa ada yang di rencanakan suaminya itu di Mansion dan sepertinya Carra sudah mengetahuinya atau mungkin Carra terlibat dalam rencana itu. Bisa jadi juga ini adalah ide adik iparnya itu.
Seperti perkataan Deren tadi, kini Violet bersama sang suami sedang dalam perjalanan menuju mansion dengan Violet yang dipaksa memakai gaun di bawah lutut oleh Carra.
Violet sempat protes dan bertanya namun adik iparnya itu tidak menjawa sama sekali dan tidak memedulikan protesnya membuat Violet kesal dan akhirnya pasrah saja mengikuti rencana yang dibuat suaminya dan adik iparnya atau mungkin Edgar juga ikut terlibat.
"Suamiku, kenapa coba hanya ke mansion segala harus pakai gaun begini?" Tanya Violet kepada suaminya.
__ADS_1
Deren tersenyum mendengar itu, "Kau akan tahu nanti sayang yang pasti ini kejutan untukmu. Aku mohon kau bersabar yaa memakai gaun itu. Kau sangat cantik sayang." ucap Deren lembut.
Violet pun hanya menghela nafasnya, "Baiklah, terserah kalian saja." ujar Violet kesal.
Tidak lama mereka tiba di mansion yang langsung di bukakan pintu gerbang oleh bodyguard yang bertugas tepat mobil Deren tiba seperti semua itu sudah di rencanakan dan di atur. Deren segera memarkirkan mobilnya di parkiran lalu segera membukakan pintu mobil untuk sang istri, "Selamat datang ratuku." ucap Deren mengulurkan tangannya dan menunduk layaknya seorang pangeran menyambut tuan putri di kartun Disney.
Violet pun akhirnya mengikuti akting suaminya itu dan segera menerima uluran tangan suaminya dan mereka memasuki mansion dengan beriringan sambil bergandengan tangan. Lagi-lagi begitu tiba di pintu utama mansion pintu itu langsung terbuka seperti ada tanda pengenal otomatis bahwa ada yang akan masuk.
Begitu masuk mata Violet terbelalak karena dia sudah di sambut dengan lilin yang menyala membentuk sebuah jalan. Lilin itu sangat banyak dan berakhir di pintu lift mansion. Deren segera menggandeng Violet masuk melewati lilin-lilin indah itu dan saat sampai di depan pintu lift, Deren segera menekan tombol dan mereka masuk ke dalam lift itu. Deren kembali menekan tombol angka lima.
Violet segera menatap sang suami bingung karena yang dia tahu mansion ini hanya terdiri empat lantai, "Kau akan tahu nanti sayang." ucap Deren.
Violet pun hanya mengangguk dan karena percuma dia protes jika jawabannya sama saja yaitu kau akan tahu nanti sayang. Jadi dari pada dia protes yang hanya membuatnya rugi lebih baik dia diam saja menunggu waktu kejutan yang di katakan suaminya itu.
Kini akhirnya lift berhenti dan segera terbuka lagi-lagi Violet terbelalak karena dia di sambut dengan aneka lilin berjejer lagi membentuk jalan dengan di ujungnya lilin berbentuk lingkaran dan ada meja, kursi dan bunga di sana dan ada tulisan Will You Marry Me?
Violet segera menatap suaminya dengan tatapan terharu ternyata kini dia tahu apa kejutannya sepertinya suaminya itu ingin memberikan suasana lamaran yang romantis karena lamaran mereka waktu itu sangatlah dadakan dan di rumah sakit, "Terima kasih!" Ucap Violet berbisik.
__ADS_1
Deren hanya tersenyum lalu segera mengecup kening sang istri dan menggandeng istrinya itu menuju meja yang sudah di siapkan di sana. Violet mengikuti suaminya dan baru menyadari bahwa ternyata mereka sedang ada di rooftop mansion. Kenapa dia baru tahu bahwa mansion ini memiliki rooftop yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan malam seperti saat ini, sangat indah.
Begitu sampai Deren segera mendudukan sang istri di kursi lalu dia segera meraih bunga di meja itu dan berlutut, "Sayang, Marry Me?"