
Violet dan Deren memutuskan kembali ke hotel setelah melihat-lihat menara Eiffel di siang hari karena sepertinya mereka sudah lelah dan juga sudah masuk waktu ashar. Begitu tiba di hotel keduanya segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar bersama lalu mengistirahatkan tubuh mereka di ranjang dan bangun saat akan magrib.
Singkat cerita seperti rencana pagi tadi kini keduanya kembali mengunjungi menara Eiffel dan melakukan dinner di sana. Suasananya sangatlah terasa romantis dan terasa sangat berbeda saat mereka datang ke sini sore tadi.
Sekitar satu jam mereka di sana dan tidak lupa mengambil foto kembali dengan nuansa malam menara Eiffel. Setelah puas keduanya kembali ke hotel. Violet tersenyum melihat hasil foto mereka yang dia ambil di empat tempat sekaligus.
"Honey, kita terlihat seperti melakukan foto pra wedding saja." Ucap Violet.
Deren yang mendengar ucapan sang istri seketika teringat bahwa mereka tidak pernah mengambil foto pra wedding, "Apa kamu ingin melakukan foto pra wedding?" tanya Deren.
Violet yang mendengar itu segera tersadar sepertinya perkataannya sudah menyinggung sang suami, "Suamiku, bukan itu maksudku tanpa pra wedding pun aku bahagia menikah denganmu. Jadi jangan pikirkan apa yang aku katakan tadi." Ucap Violet.
Deren terkekeh mendengar ucapan istrinya yang mengira dia tersinggung, "Aku tidak tersinggung sayang tapi jika kau menginginkan kita mengambil foto pra wedding bisa kita lakukan di sini. Lumayan kan banyak juga destinasi tempat yang bisa kita jadikan tempat foto. Jadi bagaimana mau melakukannya?" tanya Deren.
Violet yang mendengar itu tersenyum, "Jika kita melakukannya jadinya bukan pra wedding suamiku karena kita sudah menikah. Jadinya post wedding." ucap Violet.
"Gak apa-apa yang penting kita tetap mendapatkan foto itu. Bagaimana?" Tanya Deren lagi.
Violet tersenyum lalu memeluk sang suami, "Aku mau suamiku tapi yang penting tidak menyusahkanmu saja." ucap Violet.
__ADS_1
Deren juga tersenyum membalas pelukan istrinya, "Tenang saja aku tidak akan susah. Kita terima beres saja." Balas Deren.
Violet semakin mengeratkan pelukannya karena terharu akan apa yang dilakukan suaminya. Deren selalu menuruti apa yang di inginkannya. Violet sangat bersyukur bisa menjadi istri Deren, kenapa tidak dari dulu saja dia menyadari itu bahwa suaminya adalah laki-laki terbaik.
Deren juga membalas pelukan istrinya itu lalu membisikkan sesuatu di telinga istrinya yang membuat Violet memerah malu tapi kemudian dia mengangguk.
"Beneran boleh?" Tanya Deren memastikan.
Violet bukannya menjawab dia justru menyembunyikan wajahnya di dada sang suami. Deren yang mengerti istrinya tengah malu hanya tersenyum lalu kemudian dia menggendong sang istri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dulu sebelum melakukan aktivitas yang sepertinya akan menguras tenaga keduanya tapi karena di lakukan dengan penuh cinta dan penerimaan satu sama lain semuanya terasa indah. Setelah dari kamar mandi membersihkan diri masing-masing Deren kembali menggendong Violet keluar kamar mandi dan menggendong istrinya itu menuju ranjang dan pada akhirnya terjadilah seperti apa yang ada dalam pikiran para reader. Hehehehh!
Deren dan Violet melebur jadi satu untuk menciptakan generasi penerus mereka nanti, yakni Deren atau Violet junior agar segera launching.
Keesokkan paginya Deren terbangun lebih awal dan memang biasanya seperti itu. Seperti biasa Deren tidak membangunkan istrinya dan hanya menatap wajah istrinya itu dalam. Menurutnya istrinya semakin cantik apalagi ada tanda-tanda merah di tubuh sang istri tanda yang dia tinggalkan yang menyatakan bahwa sang istri miliknya.
Violet pun menggeliat lalu perlahan matanya terbuka dan beradu dengan mata sang suami. Violet tersenyum menatap suaminya yang tiba-tiba Deren langsung melabuhkan ciuman lembut di bibirnya, "Morning kiss!" ucap Deren begitu melepas ciumannya.
Violet hanya tersenyum diam saja hingga tiba-tiba Deren turun dari ranjang hanya dengan memakai celana boxernya dan berjalan ke sisi ranjang sebelah untuk menggendong sang istri menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Violet hanya pasrah saja dalam gendongan sang suami di bawa ke kamar mandi. Keduanya mandi bersama dan seperti biasa mereka hanya sebatas mandi bersama tidak melakukan hubungan intim di sana karena bagi Deren dan Violet pantang melakukan hubungan itu di tempat mandi. Jika memang ingin melakukannya maka dilakukan di ranjang.
Singkat cerita, kini pasangan suami istri itu di bawa ke sebuah tempat yang ternyata di sana sudah di siapkan semua yang di butuhkan untuk mengambil foto post wedding karena memang di ambil setelah mereka menikah. Semuanya sudah siap dari pakaian dan juga MUA-nya serta fotografer handal.
__ADS_1
Violet yang menyadari itu tersenyum dan menatap suaminya yang membalas dengan senyuman juga. Violet masih tidak menyangka bahwa sang suami akan mewujudkan permintaannya secepat ini. Keduanya segera di rias alaa raja dan ratu karena mereka akan mengambil foto pertama di dua tempat bertema kerajaan yakni Disneyland dan Istana Versailess yang sudah mereka kunjungi kemarin.
Setelah dari dua tempat itu keduanya mengambil foto di Luxembourg Gardens dengan tema pakaian warna warni menyatu dengan alam yang di lakukan setelah zuhur lalu kemudian di lanjutkan di menara Eiffel tentunya. Itu menjadi tempat terakhir yang akan menjadi tempat pengambilan foto post wedding mereka. Keduanya memakai pakaian formal masing-masing.
Semuanya selesai saat waktu ashar dengan hasil yang memuaskan, "Lelah?" Tanya Deren menatap sang istri yang dari tadi sepertinya sangat bahagia.
Violet menggeleng, "Aku gak lelah suamiku, aku sangat bahagia bisa melakukan ini. Apa suamiku yang lelah?" Tanya Violet balik.
Deren langsung memeluk sang istri, "Aku gak lelah sayang. Aku sangat bahagia. Aku tidak akan pernah lelah jika itu bersamamu." Timpal Deren.
Violet tersenyum mendengar hal itu, "Aku mencintaimu suamiku. I Love You more." ucap Violet.
"Aku juga mencintaimu sayang, I love you too." Jawab Deren.
Setelah semua urusan selesai terkait post wedding keduanya segera kembali ke hotel. Deren tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantunya terkait pengambilan post wedding dadakan ini. Violet juga begitu dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang dan bawahan sang suami. Deren memang sudah mengenalkan Violet kepada anak buahnya di sini sebagai istrinya.
Kini keduanya sedang ada di hotel setelah makan malam keduanya tidak jalan-jalan lagi dan hanya menikmati pemandangan malam dari balkon mereka. Violet dan Deren duduk di kursi yang telah di sediakan di sana sambil minum jus dan beberapa coklat milik istrinya. Deren yang tahu kesukaan istrinya selalu saja membelikan berbagai macam coklat untuk istrinya.
Violet bersandar di dada sang suami, "Suamiku, aku sangat bahagia bisa menjadi istrimu. Semoga saja setelah ini akan ada makhluk kecil di kandunganku yang nantinya akan menyempurnakan aku sebagai istrimu." ujar Violet.
__ADS_1
Deren hanya memeluk istrinya itu erat, "Kita akan memiliki mereka nanti, jangan terbebani akan hal itu kita jalani kehidupan kita dengan baik." ucap Deren mengecup rambut sang istri. Violet hanya mengangguk.