Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 168 Alasan Wang Chengliu yang Sebenarnya


__ADS_3

Ucapan Lan’er membuat Huang Miaoling dan Liang Fenghong menautkan alis. Namun, belum sempat mereka menanyakan apa pun, adegan kehidupan kedua berputar di hadapan mereka.


Berbeda dari kehidupan pertama yang dimulai ketika Lan’er terbangun dalam tubuh gadis di tengah hutan, adegan kali ini dimulai dari sosok Wang Chengliu yang berhasil memenangkan perang pertamanya. Di usia yang begitu belia, lima belas tahun, dia memimpin ekspedisi pertama menuju kemenangan dan dinyatakan sebagai pahlawan perang.


Walau reputasinya sebagai pangeran tidak diinginkan tetap ada, tapi kemenangan yang Wang Chengliu bawakan membuat semua orang berpikir dua kali kala menghadapinya, termasuk Wang Weixin. Kaisar Shi itu ingin menyingkirkan duri dalam dagingnya, tapi hormat para rakyat yang terpusat pada sang pahlawan perang menghalanginya untuk melakukan apa pun.


Selagi menonton ulang adegan-adegan dari kehidupan pertama, Huang Miaoling tampak memasang wajah bingung.


“Nasibnya begitu berbeda … karena dia mengingat apa yang terjadi di kehidupan pertama?” tanya Huang Miaoling, teringat kenyataan di kehidupan pertama Wang Chengliu berhasil hidup karena Lan’er menyelamatkannya.


Wanita itu menoleh untuk menatap Lan’er yang menganggukkan kepala. Tampak gadis bersurai cokelat itu memandang lekat wajah Wang Chengliu yang jauh lebih percaya diri dibandingkan kehidupan pertama.


Lan’er menjelaskan, “Kegagalan dari kehidupan pertamaku membuatku dihukum oleh takdir, yang mana gerakanku berakhir dibatasi dan aku tidak boleh berinteraksi langsung dengan para tokoh sebelum cerita dimulai.”


Alis Liang Fenghong tertaut. Dia tahu mengenai siapa tokoh-tokoh yang Lan’er maksud, tapi ‘cerita dimulai’?


“Apa maksudmu dengan ‘cerita dimulai’?” tanya Liang Fenghong.


Manik Lan’er beralih sesaat dari adegan di depan mata ke arah Liang Fenghong. “Cerita cintamu dan Huang Miaoling tentu saja.” Gadis itu menambahkan, “Cerita yang dimulai dari perjodohan Huang Miaoling dengan Wang Zhengyi.”


Di saat ini, Huang Miaoling langsung mengerti. “Jadi … ketika dirimu baru bisa bertindak, kau baru menyadari bahwa ada kesalahan fatal dalam kehidupan kedua?”

__ADS_1


Lan’er kembali memandang ke depan, pada sosok Wang Chengliu yang dihormati para prajurit dan diwaspadai para pangeran lain.


“Aku baru mengetahui Wang Chengliu masih hidup ketika dirimu menolak ide Permaisuri Mingmei untuk menjodohkanmu dengan Wang Zhengyi dan memohon untuk menikahi sang pangeran keenam.”


Di saat Lan’er mengatakan hal tersebut, otak Huang Miaoling berputar.


Jikalau di kehidupan kedua Wang Chengliu mengingat semua yang terjadi di kehidupan pertama, terutama mengenai hubungannya dengan Lan’er, maka … alasan utama pria tersebut menginginkan takhta adalah …?!


Huang Miaoling terbelalak dan menatap Lan’er lekat. “Alasan utama Wang Chengliu menginginkan takhta di kehidupan kedua adalah … untukmu?!”


Mendengar pertanyaan itu, Lan’er pun menatap kembali ke arah Huang Miaoling. Wajah gadis itu tampak kesulitan dan diselimuti rasa bersalah.


Tubuh Huang Miaoling bergetar. Dia merasa sulit untuk percaya.


Selama ini, Huang Miaoling kira bahwa Wang Chengliu menginginkan takhta karena memang pria itu dibutakan oleh kekuasaan dan kedudukan. Tidak hanya itu, dia juga mengira bahwa kecantikan dan kelicikan Huang Wushuang adalah pemicu kematian dirinya.


Namun, apa ini!?


Ternyata, semua yang Wang Chengliu lakukan di kehidupan lalu … adalah demi memastikan tidak ada lagi yang menyentuh Lan’er?


Tunggu, kalau memang begitu, maka di awal, ketika Wang Chengliu bertemu dengan dirinya, sikap baik pria itu … bukan palsu?!

__ADS_1


Seakan tahu apa yang sedang dipertanyakan oleh Huang Miaoling, putaran ingatan di depan mata menampakkan pertemuan pertama Huang Miaoling dengan Wang Chengliu di istana. Bagaimana gadis muda itu tersenyum malu saat berhadapan dengan sang pahlawan negara dan dibalas dengan lembut oleh pria tersebut.


“Nona Pertama Huang, apa dirimu tersesat?” tanya Wang Chengliu muda seraya menambahkan, “Aku akan mengantarmu ke aula utama tempat ayahmu berada.”


Ya, itulah interaksi pertama Huang Miaoling dengan Wang Chengliu di kehidupan sebelumnya. Interaksi yang membuat gadis muda itu jatuh cinta pada pangeran tersebut.


Selagi berjalan berdampingan dengan para pelayan yang berada lima langkah di belakang mereka, Wang Chengliu bertanya, “Bagaimana kabar … bibimu?”


Pertanyaan itu membuat Huang Miaoling muda terkejut, tapi dia dengan cepat berpikir bahwa Wang Chengliu tengah membicarakan perihal Huang Yan’an.


“Aku belum sempat bertemu dengan Bibi, tapi dari Ayah, kuketahui Bibi baik-baik saja,” jawab Huang Miaoling muda dengan senyuman tipis.


Menonton ulang adegan tersebut, Huang Miaoling sekarang tahu bahwa bibi yang Wang Chengliu bicarakan bukanlah Huang Yan’an, melainkan Huang Meilan!


Huang Miaoling bisa merasakan dadanya sesak. Hatinya yang sudah lama tidak menyimpan perasaan apa pun terhadap Wang Chengliu kembali terluka.


“Jadi alasan dirinya bersikap baik padaku sejak awal … bukan karena dia menargetkan takhta dari awal?” Huang Miaoling menatap Lan’er. “Tapi karena dia mengira dirimu masih bagian dari Keluarga Huang?”


***


A/N: Kalau merasa sulit paham, mohon dimaklumin yaak. Karena yang harusnya masih puluhan chapters, aku rangkum aja dalam kurang dari dua puluh chapters wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2