Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 165 Pencipta Dunia Ini


__ADS_3

Seketika, Wang Chengliu membelalak dan bersujud rendah ke lantai. “Ayahanda! Mohon maafkan kelancangannya! Istriku tidak suka diperhatikan banyak orang, jadi dia memilih pakaian seperti ini untuk menghadapmu,” jelasnya dengan suara lantang.


Pernyataan Wang Chengliu membuat semua orang di dalam ruangan itu terbelalak.


Istri?!


Netra Wang Weixin menatap lurus sosok bertudung itu. Pancaran kebencian terlihat jelas dari matanya, seakan tidak menyukai kenyataan putranya, satu dari sekian banyak alatnya untuk mempertahankan kekuasaan, telah bertindak di luar keinginannya.


“Ini perintah, tunjukkan wajahmu!” bentak Wang Weixin.


Mendengar perintah tersebut, Meilan menutup mata.


‘Ah … ini menyebalkan ….’


Sejak dirinya setuju untuk mengikuti Wang Chengliu ke tempat ini, dia sudah tahu bahwa hidupnya tidak akan menjadi lebih mudah.


Namun, kenyataannya adalah … Meilan tahu dirinya memang tidak bisa kabur lagi dari jalan cerita utama.


Detik berikutnya, tangan ramping dengan jari-jari lentik itu terangkat untuk membuka penutup kepala jubahnya.


Begitu tudung itu terlepas, seisi ruangan terkesiap menahan napas.


“D-dia ….”

__ADS_1


“Penampilan itu!”


Manik berwarna cokelat terang keemasan yang berwarna serasi dengan rambut bergelombangnya yang mencapai pinggang membuat semua orang terkesima. Sekali lihat, semua orang langsung tahu bahwa gadis itu tidak berasal dari Dataran Timur!


Mengabaikan keterkejutan semua orang, Meilan menjura kepada Wang Weixin seraya berujar, “Meilan memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar.”


Berbeda dari semua orang yang sibuk mengagumi penampilan Meilan tersebut, satu orang terlihat kaget karena mengenali gadis itu.


“Huang Meilan?!”


Mendengar panggilan tersebut, sontak ekspresi Kasim Gao, Chenxiao, Wang Weixin, dan terutama Wang Chengliu, berubah bingung.


Bersama keempat orang itu, Meilan mengalihkan pandangan ke satu arah, pada seorang pria berseragam jenderal besar yang berdiri tidak jauh dari Wang Weixin.


Kala menyadari sosok yang mengenalinya, Meilan memasang senyuman tidak berdaya. “Ah … Kakak Pertama ….”


Di tempatnya, Huang Qinghao mengepalkan tangan dan beralih ke arah Wang Weixin. “Jawab Yang Mulia, gadis ini … adalah adik angkatku, Huang Meilan.”


“Apa?!”


Seisi ruangan ternganga, terutama Wang Chengliu yang masih berlutut di tempatnya.


Meilan … adalah Huang Meilan? Putri angkat mantan Jenderal Besar, Huang Liqiang, dan adik angkat Huang Qinghao?!

__ADS_1


Bagaimana mungkin!?


Pertanyaan itu terlontar bukan hanya bagi sebagian besar orang di ruangan tersebut, tapi juga pada dua sosok yang menonton pecahan ingatan kehidupan lalu itu.


Huang Miaoling dan Liang Fenghong yang hanya berwujud roh terlihat menatap adegan di depan mata mereka dengan ekspresi tidak percaya.


“Jangan begitu terkejut,” ucap sebuah suara yang langsung mengalihkan perhatian keduanya.


“Lan’er!” panggil Huang Miaoling saat menatap sosok Lan’er yang setengah tembus pandang tengah memerhatikan sosok dirinya sendiri di masa lalu. “Kamu … sungguh bibiku?”


Lan’er menoleh ke arah Huang Miaoling, lalu tersenyum padanya. “Di kehidupan pertama, ya … aku adalah bibi kecilmu.”


Kemudian, pandangan Lan’er beralih kepada adegan di depan mata yang berlanjut tanpa henti.


“Namun, tidak dengan kehidupan kedua dan ketiga ….”


Ekspresi Huang Miaoling berubah keruh. “Kehidupan kedua dan ketiga?” ulangnya dengan tangan yang saling menggenggam erat di depan dada. “Berapa banyak … kehidupan yang telah dirimu lalui?”


“Dalam ceritamu?” Lan’er mengajukan pertanyaan yang membuat Huang Miaoling bingung. “Tiga,” jawabnya singkat.


Gadis itu tersenyum tipis sembari berkata, “Dari semua yang kuciptakan, hanya cerita kalian yang membuatku mengulang kehidupan untuk tiga kali banyaknya.” Dia menghela napas berat. “Itu pun tanpa mendapatkan akhir yang sempurna.”


Di saat ini, Liang Fenghong bertanya, “Apa maksudmu dengan … dari semua yang dirimu ciptakan?”

__ADS_1


Pertanyaan Liang Fenghong membuat Lan’er menoleh ke arahnya dan Huang Miaoling.


“Kalian masih belum menyadarinya?” tanya Lan’er. Tatapan serius terpancar dari sepasang manik keemasannya seiring dirinya menjawab, “Aku … adalah pencipta dunia ini.”


__ADS_2