
Huang Miaoling dan Liang Fenghong tercengang. Mereka hanya bisa membeku di tempat sembari menatap Meilan dengan wajah terkejut.
Sedari awal, sudah mereka duga bahwa Lan’er bukan manusia biasa. Namun, pencipta dunia?
Yang benar saja!?
“Kalau dirimu pencipta dunia ini, kenapa … kamu masih bisa terluka apabila mengubah takdir?” tanya Huang Miaoling dengan alis tertaut. “Tidak … apa sebenarnya tujuanmu terlibat dengan kami!? Apa sebenarnya asal-usulmu?! Manusia? Dewa?”
Lan’er mengalihkan pandangan dari Huang Miaoling, lalu menatap adegan dari pecahan ingatan di depan mata. Maniknya terpaku pada sosok Wang Chengliu.
“Aku … bisa kalian anggap sebagai seorang dewa,” ucap Lan’er dengan pandangan kosong. “Seorang dewa yang dijatuhi hukuman karena memberikan takdir kejam terhadap seluruh dunia ciptaannya.”
Seiring Lan’er menjelaskan semua itu, dia mengibaskan tangannya untuk menghapus adegan di depan mata. Kenangannya ketika berhadapan dengan Wang Weixin bersama Wang Chengliu untuk pertama kalinya menghilang dari pandangan.
Bersama Liang Fenghong dan Huang Miaoling, Lan’er pun berpindah tempat. Mereka tiba di sebuah tempat dingin dan gelap dengan bau busuk yang memuakkan.
Saat melihat seonggok mayat yang sudah membusuk di depan mata, Huang Miaoling terbelalak dan berakhir ditarik ke dalam pelukan oleh Liang Fenghong.
“Lan’er! Apa maksudmu menunjukkan ini!?” bentak Liang Fenghong dengan marah bercampur bingung.
Pria itu tidak mengerti, apa gunanya menunjukkan mayat yang sudah membusuk kepada mereka?!
Bukan sembarangan mayat, tapi mayat Huang Miaoling!
“Ini adalah akhir yang sesungguhnya,” ucap Lan’er dengan wajah datar.
“Apa?” Liang Fenghong tidak mengerti, sedangkan Huang Miaoling hanya membisu.
“Huang Miaoling, putri dari Jenderal Besar Huang Qinghao, seharusnya berakhir mati setelah difitnah oleh saudari tirinya, Huang Wushuang, dan dilempar oleh suami sekaligus kaisarnya ke istana dingin, Wang Zhengyi.”
Lan’er menatap Liang Fenghong. Bersamaan dengan itu, adegan di depan mata berubah.
“Sedangkan Liang Fenghong, pria yang jatuh hati padanya kala menyamar sebagai Jiang Feng, berakhir murka dan memutuskan untuk menghancurkan Kerajaan Shi sebagai pembalasan dendam saat dirinya meneruskan takhta Kerajaan Wu.”
__ADS_1
Tepat pada saat itu, ledakan dan juga teriakan memilukan terdengar di belakang, membuat Liang Fenghong dan Huang Miaoling menoleh ke arah halaman istana dingin.
Api membara, mayat berserakan, dentingan pedang yang saling bertemu. Semua kekacauan itu terjadi seiring pintu gerbang istana dingin mendadak terbuka, menampakkan sosok Liang Fenghong yang berlari dengan baju besinya ke arah Huang Miaoling.
Tatapan Lan’er terlihat gelap seiring dirinya menyaksikan bagaimana Liang Fenghong dalam kenangannya itu menangis histeris seraya memeluk tubuh Huang Miaoling yang tidak bernyawa.
Sungguh akhir yang tragis dan menyedihkan. Namun—
“Itu … adalah akhir sesungguhnya dari cerita kalian.”
Huang Miaoling dan Liang Fenghong memucat, sulit untuk percaya. Namun, sesuatu dalam diri mereka meneriakkan bahwa ini adalah kenyataannya!
“Cacian dan gunjingan diarahkan kepadaku karena memberikan kalian akhir seperti ini, dan aku pun berakhir mendapatkan hukuman,” ucap Lan’er seiring latar tempat di sekeliling dirinya dan dua orang bersamanya kembali berubah.
Mereka sekarang berada di sebuah gubuk kumuh di tengah hutan, menatap seorang gadis berpakaian lusuh dan kulit khas terbakar matahari terbaring di ranjang jerami dengan pandangan kosong.
Dia sudah mati.
Entah apa alasan dari kematian gadis itu.
Yang jelas, walau memiliki warna rambut dan manik berbeda, tapi dengan sekali lihat, Huang Miaoling dan Liang Fenghong langsung mengenali sosok itu.
Itu adalah tubuh Lan’er.
“Tanpa kekuatan maupun bantuan, juga dengan menggunakan tubuh tokoh yang tidak memiliki kaitan dengan jalan cerita utama, aku diharuskan untuk membenarkan akhir yang salah.”
Selagi Lan’er menjelaskan hal tersebut, Liang Fenghong dan Huang Miaoling melihat tubuh gadis tidak bernyawa itu perlahan diselimuti cahaya. Manik dengan pandangan kosong itu mendadak menampakkan sinar keemasan dan berubah warna menjadi cokelat terang, sama dengan rambut hitam lusuh yang juga berubah serupa.
Jari-jari kurus dengan tulang menonjol itu mendadak bergerak. Kemudian, tubuh itu melonjak dan mulai terbatuk-batuk.
Mayat itu telah berubah menjadi manusia hidup.
“Itulah asal-usul dan tujuan kedatanganku ke dunia ini.” Lan’er beralih menatap Huang Miaoling dan Liang Fenghong. “Untuk memberikan akhir yang sempurna bagi kalian berdua, tokoh utama dari dunia ini.”
__ADS_1
Kemudian, senyuman pahit terlukis di wajahnya.
“Namun, semua berubah kacau ketika aku melanggar satu aturan utama dari hukuman ini."
Tepat pada saat itu, terdengar langkah kaki yang menghampiri mereka.
Huang Miaoling dan Liang Fenghong sontak mengikuti arah pandang Lan’er yang menatap lurus ke belakang mereka.
Seketika, pasangan suami-istri itu terbelalak.
“K-kamu ….”
Huang Miaoling merasakan seluruh tubuhnya bergetar. Dia mengenali wajah pria itu, tapi di waktu yang bersamaan pria itu juga terasa seperti orang yang berbeda.
Satu manik pria itu berwarna hitam gelap, sedangkan yang satunya semerah darah. Dengan ingatan yang belum secara sempurna menyatu dalam pikirannya, pria tersebut menatap penuh kebencian sosok Lan’er yang berhasil mengacaukan isi hatinya.
“Huang Meilan …,” panggil pria itu.
Lan’er melangkah mendekati pria tersebut selagi lanjut menjelaskan kepada Huang Miaoling dan Liang Fenghong.
“Satu aturan utama yang kulanggar adalah ….”
Dia menjulurkan tangan untuk menyentuh wajah pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Wang Chengliu. Alisnya tertaut, membentuk ekspresi pahit pada wajahnya yang manis.
“… jatuh cinta pada hasil ciptaanku sendiri.”
___
A/N:
Wokeeh, sampe sini harusnya ... HARUSNYA ... sudah mulai sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kalau masih ada yang belum paham, boleh baca penjelasan 'singkat' author di author's note chapter berikutnya. Cuma, sebelum disuguhkan penjelasan, boleh dong tebak-tebakan di komentar sebenarnya apa sih yang terjadi di dunia Phoenix Reborn?
Ditunggu~
__ADS_1