
Wang Chengliu membuka matanya secara mendadak. Napasnya tersengal, seakan baru saja dikejar oleh kematian.
‘Aku … masih hidup?’ pikirnya.
Karena masih bisa membuka mata dan mencium wangi khas kayu yang menenangkan, Wang Chengliu hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa dirinya masih hidup.
“Kau sudah bangun?” tanya seseorang yang membuat sang pria menoleh ke arah sumber suara.
Sosok dengan manik cokelat keemasan yang familier itu menyeruak masuk ke dalam pandangan.
Lan’er.
Dengan tenang, gadis itu menuangkan segelas air dan membantu Wang Chengliu untuk meminumnya.
Pada saat tangan Lan’er menembus tubuhnya dan menyentuh satu sosok lain, saat itu juga Wang Chengliu sadar bahwa dirinya hanya berbentuk roh!
Wang Chengliu dengan cepat menjauh dari tempat tidur. Maniknya memerhatikan bagaimana Lan’er membantu satu pria meneguk air.
“Bagaimana perasaanmu?” tanya gadis itu lagi seraya meletakkan gelas kosong ke atas meja di pinggir tempat tidur.
__ADS_1
Kening Wang Chengliu berkerut. ‘Tidakkah ini … terasa familier?’
Selagi dirinya sibuk berpikir, Wang Chengliu bisa mendengar sosok pria itu berkata dengan suara parau, “Aku … merasa lebih baik. Terima kasih.”
Seketika, mata Wang Chengliu membelalak. Pria yang baru saja dibantu Lan’er itu … memiliki wajah yang sama dengan dirinya! Tidak, dia adalah dirinya yang lebih muda!
Bukan hanya itu, ada satu hal lagi yang Wang Chengliu sadari. Adegan ini … adalah adegan yang terjadi di mimpinya beberapa waktu lalu!
Bedanya, Wang Chengliu dapat melihat jelas sekeliling, termasuk wajah Lan’er!
Senyuman manis yang menawan terpasang di wajah Lan’er. “Baguslah kalau begitu.”
Gadis tersebut terdiam sesaat, lalu berkata, “Meilan. Aku adalah seorang tabib,” ucapnya seiring memaksa Wang Chengliu menelan sebuah pil. “Siapa namamu?”
“Chengliu ….”
Sesuai dengan mimpi yang sebelumnya, Wang Chengliu hanya mengingat namanya, tapi tidak dengan marganya, dan Lan’er pun tidak mempermasalahkan hal itu. Sebaliknya, dengan sabar gadis itu mencoba membantu pria tersebut mengingat latar belakangnya dengan menunjukkan barang yang dibawa bersamanya.
“Satu bulan lalu, aku menemukanmu di hutan dengan luka parah yang …,” Lan’er terlihat melirik perut Wang Chengliu yang diperban, “… sepertinya sudah sembuh sekarang.” Gadis itu menatap lurus manik hitam pria itu selagi menegaskan, “Dari penampilanmu, kutebak kamu prajurit yang berhasil kabur menyelamatkan diri dari medan perang.”
__ADS_1
‘Medan perang?’
Wang Chengliu roh membeku di tempat untuk sesaat. Kemudian, dia mengamati pedang dan baju zirah yang tengah ditunjukkan gadis itu.
Sadar bahwa dia mengenalinya, Wang Chengliu menautkan alisnya.
‘Pedang dan baju zirah ini adalah perlengkapan yang kugunakan di ekspedisi perang pertamaku!’
Kepala Wang Chengliu pun menengadah, menatap dirinya yang masih begitu muda.
Ya, Wang Chengliu tidak mungkin salah. Ini adalah dirinya ketika berusia lima belas tahun!
Masih dengan kebingungan yang sangat, Wang Chengliu beralih menatap Lan’er. ‘Namun, aku yakin tidak pernah bertemu dengannya di masa itu!’
Di saat Wang Chengliu baru saja memikirkan hal tersebut, sebuah suara melantun di dalam benaknya. ‘Tentu saja kamu tidak mampu mengingatku, Wang Chengliu.’
Sontak Wang Chengliu memandang sekeliling, mencari-cari pemilik suara itu. Namun, dia tidak bisa menemukannya.
Mengabaikan usaha Wang Chengliu untuk mencari dirinya, suara tersebut kembali berkata, ‘Lagi pula, ini ingatan dari kehidupan pertamamu bersamaku.’
__ADS_1