Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 68 Penasihat Liang


__ADS_3

Ucapan Kaisar Weixin membuat seisi ruangan terkesiap. Namun, mereka tak akan menyangka kalau hal berikutnya yang akan diucapkan sang Putra Langit merupakan hal yang jauh lebih mengejutkan.


“Penasihat Liang, apa menurutmu yang harus kita lakukan?” Kaisar Weixin menatap ke arah Liang Fenghong.


Hal ini membuat beberapa orang mengerutkan dahi, termasuk Wang Chengliu dan Shao Yanjun. “Penasihat Liang?” Pertanyaan semua orang disuarakan oleh Wang Xiangqi yang terbelalak, menunjukkan sekilas kepolosannya yang sempat menghilang dalam ruangan itu.


“Yang Mulia, apa maksudmu?” Wei Xinhao yang sedari tadi tidak ikut beradu mulut akhirnya memutuskan untuk terlibat. Ekspresi yang terpasang di wajahnya menunjukkan keterkejutan dan juga ketidakpercayaan.


Huang Miaoling yang berada di sebelah Liang Fenghong juga memasang wajah yang sama dengan semua orang. Dia melirik ke arah suaminya, bersamaan dengan berdirinya pria tersebut.


Kaisar Weixin mengarahkan tangannya kepada Liang Fenghong. “Hal mendesak membuatku menunda pemberitahuan ini. Singkat kata, mulai dari sekarang Tuan Liang adalah penasihat terhormat Kerajaan Shi, dia juga akan mengambil alih tugas menteri pembangunan.”


“I-ini—!?” Beberapa pejabat ingin mengumandangkan ketidaksetujuan mereka, tapi Pangeran Keempat mendahului mereka.


“Ayahanda, apakah ini pantas?” ujar Wang Junsi dengan kening berkerut. Dia melirik ke arah Liang Fenghong, sesaat juga mendaratkan pandangan pada Huang Miaoling. “Bagaimanapun, Tuan Liang adalah orang Kerajaan Wu! Menjadi bagian dari pemerintahan Shi? Apa yang akan rakyat katakan?! Bahwa Shi tunduk di bawah Wu?”


Penasihat kerajaan? Perset*n dengan nama tersebut!


Bagi yang tahu dan mengerti, menggunakan nama ‘penasihat kerajaan’ maupun ‘menteri pembangunan’ tidaklah berbeda. Kenyataan Kaisar Weixin memberikan kekuasaan pejabat tingkat satu pada seseorang yang berasal dari Kerajaan Wu tetap ada. Alasan Kaisar Weixin menggunakan ‘penasihat kerajaan’ untuk Liang Fenghong adalah demi menghindari ketidaksetujuan rakyat saja!


“Lancang!” teriak Kaisar Weixin seraya memukul meja dengan kencang.


Di saat ini, Huang Yade berdiri dan membungkuk ke arah Kaisar Weixin. “Yang Mulia, tenanglah. Pangeran Keempat memikirkan kebaikan kerajaan, bukan bermaksud untuk lancang.” Dia melirik ke arah Huang Miaoling, menyadari kalau ada pancaran keterkejutan di matanya, menandakan wanita itu juga tak tahu mengenai masalah ini. “Namun, ada baiknya bila hal ini dijelaskan untuk menghindari kesalahpahaman.”


Kaisar Weixin menghela napas. Lalu, dia menatap ke arah Liang Fenghong, secara tidak langsung mengisyaratkan pada pemuda itu untuk menjelaskan semuanya.


Liang Fenghong memulai, “Saat menikahi istriku, aku telah bersumpah untuk tidak menjauhkannya dari keluarga dan kerajaannya.” Ucapan selanjutnya mengejutkan semua orang. “Oleh karena itu, aku melepaskan hakku sebagai penerus Keluarga Liang.”


“Apa?!” Huang Qinghao berseru, tak mampu menahan keterkejutannya.


Tak hanya Huang Qinghao, Huang Jieli, Huang Yade, beserta semua orang di tempat itu ternganga. Kalau mungkin, sepertinya rahang bawah mereka telah terjatuh ke tanah. Mereka tak percaya bahwa penerus keluarga Liang satu-satunya melakukan tindakan yang begitu gila hanya untuk menikahi sang Mingwei Junzhu!


Huang Miaoling yang berada di sebelah Liang Fenghong membeku. Dia memang pernah berkata bahwa sebelum semuanya selesai, dia tak akan meninggalkan Kerajaan Shi dan keluarga Huang. Namun, itu tak berarti dia mewajibkan Liang Fenghong untuk menanggalkan identitasnya sebagai penerus salah satu keluarga penting di Wu!


Tiba-tiba, Huang Miaoling teringat dengan ucapan Liang Fenghong di malam usai pemberontakan Ibu Suri He. “Apakah mungkin bagimu untuk percaya kalau aku tidak akan pernah meneruskan keluarga Liang?”


Mata Huang Miaoling membesar, terpaku pada sosok suaminya. Awalnya, Huang Miaoling mengira bahwa Liang Fenghong tidak ingin meneruskan keluarga Liang karena dia bukan keturunan asli Liang Shupeng. Namun, bagaimana kalau sedari awal … pria itu berniat untuk menjadi penopangnya di Kerajaan Shi?

__ADS_1


Dengan kedudukan penasihat kerajaan, Liang Fenghong bisa dikatakan hampir setara dengan Situ Haonan, sang Perdana Menteri. Bahkan di hadapan para pangeran, sang Tuan Liang … masih termasuk sosok yang perlu ditakuti, terutama dengan kenyataan dia adalah sang Tabib Jianghu dan juga pemilik Lianhua Yuan.


‘A Feng ….’ Huang Miaoling menatap Liang Fenghong dengan saksama.


“Kenyataan bahwa dirimu berasal dari Kerajaan Wu tetap ada, tak peduli apa pun yang kau lakukan,” ujar Wang Junsi, entah kenapa ucapannya terasa sedikit ‘terlalu’ menentang hal ini. Namun, beberapa pejabat mengangguk menanggapi pertanyaan pangeran tersebut, setuju. “Ayahanda, aku merasa hal ini tetap tidak pantas.”


“Kenyataan bahwa dirimu adalah orang Kerajaan Shi juga tetap ada, Yang Mulia Pangeran Keempat. Namun, tidak kulihat dirimu menolak terlibat dalam urusan takhta Tubo, bukan begitu?”


Wang Junsi dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Pangeran itu memasang wajah tak percaya. “Huang Miaoling!” Dia sangat terkejut mendengar ucapan menusuk wanita itu.


“Mingwei Junzhu, aku merasa ucapanmu berlebihan.” Semua mata beralih menatap Wang Chengliu yang memasang wajah tenang. “Kakak Keempat memiliki darah Tubo dalam dirinya, dan hal itu mengizinkannya untuk terlibat dalam pemerintahan Tubo. Namun, Tuan Liang ….” Dia tidak menyelesaikan ucapannya, sengaja membiarkan semua orang menyelesaikannya sendiri-sendiri di dalam benak.


Huang Miaoling mendengus dan memasang wajah mengejek. “Berdasarkan sejarah putri-putri terdahulu, bagi mereka yang menikah dengan pria luar kerajaan dan menetap di Kerajaan Shi, maka suaminya berhak diberikan kedudukan pejabat.” Alis wanita itu terangkat. “Lalu, mengapa suamiku berbeda?” Sudut bibirnya melekuk turun, menunjukkan amarah.


Liang Fenghong kembali duduk dan menenangkan istrinya. “Ling’er, kau tahu maksud kedua pangeran bukan demikian.” Karena Huang Miaoling membuka jalan untuk sebuah sandiwara, maka tugasnya adalah untuk mengikutinya.


Huang Miaoling masih tidak berhenti. “Masalah pada saat ini berada pada persekutuan Zhou dengan para suku beserta kematian Pangeran Kelima. Kalaupun suamiku sungguh mewakili Wu, yang harusnya diutarakan adalah rasa syukur, bukan tudingan. Bila Wu sungguh membantu Shi, maka Zhou dan para suku dapat dengan cepat dibereskan. Kematian Pangeran Kelima pun bisa lebih cepat dibalaskan.” Dia mengerutkan kening. “Lagi pula, titah kaisar telah diturunkan. Apabila kalian menolak, apakah itu berarti kalian berniat untuk memberontak?”


Wang Junsi terbelalak. “Miaoling!”


“Cukup!” Kaisar Weixin kembali berseru, membuat seisi ruangan menjadi sunyi.


Sembari memijit pelipisnya, Kaisar Weixin berkata, “Ucapan Mingwei Junzhu benar. Mengenai Penasihat Liang, hal itu telah ditetapkan.” Pembenarannya itu membuat beberapa pejabat menghela napas tak berdaya. “Inti masalah berada pada Zhou dan para suku serta … kematian Wuyu. Aku mengundang kalian kemari untuk membahas langkah selanjutnya, bukan berdebat.” Dia mendaratkan pandangan pada Liang Fenghong. “Penasihat Liang, apa menurutmu Wu bisa membantu dalam hal ini?”


Liang Fenghong kembali berdiri dan memberi hormat pada Kaisar Weixin. “Sayangnya, Yang Mulia. Aku tak merasa keterlibatan Wu bisa diandalkan dalam hal ini.”


Mendengar hal ini, beberapa pejabat mendengus. Kentara dari cara pandangan yang mereka lemparkan pada Liang Fenghong bahwa para pejabat itu sedang berkata, “Apa gunanya sang Penasihat Liang kalau tak bisa membuat Wu membantu Shi? Pada akhirnya, dia tak berguna.”


Namun, Liang Fenghong belum selesai. “Kalau Kerajaan Wu ikut terlibat, aku khawatir hal ini tak akan berakhir dalam damai. Aku—!”


“Damai?” Wang Chengliu memotong ucapan Liang Fenghong dengan kening berkerut. “Kakak Kelima telah kehilangan nyawanya dan kau berniat untuk mengakhiri hal ini dengan damai?” tanya pria itu dengan pandangan tak percaya. “Aku tahu bahwa Penasihat Liang terkenal dengan pikirannya yang dingin. Namun, tidakkah ini lebih cocok dipanggil tidak berperasaan?” sindirnya.


“Ucapan Pangeran Keenam benar. Pangeran Kelima telah kehilangan nyawanya karena insiden ini, dan sebelum-sebelumnya, Zhou juga telah melakukan begitu banyak gerakan terhadap Shi, tidakkah masuk akal bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita tak semudah itu ditindas?” Shao Yanjun menambahkan, membuat beberapa pejabat lain menganggukkan kepala mereka.


Di sisi lain, Huang Qinghao dan Huang Jieli terdiam. Sebagai pejuang, mereka sendiri terpaksa setuju dengan ucapan Shao Yanjun. Setelah begitu banyak insiden dengan Kerajaan Zhou, sudah waktunya bagi Kerajaan Shi untuk membalas. Namun, mereka tahu kebenarannya. Segala insiden yang terjadi di antara Shi dan Zhou timbul akibat berbagai kesalahpahaman dan juga sandiwara. Oleh karena itu, tak seharusnya Kerajaan Shi menggerakkan pasukan untuk menghadapi Kerajaan Zhou.


Wei Xinhao dan Situ Haonan juga ikut terdiam. Mereka yang masih belum sepenuhnya mengerti mengenai apa yang terjadi lebih condong mendukung ucapan Shao Yanjun. Bagaimanapun, salah satu keturunan sang Putra Langit telah menjadi korban dalam hal ini. Kalau tidak membalas dengan tegas, maka kerajaan-kerajaan lain akan menganggap Kerajaan Shi sebagai kerajaan yang mudah ditindas!

__ADS_1


“Gegabah bukanlah jawabannya,” balas Liang Fenghong dengan tenang. “Aku memang tidak mengerti perasaan kalian saat ini. Lagi pula, Pangeran Kelima bukanlah seseorang yang dekat denganku.”


Huang Yade melotot mendengar ucapan iparnya. ‘Apakah dia kehilangan kewarasannya?! Dengan begitu terbuka mengakui ketidakpeduliannya dalam hal ini hanya akan menjatuhkannya saja!’ Lalu, dia melirik Huang Miaoling yang sedang menutup mata, terlihat begitu tenang. ‘Atau tidak ….’ Dia menghela napas, menyadari satu hal. ‘Kita sedang membicarakan Liang Fenghong, pria yang berhasil mendapatkan wanita terlicik sepanjang masa.’ Entah apa itu pujian atau makian.


“Itu alasannya keterlibatanmu tidak diharapkan!” Wang Junsi memukul mejanya. Bagaimanapun, Wang Wuyu dan dirinya adalah saudara. Mendengar seorang asing membicarakan saudaranya dengan begitu sepele membuat emosinya menggebu.


Ya, terlebih lagi ‘orang asing’ itu adalah orang yang merebut gadis yang dia sukai.


Di luar dugaan semua orang, sebuah senyuman terlukis di bibir Liang Fenghong. “Sebaliknya, Pangeran Keempat, keterlibatanku tak bisa dihindari.” Dia melanjutkan, “Sebagai seseorang yang tidak terbawa emosi, aku bisa berpikir dengan dingin dan menyadari ada yang amis dari semua hal yang terjadi.” Manik hitamnya terarah lurus kepada Wang Junsi, saling bertabrakan dengan kasar.


“Amis?” Kening Huang Jieli berkerut, tak mengerti.


Huang Qinghao dan Huang Yade saling melirik satu sama lain untuk sesaat, lalu mereka menganggukkan kepala. Sepertinya, kedua orang itu mengerti apa yang dimaksudkan oleh Liang Fenghong.


Huang Yade meletakkan kipas lipat yang sedari tadi menemaninya, lalu dia meletakkannya di meja. Suara kipas yang terbanting itu mengalihkan perhatian semua orang. “Ada yang menyulut Qing Zhuang.”


Wang Junsi mengerutkan keningnya selagi pelipis Shao Yanjun berkedut. Wang Chengliu yang terduduk tidak jauh dari kedua orang itu hanya terdiam dengan mata mengawasi sosok Huang Miaoling dan Liang Fenghong.


Wang Zhengyi terlihat sedang menyesap tehnya. Sekilas, pangeran itu terlihat seakan menikmati tontonan di depannya. Namun, kalau diperhatikan secara jelas, genggamannya terhadap cangkir teh begitu kuat, sebuah cara untuk menyembunyikan emosinya.


Kemudian, Wang Zhengyi melirik ke arah Huang Miaoling. Pangeran itu mengerutkan keningnya. ‘Bagaimana mungkin Miaoling terlihat begitu tenang?’


Setelah Huang Miaoling memutuskan untuk menyokongnya, mata Wang Zhengyi terbuka lebar terhadap segala hal yang terjadi dalam istana. Peringatan yang diberikan wanita itu juga membuatnya semakin waspada terhadap saudara-saudaranya, terlebih lagi Wang Chengliu.


Dibandingkan dengan saudara-saudaranya, Wang Zhengyi memang paling tidak mencolok dan bodoh. Namun, nalarnya masih bekerja.


Bertahun-tahun Wang Chengliu berada di sisi Wang Zhengyi, mendukungnya dalam segala tindakan yang pangeran itu ambil. Dari kecerdasan yang selama ini adiknya itu tunjukkan, bukanlah hal aneh apabila Wang Chengliu mampu membangun koneksi dan akses terhadap informasi dalam Kerajaan Zhou, terlebih lagi ketika segala interaksi Shi dan Zhou dijembatani oleh pria tersebut. Kalau memang Wang Chengliu memiliki ambisi tersembunyi terhadap takhta seperti yang Huang Miaoling sampaikan kepada ibundanya, maka Wang Zhengyi tak akan terkejut bila adik keenamnya itu memiliki sangkut-paut dengan kematian Wang Wuyu serta pengkhianatan Kerajaan Zhou!


‘Berhasil menggeser Adik Ketujuh dari jalur takhta dengan menyingkirkan Li Guifei. Kemudian, meminjam tangan Huang Miaoling untuk membunuh Adik Kelima, sekaligus menyulut amarah Keluarga Yang dan Yang Defei terhadap Keluarga Huang!’ Satu bulir keringat jatuh menuruni pelipis Wang Zhengyi. ‘Mengetahui hal tersebut, bagaimana mungkin Huang Miaoling bisa terlihat begitu tenang?!’ Maniknya bergeser pada Huang Yade. ‘Bahkan Menteri Huang terlihat sedikit pucat ….’


“Kak Miaoling, apa kau baik-baik saja?” tanya Wang Xiangqi mengalihkan perhatian semua orang kepada Huang Miaoling.


Huang Miaoling perlahan membuka matanya. Pancaran kegelapan dari manik sehitam malam itu membuat semua orang bergidik ngeri.


“Han Yu,” Huang Miaoling menyebutkan satu nama, membuat semua orang membelalak, bahkan ekspresi kaget sempat menghiasi wajah datar sang Pangeran Keenam. Wanita itu melirik ke arah Huang Yade. “Istri sah penjahat negara, Li Hongxia, memiliki darah suku Padang Rumput Han, bukan begitu?”


_____

__ADS_1


A/N: Mau pengakuan dosa. Iya, hooh, kemarin sempat salah post di buku sebelah :") Mungkin aku kelelahan. Mohon jangan dihujat. Wkwkw


__ADS_2