Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 170 Wang Chengliu Menggila


__ADS_3

Huang Miaoling menautkan alisnya, sangat bingung dengan awalan kehidupan ketiga yang mengejutkan. “Bagaimana sosok Lu Si bisa mendadak muncul di awal kehidupan ketigamu?” tanyanya tanpa basa-basi.


Lan’er pun menarik napas dalam sebelum menjawab, “Karena sebelum berakhirnya kehidupan kedua, aku menarik keluar sebagian roh Wang Chengliu, utamanya roh yang memiliki ingatan mengenai kehidupan pertama dan kedua, untuk dihancurkan.” Kemudian, dia menambahkan, “Sayangnya, kekuatanku yang terlewat lemah berakhir membuat roh tersebut tidak sepenuhnya hancur … dan malah membentuk segel hidup.”


Lan’er menutup matanya seiring menyatakan. “Lu Si … adalah perwujudan segel tersebut.”


Mendengar ucapan Lan’er, Huang Miaoling terkejut.


“Jadi, selama ini … dia adalah segel yang mengunci ingatan Wang Chengliu?”


Kemudian, Liang Fenghong pun menyadari satu hal. “Apa … syarat terbukanya segel ingatan itu?”


Lan’er mengibaskan tangannya, menghilangkan putaran ingatan di depan mata dan terfokus pada dua pemeran utama di sisinya.


“Diriku,” jawab gadis tersebut.


Tepat saat Lan’er memberikan jawaban tersebut, retakan bisa terlihat di sisi wajahnya. Sesuatu tengah terjadi pada rohnya.


“Semakin dekat dirinya denganku, maka segel ingatan akan semakin lemah, dan saat dia menyentuhku, segel itu akan sepenuhnya terbuka.”


Pandangan Lan’er jatuh ke bawah, pada tangannya yang mulai tembus pandang.


Menyadari dirinya akan segera menghilang, Lan’er langsung menghampiri Huang Miaoling. Dia menggenggam tangan wanita itu dengan erat. Wajahnya yang sedari tadi tampak jauh dan tanpa ekspresi sekarang menunjukkan air muka terdesak.


“Huang Miaoling, Wang Chengliu hidup karena diriku,” ucap Lan’er dengan mata berkaca-kaca. “Semua dosa dan kesalahannya juga tanggung jawabku.”


Ucapan Lan’er membuat Huang Miaoling menautkan alisnya, tidak setuju. “Lan’er, dia—”


Kepala Lan’er menggeleng, tidak memiliki waktu untuk mendengarkan ucapan Huang Miaoling.


“Terlepas dari kenyataan itu, dia tidak boleh hidup. Rohnya telah digerogoti emosi gelap dan tidak lagi bisa diselamatkan.” Lan’er menggertakkan giginya, seakan sangat sulit untuk melanjutkan ucapannya. “Oleh karena itu, bunuhlah dia untuk—”


Suara benda tajam menembus tulang dan daging bisa terdengar, memotong ucapan Lan’er dan membuat gadis itu beserta Huang Miaoling dan Liang Fenghong menurunkan pandangan mereka.


Lingkaran noda merah terlihat di perut Lan’er. Dengan cepat, noda tersebut melebar dan Lan’er pun jatuh berlutut dengan satu kaki.

__ADS_1


“Ah ….” Helaan napas Lan’er terdengar seiring dirinya memasang wajah putus asa. “Waktuku … sudah habis.”


“Lan’er!” teriak Huang Miaoling dan Liang Fenghong secara bersamaan, berniat untuk memeriksa keadaan gadis tersebut.


Namun, sebelum kedua orang itu bisa melakukan apa pun, Lan’er mengangkat pandangannya dan berkata, “Sekarang … kuserahkan sisanya di tangan kalian ….”


Tepat ketika Lan’er mengatakan hal itu, semuanya menjadi gelap.


***


Sekejap, kesadaran Huang Miaoling kembali ke dunia nyata. Napas wanita itu tersengal-sengal, seakan baru saja berlari ratusan meter.


“Wang Chengliu!”


Suara panik Liang Fenghong yang memanggil nama kaisar muda Kerajaan Shi itu membuat Huang Miaoling bergegas mengangkat pandangan. Alhasil, dirinya pun terbelalak melihat pemandangan di depan mata.


Tampak sosok Wang Chengliu tengah memegang gagang belati yang ujung tajamnya terbenam di perut Lan’er. Darah merembes keluar pada baju gadis tersebut.


“Menteri Jiang,” panggil Wang Chengliu dengan sebuah senyuman tipis sebelum melirik Huang Miaoling juga. “Permaisuri, kalian sudah bangun ….”


Seluruh tubuh Huang Miaoling bergidik ngeri melihat ekspresi yang terlukis di wajah Wang Chengliu. Pria itu … sudah ingat semuanya, tapi tampak kegilaan di kehidupan lalu telah berlipat ganda!


Wang Chengliu saat ini tampak tidak waras. Dia adalah pria yang telah kehilangan segalanya, entah itu takhta, harta, maupun wanita, dan hal tersebut menjadikannya sosok yang sangat berbahaya!


Mendengar pertanyaan Huang Miaoling, Wang Chengliu mencabut belatinya dari tubuh Lan’er. Tidak sedikit pun ada keraguan saat dirinya melakukan hal tersebut, seakan tidak peduli bahwa tindakannya telah mengakhiri nyawa wanita yang dia kasihi!


“Kenapa tidak?” tanya Wang Chengliu dengan ekspresi bingung. Dia menyentuh sisi wajah Lan’er, bagaikan masih mencintai wanita itu. “Lagi pula, dia akan bangkit kembali di kehidupan berikutnya.”


Sontak, kepala Wang Chengliu menoleh ke arah Huang Miaoling dan Liang Fenghong.


“Dan itu hanya bisa terjadi kalau kalian mati!”


SIIINGG!


Siulan angin yang terbelah benda tajam bisa terdengar.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Huang Miaoling dan Liang Fenghong segera menghindar. Hanya satu inci lagi, maka dua belati yang Wang Chengliu lemparkan akan menancap di leher mereka.


Tanpa memberikan waktu bagi dua musuhnya untuk bernapas, Wang Chengliu dengan cepat melesat dan langsung mengayunkan pedangnya untuk menebas Huang Miaoling. Tampak pria itu sengaja menarget wanita tersebut karena menginginkan lawan yang lebih mudah.


“Jangan menghindar! Kalian tahu kalau salah satu dari kalian mati, maka waktu akan berputar kembali, bukan?!” seru Wang Chengliu dengan senyuman keji di bibirnya. “Kalau aku bisa memutar waktu kembali, akan kupastikan kesalahan di tiga kehidupan sebelumnya tidak akan terulang!


“Kalian bisa menjadi permaisuri dan kaisar, dan aku bisa mendapatkan Lan’er!!”


Melihat Wang Chengliu terus menyerang istrinya, Liang Fenghong pun melancarkan serangan ke arah pria tersebut. “Jauhi istriku!” serunya seraya menusukkan pedang dengan cepat ke sisi tubuh lawannya itu.


Namun, pengalaman di medan perang yang lebih banyak membuat Wang Chengliu menghindar dengan mudah. Pria itu melompat keluar ruangan dan mendarat di halaman.


Sembari menatap Liang Fenghong penuh dengan kebencian, Wang Chengliu berkata, “Liang Fenghong, dalam tiga kehidupan, kau selalu berhasil untuk mendapatkan kebebasan Wu dan juga mempersatukan Dataran Timur. Hanya satu kali ini, mengalahlah kepadaku! Biarkan istrimu mati untuk memutar kembali waktu!”


Liang Fenghong yang sekarang berada di samping Huang Miaoling memasang wajah geram. “Kau sudah kehilangan kewarasanmu! Apakah kau sadar bahwa dirimu sendiri yang baru saja melukai Lan’er!?”


Mendengar ucapan Liang Fenghong, Wang Chengliu tidak tampak bersalah dan hanya tersenyum mengejek. “Melukainya? Tidak, aku sedang membantunya!” ucapnya membuat kening Liang Fenghong berkerut. “Aku membantu Lan’er menghentikan nyawanya di kehidupan busuk ini agar dia bisa cepat melanjutkan ke kehidupan berikutnya dan bersiap menungguku!”


Di tempatnya berdiri, Huang Miaoling menggenggam pedangnya erat. “Dia … sungguh sudah gila,” gumamnya. Wanita itu pun mempersiapkan kuda-kuda. “Kita … harus membunuhnya.”


Telinga Huang Miaoling bisa mendengar samar napas Lan’er yang sekarang berada di dalam ruangan. Napas itu lemah, tapi paling tidak gadis itu masih hidup!


“Sebelum Lan’er kehilangan nyawanya, kita harus mengakhiri kegilaan ini!”


___


A/N: Heiho, banyak yang nanya author mau pindah ke mana. Bisa cek di Instagram author Luciferater aja ya geyss.


Btw, ceritanya akan segera kelaarr~ yeeaayy~


Ada beberapa pilihan cerita berikutnya, kalian bisa voting ayo ayo mau cerita apa?


1. Tema historical\, perjodohan\, identitas rahasia


2. Tema historical\, transmigrasi\, kerajaan

__ADS_1


3. Tema historical\, persektean\, transmigrasi\, fantasi


4. Tema fantasi\, transmigrasi cepat (tokoh utama bisa pindah dari satu cerita ke cerita lain)


__ADS_2