Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
115


__ADS_3

Bodyguard suruhan Siska itu kembali dengan minuman di tangannya dan membagikannya dengan yang lain, para bodyguard yang lain menerimanya dengan senang hati dan segera meminumnya sementara yang mengikutinya tadi hanya berpura-pura meminumnya dan pura-pura mengantuk juga seperti temannya yang lain.


Bodyguard Siska yang melihat itu tersenyum licik dan segera menelpon Siska mengatakan bahwa rencana awal sudah selesai dan akan dilanjutkan ke rencana berikutnya. Bodyguard Siska itu segera pergi meninggalkan para bodyguard yang sudah mendengkur pulas yang sudah dia pastikan akan sadar nanti setelah 8 jam ke depan.


Sementara bodyguard yang hanya pura-pura tidur pun dia segera bangun dan mengikuti bodyguard Siska yang sepertinya sedang menuju kediaman seseorang, “Kenapa dia kesini?” tanya bodyguard yang mengikuti setelah mengenali tempat itu adalah kediaman salah satu murid Violet karena dia memang ke sini saat mengantar undangan pernikahan Violet.


Dia mengamati dari jauh apa yang dilakukan oleh bodyguard Siska itu yang ternyata memanjat tembok kediaman itu dan tidak lama kemudian dia menggendong seorang anak kecil yang sepertinya sudah tidak sadarkan diri. Dia memasukkannya ke mobil dan segera melajukannya meninggalkan kediamannya, “Kurang ajar kenapa dia menculik anak itu.” ucap Jack segera mengikuti bodyguard yang telah menculik Cally. Yah, itu adalah kediaman orang tua Cally entah bagaimana bodyguard Siska itu dengan mudah melakukan tugasnya.


Jack segera menghubungi Ronal untuk menyelidiki orang itu, tadi dia memang sudah mengirimkan pesan bahwa ada yang mencurigakan tapi belum dapat balasan, “Maaf aku masih menyelidikinya, sepertinya dia sangat hebat menyembunyikan identitasnya hingga bisa mengelabuiku. Jack terus ikuti dia, identitas aslinya masih sementara di proses. Panggil anak buah yang lain karena kita harus memastikan semua baik-baik saja. Kita harus memastikan keamanan nyonya karena saat ini kita tidak bisa menghubungi tuan.” Ucap Ronal dari seberang sambil menatap layar komputer di hadapannya.


“Baik tuan, sekarang dia membawa gadis kecil itu ke rumah kosong, saya akan mengirimkan lokasinya kepada anda.” Ucap Jack.


“Yes dapat. Kurang ajar, Jack anak itu sepertinya hanya pancingan saja, dia ingin menculik nyonya. Segera hubungi Doni. Dia bodyguard Siska, istri tuan Morgan Jack. Segera putar balik mobilmu Jack, jangan sampai nyonya kenapa-kenapa.” Perintah Ronal kesal karena dia bisa melakukan kesalahan sebesar ini. Tugasnya adalah selalu mencari dan memastikan identitas yang akan bekerja dengan Deren apalagi bekerja sebagai bodyguardnya dan untuk pertama kalinya dia merasa bodoh karena gagal melakukan tugasnya.


“Baik tuan, saya akan segera ke mansion.” Jawab Jack segera memutar balik mobilnya menuju mansion tapi sebelum itu dia segera mengirimkan lokasi tempat itu kepada Ronal. Ronal di seberang segera menyelidiki lokasi yang di kirimkan oleh Jack, setelah memastikannya dia segera mengirimkan lokasi itu kepada Doni yang sudah dia duga saat ini sudah masuk jebakan juga. Mau tak mau Ronal harus turun tangan sendiri menyelematkan nyawa nyonya-nya. Dia segera menghubungi anak buah Deren yang lain tapi mereka akan sampai dalam setengah jam lagi.

__ADS_1


***


Sementara di Mansion saat Violet akan beristirahat setelah menyiapkan kejutan untuk sang suami nanti pulang. Tiba-tiba ponselnya berdering dan di sana ada video seorang anak kecil yang sangat dikenalnya sedang tertutup matanya dengan tangan dan kaki terikat dan mulut terlakban. Violet segera menangis melihat itu dan tiba-tiba pesa kedua masuk, “Datanglah ke tempat yang aku kirimkan jika mau anak itu selamat. Jangan coba-coba lapor polisi.” Begitu isi pesan itu.


Violet yang sudah dilanda kekhawatiran dengan apa yang akan terjadi pada Cally sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Dia segera turun dan berlari ke depan, “Doni antar aku ke lokasi ini.” ucap Violet menunjukkan nama lokasinya lalu segera masuk ke mobil.


Doni pun segera masuk dan melajukan mobilnya, “Nyonya kenapa kita kesana? Itu terletak di ujung kota.” Ucap Doni mulai memasang sikap waspada.


Violet tidak menjawab hanya menangis saja, “Nyonya ada apa?” tanya Doni mulai khawatir bahwa ada sesuatu yang terjadi.


Doni yang mendengar itu segera menghentikan mobilnya, “Kalau memang begitu nyonya gak perlu kesana, biar saya saja yang menyelamatkan. Nyonya harus kembali dan tetap di mansion.” Ucap Doni.


Violet menggeleng, “Aku mau ikut Don, aku tidak bisa tenang jika tidak melihat keadaan anak itu baik-baik saja.” ucap Violet.


“Tapi nyonya ini berbahaya untuk anda.” Ucap Doni mencoba menolak tapi Violet yang keras kepada tidak mendengarkannya dan justru menyuruh Doni agar segera kembali menjalankan mobilnya untuk menyelematkan Cally. Doni pun hanya bisa menghela nafasnya dan segera melajukan mobilnya menuju lokasi itu tapi sebelumnya dia sudah menghubungi para bodyguard bayangan yang mengikuti Violet dengan menyatakan alarm bahaya tapi sayang Doni tidak tahu bahwa bodyguard bayangan yang biasa mengikuti Violet saat ini sedang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Doni melajukan mobilnya hingga saat mereka akan sampai tiba-tiba ada dua mobil yang menghalangi mereka dari depan dan turunlah sekitar 10 orang dengan body-body khusus bodyguard, “Nyonya, apapun yang terjadi anda tidak boleh keluar dari mobil ini sedikit pun. Saya akan keluar mencoba melawan mereka sampai bala bantuan datang. Ingat nyonya jangan turun dari mobil.” Pesan Doni segera turun dan melawan enam orang yang langsung menyerangnya. Doni sadar bahwa walau dia memiliki ilmu beladiri yang mumpuni tapi dia tetap tidak akan mampu jika melawan mereka sekaligus namun dia akan berusaha sekuat tenaga.


Bugh bugh bugh


Pukulan demi pukulan mulai terjadi di tempat itu yang ternyata jalan itu sangatlah sunyi tidak ada yang lewat sama sekali padahal tadi ada yang mereka lewati kenapa sekarang mendapat tidak ada. Violet yang di dalam mobil melihat Doni semakin terdesak dan bala bantuan tidak kunjung datang, dia segera mengirimkan pesan kepada Deren, “Suamiku cepatlah pulang. Tolonglah istrimu ini.” pesannya dan langsung terkirim.


Sesaat kemudian ada yang mengetuk jendela mobilnya, “Turun sendiri atau kami memaksa memecahkan kaca mobil ini nyonya.” Ancam salah satu orang dari luar itu.


“Jangan nyonya, jangan turun dari sana!” teriak Doni parau karena dia sudah menerima banyak pukulan. Enam orang yang sudah malas dengan Doni segera memukul belakang kepala Doni hingga membuatnya langsung pingsan di tempat.


Violet yang melihat itu menjadi takut tapi dia mencoba mengontrolnya, “Keluar sekarang atau kami akan--” ancam salah satu suruhan orang itu.


Violet menutup matanya sambil mengusap perutnya yang rata dia berdoa semua akan baik-baik saja, “Tenang nak, mommy akan melindungimu.” Ucap Violet. Para bodyguard yang sudah kesal menunggu Violet keluar akhirnya dengan tidak sabarnya mereka memecahkan kaca mobil. Violet pun akhirnya keluar karena sudah takut, “Kalian mau membawaku kemana?” teriak Violet.


Para bodyguard suruhan itu segera meletakkan sapu tangan di hidung Violet dan tidak lama kemudian Violet melemah dan mereka segera membawanya dari sana meninggalkan Doni dan mobil di sana.

__ADS_1


__ADS_2