
“Tangkap Pangeran Mahkota! Dia telah melukai Yang Mulia Kaisar!”
Teriakan itu memaksa tubuh Huang Miaoling untuk merenggut kembali kesadarannya. Dia melotot dengan garang ke arah orang yang baru saja meneriakkan perintah itu. ‘Wang Chengliu!’ geramnya dalam hati. Wanita itu tidak menyia-nyiakan waktu, dia berlari kencang keluar dari barisan sembari berteriak lantang, “Pasukan Longzhu!” Dia menatap ke arah Fang Yu, “Selamatkan Pangeran Mahkota!”
Dua teriakan yang berlawanan itu membuat seisi halaman utama menjadi kacau. Dengan perintah Huang Miaoling, Pasukan Shiyan yang tadi telah bersiap untuk menangkap Wang Zhengyi segera dihadang oleh Pasukan Longzhu. Sementara itu, pasukan istana sedang terlalu sibuk mengamankan para wanita kerajaan, dan para pejabat berhamburan menjauhi altar demi menghindari perseteruan dua kubu itu.
Sesuai perintah Huang Miaoling, Fang Yu dengan cepat memisahkan diri dari pasukannya. Dia memiliki satu tugas, yakni membawa pergi Wang Zhengyi.
Melihat Fang Yu menghampiri sang pangeran mahkota, Wang Chengliu menarik sebuah pedang yang berada di pinggang salah satu prajuritnya. Dia jelas tidak akan begitu saja membiarkan siapa pun menyentuh kakak pertamanya itu.
Wang Zhengyi … adalah alat penting baginya.
Namun, Wang Chengliu harus dikejutkan oleh sebuah serangan mendadak dari satu sisi. Begitu sadar mengenai siapa lawannya, pria itu menggeram, “Huang Miaoling! Apa kau berkolusi dengan Pangeran Mahkota untuk melakukan kudeta?!” teriak pria tersebut penuh kebencian.
Fitnah! Itu jelas fitnah!
“Kau tahu jelas siapa yang sedang melakukan kudeta!” balas Huang Miaoling seraya mengerahkan seluruh tenaganya untuk memberikan pukulan pada pedang Wang Chengliu, menyebabkan percikan mengerikan akibat dua besi yang beradu keras. “Jangan harap kau bisa menyentuh Wang Zhengyi!” teriak wanita itu dengan hasrat membunuh.
Kedua orang itu tak lagi mengenakan topeng, dan kebencian yang mereka miliki untuk satu sama lain terumbar di hadapan semua orang. Huang Yade yang melihat hal tersebut membatin, ‘Mereka …,’ begitu banyak pertanyaan dan kecurigaan muncul di hatinya.
Sementara itu, Fang Yu yang telah tiba di sisi Wang Zhengyi tersadar bahwa ada sesuatu hal yang aneh; pandangan sang pangeran mahkota terlihat begitu kosong, seakan rohnya tidak hadir pada saat itu. “Yang Mulia! Kita harus pergi!” teriak Fang Yu, tapi tak ada balasan.
Di saat itu, ucapan Huang Miaoling dalam perjalanan menuju istana terngiang di benak Fang Yu, “Apa pun yang terjadi, dalam situasi genting, kau harus pastikan Pangeran Mahkota selamat.’
__ADS_1
Mengingat hal tersebut, Fang Yu hanya bisa bergumam rendah, “Maaf atas ketidaksopananku, Pangeran Mahkota,” dan dia langsung menggotong tubuh Wang Zhengyi layaknya sebuah karung beras. Sesuai dugaan Fang Yu, Wang Zhengyi tidak menolak dan hanya terdiam menerima nasib. ‘Sungguh hipnotis!’ Mengesampingkan kenyataan itu, sang letnan jenderal mulai berlari ke arah … yang berlawanan dari gerbang utama.
Mampu melihat Fang Yu membawa Wang Zhengyi masuk ke dalam istana, Wang Chengliu mengerutkan keningnya. ‘Apa yang dia lakukan?’ Namun, tak peduli ke mana pun Fang Yu pergi, Wang Zhengyi ada bersamanya, dan Wang Chengliu harus mendapatkan sang pangeran mahkota kembali. “Shiyan! Kejar Pangeran Mah—!”
Sebelum Wang Chengliu menyelesaikan perintahnya, Huang Miaoling melancarkan sebuah serangan pada pria tersebut. Hilangnya sebagian fokus Wang Zhengyi memberikan kesempatan pada sang Mingwei Junzhu untuk menyayat lengan pria itu
“Urgh!” Wang Chengliu melenguh rendah seraya mengambil langkah mundur.
“Heh,” Huang Miaoling menampakkan sebuah senyuman mengejek.
Walau senang melihat Wang Chengliu terluka, tapi Huang Miaoling tak bisa senang terlalu lama. Tanpa melihat, wanita itu bisa mendengar suara derap kaki sejumlah prajurit yang mengikuti arah yang dilalui Fang Yu. Jelas, para prajurit yang mengejar berasal dari Pasukan Shiyan.
Mendadak, Huang Miaoling mendengar sebuah teriakan memilukan, “Yang Mulia! Yang Mulia!” Dia menoleh dan mendapati sosok Yang Yuechan, sang Defei, menangis pilu di sisi Kaisar Weixin yang terbaring di atas altar.
Ibu Suri Shen yang berada di sudut halaman utama segera berkumandang, “Panggil tabib istana kemari sekarang juga!” Begitu banyak pertanyaan melambung di benaknya, tapi tak ada satu pun yang bisa terjawab. ‘Zhengyi menyerang Weixin?! Kekonyolan macam apa ini?!’ Dia melemparkan tatapan mengerikan ke arah Huang Miaoling dan Wang Chengliu, ‘Siapa di antara mereka yang tahu rencanaku dan berakhir menciptakan kekacauan di hari ini!?’
Walau masih menyimpan kecurigaan pada Huang Miaoling—yang merupakan keponakan Huang Yan’an—tapi Ibu Suri Shen tahu bahwa sang Shufei benar. Hal terpenting sekarang adalah mengamankan diri. Kebenaran hanya bisa dia ungkap ketika dirinya masih hidup!
Sementara Huang Yan’an sedang sibuk membantu Ibu Suri Shen untuk melarikan diri, Permaisuri Mingmei menatap ke arah Wang Weixin dan Yang Yuechan dari kejauhan. Mata wanita itu memancarkan sebuah ekspresi yang sulit dimengerti. ‘Wang Weixin ….’ Melihat sang suami dibawa oleh seorang prajurit istana, wanita itu berbalik dan mulai mengikuti sang Shufei dan Ibu Suri.
Selagi para wanita kerajaan mengamankan diri mereka, para pejabat istana yang tidak berdaya hanya bisa menempel di area gerbang. Namun, berapa kali pun mereka menggedor pintu besar itu, tak ada yang membukakannya.
Wei Shulin yang ikut menghadiri ritual kematian berkata kepada Huang Yade, “Pangeran Keenam jelas telah mempersiapkan semuanya!” Dia tak lagi peduli dengan siapa yang mendengar ucapannya. Lagi pula, saat ini semua orang sedang sibuk mementingkan keselamatan mereka masing-masing!
__ADS_1
Huang Yade berbalik dan menatap keadaan halaman utama, Pasukan Longzhu mulai terdorong oleh Pasukan Shiyan. Entah atas dasar apa, tapi Pasukan Shiyan tidak membunuh satu pun prajurit Pasukan Longzhu. Sebaliknya, karena sikap ‘lembut’ Pasukan Shiyan, terlihat keraguan dari mata para prajurit Pasukan Longzhu.
‘Bagaimanapun, mereka berasal dari negara yang sama, juga pernah berjuang di medan perang yang sama!’ batin Huang Yade dalam hati. Lalu, sang Menteri Huang mengalihkan pandangannya pada dua sosok yang bertarung dengan intens di satu sisi halaman. ‘Situasi ini tak terlihat baik!’
Huang Miaoling dan Wang Chengliu sungguh berusaha menggorok leher satu sama lain. Namun, kekuatan mereka setara, dan tak ada dari keduanya yang terlihat akan menyelesaikan pertarungan—bila hanya kekuatan yang diandalkan.
“Menyerahlah, Huang Miaoling,” ucap Wang Chengliu di sela-sela serangannya. “Kau tak akan menang!” Pria itu menghindari tebasan pedang wanita di hadapannya. “Akhir sudah ditentukan,” tuturnya dengan sebuah senyuman.
Tidak mau kalah, Huang Miaoling menampakkan sebuah seringai mengejek. “Jangan berkhayal terlalu jauh, Wang Chengliu. Detik kau memutuskan untuk menjebak Wang Zhengyi di hari ritual kematian Pangeran Kelima, pada detik itu pula kau telah kalah!”
“Oh?” Pada saat pedang mereka bertemu, Wang Chengliu mengambil langkah maju dan mendekatkan wajahnya pada Huang Miaoling. “Apa yang bisa seorang wanita sepertimu lakukan?”
Huang Miaoling menggertakkan giginya, sangat membenci hinaan yang keluar dari mulut Wang Chengliu. “Kalau kau sadar diri, akulah yang mendapatkan takhta itu untukmu di kehidupan lalu!”
Mendengar hal ini, Wang Chengliu menaikkan alis kanannya seraya menyerang. “Ya? Lalu, apa kau berniat untuk mengambilnya sekarang?” tanyanya dengan nada menantang. “Namun, apa yang bisa kau lakukan ketika Kakak Kedua beserta dua sahabat terbaikmu itu telah jatuh?”
Detik itu juga, Huang Miaoling membeku, “Apa?”
Sebuah seringai kemenangan pun terlukis di wajah Wang Chengliu, menikmati setiap inci ekspresi keterkejutan di wajah wanita di hadapannya. Lalu, dengan kesempatan yang ada, pria itu menjegal kaki Huang Miaoling, menyebabkan wanita itu kehilangan keseimbangannya.
Huang Miaoling terjatuh dengan menyakitkan ke tanah, kepalanya sedikit terbentur dan pandangannya pun berkunang-kunang. “Uh ….”
Sebelum Huang Miaoling memiliki kesempatan untuk kembali berdiri, Wang Chengliu mengayunkan pedangnya dengan bersemangat, “Kau kalah, Permaisuri Huang!”
__ADS_1
____
A/N: Author: @!(#*62@!(EU!!!