
“Onar?” Wei Shulin mengulangi ucapan Huang Yade. “Kakak Sepupu, aku tak mengerti.” Dia sungguh tak mengerti. Jelas-jelas Huang Miaoling sempat teracuni dan menjadi korban dalam kejadian ini, kenapa malah gadis itu yang dikatakan telah berbuat onar?
Huang Yade baru saja ingin membuka mulutnya, lalu dia menyadari keberadaan Rong Gui di dalam ruangan. “Siapa ini?” Beberapa saat yang lalu, fokusnya berada pada hal lain sampai-sampai sosok Rong Gui sama sekali tidak masuk dalam pandangannya.
Wei Shulin mengerti pertanyaan Huang Yade dan langsung memberi isyarat pada Rong Gui untuk memperkenalkan dirinya. Sesuai perintah Wei Shulin, Rong Gui memberi hormat seraya memperkenalkan diri kepada Huang Yade. Sang Menteri Pertahanan memperhatikan Rong Gui untuk sesaat sebelum memerintahkannya untuk keluar.
Selama sesaat, Wei Shulin sempat terkejut dan berniat untuk menghentikan Rong Gui. Namun, melihat kepenatan dalam wajah Huang Yade, dia tidak berkata banyak dan menganggukkan kepala pada Rong Gui agar dia menunggu di luar.
“Kau terlihat sangat menyukai bawahan barumu itu,” ujar Huang Yade secara tiba-tiba. Jarang sekali Wei Shulin mengajak seseorang untuk bertemu dengannya ketika mereka membicarakan mengenai sesuatu yang penting. Oleh karena itu, Huang Yade sama sekali tidak menyadari keberadaan Rong Gui di awal dan menurunkan kewaspadaannya.
“Rong Gui bertalenta, dia juga bukan keluarga bangsawan, tak ada yang perlu ditakuti darinya.” Wei Shulin menjelaskan singkat mengenai asal-usul Rong Gui dari Qiongpo Di. Ketika dia menyadari perubahan ekspresi Huang Yade yang terlihat buruk, dia bertanya lagi, “Apa … aku melakukan hal yang salah, Kakak Sepupu?”
Huang Yade membalas singkat, “Tinggal di Qiongpo Di tak berarti dia tak berbahaya. Apa kau sudah memeriksa kebenaran asal-usulnya?” Wei Shulin menganggukkan kepalanya, tapi sang Menteri Pertahanan tidak terlihat tenang. Pada akhirnya, dia melambaikan tangannya. “Lupakan, aku ada hal yang lebih penting sekarang.”
“Ah, ya, mengenai Adik Sepupu Ketiga.” Wei Shulin menganggukan kepalanya. “Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia dan Adik Sepupu Keempat bisa berlawanan seperti itu? Aku lebih tak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Adik Sepupu Keempat!”
Kening Huang Yade berkerut, merasa pusing karena tak sempat menceritakan pada Wei Shulin mengenai kebenaran tentang Huang Wushuang. Dia dengan singkat, jelas, dan padat, menceritakan pada sepupunya itu mengenai asal-usul Huang Wushuang dan alasan wanita itu menargetkan Huang Miaoling. Hal tersebut membuat Wei Shulin ternganga.
‘Putri Li Hongxia?!’ Wei Shulin terpaku pada satu kenyataan yang mengerikan. Dia tahu ada yang salah dari semua pergerakan di istana hari ini, tapi dia tak mampu percaya kalau kenyataannya begitu kacau dan mengerikan. “Jadi, Li Guifei sudah tahu kalau—”
Huang Yade menggelengkan kepalanya, menebak apa pertanyaan yang ingin dilontarkan Wei Shulin. “Tak mungkin. Hanya segelintir orang yang tahu, termasuk Kaisar Huatai dan Liang Fenghong. Jelas, keduanya tidak berpihak pada keluarga Li. Huang Wushuang sendiri tidak tahu mengenai identitas dirinya, bagaimana mungkin Li Guifei bisa tahu tentang hal ini?”
Wei Shulin menganggukkan kepalanya setelah berpikir sesaat dan memunculkan berbagai skenario dalam otaknya. Sesuai ucapan Huang Yade, tidak ada cara bagi Li Guifei untuk mengetahui hal ini.
Kepala Wei Shulin bergeleng sedikit. ‘Apa benar … buah jatuh tak jauh dari pohonnya? Keserakahan murni menguasai keputusan Adik Sepupu Keempat sehingga dia melakukan itu pada Adik Sepupu Ketiga walau dia tak tahu apa pun tentang asal-usulnya?’
Walau sudah mengerti mengenai asal-usul Huang Wushuang, tapi Wei Shulin masih tidak mengerti apa yang mendasari kebencian wanita itu terhadap Huang Miaoling. Bagaimanapun, kakak perempuannya itulah yang memberikan Huang Wushuang kesempatan untuk menjadi putri mahkota. Alih-alih bersyukur, dia malah menargetkan Huang Miaoling.
__ADS_1
Tentu saja, Huang Yade tak akan memberi tahu Wei Shulin mengenai kegilaan yang Huang Miaoling lakukan untuk menjebak Huang Wushuang dan Wang Zhengyi. Lebih sedikit orang yang mengetahui aib mengerikan itu, maka lebih baik. Pada akhirnya, Huang Miaoling adalah seorang gadis. Jika Wei Shulin tahu sekejam apa gadis itu ….
‘Hah ….’ Huang Yade hanya bisa menghela napas tak berdaya.
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Wei Shulin akhirnya berpindah pada topik lain. “Kakak Sepupu, aku penasaran,” dia berkata dengan alis bertaut. “Aku menyebutkan padamu kalau Adik Sepupu Ketiga teracuni, tapi kau tidak terlihat panik, melainkan hanya marah. Apa kau tidak khawatir?” tanyanya.
“Hmph!” Huang Yade mendengus sembari memukul meja dengan kepalan tangan ketika mendengar pertanyaan Wei Shulin. “Khawatir?!” Dia kembali marah, mengejutkan Wei Shulin yang malang. “Menurutku, aku yang harus mengkhawatirkan kewarasanku dibandingkan keselamatan gadis pembuat onar itu!” bentaknya.
“Kakak Sepupu, kenapa begitu?” Wei Shulin sangat kebingungan.
“Semua orang memanggilku sang Ahli Strategi Genius, bukan? Heh, maaf saja, aku tak berani terima!” ucap Huang Yade. “Kalau aku Ahli Strategi Genius, maka gadis itu adalah Dewi Strategi!” Walau ucapannya terdengar memuji, tapi bibirnya membentuk sebuah senyuman yang dipenuhi kemarahan. “Bahkan orang terdekatnya dijadikan pion, sungguh luar biasa!”
Kerutan di kening Wei Shulin menjadi semakin dalam. Pandangannya diselimuti kebingungan selagi dia memandangi gerak-gerik Huang Yade yang mulai terlihat seperti orang gila. Ini adalah pemandangan yang baru pernah Wei Shulin lihat.
Huang Yade terlihat begitu tertekan dan frustrasi.
Wei Shulin menahan diri untuk tidak memutar bola matanya. ‘Hanya orang genius atau tidak waras yang mengerti celotehanmu,’ makinya dalam hati.
“Semua kekacauan hari ini adalah ulah adik sepupu tercintamu itu!”
*Beberapa saat yang lalu*
“Silakan,” ujar Kasim Gao seraya mempersilakan para orang terhormat itu untuk masuk ke dalam ruang kerja sang Kaisar. Setelah membiarkan para pria keluarga Huang dan Qing Gangtie masuk, Kasim Gao kembali menutup pintu dengan rapat.
Para pria itu segera berlutut di hadapan Kaisar Weixin dan memberi hormat, “Salam kepada Yang Mulia Kaisar!”
“Guru Besar Qing!” sambut Kaisar Weixin ketika dirinya melihat kedatangan Qing Gangtie bersama dengan para pria keluarga Huang.
__ADS_1
Kaisar Weixin mengitari meja kerjanya untuk menghampiri Qing Gangtie, segera meminta pria tua itu untuk bangkit dan mengesampingkan tata krama yang penuh omong kosong itu. Bagaimanapun pria tua itu merupakan salah seorang bawahan setia yang mengabdi padanya untuk membangun kerajaan Shi dahulu. Begitu banyak ajaran dan bantuan yang Qing Gangtie berikan, tapi pria itu tak meminta apa pun dan malah memutuskan untuk pensiun di luar ibu kota.
“Tetua Huang.” Kaisar Weixin menoleh dan tersenyum lebar ketika melihat Huang Liqiang juga datang bersama dengan Qing Gangtie. Dia juga segera membangunkan pria itu dan mengizinkan tiga orang lainnya—Huang Qinghao, Huang Yade, dan Huang Jieli—untuk berdiri. Sang Pria Agung membentangkan tangannya. “Langit tersenyum pada Shi hari ini, para pahlawan kerajaan bersatu di dalam ruangan.” Senyuman lebar menghiasi wajahnya.
“Yang Mulia berlebihan,” ucap Qing Gangtie dan Huang Liqiang secara bersamaan. Kalaupun mereka jauh lebih senior dibandingkan Kaisar Weixin dan sempat menjadi bawahan mendiang kaisar terdahulu, tapi yang berdiri di hadapan mereka sekarang tetaplah sang Putra Langit, tata krama tak boleh dikesampingkan.
Kaisar Weixi mengangguk-anggukkan kepalanya, sangat menghargai kesetiaan yang ditunjukkan Huang Liqiang dan Qing Gangtie. “Apa yang mungkin membuat Guru Besar Qing mengunjungi Zhongcheng setelah bertahun-tahun?” dia bertanya. “Aku mengerti Tetua Huang kembali untuk bertemu dengan Mingwei Junzhu, tapi Guru Besar Qing ….”
Qing Gangtie tersenyum tipis. “Jawab, Yang Mulia. Muridku yang terkecil adalah Tuan Muda Keenam keluarga Huang, Huang Junyi. Karena dia kembali untuk melihat saudarinya, maka aku mengambil kesempatan untuk datang dan berkunjung setelah sekian lama, terutama setelah mendengar masalah yang mengkhawatirkan beberapa waktu ini,” balasnya dengan jujur.
Mendengar ucapan Qing Gangtie, Kaisar Weixin merasa sedikit tersinggung dan malu. Masalah negara yang terjadi dalam waktu beberapa bulan ini sangatlah mengerikan. Jikalau bukan karena kerja sama keluarga Huang dengan keluarga Liang, juga bantuan kedua putranya, maka Li Hongxia dan Ibu Suri He sungguh akan membawa kehancuran pada kerajaan Shi.
“Aku harap Yang Mulia tidak tersinggung. Namun sebenarnya, kedatanganku kemari juga bertujuan untuk membahas hal penting dengan Yang Mulia,” ujar Qing Gangtie.
Huang Liqiang melemparkan pandangan penuh arti pada putra dan cucunya. Huang Qinghao dan Huang Jieli mengerti maksud pria tua itu dan segera mengundurkan diri. Sebagai otak dari Kaisar Weixin, Huang Yade jelas akan tinggal di dalam ruangan.
Setelah hanya tersisa empat orang di dalam ruangan itu, Qing Gangtie pun memulai, “Kaisar, aku mendengar mengenai rencanamu untuk menikahkan Putri Qiuhua dengan Pangeran Qing Zhuang dari kerajaan Zhou. Apa ini kebenaran?”
___
A/N: Hooh, emang pendek. Tunggu besok, ya. Besok update harusnya pagi, karena sebenarnya udah jadi tapi belum direview dan keburu capek. Maapkan :")
Jangan lupa komen dan likenya ya gengs. Kalo ada typo mohon diberitahukan juga, siwer-siwer tadi pas review soalnya.
Oh, author lupa, SHOUTOUT ke Kak @Ananda adiytya untuk support dan donasinya ke Phoenix Reborn~
Untuk merayakan support dari Kak Ananda, otor ada siapin surprise besok ihihihi ditunggu, yaaa
__ADS_1