Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 171 Dirimu atau Diriku yang Egois?


__ADS_3

Suara pedang beradu terdengar nyaring di halaman kediaman Lan’er. Sosok Huang Miaoling dan Liang Fenghong tampak bersatu untuk melawan Wang Chengliu.


“Ghh!”


Lenguhan kesakitan terdengar, sosok Wang Chengliu terdorong mundur lantaran dirinya menerima sejumlah luka dari dua lawannya.


“Huang Miaoling, Liang Fenghong, kalian sungguh dua orang egois!” geram Wang Chengliu dengan mata membara penuh amarah. “Kalian tahu waktu bisa berputar, tapi kalian tidak ingin melakukannya dan lebih memilih membunuh diriku dan Lan’er!”


Kalimat Wang Chengliu membuat Huang Miaoling menggertakkan gigi. “Egois? Apa kau sadar dengan ucapanmu sendiri?!”


Mengorbankan puluhan ribu nyawa dalam dua kehidupan untuk memenuhi keinginannya sendiri, kalau bukan egois, apa itu namanya?!


“Atas dasar apa … atas dasar apa Lan’er dan diriku harus mati demi kebahagiaan kalian berdua?!” teriak Wang Chengliu dengan mata membara penuh amarah.


Ucapan Wang Chengliu memantik emosi dalam diri Huang Miaoling. “Kembali tanyakan itu pada dirimu sendiri!” teriaknya. “Atas dasar apa orang lain harus kehilangan nyawa hanya karena dirimu ingin mencapai kebahagiaan pribadi!?”


Huang Miaoling menudingkan pedangnya ke arah Wang Chengliu.


“Sudah sejauh ini, jangan kau harap kalimatmu bisa memanipulasi kami!”


Huang Miaoling kembali melesat ke arah Wang Chengliu. Tanpa ampun dia melayangkan serangan bertubi-tubi kepada pria tersebut.


Melihat sengitnya pertempuran dua orang tersebut, Liang Fenghong merasa agak kesulitan untuk mengikuti. Kalau dirinya salah langkah, maka yang ada Huang Miaoling akan berada dalam bahaya.


Namun, saat melihat ada kesempatan, Liang Fenghong meluncurkan satu serangan dan berakhir melayangkan satu tebasan ke arah kaki Wang Chengliu.


“Argh!”


Teriakan kesakitan yang diiringi dengan dentuman lutut bertemu tanah terdengar.


Wang Chengliu telah dilumpuhkan!

__ADS_1


Tahu bahwa satu tebasan lagi akan mengakhiri semuanya, Huang Miaoling langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Wang Chengliu.


“Haaa!”


Detik tulang retak dan daging terkoyak pedang seharusnya terdengar, malah bergema dentingan pedang nyaring yang membuat wanita itu terbelalak.


Hanya tersisa tiga inci lagi sebelum pedang Huang Miaoling memisahkan kepala Wang Chengliu dari tubuhnya. Akan tetapi, sebuah pedang menghentikannya!


Mata hitam wanita itu terangkat, pada sosok sang suami yang menghalanginya. “Apa yang kau lakukan!?”


Di tempatnya berdiri, Liang Fenghong mematung. Dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.


Kenapa dia menghentikan sang istri dari mengakhiri semuanya?


Apa … apa yang membuatnya ragu?


‘Saudaraku, Liang Fenghong, di kehidupan berikutnya, aku harap kita kembali menjadi teman dekat.’


Apa jiwa Liang Fenghong masih merasa bersalah atas kegegabahannya di kehidupan itu?


Itukah alasan tubuhnya bergerak sendiri untuk melindungi Wang Chengliu!?


“Aku—"


Melihat keraguan di mata Liang Fenghong, Wang Chengliu langsung mengambil kesempatan untuk meraih segenggengam pasir dan menghempaskannya ke arah dua musuh di hadapan.


Desis keluar dari mulut Huang Miaoling dan Liang Fenghong seiring mereka mengambil beberapa langkah mundur ke belakang. Mata keduanya terasa pedih karena pasir yang dilemparkan.


Posisi lemah Huang Miaoling membuat Wang Chengliu menyeringai gila seraya melesat dengan pedangnya ke arah wanita itu.


“Enyahlah, Huang Miaoling!”

__ADS_1


Mendengar itu, Liang Fenghong dan Huang Miaoling yang baru mendapatkan penglihatan mereka kembali terbelalak. Tidak ada gerakan perlindungan yang sempat diambil, keduanya hanya bisa menatap pedang Wang Chengliu mengarah ke jantung sang Mingwei Junzhu!


Dua inci jarak pedang itu dari dada Huang Miaoling, mendadak wanita itu tertarik ke belakang, menjauh dari benda runcing tersebut.


‘Apa yang—?!'


Seakan waktu melambat, Wang Chengliu melihat bagaimana posisi Huang Miaoling secara perlahan digantikan oleh sosok tak terduga.


Suara pedang menembus tubuh terdengar beriringan dengan teriakan lantang dari Liang Fenghong, “Lan’er!!”


Wajah pucat Lan’er tampak meringis kesakitan, bukan hanya karena rasa sakit dari luka tusuk pada perutnya, melainkan karena ada tusukan kedua pada dadanya.


“Berbeda dari yang pertama … kali ini kamu sungguh berniat membunuh … ya?” ujar Lan’er seiring dirinya mencengkeram pedang Wang Chengliu dengan erat.


Menyadari tindakan Lan’er, mata Wang Chengliu memerah, marah. “Kamu—"


Manik cokelat keemasan Lan’er beralih pada sosok Liang Fenghong. “Sekarang ….”


Mendengar ucapan La’er, Wang Chengliu menautkan alisnya. “Lepaskan!”


Wang Chengliu berusaha menarik lepas pedangnya dari tubuh Lan’er, tapi gadis itu malah mengambil langkah mendekat, tidak peduli dengan pedang yang terbenam semakin dalam di tubuhnya.


Saat sudah cukup dekat, Lan’er memeluk tubuh Wang Chengliu dengan erat, menghalangi pria itu untuk bergerak.


“Liang Fenghong!” Lan’er berteriak lantang, menatap lurus sosok Liang Fenghong yang masih membeku. “Akhiri ini semua!”


Liang Fenghong pun menggertakkan gigi dan tanpa memikirkan apa pun lagi, dia melesat dan berakhir menusukkan pedangnya tepat ke jantung Wang Chengliu. Ujung runcing itu juga tak elak menembus tubuh Lan’er yang menahan sosok Wang Chengliu dalam pelukan.


Darah mengalir turun dari sudut bibir Wang Chengliu. Manik kemerahan pria itu melirik ke bawah, pada sosok Lan’er yang memeluknya dengan erat.


“Huang Meilan … kau—”

__ADS_1


__ADS_2