Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 169 Sosok Pendamping


__ADS_3

Sedari dulu, Huang Miaoling selalu bertanya-tanya mengenai apakah Wang Chengliu pernah memiliki perasaan untuknya. Di akhir kehidupan pertama, Huang Miaoling mengira jawabannya adalah tidak, ‘tidak’ karena pria itu hanya mencintai takhta.


Akan tetapi, ternyata Huang Miaoling salah.


Sedari awal, Wang Chengliu hanya mencintai satu orang.


Lan’er.


Saat Huang Miaoling terfokus pada kenyataan mengejutkan tersebut, dia merasakan seseorang menggenggam tangannya. Dia pun mengangkat pandangan dan melihat sosok Liang Fenghong tersenyum padanya.


Tatapan pria itu seakan mengatakan, “Aku di sini, apakah masih perlu bagimu memikirkan pria itu?”


Menatap Liang Fenghong, Huang Miaoling tersenyum dan sadar bahwa tidak penting memikirkan masa lalu. Wanita itu pun menatap Lan’er.


“Jadi, setelah mengetahui dirimu tidak terikat dengan Keluarga Huang, dia berbalik menargetkan kami?” tanya Huang Miaoling, melanjutkan pembahasan. “Kenapa?”


Pertanyaan Huang Miaoling membuat Lan’er kembali terdiam. Tampak gadis tersebut merasa kesulitan untuk mengatakan kebenaran.


Namun, adegan di depan mata kembali berubah.


Lan’er pun menjelaskan, “Setelah mengetahui diriku bukan bagian dari Keluarga Huang, Wang Chengliu merasa sangat kebingungan, dan dia pun berakhir mencari diriku.”


Adegan di depan mata menampakkan sosok Wang Chengliu yang menunggang kudanya untuk menyusuri hutan tempat kediaman Lan’er seharusnya berada.


Saat pria itu mencapai tujuannya, dia langsung turun dari kudanya dan berniat untuk melangkah masuk ke dalam kediaman tersebut. Namun, dirinya berhenti saat melihat sosok Lan’er tengah membaca sebuah buku di bawah pohon apel yang berada di tengah halaman.


“Lan’er …,” gumam Wang Chengliu dengan suara rendah, sangat rendah sampai-sampai Lan’er tidak menyadari kedatangannya.


Melihat gadis tersebut masih hidup membuat Wang Chengliu sangat bersyukur. Namun, di sisi lain, kekhawatiran menggerogoti hatinya.


Wang Chengliu teringat dengan bagaimana Lan’er kehilangan nyawanya akibat Wang Wuyu. Hal tersebut menimbulkan ketakutan dalam hati Wang Chengliu, yakin bahwa hal yang sama akan terulang kalau dirinya tidak terlebih dahulu membereskan perihal perebutan takhta!


Alhasil, Wang Chengliu mengurungkan niatnya untuk menemui Lan’er dan malah berbalik pergi tanpa menemui gadis itu sedikit pun.

__ADS_1


Dengan pandangan penuh tekad, Wang Chengliu berujar, “Bagaimanapun caranya, akan kupastikan tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu!”


Liang Fenghong tampak fokus pada sosok Wang Chengliu yang meninggalkan hutan. Pria itu langsung tahu apa yang ada di pikiran sang pangeran keenam di masa itu.


“Aku … bisa mengerti tindakannya,” ucap Liang Fenghong, membuat Lan’er dan Huang Miaoling menoleh. “Tahu bahwa keamanan hanya bisa tercipta dengan kekuasaan, dia pun bertekad menguasai takhta sebelum membawamu kembali bersamanya ….”


Huang Miaoling menganggukkan kepala, lalu mengepalkan tangan. “Dan, karena diriku di masa itu jatuh hati padanya, dia menggunakan perasaan itu untuk mencapai tujuannya.”


Lan’er menganggukkan kepala. Pancaran matanya terlihat sedih selagi dirinya menatap perubahan Wang Chengliu yang menjadi semakin keji dan licik seiring waktu berlalu.


“Saat aku baru bisa terlibat, semuanya sudah terlambat.”


Mata Lan’er memancarkan kekecewaan, terlebih saat dirinya menatap adegan di depan mata.


Tampak Lan’er di kehidupan kedua telah terlepas dari batasan takdir dan baru saja tiba di Kerajaan Shi. Namun, hal pertama yang dia saksikan adalah pernikahan megah Huang Miaoling, gadis yang di kehidupan lalu merupakan keponakannya, dan Wang Chengliu, pria yang sebelumnya menyandang status sebagai suami sahnya.


“Aku bingung, hancur, dan terluka,” jelas Lan’er. “Akan tetapi, yang utama adalah … aku benci.” Wajah gadis itu berubah keruh. “Pada diriku yang dengan mudah dipengaruhi perasaan, dan pada dia yang mempermainkan perasaanku.”


Detik berikutnya, Lan’er menutup mata, menenangkan dirinya kembali.


Adegan di depan mata menunjukkan segala kematian, kehilangan, dan penyiksaan yang terjadi di Kerajaan Shi. Semua diakibatkan oleh siasat Wang Chengliu yang licik dan keji.


“Namun, saat mendengar bahwa Wang Chengliu berhasil menguasai takhta dan berakhir menyiksa Huang Miaoling, aku sadar ada yang salah.”


Tampak sosok Lan’er di kehidupan kedua membaca isi buku miliknya dan mendapati satu kejanggalan dalam cerita.


“Aku pun tersadar bahwa semua kekacauan terjadi karena diriku dan Wang Chengliu yang memiliki ingatan dari kehidupan lalu.” Lan’er menghela napas dan melanjutkan, “Oleh karena itu, aku harus bertanggung jawab dan membenarkan semuanya.”


Tepat pada saat Lan’er mengucapkan hal tersebut, adegan di depan mata tengah menunjukkan bagaimana gadis tersebut menusukkan pedang menembus dada Wang Chengliu di akhir kehidupan kedua.


“Dan, itu berawal dengan diriku yang harus membunuhnya.” Lan’er menatap lurus sepasang manik hitam Wang Chengliu di kehidupan lalu yang memancarkan kekecewaan mendalam saat menatap dirinya. “Termasuk menghancurkan ingatan yang terbenam dalam rohnya.”


Di tempatnya, Huang Miaoling yang baru pertama kali melihat adegan kematian Wang Chengliu di kehidupan kedua tampak kaget. Dia tidak menyangka kematian pria itu sungguh menyedihkan.

__ADS_1


Mati di tangan wanita yang dia perjuangkan sedari awal.


Pengetahuan mengenai masa lalu membuat perasaan Huang Miaoling campur aduk.


Di saat ini, adegan di depan mata telah sampai pada titik Lan’er membentuk perjanjian dengan Liang Fenghong.


“Bayarannya besar, apa kau yakin kau rela?” Tampak Lan’er di kehidupan kedua bertanya kepada Liang Fenghong.


“Bahkan bila nyawaku bayarannya, aku rela memberikan hal tersebut untuk menebus kesalahanku pada Huang Miaoling.”


Saat kalimat itu terucap, Huang Miaoling terkejut melihat sosok Lan’er di kehidupan kedua dengan tega menusukkan pedangnya ke dada Liang Fenghong. Hal itu pun berakhir dengan Lan’er yang menerima serangan dari para pengawal pendamping sang kaisar.


Setelah Lan’er di kehidupan kedua berakhir terjatuh ke tanah dengan darah mengalir deras dari lukanya, gadis di ambang kematian itu menatap ke arah Wang Chengliu, lalu mengarahkan tangannya ke tangan pria tersebut.


Detik tangan Lan’er menggenggam tangan Wang Chengliu, cahaya yang membutakan pandangan mendadak muncul.


Suara batin Lan’er di masa itu bergema kencang seperti tangisan putus asa, ‘Di kehidupan berikutnya, dirimu tidak boleh menyimpan ingatan kehidupan ini dan sebelumnya!’


Kemudian, adegan berubah gelap dan kehidupan ketiga pun dimulai.


Lan’er terbangun di tempat yang sama, situasi yang sama, tapi dengan sosok baru yang menemani perjalanannya.


Manik Lan’er di awal kehidupan ketiga tampak terkejut saat dirinya menatap sosok bermata merah yang menyambut kebangkitannya dalam tubuh gadis lemah di gubuk kumuh itu.


Senyuman manis yang terbentuk di wajah serupa dengan sosok yang Lan’er kenali itu membuat sang pencipta membeku di tempatnya.


“Lan, akhirnya kau sadar.”


Kalimat yang terlontar dari bibir tipis tersebut membuat Lan’er di awal kehidupan ketiga mengerjapkan mata dengan bingung.


“Lu … Si?”


___

__ADS_1


A/N: Ada yang tanya kenapa dirangkum, nggak dibuat pelan-pelan. Whelp, sorry guys, kalo bukan karena tuntutan hidup, aku pasti lanjutin cerita ini dengan sukarela, mungkin nggak abis-abis #EH wkwk. Tapi, sayangnya, author memutuskan untuk minggat dari lapak ini for good, jadi mau ditutup aja secepatnya. Yang penting nggak digantung kaliannya.


__ADS_2