Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 98 Jaring yang Tersebar


__ADS_3

*Beberapa hari sebelumnya*


‘Pangeran Ketujuh pergi ke Perbatasan Zhou-Shi?!’ pekik Huang Yade dalam hati dengan mata membelalak, sama seperti sejumlah pejabat lainnya yang terkejut dengan berita yang baru saja diumumkan oleh sang kaisar.


Telah Huang Yade dengar beberapa hari yang lalu bahwa sang pangeran kecil mengusulkan untuk ikut dalam ekspedisi, dia berkata alasannya melakukan hal tersebut … adalah untuk mendapatkan kembali kredibilitasnya yang hancur setelah apa yang ibunya lakukan. Namun, dengan kematian Wang Wuyu serta kemampuan Wang Xiangqi yang begitu minim dalam dunia perang, tentu saja Kaisar Weixin tidak menyetujui hal tersebut. Tiga putra telah mendahului dirinya, apa Kaisar Weixin bersedia untuk mengirimkan satu putra lagi?


Tunggu, apa itu berarti Kaisar Weixin tak peduli dengan Wang Junsi? Entahlah, tak ada yang mampu menebak apa yang ada dalam pikiran seorang kaisar.


Huang Yade melirik ke depan, ke arah Huang Miaoling yang berdiri tegap di posisinya. Ketika Wang Junsi dan Huang Jieli dikirimkan ke medan perang, Huang Yade ingat jelas bahwa adik perempuannya itu memperhitungkan segala kemungkinan yang harus diperhatikan.


Walau sempat bertengkar dan terlihat tak peduli, Huang Miaoling sebenarnya masih cukup mengawasi Wang Junsi. Bukan dalam maksud yang buruk, melainkan baik. Entah kenapa, Huang Miaoling jauh lebih hati-hati dengan keselamatan sejumlah keluarga kerajaan.


‘Wang Junsi, Wang Xiangqi, Wang Qiuhua, dan terlebih lagi …,’ mata Huang Yade beralih ke arah singgasana, ‘Kaisar Weixin.’ Pikiran sang Menteri Huang sedikit melambung, ‘Apa ini berkaitan dengan mimpi yang dahulu Miaoling sebutkan?’


“Dengan jumlah Pasukan Suku Nanhan dan Sihan yang terbagi, kurasa potensi kekalahan dari pihak kita sangat minim, Yang Mulia.” Shao Yanjun mendadak angkat suara, “Kurasa, tak ada salahnya menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pengalaman kepada Pangeran Ketujuh, terutama karena dia telah melalui upacara kedewasaannya.”


Mendengar hal tersebut, ekspresi Kaisar Weixin sedikit memburuk, dirinya terlalu cerdas untuk tidak mengerti maksud ucapan bawahannya itu. Maksud Shao Yanjun adalah Wang Xiangqi sudah dewasa, sudah saatnya dia membuktikan diri sebagai seorang pria … juga sebagai seorang pangeran.


Namun, sebelum Wang Weixin bisa menyemburkan amarahnya kepada Shao Yanjun, Wang Chengliu telah terlebih dahulu berkata, “Menteri Shao benar. Sudah waktunya bagi Adik Ketujuh untuk mengerti satu atau dua hal mengenai perang. Apa yang akan rakyat katakan apabila Adik Ketujuh bahkan tak bisa dibandingkan dengan Mingwei Junzhu yang telah mengukir nama dalam sejarah perang kerajaan lain.” Pria bermata cokelat kehitaman itu melirik ke arah Huang Miaoling, “Bukan begitu, Junzhu?”


Di saat ini, Qing Gangtie yang berada di sebelah Huang Miaoling mengerutkan keningnya. Awalnya, dia berencana untuk tutup mulut dan tidak mencampuri pengadilan, sudah cukup sulit baginya untuk menahan diri agar tidak memohon kepada Wang Weixin untuk mengampuni tindakan keponakannya—Qing Zhuang. Namun, mendengar ucapan Wang Chengliu yang memiliki seribu makna, yang mana salah duanya adalah menghina Huang Miaoling sebagai seorang wanita dan juga menyindir wanita itu karena telah membantu negara lain, Qing Gangtie merasa amarahnya menggebu.


“Pang—!”


Tak sempat Qing Gangtie menyelesaikan satu kata, sebuah suara telah terlebih dahulu terdengar, “Pangeran Keenam benar, Yang Mulia.” Semua orang sedikit terkejut dengan ucapan sosok di barisan paling depan sayap kiri pengadilan, “Aku yakin Pangeran Ketujuh akan baik-baik saja. Lagi pula, kakak keduaku dan Pangeran Keempat ada di sana, mereka tak akan membiarkan apa pun terjadi pada Pangeran Ketujuh.” Huang Miaoling memasang wajah datar, tak berniat membocorkan sedikit pun emosi dalam dirinya.


Karena bahkan Huang Miaoling berkata demikian, tidaklah masuk akal bagi Wang Weixin untuk terus memaksa membawa kembali Wang Xiangqi. Kalau dia terus melakukan demikian, semua orang akan mengira bahwa dirinya memiliki rencana lebih terhadap putra terkecilnya.

__ADS_1


Ya, seakan Wang Xiangqi adalah cadangan apabila sesuatu terjadi pada Wang Zhengyi.


Lalu, bagaimana dengan Wang Chengliu? Apakah sang kaisar tak berniat untuk memberikan kuasa kepadanya, bahkan bila semua putranya yang lain berujung tak mampu meneruskan takhtanya? Bahkan ketika Wang Xiangqi … juga keturunan Li?


Wang Weixin menggeram dalam hati, tak ingin kesalahpahaman itu untuk hadir di kalangan para pejabat. Akhirnya, dia pun mengumumkan, “Pengadilan hari ini … cukup sampai di sini.”


Setelah kepergian Kaisar Weixin, satu per satu pejabat melangkah pergi meninggalkan pengadilan istana. Huang Miaoling dan Huang Yade pun melakukan hal yang sama.


Selagi melangkah menuruni tangga menuju halaman utama istana, Huang Miaoling, Huang Yade, beserta Guru Besar Qing yang sedang berjalan dalam diam dikejutkan oleh sebuah suara yang berkata, “Apa yang akan terjadi apabila tak ada pangeran lain selain Pangeran Keenam di kerajaan?” Ketiga orang itu segera menghentikan langkahnya dan menoleh, mendapati Shao Yanjun berada di belakang mereka. “Apa yang akan Kaisar Weixin lakukan?” Mata pria itu tertuju kepada Huang Miaoling.


“Jaga bicaramu,” geram Huang Yade. “Apa kau menyumpahi para pangeran lainnya?” Matanya menyapu sekeliling, menyadari jarak para pengawal istana cukup jauh, tak mampu mendengar ucapan sang Menteri Kehakiman.


Di saat ini, Wang Chengliu muncul dari belakang Shao Yanjun, sempat menyusul karena keempat orang yang sedang ‘berbincang’ itu menghentikan langkahnya. “Ayahanda bijak, untuk apa kau membantunya memikirkan pilihan yang begitu mudah?” ujar sang pangeran keenam seraya melangkah melewati rombongan itu. Lalu, dia melemparkan sebuah pandangan kepada Huang Miaoling. “Kalau dia tak mampu memilih, maka situasi yang akan memaksanya.”


Huang Yade tak mampu berkata-kata, dia tak menyangka bahwa Wang Chengliu tak lagi berniat untuk berpura-pura dan menyusun rencana dalam kegelapan. Sekarang, pangeran itu dengan terbuka menunjukkan niatnya!


Sembari menatap kepergian Wang Chengliu dan Shao Yanjun, Huang Miaoling memasang pandangan dingin. “Dia tahu,” ujarnya dengan suara rendah, membuat Huang Yade dan Qing Gangtie menatap ke arahnya, meminta penjelasan lebih atas pernyataannya. Huang Miaoling melemparkan sebuah pandangan kepada sang Guru Besar Qing, “Identitasmu … dia mengetahuinya.”


***


“Kau bermaksud untuk mengatakan,” wajah pria paruh baya itu terlihat buruk, “bahwa Pangeran Keenam telah mengetahui identitas Gangtie?” Nada bicaranya terdengar dilapisi rasa frustrasi, “Bagaimana mungkin?!”


Pandangan Huang Miaoling yang terarah pada tangannya sendiri terangkat, dia menatap ekspresi Huang Liqiang yang penuh kekhawatiran. “Kakek, ini bukanlah hal yang mengejutkan,” tuturnya.


“Junzhu benar,” imbuh Qing Gangtie yang terlihat memasang wajah ganas “Mengingat bahwa dia bisa memiliki hubungan dengan Chen Meiping, maka bukanlah hal yang mengherankan bila dirinya bisa mengetahui identitasku.” Mata pria itu mendadak menggelap, “Kemungkinan besar, ada mata-mata Zhou di dalam istana.”


“Chen Meiping,” Huang Liqiang mengulangi nama ini. “Wanita berbisa yang memiliki kemampuan untuk meracuni pikiran Pangeran Mahkota Qing.”

__ADS_1


“Dia sudah menjadi kaisar sekarang,” Qing Gangtie membenarkan. “Keponakanku yang bodoh itu …,” pria itu berucap dengan wajah diselimuti penyesalan, tak menyangka Qing Zhuang bisa dengan mudah dimanipulasi oleh seorang wanita.


“Bagaimana dengan surat yang kuminta kau kirimkan, Guru Besar Qing?” tanya Huang Miaoling yang hanya diikuti dengan gelengan pria tua itu. “Tentu saja,” helaan napas mengiringi ucapan sang Mingwei Junzhu. “Bahkan sebelum perang terjadi, tak akan mudah untuk berkomunikasi dengan Zhou, terutama setelah fitnah yang ditumpahkan pada Kerajaan Shi.”


Qing Zhuang dengan gegabah memutuskan untuk menyerang Kerajaan Shi, bahkan setelah mengetahui perbedaan kekuatan militer yang dimiliki, semua itu karena kematian ayahnya. Entah bagaimana caranya, Chen Meiping berhasil menyusun sandiwara untuk memfitnah utusan Shi atas kematian mendiang kaisar Zhou.


“Wang Chengliu jelas memiliki andil dalam hal tersebut,” celetuk Huang Liqiang.


Di kehidupan lalu, Huang Miaoling ingat bahwa Chen Meiping juga melakukan hal yang sama untuk membunuh Kaisar Zhou, Qing Shan. Namun, berbeda dengan di kehidupan ini, kambing hitam yang dia gunakan bukanlah Kerajaan Shi, melainkan Kerajaan Wu yang pada saat itu dipimpin oleh Ibu Suri He melalui putranya, Li Changsheng. Dan, berbeda dengan kehidupan ini juga, hal itu terjadi beberapa tahun setelah Wang Chengliu naik takhta, yang mana kalau dihitung dengan teliti … harusnya masih ada tiga sampai empat tahun sebelum hal itu terjadi.


‘Di kehidupan lalu, Wang Chengliu memiliki hubungan baik dengan Kerajaan Zhou, bahkan setelah Qing Zhuang menjadi kaisar dan Chen Meiping berhasil naik kedudukan menjadi permaisuri.’ Benak Huang Miaoling mulai memiliki sebuah asumsi, ‘Jelas hubungan Zhou dan Shi di kehidupan ini memburuk akibat Wang Chengliu. Dengan ingatan yang pria itu miliki dari kehidupan lalu, tidaklah mengejutkan apabila dia bisa membangun hubungan lebih awal dengan Chen Meiping.’ Sebuah pertanyaan pun mengudara, ‘Lalu … hal apa yang mengikat Wang Chengliu dengan Chen Mei—!’ Matanya terbelalak. ‘Chen?’


Huang Liqiang menangkap perubahan ekspresi Huang Miaoling. “Apa yang sekarang kau sadari?”


Huang Miaoling melirik ke arah Qing Gangtie, ‘Tak mungkin Guru Besar Qing tak mengetahui hal ini.’


Seakan mampu membaca pikiran Huang Miaoling, Qing Gangtie memasang sebuah senyuman takjub. “Kau melihat jaring yang tersebar,” ujarnya penuh dengan teka-teki.


Huang Miaoling mengerutkan keningnya, sedikit khawatir dengan jawaban yang akan didapatkan, tapi tahu bahwa hal ini harus dia tanyakan. Bibirnya pun terbuka, “Chen Meiping … dan Chen Meilian, apa hubungan mereka?”


___


A/N:


Miaoling: Chen Meiping … dan Chen Meilian, apa hubungan mereka?


Otor: Chen Meiping\, Chen Meilian. *Pura-pura mikir keras* Sodara gak sih? Marga Chen gitu loh. Mana namanya dua-duanya serupa Chen Mei sama Chen Mei\, beda karakter belakang doang.

__ADS_1


Miaoling: *Lempar teflon* Kalo segampang itu\, aku gak akan nanya


__ADS_2