Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 131 Alasan Jiang Feng, Layakkah?


__ADS_3

“Angkut ke sana! Berhati-hatilah!”


“Susun yang benar!”


Teriakan demi teriakan garang terdengar dari berbagai sisi kota Xiangni, mengiringi pembangunan kota tersebut. Sejumlah pekerja yang diutus pemerintahan bekerja di bawah pemantauan prajurit untuk membenahi beberapa sisi kota.


Di bawah teriknya matahari, salah seorang prajurit yang mengawasi pembangunan menggerutu, “Pembangunan kota seharusnya sudah selesai dua bulan yang lalu, semua bagian yang terkena dampak telah diperbaiki. Namun, kenapa pembangunan terus berlanjut?”


Prajurit lain yang berada di sebelah prajurit pertama berujar, “Apa kau bodoh?” Dia mengusap peluh yang menuruni sisi wajahnya. “Jelas ini hanya pengalihan saja.”


“Ah?”


Prajurit kedua melanjutkan, “Tidakkah kau tahu betapa buruknya hubungan Menteri Jiang dengan Permaisuri Huang?” Dia melihat temannya menganggukkan kepala. “Tiga bulan lalu, tepat ketika ekspedisi bantuan dari ibu kota seharusnya kembali, kau dengar perihal berita kehamilan Permaisuri, bukan?” Lagi-lagi, kepala temannya itu mengangguk. “Apa kau masih belum mengerti hubungan keduanya?”


Mata prajurit pertama melebar, dia terlihat terkejut. “Maksudmu, karena tidak ingin melihat kebahagiaan Permaisuri, Menteri Jiang memutuskan untuk tinggal lebih lama di sini?!” pekiknya dengan kaget.


Seorang prajurit lain yang mendengar tebakan prajurit pertama membelalakkan matanya. “Tidak mungkin, bukan?! Itu berlebihan!” Dia menambahkan, “Aku akan lebih percaya kalau Menteri Jiang menyukai Permaisuri dan merasa sakit hati melihatnya mengandung bayi pria la— Agh!” Ucapan prajurit itu terhenti ketika sebuah pukulan mendarat di kepalanya.


“Apa yang kalian lakukan?!” geram seseorang dengan suara tegas.


Ketiga prajurit itu menoleh dan mendapati tangan kanan Jiang Feng, yang tak lain adalah Xiaoming, berdiri di hadapan mereka. “L-Letnan,” panggil mereka dengan mata yang memancarkan ketakutan.


Setelah berbulan-bulan menjadi bagian dari rombongan Jiang Feng, para prajurit itu jelas tahu kedekatan Xiaoming dengan sang menteri. Tertangkap basah membicarakan mengenai hubungan Huang Miaoling dengan Jiang Feng oleh Xiaoming jelas adalah hal terburuk yang bisa terjadi. Benak ketiga prajurit sudah membayangkan hukuman yang akan mereka dapatkan.


Di luar dugaan, Xiaoming membentak, “Cepat kembali ke pos kalian masing-masing!” Dia sama sekali tidak menurunkan hukuman apa pun.


Melihat ketiga prajurit itu kembali ke posisi mereka, Xiaoming bergegas melanjutkan perjalanan ke kediaman sementara Jiang Feng di kota Xiangni. Ada berbagai hal yang berlalu di otaknya, dan salah satunya adalah pembicaraan para prajurit tadi.


Bukanlah suatu hal yang baru bagi Xiaoming untuk mendengar rumor mengenai hubungan Huang Miaoling dan sang majikan. Sebagian besar orang menduga alasan Jiang Feng menunda kepulangannya adalah karena kehamilan permaisuri itu, dan … tidak salah. Hanya saja, sangat jarang ada yang mampu memunculkan prasangka yang begitu dekat dengan kenyataan seperti ketiga prajurit tadi.

__ADS_1


‘Jika rumor mengenai Ketua dan Permaisuri Huang semakin merajalela, maka tak elak ada yang mengendus kenyataan sebenarnya … seperti yang baru saja terjadi,’ batin Xiaoming dengan alis bertaut. ‘Kita tak boleh menghabiskan waktu lebih lama di tempat ini.’


Begitu Xiaoming melangkahkan kaki ke teras tempat tinggal Jiang Feng dan berniat mengetuk pintu, sebuah suara menghentikan tindakannya, “Masuk.”


Mendengar suara itu, Xiaoming langsung tahu bahwa sang ketua telah terlebih dahulu mendengar kedatangannya. Hal ini menunjukkan bahwa tak sedikit pun ilmu bela diri Jiang Feng berkurang selama dirinya menjadi menteri.


Xiaoming melangkah masuk dan memberi hormat, “Salam, Menteri Jiang.”


Sosok Jiang Feng terlihat sibuk dengan kuas dan kertas yang ada di hadapannya. Tanpa menoleh sedikit pun kepada Xiaoming, dia bertanya, “Kau datang untuk membujukku lagi tentang kepulangan ke ibu kota?”


Tepat sasaran.


Xiaoming menghela napas. “Menteri, kau sudah tahu bahwa dia adalah sang permaisuri, istri sah sang kaisar. Apa yang kau harapkan?” Tak ada lagi basa-basi yang perlu pria itu lontarkan, dia yakin Jiang Feng tahu jelas mengenai maksudnya. “Kau dan dirinya tidak mung—"


Jiang Feng membanting kuasnya ke atas meja, menghentikan ucapan Xiaoming. Dia mengangkat pandangannya dan berkata, “Apa perlu bagimu untuk mengingatkanku?” Ada ekspresi terluka dan marah dari kedua manik hitamnya. “Aku tahu,” ujarnya lagi seraya menatap ke arah kertas di hadapannya.


Sosok seorang wanita terlukis di atas kertas itu, seorang wanita yang berada di atas kuda dengan pedang terhunus ke depan. Wanita itu terlihat begitu gagah, juga begitu memukau. Hanya orang buta dan tak berpengetahuan yang tak mampu mengenali identitas wanita di atas kertas tersebut.


Xiaoming merasa sedikit frustrasi, identitas sang majikan begitu mulia. Jiang Feng adalah saudara kandung mendiang Kaisar Huatai, keturunan pria terakhir Kaisar Yifeng! Namun, karena seorang wanita, dia rela menunduk dan membungkuk pada pria yang tak layak disebut pemimpin seperti Wang Chengliu!


“Awalnya, aku begitu membencinya,” ujar Jiang Feng, masih menatap lukisan tersebut. “Namun, melihatnya, seorang wanita, berjuang di medan perang demi cinta dan negaranya … aku kagum padanya.” Jari-jari pria itu menyusuri wajah wanita pada lukisan. “Aku yakin Wang Chengliu juga merasakan hal yang sama.”


Mendengar racauan Jiang Feng, Xiaoming mengerutkan keningnya. ‘Apa?’ Sungguh, dia sangat bingung.


“Hanya saja, kekaguman dalam hati pria itu perlahan berubah menjadi ketakutan,” alis Jiang Feng perlahan mengerut ketika dia mengatakan hal tersebut. “Aku bisa merasakannya … dia berniat untuk menyingkirkan Huang Miaoling.”


“Apa?” Kali ini, Xiaoming tak mampu menahan diri untuk tidak menyuarakan isi hatinya. “Kaisar … ingin menyingkirkan Permaisuri Huang?”


Xiaoming tak merasa dugaannya masuk akal. Lagi pula, Huang Miaoling adalah satu-satunya hal yang menghubungkan Wang Chengliu dengan keluarga Huang. Bagaimana mungkin kaisar muda itu rela melepaskan berlian di tangannya secara cuma-cuma?

__ADS_1


Mendadak, Xiaoming membelalak. ‘Ah! Tidak mungkin Kaisar Chengliu akan—'


Jiang Feng mendudukkan diri di kursinya, lalu menatap Xiaoming. “Huang Miaoling terlahir sebagai pemimpin, dan semua orang tahu hal itu.” Dia melanjutkan, “Kenyataan bahwa Huang Miaoling yang mendudukkan Wang Chengliu di atas takhta juga tak bisa dilupakan. Pencapaian yang diawali dengan rasa terima kasih … perlahan berubah menjadi rasa iri, dengki, dan juga takut.”


Mendengar hal ini, Xiaoming membelalakkan matanya. “J-jadi … alasan Ketua selalu melawan keputusan Permaisuri Huang adalah …,” dia mengernyitkan wajahnya, “… untuk mengurangi rasa terancam Kaisar?!”


Jiang Feng menerima undangan Wang Chengliu untuk menjadi menteri, mempersulit dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah di Wu, juga melepaskan kedudukan utamanya yang begitu mulia di kerajaan asalnya itu … semua demi Huang Miaoling? Demi seorang wanita bersuami yang sama sekali tidak memiliki ruang di hatinya untuk pria lain?!


Apa itu layak?!


Masih ada begitu banyak hal yang ingin Xiaoming katakan, tapi dia menelannya kembali. Sekarang, dia hanya ingin tahu satu hal, “Karena kehamilannya, posisi Permaisuri Huang sekarang telah aman. Mengetahui hal ini, apa rencanamu selanjutnya, Menteri?”


Mata Xiaoming memancarkan ketidaksabaran. Kalau memang Jiang Feng sungguh menginginkan Huang Miaoling, dia rela menculik wanita itu sekarang juga dan membawanya untuk ikut bersama mereka ke Wu. Sebuah keputusan harus diambil, terutama karena nasib sebuah kerajaan menjadi taruhannya!


“Apa kau akan kembali ke Wu?” tanya Xiaoming lagi.


Jiang Feng mengerutkan keningnya, enggan untuk menjawab.


“Berbulan-bulan kita membuang waktu di sini. Sandiwara kecil ini harus segera berakhir, dan kau harus segera mengambil kembali takhtamu, Yang Mulia!” tutur Xiaoming pada akhirnya.


“Xiaoming!” bentak Jiang Feng, tak percaya pengawal pendampingnya itu menggunakan panggilan terlarang itu di wilayah musuh.


“Li Hongxia, Ibu Suri He, Jenderal Besar Qiang, dan Wu Changsheng, semuanya telah ditangani dengan kekuatan yang kau bangun di Kerajaan Shi.  Sudah saatnya kita memberikan penyelesaian dan akhir terhadap sandiwara ini,” ujar Xiaoming. “Yang Mulia, hadapilah kenyataan. Huang Miaoling adalah permaisuri Kerajaan Shi, dia tak akan pernah menjadi permaisuri Kerajaan—!”


“Menteri Jiang!” teriakan dan suara pintu yang dibanting terbuka mengejutkan Jiang Feng dan Xiaoming.


“Meihua?” Jiang Feng mengerutkan kening, dengan cepat mengubah ekspresi terlukanya atas ucapan Xiaoming. “Ada apa?”


Meihua melirik Xiaoming yang memasang ekspresi buruk, lalu kembali pada Jiang Feng yang berusaha keras menutupi isi hatinya. Dia mengabaikan hal tersebut dan menjawab, “Yuanli mengirimkan kabar dari ibu kota.” Dengan napas terengah-engah, gadis itu melanjutkan, “Permaisuri Huang keguguran!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2