Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 69 Pengkhianat dalam Kerajaan


__ADS_3

Mingwei Junzhu—Huang Miaoling—baru saja menyatakan suatu hal yang sangat gila. Wanita itu mengingatkan semua orang dengan sebuah keberadaan yang diam-diam mengancam.


Han Yu, istri Li Hongxia, merupakan salah satu keturunan dari pemimpin Suku Nanhan. Wanita itu dikirimkan sebagai hadiah dan bukti tunduknya Suku Nanhan terhadap Kerajaan Shi.


Sayangnya, Han Yu bukanlah tuan putri dari kerajaan besar, melainkan keturunan pemimpin suku belaka. Oleh karena itu, sang Kaisar tidak dapat menerimanya sebagai seorang selir. Di sisi lain, para pangeran juga masih terlalu mulia untuk menerima gadis dari suku kecil. Akhirnya, Han Yu pun hanya bisa disandingkan oleh salah satu pejabat tinggi.


Menjadikan Han Yu sebagai seorang selir akan melukai harga diri Suku Nanhan, Kaisar tidak menginginkan hal tersebut. Dengan demikian, dia harus mencari salah satu pejabat tinggi yang masih belum memiliki istri sah.


Dan, hanya Li Hongxia yang pada saat itu masih melajang.


Kedatangan Han Yu ke Kerajaan Shi menciptakan ledakan kecil, tidak menarik perhatian, tapi cukup diketahui semua orang. Bertahun-tahun tanpa insiden dari pihak wanita itu membuat identitas aslinya sejenak terlupakan, terutama karena sang suami memiliki reputasi yang jauh lebih mencolok.


Sekarang, Huang Miaoling menguak kembali kenyataan terpendam dalam ingatan semua orang, membuat mereka kembali waspada.


“Lapor, Yang Mulia!” seorang pengawal berseru sembari berlari masuk ke dalam ruang aula utama. Dia baru saja kembali atas perintah sang Kaisar untuk memeriksa Kediaman Li. Bulir-bulir keringat dan kerutan pada dahinya membuat jantung semua orang berdetak. “N-Nyonya Han dan Nona Ketiga Li … tidak di kediaman.” Suaranya bergetar, mencerminkan kegugupannya.


“Apa?!” teriak Kaisar Weixin yang diselingi dengan suara ribut para pejabat lain.


“Ini sebuah malapetaka …,” sahut seorang pejabat.


Pejabat lain menambahkan, “Sungguh sesuai tebakan Mingwei Junzhu. Ini berhubungan dengan Keluarga Li.” Pria tersebut menambahkan, “Namun, aku masih tak mengerti bagaimana hal ini berujung pada Kerajaan Zhou?”


Wang Junsi yang mendengarkan hal tersebut menatap ke arah Huang Miaoling. Terlihat wanita itu terdiam sembari menatap kosong ke udara, matanya yang menerawang menunjukkan kalau sang Mingwei Junzhu sedang berpikir keras. Sepertinya, walau Huang Miaoling berhasil menebak sebagian hal yang terjadi, tapi dia masih belum memiliki gambaran menyeluruhnya.


Saat dirinya memperhatikan Huang Miaoling, Wang Junsi menangkap sosok Liang Fenghong melirik ke arah gerbang aula utama. Begitu sang Penasihat Liang berdiri, mata pangeran keempat itu pun beralih pada sosok yang menunggu di depan aula, tak berani masuk.


‘Itu … Mudan,’ batin Wang Junsi.

__ADS_1


Sang Pangeran Keempat memperhatikan Liang Fenghong melewati sisi pinggir ruangan menuju gerbang aula utama agar tidak menarik perhatian. Kemudian, terlihat Mudan mengatakan sesuatu kepada ketuanya itu, membuat wajah Liang Fenghong sedikit menggelap.


Mata Wang Junsi melekat pada sosok Liang Fenghong, mengamati segala ekspresi yang mungkin terpampang di wajah pria itu. ‘Hanya ketika sesuatu berada di luar pengetahuannya barulah sang Ketua Lianhua Yuan menunjukkan wajah seperti itu,’ pikir Wang Junsi.


Mengabaikan Liang Fenghong yang telah pergi dari kursinya, Huang Yade berkata, “Li Hongxia telah meninggal, dan Han Yu dikurung dalam kediaman. Ketika mendengar mengenai kabar ini, Suku Nanhan jelas akan merasa tidak terima.” Pria itu mengangkat kepalanya dan menatap para pejabat dengan tenang. “Bahkan bila mengetahui ada pihak yang tak puas dengan kerajaan kita dari pihak Suku Sihan, Nanhan tak akan berani bertindak tanpa adanya penyulut.”


Di saat ini, Huang Jieli berkata dengan nada cukup lantang untuk didengar semua orang. “Dan, Zhou adalah penyulut itu?”


Wang Junsi mengerutkan kening, dia mulai mengerti arah pembicaraan ini. “Tidak, kurang tepat.” Matanya menatap ke arah Liang Fenghong. “Kau berkata ada yang amis dengan pengkhianatan Zhou,” ujarnya. “Jelaskan.”


Nada bicara sang Pangeran Keempat tidak bersahabat. Namun, walau demikian, hal tersebut malah membuat Liang Fenghong mendengus sembari tersenyum. Kelihatannya seakan pria itu sedang mengejek, tapi Huang Miaoling tahu kalau bukan itu maksud suaminya.


‘Kau senang karena perintah angkuh itu membuktikan bahwa Wang Junsi masih Wang Junsi yang sama, bukan?’ Huang Miaoling membatin dalam hati sambil tersenyum tipis, juga ikut bersyukur. ‘Pertanyaan Wang Junsi ini …,’—wanita itu melirik ke arah Wang Chengliu yang memasang ekspresi gelap—‘…sepertinya membuat seseorang kesal.’


“Apa kalian pernah mendengar mengenai sandiwara Putri Zhou dan Raja Qing?” Liang Fenghong memulai, membuat beberapa orang menganggukkan kepala selagi sisanya mengerutkan kening. “Putri Zhou yang diutus oleh sang ayah untuk menikahi Raja Qing, tapi sebenarnya memberikan wanita itu misi untuk membunuh suaminya itu,” ucapnya singkat untuk menyegarkan ingatan semua orang.


Liang Fenghong menganggukkan kepalanya. “Ketika Raja Qing menjadi Kaisar, dia tidak membangun kerajaan berdasarkan marga keluarganya, melainkan berdasarkan marga Zhou. Itu merupakan caranya untuk memohon pengampunan kepada sang Istri.”


Situ Haonan tak mampu menahan diri untuk berkata, “Penasihat Liang, kami memerlukan intinya ….” Kepalanya sudah terlalu pening untuk menyerap informasi lain lagi.


Sebuah senyuman tipis menghiasi bibir Liang Fenghong. “Namun, apakah hal tersebut cukup untuk menekan ambisi dari keturunan Raja Zhou?” Dia melirik ke arah para pejabat, berhenti sesaat pada Wang Chengliu, sebelum mengalihkan pandangannya lagi ke tempat lain. “Tidak seperti pihak Qing yang tersentuh karena cinta Putri Zhou kepada suaminya, pihak Zhou semakin membara untuk merebut kekuasaan keluarga kerajaan Qing.” Senyuman di wajah pria itu menghilang. “Bahkan sampai saat ini.”


Wang Xiangqi berkata, “Namun, setelah kematian Putri Zhou, seluruh pria keturunan Raja Zhou telah disingkirkan!”


“Lalu, apa yang wanita tak mampu melakukan apa pun?” balas Huang Miaoling dengan tenang. Dia melirik ke arah Qing Gangtie. “Qing Zhuang memiliki satu selir, nama selir itu adalah Chen Meiping, bukan begitu?”


Di saat ini, Qing Gangtie mengernyitkan dahi. “Chen Meiping …. Chen ….” Matanya terbelalak. ‘Tidak mungkin!’

__ADS_1


Huang Miaoling menganggukkan kepalanya. “Selir satu-satunya Qing Zhuang, Chen Meiping, merupakan keturunan dari Raja Zhou.” Dia menatap ke arah Wang Chengliu, tak menyembunyikan emosi negatif yang terpancar dari kedua maniknya. “Dia adalah penyulut pengkhianatan Kerajaan Zhou.”


Shao Yanjun mengetuk-ngetukkan jarinya di atas pahanya. Lalu, dia memutuskan untuk membuka suara, “Mingwei Junzhu, dari mana kau mengetahui semua hal ini?” Ada getaran aneh dalam nada bicaranya.


Suara terkekeh membuat semua orang termenung sesaat, mereka menatap Huang Miaoling yang sedang tertawa kecil dengan bingung. Wanita itu kemudian berdeham, mencoba mengusir suasana kaku yang tercipta karena dirinya.


“Apa aku harus menjawabmu?” Huang Miaoling tersenyum, membuat para pejabat mengerjapkan mata dengan bingung. “Menemukan penyulut masalah Kerajaan Shi dengan Kerajaan Zhou tidak menjelaskan mengenai bagaimana kerajaan tersebut memutuskan untuk bekerja sama dengan para suku Padang Rumput Han,” ucapnya singkat.


“Ini sudah jelas,” Huang Qinghao membalas ucapan putrinya. “Ada penghubung di antara keduanya.” Dia melanjutkan, “Kalau benar begitu, maka orang tersebut juga orang yang membantu para wanita kediaman Li kabur.”


Wang Xiangqi menyerukan suara hati semua orang, “Ada pengkhianat dalam kerajaan!”


___


A/N:


Author yang tadinya mulai ngantuk, pas dengar teriakan Wang Xiangqi: Hah?! Apa?! Pengkhianat?! (Dalam hati: Elah, udah tau guee)


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ehe~!


__ADS_2