Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 117 Keterlibatan Orang Tak Terduga


__ADS_3

A/N: Masih transisi dan penjelasan. Lebih baik kalau nggak sabar, ditabung dulu 3-4 bab. Wkwk


__________


Sepasang wanita dengan wajah rupawan dan pakaian mewah duduk berhadap-hadapan di dalam salah satu ruangan megah istana. Sejumlah pelayan berbaris di satu sudut ruangan selagi salah duanya melayani kedua wanita itu, menuangkan teh dan menghidangkan kudapan.


Salah satu wanita mengenakan jubah kuning keemasan yang mencolok dan sejumlah perhiasan indah. Kalau bukan karena kepalanya yang dihiasi konde antik biasa, mungkin orang-orang akan mengira dirinya adalah seorang permaisuri.


“Tidak kusangka akan tiba hari di mana kita duduk dan menikmati teh bersama,” sebuah senyuman manis menghiasi wajah cantik wanita muda itu, membuat beberapa pelayan terpukau.


Wanita yang berada di seberang wanita muda itu samar-samar terlihat lebih tua, tapi penampilannya tidak kalah mempesona. Selain itu, wibawa yang dia miliki jelas jauh melampaui wanita muda itu.


“Setelah dibuang oleh Pangeran Mahkota, sekarang kau berubah menjadi penghangat tempat tidur Pangeran Keenam rupanya,” balas wanita itu, sama sekali tidak mengindahkan niat sang wanita muda untuk menjalin hubungan.


Pelipis Huang Wushuang berkedut, tapi dia memaksakan senyuman di wajahnya untuk bertahan. Ingin sekali dia berkata, “Begitu pula denganmu, Yang Defei. Karena tak bisa mengandalkan putra kandungmu, apa kau berpindah mengandalkan orang lain?” Namun, dia hanya bisa tersenyum sopan. “Aku beruntung ada yang mampu menghargai diriku.”


“Oh, begitukah?” balas Yang Yuechan.


Huang Wushuang menatap tajam ke arah Yang Yuechan yang sedang menyesap tehnya dengan santai. Manik hitam kecokelatannya mengamati dengan saksama ekspresi wanita di hadapannya itu.


Selesai meneguk minumannya, Yang Yuechan meraih satu kudapan. Lalu, dia menjawab, “Hmm, untuk apa berpegang pada hal yang tak lagi berguna. Aku tak mengerti jalan pikiran Pangeran Keenam.”


Balasan Yang Yuechan membuat Huang Wushuang kesal, merasa wanita itu sengaja memancing dirinya. Namun, ini adalah taktik biasa untuk menyingkirkan hal yang mungkin menjadi ancaman. Tindakan ini membuktikan bahwa Yang Yuechan menganggap dirinya sebagai batu sandungan.


‘Wanita ini berbahaya,’ pikir Huang Wushuang, teringat dengan cerita pelayannya.


Ketika kekacauan terjadi, Huang Wushuang berada di dalam halamannya, jadi dia hanya mengetahui segala hal yang berlangsung di ritual kematian Wang Wuyu dari pelayannya. Dikatakan bahwa Yang Yuechan sempat menangis dengan begitu sedih atas apa yang menimpa Kaisar Weixin. Namun, saat dirinya dalam perjalanan kabur bersama para wanita kerajaan lainnya, dia malah diketahui hampir membunuh Permaisuri Mingmei. Oleh karena itu, akhirnya dia malah ditinggalkan.


Siapa yang menyangka kalau dia memang bekerja sama dengan Wang Chengliu?


Huang Wushuang menghela napas dalam hati. ‘Berpegang pada Wang Chengliu adalah keputusan yang tepat. Selain ambisius, pria itu begitu manipulatif sehingga mampu menjalin hubungan dengan segelintir orang tak terduga.’ Dia mensyukuri instingnya untuk menerima pria tersebut di malam itu.

__ADS_1


Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka lebar. Sosok seorang pelayan melangkah masuk dan menghampiri Yang Yuechan dengan tergesa-gesa. “Defei!” teriaknya.


Ketika pandangannya mendarat pada sosok pelayan yang baru saja tiba, Huang Wushuang tak elak menampakkan ekspresi terkejut. ‘B-bukankah itu … Mingyue?!’ pekik Huang Wushuang dalam hati.


Mingyue sama sekali tak mempedulikan tatapan terkejut dari Huang Wushuang, seakan dirinya tak mengenal wanita itu. Namun, dia segera memberi tahu Yang Yuechan, “Aku sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Mingwei Junzhu!”


Sekejap, ekspresi Yang Defei yang sedari tadi tenang berubah gelap dan mencekam. Tak hanya para pelayan, tapi Huang Wushuang bisa merasakan rambut di belakang lehernya berdiri.


Seraya berdiri dari tempat duduknya, Yang Yuechan berkata, “Bawa aku ke sana.”


Huang Wushuang segera menghentikannya dengan berucap, “Namun, Pangeran Keenam berkata dia ingin menemui kita di sini.”


Yang Yuechan melirik Huang Wushuang, menatapnya seakan wanita itu adalah orang rendahan. “Tujuanku hanya satu, membalaskan dendam putraku.” Lalu, dia melangkah keluar seraya menambahkan, “Dan, seharusnya Wang Chengliu cukup cerdas untuk tahu bahwa dia tak mampu menghentikanku.”


***


“Kau bermaksud untuk berkata … bahwa sihir terlibat?” Wang Zhengyi menatap ke arah Huang Yade dengan tatapan gamang selama sesaat. Akal sehatnya ingin berteriak bahwa hal tersebut tidak mungkin, tapi di saat yang bersamaannya, dia tahu bahwa hal tersebut mampu menjadi penjelasan atas tindakan gila yang dirinya lakukan.


“Oleh karena itu, semua ini bukan salahmu,” imbuh Wang Qiuhua, mencoba untuk menghilangkan rasa bersalah di hati Wang Zhengyi. “Ayahanda pasti tahu ada yang salah. Kalau tidak, ketika dia siuman, kita bisa memberitahukan hal ini padanya.” Gadis itu mengepalkan tangannya. “Ini semua … ulah pria itu.”


Wang Zhengyi melirik ke arah adik perempuannya, tahu siapa yang sedang gadis itu bicarakan. “Wang Chengliu … dia saat ini menempati istana?” ucapnya dengan nada bertanya-tanya yang dibalas Huang Yade dengan anggukan. Helaan napas kabur dari bibir Wang Zhengyi, “Langit masih berada di pihak kita, paling tidak semua orang sempat kabur dari kelicikan pria itu.” Dia mengangkat pandangannya ke arah Huang Yade, “Kali ini, keluarga kerajaan sungguh berutang budi pada keluarga Huang, terutama Mingwei Junzhu.”


Mendengar ucapan Wang Zhengyi, Huang Yade tersenyum tak berdaya. ‘Menyelamatkan? Aku lebih setuju kalau ini sama saja dengan bunuh diri bersama,’ batin pria itu, merasa sang pangeran mahkota masih begitu naif.


Dengan besarnya jumlah orang yang mereka selamatkan, Wang Chengliu tahu jelas bahwa rombongan mereka tidak mampu berlari jauh. Lokasi persembunyian keluarga kerajaan beserta pihak keluarga Huang, Wei, dan Situ akan dengan cepat terendus.


Di mata Huang Yade, ini merupakan bunuh diri, tidak hanya bagi tiga keluarga besar, tapi juga untuk para warga Qiongpo Di yang malang. Kalau bukan karena gadis itu … dia tak akan dengan mudah menyetujui rencana adik ketiganya ini.


“Percayalah, Tuan Muda Pertama Huang,” nada bicara melantun gadis itu masih terngiang di benak Huang Yade. “Di dunia ini, ada dua orang yang kupercaya mampu menciptakan mukjizat. Huang Miaoling … dan—"


“Miaoling tertangkap,” ucap Wang Qiuhua secara tiba-tiba, memotong lamunan Huang Yade dengan kasar.

__ADS_1


“Apa?!” Wang Zhengyi mengalihkan pandangannya ke arah adik kecilnya. “Bagaimana mungkin?!”


Wang Qiuhua menjelaskan mengenai apa yang terjadi secara singkat. Alhasil, penjelasannya membuat sang pangeran mahkota merasa sangat terpuruk.


“Apa kalian sudah mengirim orang untuk membebaskannya?” tanya Wang Zhengyi kepada Huang Yade. “Dengan sifat Wang Chengliu, aku khawatir dia ….” Dia tak berani melanjutkan ucapannya. “Kita harus segera menyelamatkannya!”


Sebagian kepanikan Wang Zhengyi diakibatkan karena kekhawatirannya atas nasib Huang Miaoling, sedangkan sisanya adalah karena wanita itu memegang peran penting dalam keberlangsungan Kerajaan Shi. Bagaimanapun pria itu merupakan calon kaisar, tentu cara dirinya menilai kepentingan seseorang sebagian didasari oleh kegunaan orang tersebut.


“Aku khawatir kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu, Yang Mulia,” jawab Huang Yade dengan berat hati.


Ketika mereka kabur dari istana kerajaan, Huang Yade lebih memilih meninggalkan sebagian besar prajurit istana dibandingkan Pasukan Longzhu. Hal itu didasari kepercayaan yang dia miliki terhadap kedua pasukan tersebut.


Pasukan Longzhu adalah pasukan yang diberikan dan dilatih khusus oleh Huang Miaoling, mereka juga telah bersumpah untuk mengabdi pada wanita itu dan keluarga Huang. Sebaliknya, pasukan istana sebagian besar dilatih oleh Wang Chengliu. Kalaupun sebagian bersumpah mengabdi kepada Kaisar Weixin, tapi hanya pasukan inti yang mampu sepenuhnya diandalkan.


“Sedari awal, pihak kita tidak memiliki cukup prajurit. Setelah usaha kita untuk keluar dari cengkeraman Pangeran Keenam, prajurit kita menjadi semakin menipis,” jelas Huang Yade. “Beruntung Penyelidik Rong telah mempersiapkan sejumlah hal sesuai keinginan Ling’er. Oleh karena itu, Qiongpo Di menjadi tempat teraman bagi kita saat ini.”


Wang Zhengyi termenung, tak menyangka akan ada saat dirinya menginjakkan kaki di Qiongpo Di, terlebih lagi tinggal di tempat ini. “Sampai kapan kita akan menetap di sini? Cepat atau lambat, Chengliu akan menemukan kita,” tebaknya. “Dia licik dan cerdas. Tak perlu waktu lama sebelum dia akan dengan mudah mengetahui lokasi kita, terutama dengan jumlah rombongan kita.”


Mendengar hal ini, Huang Yade sedikit terkejut. Dia awalnya mengira Wang Zhengyi begitu naif. Namun, ternyata pria itu sekarang menyadari keadaan yang sedang mereka hadapi.


Di saat ini, Mudan berkata, “Yang perlu kami pastikan selamat hanyalah dua orang, dirimu dan Tuan Putri Wu.” Ucapannya membuat semua orang mendaratkan pandangan pada sosoknya. “Nyonya dan Ketua telah berkata, jika yang terburuk sungguh terjadi, Lianhua Yuan akan memastikan Pangeran Mahkota dan Tuan Putri Meilan berhasil kabur.”


Mendadak, sebuah suara melantun terdengar dari luar ruangan. “Aku tak pernah mendengar hal ini,” ujar seorang wanita yang baru saja melangkah melewati ‘pintu masuk’ rumah tersebut.


Ekspresi Wang Qiuhua segera berubah tajam, dipenuhi rasa tidak suka. Sementara itu, Wang Zhengyi terlihat terkejut.


“Song Qiaolan?” Wang Zhengyi tak menyangka dirinya akan melihat salah satu selirnya itu di sini. Memang Huang Yade menyebutkan perihal 'para wanita kerajaan' beberapa kali, tapi dia kira itu hanya merujuk pada Ibu Suri, ibunda dan adiknya, Huang Shufei dan Wu Meilan! “Bagaimana kau bisa di sini?”


___


A/N: Btw, Author Sabtu-Minggu libur yaa. See you on Monday~

__ADS_1


__ADS_2