
Otak Wang Wuyu berputar. Sebesar apa pun kesalahan yang dia lakukan, sang Ibunda tak pernah menjatuhkan hukuman padanya. Hanya sebuah teguran lembut yang akan terlontar dari Yang Defei. Namun sekarang, kenapa wanita itu bersikap begitu kejam?
Selagi dirinya dipersilakan kembali oleh Kasim Gao, pandangan Wang Wuyu menjadi semakin gelap. Dia berjalan meninggalkan istana sang Ayahanda dan mengarah ke kediamannya.
Benak Wang Wuyu terasa penat. Hal itu diakibatkan oleh benang-benang kejadian yang mulai terhubung dengan sendirinya setelah pangeran itu menelusuri kembali semua hal yang terjadi di hari itu.
Hubungan buruk Huang Shufei dengan Huang Wushuang diketahui oleh Kasim Xia, membuat pria itu menginfokan hal tersebut kepada Li Guifei. Hal itu merupakan dasar kerja sama Li Guifei dengan sang Putri Mahkota. Kemudian, untuk menutupi kerja samanya dengan Li Guifei, Huang Wushuang berujung mengeluarkan Yuanli dari kediamannya dengan menyuruh gadis itu mengantarkan barang kepada Huang Shufei sebagai alasan. Di saat yang bersamaan, hal itu membuka kesempatan bagi Yuanli untuk memberi tahu Liang Fenghong sehingga pria itu bisa tiba tepat waktu untuk menghentikan Xiaoye dari menjebak Wang Junsi dan Huang Miaoling.
“Yang Mulia,” dua pelayan wanita yang berjaga di depan ruangan Wang Wuyu memberi salam ketika melihat pria itu. Keduanya membukakan pintu bagi pria tersebut sebelum kembali menutupnya dengan rapat.
Wang Wuyu mematung sesaat di tengah ruang tamunya. Kemudian, dia membanting dua kepalan tangannya di atas meja, membuat teko dan cangkir teh di atas meja tersebut berdenting keras.
Dua pelayan yang berada di luar terkejut, tapi mereka hanya bisa terdiam. Di dalam hati, mereka berdoa kalau amarah yang menguasai majikan mereka tidak akan dilemparkan kepada orang tak bersalah—diri mereka sendiri.
Karena amarah dalam dirinya belum sepenuhnya ditumpahkan, Wang Wuyu membalikkan meja, membiarkan benda-benda di atasnya terpelanting dan pecah berserakan di tanah. Pria itu menendang kursi yang berada di hadapannya sehingga menabrak tembok dengan suara yang mengerikan.
Bak makhluk buas yang baru saja terlepas, Wang Wuyu melampiaskan semua amarahnya pada benda-benda malang yang ada di dalam ruangannya. Entah itu hadiah dari para orang penting maupun dokumen berharga, tak ada yang luput dari ‘sentuhan’ sang Pangeran Kelima. Lagi pula, benda-benda itu tak akan lagi mengandung makna ketika dirinya terkurung di Kun Lun.
Hanya ketika ruangannya berubah menjadi kacau-balau barulah pria itu tenang. Dia mendudukkan diri pada bantalan yang berada di hadapan meja kerjanya dan mulai merenung kembali.
Tiba-tiba, sesuatu berkelibat di dalam benak Wang Wuyu. ‘Tunggu, tak masuk akal.’ Pria itu mengerutkan kening. ‘Bagaimana gadis pelayan bernama Yuanli itu tahu apa yang terjadi kepada Huang Miaoling? Apakah dia memergok Pasukan Kematian yang menculik Huang Miaoling?’ Kerutan pada keningnya menjadi semakin dalam. ‘Tidak, dengan kemampuan Pasukan Kematian yang bahkan bisa menjatuhkan Huang Miaoling, maka seharusnya gadis tersebut tidak bisa lepas bila demikian!’
__ADS_1
Lalu, bagaimana? Apa yang salah? Wang Wuyu merasa ada hal yang terlewatkan olehnya!
Sekian lama Wang Wuyu mencoba memutar otak. Namun, karena amarah dan kekesalan yang menumpuk di hatinya, otaknya menjadi tidak mampu berpikir dengan jernih. Benaknya kembali mengitari kenyataan bahwa dirinya telah kehilangan segala kesempatan.
Apa gunanya memikirkan hal yang telah lalu?
Wang Wuyu menumpu sikunya pada meja selagi wajahnya terbenam dalam telapak tangannya. ‘Bahkan setelah mengorbankan Xiaoye yang berada di ambang kematian untuk menutupi jejak anggota Pasukan Kematian yang menyelinap ke istana Ayahanda, aku masih berakhir seperti ini?!’ teriaknya dalam hati selagi menggeram. “Aku tidak terima!” Dia memukul meja dengan kuat, mencoba melampiaskan amarahnya kepada meja kerja malangnya. “Di mana?! Di mana kesalahanku?!”
Saat itu juga, pintu ruangan Wang Wuyu terbuka. Pandangan pangeran itu segera beralih pada sosok yang melangkah masuk ke dalam ruangannya. “Ibunda …,” dia setengah mendesis ketika mengucapkan hal tersebut, masih tak percaya dengan hukuman yang diajukan wanita itu kepada sang Ayahanda.
Detik berikutnya, mata Wang Wuyu tak kuasa menahan diri untuk tidak terbelalak ketika melihat sosok Zhongcheng. Manik sang Pangeran Kelima itu tidak berpindah dari bawahannya yang melangkah masuk mengikuti Yang Defei.
Mendengar hal ini, Zhongcheng tidak terlihat terkejut. Pria itu membungkuk dan kemudian berkata, “Pangeran Kelima, kau salah paham.” Dia menegapkan tubuhnya selagi melanjutkan, “Aku tidak pernah mengkhianatimu … karena sedari awal majikanku adalah Defei.”
Ekspresi Wang Wuyu berubah menjadi sangat buruk, dia tak percaya akan mendengar hal seperti itu keluar dari mulut Zhongcheng. Sekali pun dirinya ingin menghina pengawal pendampingnya itu, tapi dia tahu kalau ucapan Zhongcheng tidaklah salah. Sedari awal, yang menempatkan Zhongcheng di sisinya adalah Yang Defei, sang Ibunda. Oleh karena itu, sangatlah masuk akal kalau Zhongcheng mengabdi pada ibundanya dan bukan dirinya. Bila membicarakan orang yang pantas dihina, tidakkah orang itu adalah Wang Wuyu sendiri?
‘Karena terbiasa dengan dirinya yang mematuhi segala perintahku, aku melupakan satu hal yang begitu jelas. Zhongcheng … adalah utusan Ibunda!’ Wang Wuyu memaki dirinya sendiri selagi mengerutkan wajahnya, ‘Bodoh! Sungguh bodoh!’ Dia mengepalkan tangannya. ‘Tak heran pelayan Huang Miaoling itu bisa mengetahui hal yang terjadi, bajing*n ini pasti menggunakan suatu cara untuk memberitahunya tanpa diketahui Xiaoye!’
“Wuyu, berhentilah,” ujar Yang Yuechan dengan lirih. Pandangan yang diberikan wanita itu terlihat sangat sedih. “Kau tahu apa akhir dari sebuah ambisi yang terlarang. Lihat apa yang dialami Li Hongxia!”
“Itu karena dia bodoh!” balas Wang Wuyu.
__ADS_1
Wajah Yang Yuechan merengut. “Apa yang membuatmu berpikir kau begitu pintar?” balasnya. “Apa kau masih belum sadar makna dari kejadian hari ini?” Dia melanjutkan, “Keluarga Huang tak pantas kau jadikan musuh. Dengan perlindungan yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Huang dahulu saja, sudah sangat sulit untuk menemukan celah dalam keluarga mereka. Sekarang, ada seorang Mingwei Junzhu!”
“Apa yang bisa dia lakukan?! Kalau bukan karena Ibunda yang mengacaukan rencanaku melalui Zhongcheng, apakah hari ini akan berakhir dengan kegagalan?!”
Mendengar keyakinan putranya, Yang Yuechan memasang wajah tak percaya. Wanita itu menggelengkan kepalanya. Sifat putranya itu … tak ada yang lebih tahu dibandingkan dirinya. Hanya karena dirinya begitu menonjol dibandingkan saudara-saudaranya ketika belia, kesombongan tiada tara tumbuh dalam hati Wang Wuyu. Ditambah dengan ambisi yang ditanamkan sang Ayah pada putranya, Yang Yuechan yakin kesombongan Wang Wuyu akan membawa malapetaka.
“Kau tak tahu? Guru Besar Qing bekerja sama dengan Huang Miaoling,” ucap Yang Yuechan membuat Wang Wuyu bungkam. “Bahkan jika gadis itu masuk ke dalam jebakanmu, kau tetap akan berakhir dalam kekalahan. Kau tak hanya akan berakhir di Kun Lun semata, melainkan sepenuhnya kehilangan statusmu sebagai seorang pangeran.” Mata Yang Defei menggelap. “Bahkan, kau akan kehilangan nyawamu.”
“Ibunda, apa yang sedang kau bicarakan?”
Wang Wuyu merasa ada yang aneh dari cara bicara Yang Defei, seakan wanita itu benar-benar yakin dengan spekulasinya itu. Namun, bagaimana pun Wang Wuyu mencoba untuk mencari alasan di balik rasa takut ibunya, dia tak mengerti dan tak mampu menemukan jawabannya.
Orang mana yang bisa membuat ibunya begitu takut?
“Liang Fenghong …,” bibir Yang Yuechan bergetar ketika mengucapkan nama itu. Lalu, dia menatap dalam-dalam putranya. “Apakah kau tahu bahwa pria itu adalah adik kandung dari Kaisar Huatai?”
___
A/N: Hari ini pendek, ya. Author lelah.
Saran yang akan selalu author ajukan, udeh nabung ae dulu. wkwk
__ADS_1