Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 41 Peringatan Bagi Yang Defei


__ADS_3

Pandangan Huang Yade beralih pada Langcao yang hari ini menemaninya, mengisyaratkan pada pria itu untuk mendekat. Setelah Huang Yade menerima sebuah kotak dari pengawal ayahnya itu, dia meletakkan kotak tersebut di atas meja dan mendorongnya mendekat ke arah Yang Yuechan.


Seiring Huang Yade melakukan hal tersebut, dia berkata, “Aku ingin menyampaikan permintaan maaf dari adikku.” Sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya. “Dia merasa sungkan karena harus memaksamu mengambil tindakan seperti ini pada putramu.” Terdengar penyesalan dari nada bicara sang Menteri Pertahanan, tahu bahwa adiknya telah mendorong Yang Defei yang tak pernah mencari masalah untuk mengusir putranya sendiri. “Dia berencana untuk menemuimu sendiri. Namun, karena beberapa alasan, dia tak bisa.” Jelas itu karena Liang Fenghong. “Oleh karena itu, aku harap dengan hadiah ini, Defei bisa merasakan ketulusannya.”


Yang Yuechan memasang senyuman sopan selagi dirinya meraih kotak yang disodorkan ke arahnya. Tanpa kekhawatiran sama sekali, wanita itu membuka kotak tersebut dan melihat isinya. Mata Yang Yuechan tak berkedip untuk beberapa saat ketika melihat benda yang ada di dalam kotak. Lalu, pancaran matanya berubah diselimuti kekhawatiran.


“Apa Menteri Huang yang memilih hadiah ini?” tanya Yang Yuechan seraya mengangkat pandangannya ke arah Huang Yade.


Keterkejutan menyelimuti Huang Yade, tapi pria itu berusaha terlihat tenang. “Adikku yang memilihnya, dan aku tak diperkenankan membuka kotaknya,” jelasnya dengan sedikit gugup. “Apakah … Yang Defei tidak menyukainya?” Dia mengutuk seseorang dalam hati ketika menyadari ekspresi Yang Yuechan terlihat sedikit buruk. ‘Liang Fenghong, kau bilang wanita ini pasti menyukainya!’


Ya, sebenarnya, isi dari kotak itu bukan diberikan oleh Huang Miaoling, melainkan Liang Fenghong. Lagi pula, Huang Miaoling tidak sempat bertemu dengan Huang Yade pagi tadi karena efek obat tidur yang diberikan calon suaminya itu bekerja terlalu baik. Selain itu, Huang Yade tahu jelas apa isi dari kotak tersebut, hanya saja … menurut pandangannya, hadiah itu seharusnya aman.


Lalu, kenapa ekspresi sang Defei terlihat begitu mengkhawatirkan?!


Yang Yuechan menutup kotak tersebut bersamaan dengan kelopak matanya. Kemudian, pandangan penuh tekad terpancar dari maniknya pada detik dia membuka matanya itu.


“Aku sangat menyukainya, Menteri Huang.” Wanita itu tersenyum. “Selain itu, tak ada perlu bagi Mingwei Junzhu untuk bersikap begitu sungkan.” Dia menjatuhkan pandangannya. “Ambisi selalu berakhir dengan kehancuran. Sedari awal, seharusnya aku menghentikan putraku dan tak hanya diam saja,” ungkap Yang Yuechan.


Andai saja Yang Yuechan tega bersikap keras kepada putranya, mungkin saja ayahnya tak akan berhasil menghasut Wang Wuyu. Namun, hatinya yang terlalu lembut dan kepercayaannya bahwa langit akan mencerahkan benak putranya membutakan akal sehatnya. Pada akhirnya, terbukti bahwa itu semua hanya harapan kosong belaka.

__ADS_1


‘Mengambil keputusan untuk bersikap tega sekarang padanya, aku harap itu tak akan membuat Wuyu terjatuh semakin dalam,’ batin Yang Yuechan dengan penuh kekhawatiran. ‘Seharusnya, dengan informasi yang kuberikan, Wuyu tahu pilihan terbaik untuknya sekarang adalah untuk berdiam dan tak melakukan apa-apa.’


Huang Yade tidak berniat untuk berbicara banyak, dia hanya kemari untuk menyelesaikan hal yang perlu dilakukan. “Aku tak ingin terlalu lama mengganggumu dengan kehadiranku, Defei,” ucapnya. “Apakah kau bisa mengizinkanku untuk membawa pergi bawahanku sekarang?”


Yang Yuechan mengerti bahwa Huang Yade khawatir akan ada beberapa orang yang mencurigai interaksi mereka apabila pria itu berdiam terlalu lama di kediaman Yang. Dengan demikian, Yang Yuechan pun memberikan isyarat pada seseorang. Tak perlu waktu lama sebelum seorang pria melangkah maju dari sisi ruangan.


Ketika Huang Yade menangkap kehadiran sosok tersebut, dia sedikit terkejut. ‘Zhongcheng?’ Dia mengenali sosok pengawal pendamping yang telah bertahun-tahun melayani sang Pangeran Kelima. Sekejap, dia langsung mengerti. ‘Ah, jadi dia adalah mata Yang Defei di sisi putranya.’ Pria itu membatin, ‘Lalu, Yang Defei membiarkan Wang Wuyu pergi tanpa pendamping sama sekali ke Kun Lun?’


Yang Yuechan tahu jelas apa yang ada di pikiran Huang Yade ketika melihat sosok Zhongcheng, tapi dia mengabaikannya. Tanpa Zhongcheng yang menjadi tangan dan kaki Wang Wuyu, pangeran itu tak akan bisa melakukan apa pun. Oleh karena itu, menarik Zhongcheng dari sisi Wang Wuyu bertujuan untuk menunjukkan pada keluarga Huang bahwa dirinya sungguh-sungguh dalam menangani putranya.


“Zhongcheng, antarkan Menteri Huang untuk menjemput bawahannya,” perintah Yang Yuechan.


Yang Yuechan mengalihkan pandangannya pada Huang Yade. “Sayangnya, aku tak bisa ikut untuk menemani Menteri Huang karena aku memiliki urusan lain. Oleh karena itu, Zhongcheng akan menggantikanku. Aku harap Menteri Huang tak keberatan.”


Melihat tanda bahwa sudah waktunya untuk pergi, Huang Yade segera berdiri. Dia memberi hormat kepada Yang Yuechan. “Tentu, Yang Defei. Aku sangat berterima kasih atas kemurahan hatimu. Semoga langit selalu memberkatimu.”


Yang Yuechan membalas hormat pria itu dengan senyuman tipis. “Semoga langit memberkati kita semua, Menteri Huang.” Pandangan wanita itu terlihat sendu. “Karena jika tidak ….” Wanita itu tidak menyelesaikan ucapannya. Sebaliknya, dia mengakhiri pertemuannya dengan Huang Yade dengan kalimat yang membingungkan. “Titipkan salamku pada Mingwei Junzhu dan juga Tuan Muda Liang ketika kau kembali nanti.”


Walau kebingungan dengan maksud ucapan Yang Yuechan yang secara spesifik menitipkan salam kepada adik dan calon iparnya, Huang Yade tetap menganggukkan kepala. “Akan kusampaikan salammu, Yang Defei.” Hatinya merasa kalau Yang Yuechan telah memiliki sebuah impresi terselubung terhadap kedua orang tersebut.

__ADS_1


Yakin tak akan ada lagi pertukaran percakapan di antara kedua orang di hadapannya, Zhongcheng segera mengayunkan tangan kirinya ke satu arah untuk mempersilakan Huang Yade agar ikut dengannya. “Mari, Menteri Huang,” tuturnya dengan sopan.


Setelah kedua pria itu telah meninggalkan halaman tersebut, Yang Yuechan membuka kembali kotak yang baru saja diberikan oleh Huang Yade. Maniknya yang terlihat kecokelatan bergetar ketika bertemu dengan benda yang ada di dalam kotak.


Terlihat sepasang anting yang terbuat dari emas berkilau ketika memantulkan cahaya matahari yang mendarat padanya. Bagian atas anting tersebut diukir menyerupai bunga Gu Ting [1], lalu bagian bawahnya dihiasi bandulan berupa batu delima, menambah kecantikan perhiasan itu. Tanpa seorang ahli perhiasan, Yang Yuechan tahu jelas kalau benda tersebut memiliki nilai luar biasa.


Namun, apakah hati seorang selir kaisar akan bergetar melihat perhiasan tersebut? Ya, tapi bukan nilai benda itu yang membuat jantung Yang Yuechan berdebar, melainkan maknanya.


Ekspresi Yang Yuechan terlihat suram. Wanita itu meraih satu dari dua anting itu dan menyusuri setiap lekukan dengan jari telunjuknya. Jari Yang Yuechan kemudian berhenti pada batu delima mungil yang bergelantung di ujung anting tersebut.


Yang Yuechan membatin, ‘Bunga Gu Ting yang melambangkan kecantikan dan batu delima yang melambangkan hasrat serta kekuasaan.’ Hanya para penghuni istana yang sepenuhnya mengerti maksud tersembunyi dari pemberian tersebut. ‘Wu Fenghong … peringatanmu sudah kuterima.’


________


[1] Amarilis


________


A/N: Kejutan~ Double up. Yeye wkwk

__ADS_1


__ADS_2