Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 71 Maka, demikianlah


__ADS_3

Huang Miaoling berjalan mengikuti sosok yang berada di depannya, tak mempertanyakan ke mana sang Pangeran Keempat itu berusaha membawanya. Mata sang Mingwei Junzhu terarah pada punggung Wang Junsi yang terlihat sedikit bungkuk, membuat wanita itu merasakan tanggung jawab besar yang dimiliki oleh pria itu.


“Tidakkah kita telah berjalan cukup jauh?” ucap Huang Miaoling ketika pendengarannya menangkap bahwa tak ada orang di sekitar selain dirinya, Wang Junsi, dan juga Xiaoming yang berada jauh di belakang. “Apa kiranya yang ingin kau bicarakan denganku?” Dia tak ingin berbasa-basi.


Tidak ada balasan dari Wang Junsi untuk beberapa saat, dan hal itu membuat Huang Miaoling terdiam. Xiaoming yang diperintahkan menunggu di tembok luar halaman tempat mereka berada hanya bisa memerhatikan dengan waspada, sesekali juga menyapu situasi sekeliling untuk memastikan tak ada pengintai.


Setelah beberapa saat, sang Pangeran Keempat pun angkat suara, “Membuat para anggota pemerintahan mencurigai satu sama lain, apa yang kau pikirkan?” Wang Junsi berbalik dan menatap Huang Miaoling dengan tajam.


Huang Miaoling menengadahkan kepalanya sedikit, menjajarkan pandangannya dengan sang Pangeran Keempat. “Apa kau orang yang bisa kupercaya, Wang Junsi?”


“Huang Miaoling!” Bersamaan dengan teriakan Wang Junsi, angin berhembus kencang. Hal itu membuat pohon-pohon yang menghiasi tempat tersebut sedikit bergoyang, menghasilkan suara gemeresik yang mengusik ketenangan hati.


Melihat kalau dirinya dan Huang Miaoling terus-menerus bertentangan dalam pengadilan, Wang Junsi tidak puas dan memutuskan untuk berbicara dua mata dengan wanita tersebut. “Kau dan Liang Fenghong membunuh Wuyu,” ujar Wang Junsi dengan pandangan serius, mengutarakan sebuah pernyataan. “Kau tentu tahu bahwa hal tersebut mampu menyulut emosi Yang Defei,” lanjutnya. “Namun, kau masih melakukannya!”


Ekspresi tenang yang terpasang di wajah Huang Miaoling berubah tidak senang. “Apa yang membuatmu berpikir kami terlibat dengan kematian Pangeran Kelima?” tanyanya dengan mata memicing. “Aku masih belum menginterogasimu mengenai kerja sama bodohmu dengan Wang Chengliu. Namun, sekarang kau tanpa basa-basi menuduhku atas hal yang tidak kulakukan.” Sebuah seringai mengejek terlukis di wajah Huang Miaoling. “Wang Junsi, apa Wang Chengliu telah mencuci otakmu dan memasukkan kotoran ke dalamnya?”


Huang Miaoling sudah muak. Awalnya, wanita itu mengira bahwa tujuan Wang Junsi membawanya kemari adalah untuk meminta penjelasan. Namun, dia salah. Alih-alih meminta penjelasan, Wang Junsi malah menyatakan sesuatu hal yang di luar nalar!


Wang Junsi mematung. “Liang Fenghong memberitahumu?” Dia memaki dalam hati.


Mendengar hal ini, Huang Miaoling mendecakkan lidah. ‘A Feng tahu?’ Wanita itu mendengus, “Aku tidak mengetahui hal tersebut dari A Feng. Namun, kebodohanmu terpancar ke segala arah sehingga aku mampu mengerti dengan jelas.” Huang Miaoling memasang tampang tak percaya. “Apa yang membuatmu berpikir kalau meminjam tangan Liang Fenghong untuk menjatuhkan Li Guifei adalah hal yang bijak?”


Ucapan Huang Miaoling membuat Wang Junsi terdiam, menghela napas dalam hati. ‘Dia … tidak tahu. Liang Fenghong sungguh tidak memberitahukannya kepada Miaoling,’ pikirnya. Hal tersebut membuat hati Wang Junsi menjadi semakin tidak nyaman, jelas-jelas bahwa dirinya tidak sekadar meminjam tangan Liang Fenghong dalam rencananya untuk menjatuhkan Li Guifei.

__ADS_1


Ketika Wang Wuyu berkunjung ke halamannya beberapa minggu yang lalu, Wang Junsi telah terlebih dahulu tahu bahwa pria itu berniat untuk meracuni dirinya. Namun, tujuan sesungguhnya adik kelimanya itu meracuni dirinya juga telah dia ketahui, menghancurkan pernikahan Huang Miaoling dan Liang Fenghong. Oleh karena itu, Wang Junsi dengan sukarela jatuh ke dalam perangkap Wang Wuyu.


Kening Wang Junsi berkerut mengingat ucapan Liang Fenghong di hari pernikahannya, “Wang Junsi, aku kecewa padamu.” Tatapan tajam yang diberikan sang Penasihat Liang itu menusuk hati nuraninya. “Pada detik kau dengan sukarela masuk ke dalam permainan adikmu itu, kau telah kehilangan sebagian besar rasa hormatku padamu.” Teringat ucapan tersebut membuat Wang Junsi menggertakkan giginya.


“Apa yang telah Wang Chengliu katakan padamu?” tanya Huang Miaoling dengan mata tajam. “Jangan biarkan dia meracuni otakmu! Sudah berapa kali aku dan A Feng memperingatkanmu mengenai hal itu?!” Wajah Huang Miaoling sedikit memerah, kemungkinan besar sedang menahan emosi agar tidak mengatakan hal yang akan dia sesali.


Namun, tanpa Huang Miaoling sadari, ucapannya telah menyakiti Wang Junsi. Setiap kali wanita itu memanggil Liang Fenghong dengan begitu intim, sang Pangeran Keempat mampu merasakan hatinya diremas tangan tak kasat mata.


“Apa yang membuatmu begitu percaya kepada Liang Fenghong?” tanya Wang Junsi secara mendadak, membuat Huang Miaoling sedikit terkejut. “Kau tentu sadar bahwa pria itu berasal dari kerajaan lain, dan bisa saja dia hanya menghasutmu.” Pangeran itu tahu dia sedang menggali lubangnya sendiri, tapi pikiran dan hatinya tak dapat lagi dikendalikan. “Dibandingkan dirinya yang merupakan seorang asing, tidakkah seharusnya aku mempercayai saudaraku?”


Huang Miaoling terdiam di tempat, wajah wanita itu terlihat diselimuti keterkejutan yang mendalam. Perlahan, alisnya saling bertaut dan ekspresinya memburuk. “Apa?” tanyanya dengan nada rendah.


Jantung Huang Miaoling berdetak kencang, berpacu seiring emosi dalam dirinya menggebu-gebu. Dia tak mampu percaya dengan apa yang dia dengar, apakah Wang Junsi sungguh sedang membela Wang Chengliu dan menuding Liang Fenghong? Apakah pria itu tidak tahu seberapa jauh Liang Fenghong telah membantu dirinya?!


“Wang Junsi,” panggil Huang Miaoling dengan lamban, menata amarahnya. “Akan kutanya sekali lagi, dan aku harap kau jawab dengan jujur.” Wanita itu menarik napas dalam-dalam dan ketika menghelanya, dia berkata, “Seorang saudara kandung yang tidak jelas tujuannya padamu … atau seorang saudara yang telah melewati situasi hidup dan mati denganmu?”


Keheningan menyelimuti keduanya untuk beberapa saat, bahkan Xiaoming yang berada di luar halaman mampu merasakan ketegangan yang dihasilkan. Dia sempat melirik ke dalam dan terkejut dengan pandangan mengerikan yang ditunjukkan oleh istri ketuanya. Tak pernah sebelumnya dia melihat ekspresi seperti itu di wajah Huang Miaoling, bahkan ketika wanita itu berhadapan dengan Ibu Suri He dan Jenderal Besar Qiang!


“Liang Fenghong membunuh Wang Wuyu, itu adalah kenyataannya,” balas Wang Junsi, memberikan jawabannya.


“Apa telingamu tuli?!” Huang Miaoling tak mampu lagi menahan amarahnya. “Telah secara jelas diberitahukan bahwa hal ini ulah Zhou dan para suku, juga Keluarga Li! Kenapa kau selalu memojokkan A Feng yang jelas-jelas berada di sisi kita?!”


“Dia berada di sisimu, bukan di sisi Kerajaan Shi!” balas Wang Junsi dengan keras. “Dari mana kau tahu bahwa dirinya tak menggunakan kelicikannya itu untuk memanipulasi dirimu?!” Pria itu memohon dalam hati agar mulutnya berhenti, tapi dia tidak bisa. “Apa setelah kau tidur dengannya kau telah sepenuhnya berubah menjadi jal*ngnya?!”

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat di wajah Wang Junsi. Suara itu membuat Xiaoming segera menoleh dan terkejut ketika mendapati mata nyonyanya berkaca-kaca, terlihat begitu terluka. Di sisi lain, pengawal itu juga bisa melihat jelas penyesalan dari sepasang manik biru sang Pangeran Keempat.


“Dia adalah suamiku, dan aku adalah istrinya. Kalau hubungan itu kau anggap sebagai hubungan seorang jal*ng dengan tuannya, maka demikianlah. Aku tak mampu mengubah pikiranmu,” ujar Huang Miaoling, merasa tenggorokannya tercekat dan napasnya sesak. “Walau tak bisa bersama, aku masih menganggapmu saudara. Namun, sepertinya kau tidak berpikiran sama.” Tangan Huang Miaoling mengepal, “Mulai sekarang, kita berdua tak lagi memiliki hubungan,” dan dia pun berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Wang Junsi berniat untuk memanggil wanita itu, meminta maaf atas apa yang telah dia ucapkan. “Miao—!” Namun, ketika maniknya menangkap satu tetes air mata yang mengalir menuruni sisi wajah Huang Miaoling, sang Pangeran Keempat sadar bahwa semuanya sudah berakhir.


Wang Junsi … telah kehilangan Huang Miaoling sepenuhnya.


Melihat nyonyanya berjalan pergi, Xiaoming sedikit kebingungan, Jelas ada kesalahpahaman antara Huang Miaoling dan Wang Junsi. Namun, sebagai seorang bawahan, dia tak memiliki hak untuk ikut campur, terutama karena dia sendiri tak mengerti inti masalahnya.


Pada akhirnya, Xiaoming hanya bisa memberikan hormat kepada Wang Junsi. Kemudian, dia berlari mengejar Huang Miaoling dan pergi meninggalkan Wang Junsi.


Di tempatnya, Wang Junsi masih membeku. Dia terus mengulang kembali kejadian yang baru saja terjadi, berdoa bahwa waktu bisa kembali berputar dan kata-kata yang telah dilontarkan bisa ditarik kembali. Namun, tentunya itu tidak mungkin.


‘Apa yang telah kulakukan …?’ Wang Junsi menutup wajahnya dengan tangan, memaki kebodohan dirinya sendiri. Dia mengepalkan tangannya. ‘Namun, bendera Wu yang membalut kepala Wuyu, kecurigaan Ayah, dan peringatan Kakek jelas-jelas menunjukkan bahwa—’ Wang Junsi menghentikan pikirannya dan berbalik. “Siapa?!” Dia menangkap keberadaan seseorang dari balik pohon dan semak-semak. “Keluarlah sebelum aku yang ke sana,” ancamnya.


Setelah kesunyian beberapa saat, satu sosok berjalan keluar dari balik sebuah pohon di satu sisi taman. Wajah menawan yang dimiliki sosok tersebut terlihat pahit dan diselimuti kesedihan.


Wang Junsi terlihat terkejut. “Kau—!”


__


A/N: Oho, siapa itu?

__ADS_1


Another note: Thanks all yang udah doain, amin cepat-cepat sehat dan bisa nulis lebih banyak ya untuk kalian hehe


__ADS_2