
Langit yang berwarna merah-kekuningan menunjukkan bahwa matahari sudah mulai terbenam. Jalanan menuju kediaman keluarga Liang begitu sepi tanpa hambatan sedikit pun, hal itu dikarenakan semua orang sudah mulai kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Ketika telah tiba di hadapan kediaman keluarga suaminya, Huang Miaoling melangkah turun dari keretanya dengan bantuan Xiaoming. Gerakan wanita itu begitu anggun, tak membocorkan sedikit pun mengenai hal mengerikan yang baru saja dia lakukan di kediaman sang Menteri Kehakiman.
Melihat wajah Xiaoming samar-samar diselimuti kekhawatiran, Huang Miaoling tersenyum. “Jangan takut, A Feng akan mengerti,” ujarnya berusaha menenangkan pria tersebut.
Xiaoming hanya bisa tersenyum tipis, bukan majikan mudanya yang dia takuti. ‘Membiarkan Nyonya berkeliaran ke kediaman pria lain sehari setelah pernikahannya, bukan Ketua yang kutakutkan! Nyonya Besar yang akan menggilingku menjadi bubuk!’ pekiknya dalam hati.
Baru saja dirinya menginjakkan kaki di halaman utama kediaman Liang, Huang Miaoling bisa melihat para pelayan mulai melepaskan pernak-pernik pesta. ‘A Feng pasti sudah kembali,’ batinnya.
Sesuai tradisi, seharusnya pesta pernikahan seorang bangsawan berlangsung untuk tiga hari tiga malam. Namun, hari-hari membahagiakan itu harus dengan cepat dibatalkan akibat kematian anggota keluarga kerajaan. Berita sah kematian Wang Wuyu masih belum disebarkan oleh pengadilan. Oleh karena itu, apabila para pelayan kediaman Liang sudah mulai membereskan pernak-pernik pernikahan, maka itu berarti seseorang yang tahu mengenai berita itu telah menurunkan perintah.
Huang Miaoling baru saja ingin mengarah ke halaman tempat tinggal barunya, tapi sebuah seruan menghentikan langkahnya, “Nyonya!” Kepala sang Mingwei Junzhu menoleh dan mendapati sosok Qiuyue berlari ke arahnya dan Xiaoming.
“Qiuyue?” Huang Miaoling menatap pelayan pendampingnya itu dengan bingung. “Ada apa?”
“Tuan memintamu untuk datang ke ruang tengah, ada seorang pria yang sedang menunggumu bersamanya.” Qiuyue tak lupa menambahkan, “Tuan Besar dan Nyonya Besar juga berada di sana.”
Melihat raut wajah Qiuyue yang memancarkan ketegangan, Huang Miaoling merasa ada yang tidak beres. Dia pun bergegas pergi bersama dengan pelayan pendampingnya dan Xiaoming menuju ruang tengah.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tengah, Huang Miaoling melihat Perdana Menteri Liang terduduk di kursi kepala keluarga, bersebelahan dengan sang Istri. Sementara itu, Liang Fenghong duduk di kursi terdepan di bagian kiri. Seorang pria yang duduk di seberang suami Huang Miaoling itu sedang berbicara dengan sang Perdana Menteri Wu, membuat wanita tersebut tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
“Salam kepada Ayah dan Ibu,” ujar Huang Miaoling yang ditanggapi dengan senyuman dan anggukan kepala kedua mertuanya. Kemudian, dia beralih kepada Liang Fenghong. “Suamiku,” panggilnya dengan nada bergetar di bagian akhir, masih merasa sedikit canggung.
Sebuah senyuman lebar terlukis di wajah Liang Fenghong, membuat seisi ruangan yang tadinya terasa begitu mencekam sekejap bersinar. Pria itu berdiri dan mengarahkan tangannya kepada seorang pria yang terduduk di hadapannya, memperkenalkannya, “Ling’er, perkenalkan, ini adalah anggota departemen kehakiman—”
“Rong Gui?” celetuk Huang Miaoling dengan sebuah senyuman lebar, sama sekali tidak terkejut dengan keberadaan sosok yang sudah lama tak dia jumpai.
Rong Gui membelalak, tak menyangka Huang Miaoling bersedia mengaku telah mengenal dirinya. Sebagai seorang wanita bangsawan, mengenal seorang bawahan seperti dirinya cukup memalukan dan mengundang pertanyaan. Tidakkah sang Mingwei Junzhu takut dengan rumor yang mungkin tersebar dan merusak pernikahannya?
Andai Rong Gui tahu pernikahan Huang Miaoling dan Liang Fenghong tidak dibangun dengan fondasi yang selemah itu.
“Salam kepada Mingwei Junzhu,” balas Rong Gui sembari berlutut dengan satu kaki. “Sungguh sebuah kehormatan bisa kembali bertemu denganmu.”
“Pertemuan kita di awal tidaklah terduga, begitu pula pertemuan kita yang kedua. Namun, jelas bahwa dalam pertemuan kali ini, kau datang karena memang mengenali diriku,” gadis itu menyinggung kenyataan Rong Gui mampu mengenalinya di luar samarannya. Sungguh bukan hal yang mengejutkan, terutama bagi seseorang dari anggota departemen penyelidikan. “Aku harap kondisi ibumu telah membaik,” ujar Huang Miaoling sembari tersenyum ramah.
Tiba-tiba, aura yang menyelimuti Rong Gui berubah. Kebahagiaan yang terpancar dari matanya atas pertemuannya dengan Huang Miaoling sekejap diselimuti kehampaan. Hal ini membuat ekspresi ramah sang Mingwei Junzhu berubah gelap.
“Ibumu … tak mungkin ….” Huang Miaoling mengerutkan kening. “Tabib Bai jelas-jelas mengatakan dia bisa menyembuhkannya!” Wanita itu terlihat marah, “Apa dia membohongiku?!” Reaksinya yang begitu besar membuat Perdana Menteri Liang sedikit menaikkan alisnya, merasa ada yang sedikit aneh.
__ADS_1
Kepanikan terpancar dari mata Rong Gui. “J-Junzhu, tenanglah. Jangan salahkan Tabib Bai, dia telah berusaha.” Kemudian, pandangan pria itu berubah gelap, begitu kontras dengan pakaian serba putih yang dia kenakan. “Yang terjadi ialah takdir.”
Huang Miaoling hanya terdiam, tidak menanyakan lebih jauh mengenai ekspresi di wajah Rong Gui. Dia mempersilakan pria itu untuk duduk dan mulai menyatakan tujuannya mengunjungi kediaman Liang.
Di hadapan Keluarga Liang, Rong Gui menjelaskan kembali tujuannya datang berkunjung. Dia menceritakan kerja sama singkatnya dengan Wang Chengliu, bagaimana pangeran tersebut berjanji akan menemukan pria yang menghancurkan hidup ibunya. Namun, keputusannya berubah ketika dirinya mengetahui bahwa Min An adalah sang Mingwei Junzhu.
“Walau kematian ibuku tak bisa dihindari, tapi kenyataan bahwa Junzhu merupakan orang yang pernah menyelamatkannya tetap ada. Budi harus dibalaskan, dan itulah alasanku memutuskan untuk meninggalkan Pangeran Keenam,” ucap Rong Gui pada akhir penjelasannya, membalas pandangan yang diberikan oleh semua orang di ruangan itu.
Senyuman sopan terpasang di wajah Huang Miaoling, sedikit menutupi pandangan menerawang dan menyelidik yang dilemparkan olehnya kepada Rong Gui. “Aku penasaran, Penyelidik Rong. Apa yang sebenarnya dilihat oleh Pangeran Keenam darimu?” tanya wanita itu dengan terus-terang, membuat Rong Gui terkejut. “Bukan maksudku menghina, tapi dengan sifat Pangeran Keenam, kenyataan bahwa dirimu merupakan penghuni Qiongpo Di bukanlah rahasia untuknya. Dari semua orang yang bisa dia gunakan, kenapa dia memilih dirimu?” Huang Miaoling menatap tajam pria di seberangnya, “Apa yang begitu spesial darimu?”
Suasana ruangan dalam sekejap berubah tegang, terutama bagi Rong Gui yang jelas tidak memiliki satu pun pendukung di ruangan itu. Pria itu menarik napas dalam-dalam, lalu menjawab, “Aku tidak tahu.” Dia menyejajarkan pandangannya dengan Huang Miaoling. “Itu merupakan salah satu pertanyaanku yang masih belum terjawab hingga saat ini.”
“Kau berbohong,” Liang Fenghong memutuskan untuk angkat bicara, “Kau tentu pernah menanyakannya.” Lalu, sebuah sudut bibir pria itu terangkat, membuatnya terlihat menantang. “Hanya saja jawaban pria itu tidak kau percayai, bukan begitu?”
Terus-menerus dikejutkan oleh kedua orang di hadapannya membuat Rong Gui membeku di tempat. Kemudian, pria itu tersenyum, ‘Persepsi yang luar biasa, tak heran keduanya menjadi pasangan,’ batinnya. “Penasihat Liang bijaksana, memang demikian.” Dia menatap Huang Miaoling dan Liang Fenghong dengan saksama sebelum melanjutkan, “Entah kalian mengetahuinya atau tidak, tapi Pangeran Keenam merupakan seseorang yang … sulit dimengerti. Oleh karena itu, tak sedikit pun aku mempercayai ucapannya.”
“Namun, kau bekerja sama dengannya,” Perdana Menteri Liang berkata. “Kenapa?”
Rong Gui menjatuhkan pandangannya ke lantai, mencoba menjernihkan benaknya. Selesai menyusun kata, dia mengutarakan, “Walau tidak dilandasi kepercayaan, tapi kami memiliki hati yang selaras.” Pria itu menatap ke arah Huang Miaoling, lalu melanjutkan, “Kami membenci bangsawan.”
__ADS_1
___
A/N: Author rasanya nggak akan bisa update dalam waktu dekat. Nggak tahu bisa updatenya kapan lagi, soalnya sibuk banget. Sorry peeps.