
Detik dirinya mengatakan hal tersebut, wujud Wang Chengliu berhambur bagai debu tertiup angin.
Ternyata, sosok Wang Chengliu itu hanyalah bagian dari ilusi ciptaan Lan’er.
“Lan’er!!! Lan’er!!!”
Teriakan memilukan itu membuat semua orang menoleh, mengalihkan pandangan pada adegan dari ingatan kehidupan pertama yang lanjut berjalan.
Sosok Wang Chengliu tengah berlutut di tanah. Di dalam pelukannya, sosok Huang Meilan telah bersimbah darah dengan mata tertutup rapat.
Melihat adegan ini, Liang Fenghong terbelalak. ‘Adegan ini!’ Pria itu yakin, ini adalah adegan yang terjadi dalam mimpinya beberapa waktu lalu.
Adegan di mana dirinya sebagai Menteri Jiang menemukan Huang Meilan yang sekarat dan berakhir menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh Wang Wuyu!
Menyaksikan pemandangan tersebut, Lan’er pun berujar, “Memiliki ribuan penjaga tidak menjadikan istana tempat teraman di dunia. Sebaliknya, istana menjadi tempat di mana kematian merupakan hal yang sangat wajar terjadi.”
Lan’er menoleh ke arah Huang Miaoling.
“Dirimu seharusnya paling memahami hal ini.”
Huang Miaoling mengepalkan tangannya. Dia tentu paham mengenai apa yang terjadi.
Sengaja atau tidak, ingin maupun tidak ingin, seseorang yang menginjakkan kaki di istana pasti akan terlibat perebutan takhta!
“Kenyataan bahwa diriku adalah putri angkat Keluarga Huang di masa itu bisa disamakan seperti pedang bermata dua.”
Lan’er melangkah mendekati sosok Wang Chengliu di kehidupan pertama yang menangisi dirinya, lalu menatap sosok Huang Meilan yang terbaring tak bernyawa.
“Di satu sisi, Wang Weixin tidak bisa secara mudah menyentuhku dan mengganggu Wang Chengliu bila tidak ingin memicu amarah Keluarga Huang.”
Lan’er mencoba menyentuh sebuah kain biru yang terselip di antara jari-jari Huang Meilan, tapi jari-jarinya malah menembus benda tersebut.
“Di sisi lain, aku menjadi ancaman yang harus disingkirkan bagi mereka yang menginginkan takhta.”
Liang Fenghong menggertakkan giginya. “Oleh karena itu, tidak lama setelah dirimu datang ke istana, seseorang langsung berusaha menyingkirkanmu.”
Mendengar ucapan Liang Fenghong, Lan’er menegapkan tubuhnya dan berbalik menatap pria tersebut sembari tersenyum tipis. “Kurang-lebih seperti itu.”
__ADS_1
“Kurang-lebih?” Huang Miaoling terlihat bingung.
Huang Miaoling ingat dengan cerita Liang Fenghong perihal mimpi yang dia alami beberapa hari lalu. Demikian, dia yakin bahwa pembunuhan Huang Meilan oleh Wang Wuyu terjadi karena pria tersebut tidak ingin Wang Chengliu menjadi saingannya untuk takhta.
Tunggu … ada yang salah.
Sejak kapan Wang Wuyu ingin menguasai kerajaan dengan menduduki takhta?
Detik berikutnya, Huang Miaoling mendengar suara Lan’er berkata, “Bagi seseorang yang seumur hidupnya hanya ditemani ketidakadilan dan siksaan, menemukan kebahagiaan sama dengan suatu keajaiban.” Pandangan gadis itu tampak serius. “Menurutmu, apa yang akan terjadi kalau kebahagiaan itu berujung direbut atau dihancurkan oleh orang lain?”
Tanpa perlu berpikir lama, Huang Miaoling pun menjawab, Balas dendam.”
Tepat setelah Huang Miaoling mengatakan hal tersebut, Lan’er mengayunkan tangannya lagi, mengubah adegan untuk yang kesekian kalinya.
Tampak sosok Wang Chengliu berakhir membunuh satu persatu orang-orang yang di matanya paling menginginkan takhta. Wang Zhengyi, Li Hongxia, bahkan Wang Xiangqi. Semua tersangka dipilih berdasarkan manipulasi Wang Wuyu!
Ketika Wang Chengliu hampir membunuh Wang Junsi, Jiang Feng yang baru saja kembali dari mengurus masalah di Kerajaan Wu menyatakan kebenarannya.
“Orang yang membunuh Huang Meilan adalah Wang Wuyu!”
Mendengar pernyataan itu, Lan’er mengernyitkan dahi. “Sebuah keputusan bodoh,” komentarnya.
“Memberi tahu Wang Chengliu seperti itu … apa yang diriku di kehidupan pertama pikirkan?!” seru Liang Fenghong, kesal terhadap perkembangan cerita itu sendiri.
Suara tawa kecil pun terdengar, membuat Liang Fenghong menatap Lan’er.
“Apa kau kira semua orang terlahir hebat dan sempurna? Cerdas dan juga bijak?” Gadis itu kemudian menggeleng. “Hanya ketika seseorang telah melakukan banyak kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut, barulah dia bisa menjadi lebih bijak.”
Lan’er menatap Huang Miaoling dan Liang Fenghong.
“Kalian … juga demikian.”
Kemudian, gadis itu menatap bagaimana dalam adegan ingatan yang terputar di depan mata, sosok Wang Wuyu berakhir menguasai Kerajaan Shi dan berujung memusnahkan Keluarga Huang.
Huang Miaoling … juga mati karenanya.
“Walau dirimu berhasil menyelamatkan Wu, lalu menggunakan pasukanmu untuk menjatuhkan Wang Wuyu, tapi Huang Miaoling sudah mati.”
__ADS_1
Lan’er memandang Liang Fenghong. “Bukan hanya dirimu gagal memenuhi permintaanku untuk melindungi Wang Chengliu di masa itu, kamu juga gagal mendapatkan akhir yang bahagia dengan Huang Miaoling.”
Kening Liang Fenghong berkerut. “Jadi, itu alasannya … kamu mengulang kehidupan?”
Lan’er menganggukkan kepala.
“Hanya ketika dirimu dan Huang Miaoling berakhir bersama, barulah aku bisa meninggalkan dunia ini dan melanjutkan perjalananku,” jelas Lan’er.
Kemudian, gadis itu tersenyum pahit.
“Sayangnya, satu kesalahan besarku di kehidupan pertama berakhir menciptakan anomali pada kehidupan kedua.”
Huang Miaoling menautkan alisnya. “Kesalahan … apa?”
Lan’er menundukkan kepala seiring adegan kehidupan kedua dimulai.
“Dendam membara dari kehidupan pertama … memungkinkan Wang Chengliu untuk memiliki ingatan dari masa itu.”
___
A/N: Sesuai janji, author tambahin penjelasan:
Lan'er adalah pencipta dunia Phoenix Reborn. Karena akhir tragis setiap tokohnya, dia terkena hukuman harus memberikan akhir yang bahagia untuk para pemeran utamanya. Dalam Phoenix Reborn, pemeran utama itu ialah Huang Miaoling dan Liang Fenghong. Akan tetapi, kalaupun itu tugas utamanya, Lan'er teringat bahwa ada satu tokoh lagi yang paling membuat Lan'er merasa bersalah, yakni Wang Chengliu.
Coba dipikir lagi cerita hidup Wang Chengliu seperti apa?
1. Lahir sebagai alat balas dendam ibunya.
2. Orang yang dia kira adalah ayah kandungnya\, ternyata sama sekali bukan ayahnya.
3. Sebelum bahkan tahu Wang Chengliu bukan anaknya\, Wang Weixin dengan keji mengirim Wang Chengliu yang masih muda ke medan perang dengan harapan dia mati aja di sana.
4. Jangan lupa bahwa semua orang mencaci Wang Chengliu dari kecil sebagai anak yang nggak pernah diinginkan.
Namun, menyelamatkan Wang Chengliu berujung membuat Lan'er dan pria itu saling melibatkan perasaan. Sebelum kejadian menyelamatkan Wang Chengliu, sebenarnya Lan'er sudah menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk memastikan Huang Miaoling dan Liang Fenghong mendapatkan akhir bahagia. Terlalu percaya diri dan juga dibutakan rasa bersalahnya sama sosok Wang Chengliu, Lan'er berujung menghabiskan waktu empat tahun sama pria itu dan bahkan menerima pinangannya. Padahal, dia harusnya sadar bahwa jatuh cinta dengan tokoh buatannya sendiri itu dilarang dan melawan garis takdir. Alhasil, di malam pernikahan, takdir memulai pemisahan Lan'er dan Wang Chengliu dengan membuat Chenxiao menemukan Chengliu.
Lan'er sempat sadar pertemuan Chenxiao dan Chengliu itu paksaan takdir, makanya Lan'er sempat mau berpisah sama Chengliu. Akan tetapi, melihat pria itu menangis, hati Lan'er nggak tega dan dia pun ke istana dengan pikiran 'nggak apa-apa gw ke istana, toh nanti gw akan ingatkan Chengliu untuk jangan berebut takhta'. Di saat ini, Lan'er lengah, dia lupa tentang karakter si Wang Wuyu yang luar biasa licik. Kena deh kematiannya malah dijadiin alat untuk memanipulasi segala langkah Wang Chengliu.
__ADS_1
Intinya, di kehidupan pertama, Lan'er ditampar kenyataan bahwa dia nggak sepenuhnya memahami karakter-karakter yang dia buat sendiri.