Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 150 Kehidupan Pertama?


__ADS_3

Di saat dirinya membuka mata, yang Liang Fenghong lihat adalah darah yang melumuri telapak tangannya. Cahaya bulan purnama di malam itu adalah satu-satunya penerangan yang dia miliki, dan hal tersebut menambah ketegangan suasana dengan pemandangan mengerikan yang dia lihat sekarang.


Liang Fenghong merasa bingung, tak mengerti bagaimana dia bisa berakhir di situasi semacam ini. Dia ingat jelas bahwa kali terakhir dia membuka mata, dia tengah tertidur di dalam ruangannya bersama Huang Miaoling!


“Menteri … Jiang,” panggil sebuah suara yang membuat pria itu mengalihkan pandangannya ke bawah dengan bingung.


Sekejap, mata Liang Fenghong membesar. ‘Lan’er!’ Ingin sekali dia berteriak, tapi dirinya tidak mampu mengeluarkan suara.


Di bawah penerangan bulan malam itu, terlihatlah sosok Lan’er yang berlumuran darah dalam pelukannya. Ada satu luka tusukan yang begitu dalam, mengakibatkan darah terus mengucur keluar dengan deras.


Di luar kendali, bibir Liang Fenghong terbuka mengeluarkan sebuah pertanyaan, “Bagaimana kau tahu namaku?”


Pertanyaan itu membuat Liang Fenghong kaget dan bingung. Dia merasa tak berdaya dan tak mampu melakukan apa-apa, seakan ada seorang lain yang mengendalikan dirinya. Dia hanya bisa menjadi seorang penonton.


“Kumohon … lindungi Pangeran Keenam,” ujar Lan’er, membuatnya membelalak.


“Kau dan Pangeran Keenam ….” Liang Fenghong menyipitkan mata. “Jadi, ini alasan Wang Wuyu membunuhmu ….”


Lan’er terbatuk-batuk, memuntahkan segumpal darah yang membuat penampilannya semakin mengerikan. “He Wudi … Li Hongxia … dan Wang Wuyu,” sebut Lan’er dengan pandangan kesakitan. “Singkirkan ketiganya … dan Wu akan aman ….”


Liang Fenghong bisa merasakan matanya membesar, jantungnya berdebar seakan terkejut dengan pernyataan Lan’er. Dirinya pun kembali berkata di luar kendali, “Apa yang kau ketahui tentang diriku dan Wu? Siapa dirimu?”


“Meilan!”


Sebuah teriakan lantang membuat Liang Fenghong mengalihkan pandangannya. Suara gemeresik semak-semak dan rumput yang terinjak memberitahunya bahwa seseorang tengah mendekat.


“Pergilah …,” Lan’er berkata dengan suara parau mengabaikan pertanyaan Liang Fenghong. “Kau tidak boleh … berada di sini.”


Liang Fenghong bisa merasakan Lan’er menyentuh tubuhnya dengan ringan. Akan tetapi, dalam satu kedipan mata, dirinya terlempar ke belakang semak dengan keras.

__ADS_1


Di dalam pikirannya, sebuah suara yang familier bergema, ‘Gadis itu jelas-jelas telah berada di ambang kematian, bagaimana dia bisa mendorongku sejauh ini?!’


Satu detik yang Liang Fenghong perlukan untuk menyadari bahwa itu adalah suaranya sendiri! Itu adalah suara batinnya! Dia bahkan tidak bisa mengendalikan suara batinnya sendiri saat ini!


Setelah ‘dirinya’ sadar dari keterkejutan, Liang Fenghong mengangkat pandangan untuk melihat tubuh Lan’er yang tergeletak di tanah tak berdaya dari kejauhan. Sosok seorang pria yang begitu familier terlihat sedang memeluk setengah tubuh gadis itu.


‘Wang Wuyu!’


Liang Fenghong bisa melihat Wang Wuyu mengatakan sesuatu kepada Lan’er. Akan tetapi, dia tidak bisa mendengar apa pun. Yang bisa pria itu lihat hanyalah wajah Lan’er terlihat marah … dan juga dipenuhi penyesalan.


Detik berikutnya, Liang Fenghong melihat jelas bagaimana Wang Wuyu mencengkeram luka Lan’er tanpa belas kasihan, membuat mulut gadis itu terbuka seperti berteriak, tapi tak mampu bersuara. Dengan keji, Wang Wuyu merobek bagian tubuh gadis itu, membunuhnya dengan cara yang menyiksa.


Di saat tubuhnya terkulai lemas di tanah, kedua manik Lan’er terarah kepada Liang Fenghong, air mata mengalir turun dari pelupuknya.


***


“Hah!”


Dengan usaha untuk menenangkan, Huang Miaoling mengusap punggung sang suami dan bertanya, “Ada apa?” Pandangannya terlihat khawatir, berpikir bahwa Liang Fenghong memimpikan kematian sang kakak.


Napas Liang Fenghong terengah-engah, lalu dia menoleh untuk menatap Huang Miaoling selama sesaat. Pria itu kemudian menarik napas dalam-dalam sembari menutup mata sebelum menghelanya dan berkata, “Aku … baik-baik saja.”


Huang Miaoling tidak membalas, tapi dia menuruni tempat tidur dan menuangkan air untuk suaminya. Seraya menyodorkan cangkir berisi air, dia berujar, “Minumlah.”


Kepala Liang Fenghong mengangguk, lalu meneguk isi cangkir tersebut dengan cepat. Dia mengusap keringat di dahinya selagi memberikan gelas kepada sang istri.


“Aku melihat Lan’er,” ucap Liang Fenghong secara tiba-tiba. “Dia terluka, ada luka tusukan di tubuhnya. Darah terus mengalir tanpa henti.”


Selesai meletakkan cangkir ke atas meja, Huang Miaoling kembali duduk di tempat tidur selagi menunggu kelanjutan ucapan sang suami.

__ADS_1


“Namun, aku tidak melakukan apa pun. Selain itu, diriku dalam mimpi seperti tidak mengenalnya,” lanjut Liang Fenghong dengan alis tertaut. “Dia memanggilku Menteri Liang, jabatanku di kehidupan lalu. Akan tetapi, dia memintaku untuk melindungi Wang Chengliu.” Pria itu mengangkat pandangannya untuk menatap sang istri.


“Wang Chengliu?” Huang Miaoling mengulangi ucapan Liang Fenghong, merasa sangat aneh. “Tunggu, bukankah kau pertama kali bertemu Lan’er … ketika kau ingin menyerang Wang Chengliu?”


Liang Fenghong mencoba mengingat kembali situasi dalam mimpinya. “Tempat itu … tempat itu terlihat seperti Qiufeng Ting [1].”


“Apa?”


Dalam diam, Huang Miaoling mendengarkan Liang Fenghong menceritakan apa yang dia lihat di mimpinya. Hal tersebut membuat wajah Huang Miaoling terlihat kebingungan.


Awalnya, Huang Miaoling mengira bahwa Lan’er mendatangi mimpi Liang Fenghong untuk menyampaikan sesuatu. Namun, sepertinya ini adalah … pecahan ingatan.


“Aku yakin itu bukan ingatan di kehidupan lalu!” jelas Liang Fenghong. “Aku yakin akan hal itu. Tidak masuk akal bagaimana Lan’er memintaku melindungi Wang Chengliu ketika di kehidupan lalu dia sendiri yang menyuruhku membunuh pria itu!”


Pernyataan Liang Fenghong membuat kedua orang itu terdiam, teringat akan pertanyaan Huang Junyi. “Dengan kekuatan seperti itu, apa yang membuat kalian berpikir bahwa apa yang kalian lihat dan ingat adalah kenyataannya?”


Dari cerita Liang Fenghong, sangat tidak masuk akal bagaimana Huang Miaoling tidak mengingat sosok Lan’er apabila gadis itu memiliki kedekatan dengan Wang Chengliu di kehidupan lalu. Selain itu, Wang Wuyu membunuh Lan’er? Apa keuntungannya? Bagaimana dia mampu melakukannya apabila Lu Si berada di sisi gadis itu?!


‘Apa mungkin Lan’er menghapus sebagian ingatanku?’ tanya Huang Miaoling. ‘Namun, dengan betapa jelasnya susunan ingatanku perihal kehidupan lalu, sangatlah tidak masuk akal kalau dia menghapus kejadian sepenting itu!’


Satu pertanyaan yang mengganjal hati Huang Miaoling adalah … apa hubungan Lan’er dan Wang Chengliu? Apa yang terjadi sehingga Lan’er yang di mimpi itu meminta Liang Fenghong untuk melindungi Wang Chengliu … beralih menginginkan kematian pria tersebut?


Tiba-tiba, wajah Huang Miaoling berubah. Kerutan kebingungan yang tadi nampak, sekarang berubah menjadi kerutan penuh kecurigaan dan ketakutan.


“A Feng …,” panggil Huang Miaoling dengan suara bergetar. “Kalau benar Lan’er mampu memutar waktu, apa yang menjamin bahwa kehidupan lalu adalah … kehidupan pertama kita?"


____


[1] Qiufeng Ting: kalau ada yang lupa, ini pavilium Angin Musim Gugur yang dibuat Kaisar Weixin untuk Yang Changxi, ibunya Wang Junsi.

__ADS_1


____


A/N: Hmm, ayo main tebak2an, coba hubungkan mimpi Wang Chengliu dan Liang Fenghong! Kenapa pula kedua pria ini bisa mulai memimpikan hal seperti itu?


__ADS_2