
Seseorang mendengus kesal. “Satu hari sebelum pernikahanmu, dan kau malah di sini untuk membahas hal seperti ini!” Sepasang manik dengan warna cokelat gelap itu menatap kesal ke arah lawan bicaranya yang memasang wajah dingin. “Ketua, kalau kau tak ingin menikah, aku yang akan menikahi Mingwei Junzhu!”
Detik Meihua mengatakan hal tersebut, manik hitam Liang Fenghong bergerak menatap bawahannya itu. Ada kilatan berbahaya yang terpancar dari pandangan sang Tuan Muda Liang. ‘Kau sudah bosan hidup?’ Kentara bahwa hal tersebutlah yang sedang berusaha disampaikan oleh pria itu.
Mendengar hal ini, Meihua menghela napas. Dia tak menyangka kalau bahkan kepada seorang wanita, tuannya masih bisa bersikap cemburu. “Kalau kau begitu mencintainya, istirahatlah lebih awal. Itu menunjukkan betapa kau menghargai pernikahanmu dengannya.”
Liang Fenghong mengerutkan kening. Semua yang dia lakukan saat ini jelas didasari niatnya untuk melindungi Huang Miaoling. Lagi pula, dia akan tetap muncul besok pagi untuk pernikahan, apa salahnya menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan beberapa hal?
Selain itu, kalau dia berdiam terlalu lama, Liang Fenghong akan mulai merindukan Huang Miaoling. ‘Sudah lebih dari satu minggu,’ pikirnya. ‘Besok ….’ Pria itu menutup mata.
Detik berikutnya, Liang Fenghong menatap ke arah dupa penunjuk waktu. Mata pria itu memancarkan sedikit keterkejutan, dan dia langsung berdiri secara mendadak.
“Aku pergi.” Liang Fenghong pun berjalan meninggalkan ruangannya di lantai tiga Lianhua Yuan.
Meihua yang berada di dalam ruangan terbengong sesaat. “Secepat itu berubah pikiran?!” celetuknya seraya memandang Liang Fenghong yang melesat pergi.
Mudan menegapkan tubuhnya setelah memberi hormat pada tuannya yang meninggalkan ruangan. Lalu, dia membalas ucapan Meihua, “Kau saja yang tidak sadar kalau Ketua selalu pergi di waktu ini.” Dia menambahkan, “Apa kau begitu tak sabar untuk pergi kencan?”
“S-sembarangan! Pergi kencan apanya?!” Meihua sedikit tergagap. Lalu, dia menyilangkan kedua tangannya. “Ketua memberikan begitu banyak hal untuk dilakukan! Dari mana aku punya waktu untuk kencan?” Gadis itu menghela napas dan kemudian membanting setengah tubuhnya ke atas meja. “Aku harap Junzhu bisa mengendalikannya sedikit setelah menikah!”
Selagi Meihua menggerutu, Liang Fenghong telah keluar dari gedung Lianhua Yuan. Aneh, tapi pria itu tidak mengarah kembali ke kediamannya.
Sembari menutup kepalanya dengan tudung, Liang Fenghong berjalan melintasi jalanan utama Zhongcheng. Kemudian, pria itu memasuki sebuah lorong kecil dan menggunakan jalanan yang lebih sepi untuk melanjutkan perjalanannya.
Beberapa saat berlalu sebelum Liang Fenghong akhirnya tiba di sisi samping sebuah kediaman. Tembok kediaman itu begitu kokoh, tapi ketinggiannya bukanlah sebuah halangan bagi pria itu untuk menyelinap masuk.
Menggunakan ilmu meringankan tubuhnya serta bantuan beberapa benda di sekitar, sang Ketua Lianhua Yuan berhasil memanjat tembok tersebut. Sesampainya di atas tembok, Liang Fenghong dengan cepat turun dan menyelinap masuk ke dalam kediaman.
Kalau bukan karena dirinya memiliki pendengaran yang sangat baik dan ilmu bela diri yang luar biasa, Liang Fenghong yakin dirinya sudah tertangkap oleh para pengawal yang kediaman itu. Bukan karena keamanan rendah yang memungkinkan dirinya untuk masuk ke dalam kediaman, tapi karena kemampuannya yang begitu tinggi.
‘Hm, walau demikian, aku harus memperingatkan Huang Yade untuk meningkatkan keamanan kediaman Huang. Kalau seperti ini, bahkan Wang Junsi bisa menyelinap masuk,’ batin Liang Fenghong selagi melesat melewati para pengawal Huang yang ada.
__ADS_1
Ah, ya! Kediaman yang dia ‘kunjungi’ saat ini tak lain adalah kediaman Huang.
Ada beberapa pengawal yang bereaksi ketika Liang Fenghong sempat melewatinya. Namun, ada juga yang tidak.
‘Yang tidak bereaksi perlu dilatih kembali, yang bereaksi … juga sama,’ batin sang Tuan Muda Liang, mulai menyusun rencana pelatihan untuk meningkatkan keamanan kediaman tempatnya sekarang berada. ‘Tak heran Ling’er selalu khawatir mengenai keluarganya.’
Kalau Huang Qinghao mendengar hal ini, dia pasti muntah darah. Pengawal kediamannya adalah bagian dari pasukan Keluarga Huang yang ternama! Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan Liang Fenghong yang memiliki kemampuan di luar rata-rata!
Tak berapa lama, Liang Fenghong tiba di halaman Huang Miaoling. Pria itu bertengger di satu pohon yang ada di bagian belakang ruang tidur gadis itu.
‘Setelah Ling’er tinggal di kediamanku, tak boleh biarkan ada titik buta seperti ini,’ Liang Fenghong memperingatkan dirinya sendiri. ‘Penyusup akan dengan mudah masuk.’
Penerangan di dalam kamar Huang Miaoling masih menyala, menunjukkan kalau gadis itu masih belum tidur. Lalu, terdengar suara melenguh sang Nona Pertama Huang yang begitu ambigu, membuat calon suaminya itu mengernyitkan dahi. Saat perseteruan gadis itu dan Qiuyue terdengar, Liang Fenghong tak bisa menahan senyum.
Ini adalah rutinitas Liang Fenghong sejak dirinya dilarang untuk bertemu dengan Huang Miaoling. Sebelum gadis itu benar-benar tidur, sang Tuan Muda Liang akan menyelinap ke halaman belakang Huang Miaoling. Hal itu dilakukan pria tersebut untuk mendengarkan suara calon istrinya dari jauh. Hanya dengan itu Liang Fenghong bisa mengobati kerinduannya dan memastikan wanitanya baik-baik saja.
Melakukan ini tidak melanggar tradisi, bukan?
Ketika cahaya dari dalam kamar meredup dan suasana sunyi mulai meresap, Liang Fenghong tengah bersiap untuk pergi. Namun, dia menghentikan tindakannya dan segera bersembunyi di semak-semak ketika mendengar siulan angin yang mencurigakan.
Terlihat dengan jelas sesosok pria berpakaian serba hitam mendarat tepat di depan jendela kamar Huang Miaoling. Liang Fenghong sudah siap melesat untuk menghadang pria itu, tapi dia berhenti ketika melihat topeng yang sosok itu kenakan.
‘Itu—!’ Liang Fenghong mengerutkan keningnya, dan tangannya mengepal. Entah kenapa, dia mengurungkan niat untuk menghalangi sang Penyusup.
Beruntung, lokasi yang Liang Fenghong ambil untuk bersembunyi mempersilakan dirinya untuk mengamati apa yang terjadi di dalam ruangan. Lebih beruntung lagi karena sosok bertopeng itu tidak menutup jendela, jelas untuk mempermudah dirinya apabila perlu pergi secara mendadak.
Liang Fenghong melihat sosok tersebut menyentuhkan tangannya pada wajah Huang Miaoling, memperlakukan gadis itu dengan lembut. Hal tersebut membuat ekspresi sang Tuan Muda Liang menggelap, aura membunuh kental mulai menyebar keluar dari tubuhnya. Kalau bukan karena ketahanan dirinya yang luar biasa, Liang Fenghong yakin kalau aura membunuhnya akan membuat penyusup itu bersiaga.
‘Bedebah itu! Dia—!’
Tiba-tiba, Liang Fenghong melihat sosok bertopeng itu menurunkan topengnya. Karena posisi pria itu membelakangi dirinya, Liang Fenghong tak mampu melihat wajahnya. Namun, tanpa melihat wajah penyusup tersebut, batin Liang Fenghong sudah mengenali sosoknya dengan baik, terutama dengan topeng khas yang sempat dikenakan sang Penyusup.
__ADS_1
Kemudian, sosok tak diundang tersebut mendekatkan wajahnya ke wajah Huang Miaoling. Melihat hal itu, Liang Fenghong tak bisa tinggal diam. Pria itu memukulkan tangannya pada semak-semak, sengaja menghasilkan suara berisik.
‘Jangan kau bermimpi!’ geram Liang Fenghong dalam hati.
Sesuai niat Liang Fenghong, pria bertopeng itu sempat menghentikan tindakannya. Namun, hanya untuk sesaat sebelum dia terlihat mendaratkan sebuah ciuman singkat pada Huang Miaoling, entah di bagian wajah yang mana.
Tak lama, pria bertopeng itu meninggalkan sisi Huang Miaoling dan menghampiri jendela, bersiap untuk pergi. Lalu, dia menoleh sesaat kepada gadis itu dan berkata, “Di kehidupan ini, kau dan aku … berada di sisi yang berbeda.” Pria itu menambahkan, “Selamat tinggal, Permaisuri Huang.” Kemudian, pria itu dengan lincah meninggalkan halaman Huang Miaoling.
Liang Fenghong masih membeku di tempatnya, keterkejutan menyelimuti pancaran matanya. Kedua tangan pria itu mengepal seiring dia melihat sosok Huang Miaoling yang seakan berusaha mengejar sosok bertopeng itu.
Sesuai dugaan Liang Fenghong, gadis itu masih terbangun.
Seiring waktu, kesedihan menguasai air muka sang Tuan Muda Liang. Titik puncak keputusasaannya terlihat ketika Liang Fenghong mendapati gadis yang di hari esok akan menjadi istrinya itu … menangis.
Hanya ketika Huang Miaoling berlari keluar dari ruangannya barulah Liang Fenghong mendapatkan kekuatan untuk bergerak. Pria itu melesat pergi dari halaman Huang Miaoling, lalu meninggalkan kediaman Huang. Dia pergi jauh lebih cepat dibandingkan ketika dirinya datang.
Di saat Liang Fenghong berhasil mendarat di luar tembok kediaman Huang, dia membeku di tempat. Dia menyentuh wajahnya dengan satu tangan selagi sedikit menunduk, menutupi emosi mengerikan yang terpancar dari matanya.
“Wang Chengliu!” geram Liang Fenghong. ‘Kalau tidak membunuhmu, aku tak akan bisa hidup dengan tenang!’ Seluruh tubuh pria itu bergetar hebat, berusaha keras untuk mengendalikan emosinya. ‘Setelah semua yang kau lakukan, beraninya kau mengacaukan Ling’er seperti itu!’
Aura membunuh Liang Fenghong tak lagi tertahan. Dengan cepat, tempat sekitar pria itu terasa mencekam. Beberapa pengawal Huang yang sedang berpatroli di balik tembok mendadak gemetar, terkejut ketika merasakan niat membunuh yang begitu kuat.
“Amarah tak berguna di saat seperti ini,” ucap sebuah suara membuat Liang Fenghong segera bersiaga. Terlihat satu sosok berpakaian hitam dengan mata tertutup sedang bersandar di pojokan gang kecil tempatnya berada.
“Kau ….” Sang Tuan Muda Liang mengerutkan keningnya. “Untuk apa kau kemari?” ujarnya dengan ekspresi yang terlihat begitu dingin.
Sosok misterius itu membuka matanya, memamerkan matanya yang berwarna merah mencolok di dalam kegelapan. Pria itu berjalan santai menghampiri Liang Fenghong, tapi pancaran matanya menghantarkan emosi tak bersahabat.
“Kita tak bertemu untuk sekian lama, tapi kau masih begitu dingin, Yang Mulia,” Lu Si berkata dengan nada mengejek selagi sebuah senyuman tersungging di bibirnya. “Tidakkah kau rindu melihat seorang kerabat lama?”
___
__ADS_1
A/N: Oh? "Yang Mulia"? Oh? Apa kamsudnya ini?