Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 156 Kutukan Lan’er


__ADS_3

“Penasihat Liang, menyingkir!” seru seorang prajurit ketika melihat panah Wang Chengliu mengarah kepada Liang Fenghong.


Entah kenapa, Liang Fenghong tidak bergerak. Dia seperti tidak mendengar teriakan itu.


Ketika semua orang mengira bahwa panah itu akan terbenam di tubuh sang Penasihat Liang, sebuah panah dari arah lain mematahkan panah yang dilepaskan Wang Chengliu.


“Sial …,” maki salah seorang prajurit dari pasukan Wang Chengliu.


Sementara itu, Chenxiao melirik ke atas tembok, menatap sosok wanita dengan wajah dingin. Walau ekspresinya terlihat begitu tenang, tapi matanya memancarkan amarah menggebu-gebu yang mengerikan.


Tidak perlu dua detik sebelum Chenxiao melihat Huang Miaoling memuatkan sebuah panah pada busurnya, lalu melepaskan satu tembakan ke arah Wang Chengliu. Hal tersebut membuat sang jenderal terkejut dan langsung berusaha untuk melindungi kaisarnya itu.


Namun, keterkejutan Chenxiao tiada guna. Alih-alih suara panah menembus daging dan tulang, malah suara mantap panah menancap ke tanah yang terdengar. Hal tersebut membuat para prajurit pasukan Wang Chengliu tertawa keras.


“Ha ha ha! Dari jarak sejauh itu, tentu saja dia tidak bisa mencapai Kaisar! Apa yang wanita itu pikirkan!?” seru seorang prajurit dengan penuh ejekan.

__ADS_1


Salah seorang prajurit lain membalas, “Mungkin dia mengira dirinya adalah reinkarnasi Hou Yi [1]. Wanita itu sungguh sombong!”


Mendengar cacian yang dilontarkan pada Huang Miaoling, para prajurit Jingcheng mengepalkan tangan mereka. Ada yang merasa tidak terima pemimpin mereka dihina, tapi ada pula yang merasa kesal dan malu karena memiliki Huang Miaoling sebagai pemimpin.


Tanpa memedulikan celotehan yang dilontarkan padanya, Huang Miaoling melemparkan busur yang dia pinjam kembali kepada Langcao. Kemudian, dia berkata dengan mata tajam, “Kau tahu apa yang harus kau lakukan.”


Langcao sedikit terkejut, tapi dia dengan cepat mengerti maksud ucapan Huang Miaoling. Dia pun memberi hormat, “Aku mengerti, Junzhu.”


Mendengar hal tersebut, Huang Miaoling bergegas turun dari atas dinding menuju Mazu yang telah menunggunya. Baru saja dia menunggang kudanya, wanita itu mendengar seseorang memanggilnya dari belakang, “Ling’er!”


Wanita itu marah seiring dirinya mengepalkan tangan.


Mulut Miaoling kembali terbuka, “Apa kau kira—"


“Wang Chengliu menginginkan Lan’er.”

__ADS_1


Ucapan Liang Fenghong sukses membuat Huang Miaoling bungkam.


“Apa maksudmu?” tanya Huang Miaoling dengan mata mengerjap, tak menyangka akan mendengar pernyataan seperti itu dari mulut Liang Fenghong. “Siapa yang …? Wang Chengliu dan Lan’er?” tanyanya dengan alis tertaut erat.


“Kau bertemu dengan Lu Si, bukan?” tanya Liang Fenghong membuat Huang Miaoling tersentak. “Apa yang telah dia katakan padamu?”


“Haruskah kita membicarakannya sekarang?” Huang Miaoling mengerutkan keningnya, bisa mendengar derap ribuan entakkan kaki yang mendekat. Melihat suaminya bersikeras, dia pun menjawab, “Zhong Jing Wu Zhou, roh yang setia membangkitkan sebuah kutukan. Itu yang kami bicarakan.”


Begitu Liang Fenghong mendengar hal tersebut, dia langsung meringis. “Jadi … dugaanku benar,” desisnya. Dia menatap Huang Miaoling dan berkata, “Alasan Lan’er meminta kita membunuh Wang Chengliu … adalah karena kutukan kesetiaan menghalanginya dari membunuh pria itu.”


Kala mendengar hal tersebut, Huang Miaoling tak elak terbelalak. “Apa maksud ucapanmu itu?!”


___


A/N: Jangan lupa follow ig LuciferAter untuk lihat remake dari visual karakter-karakter kita tercinta yaa. Coba tebak karakter favorit author dari cerita ini siapaa?

__ADS_1


__ADS_2