Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 173 Akhir


__ADS_3

“Aku kemari untuk membawakan kabar bahwa … Ayahanda baru saja mangkat,” jelas Wang Qiuhua. “Kakak Pertama telah dititahkan untuk mewarisi takhta.”


Dua hari setelah perang berakhir, Kaisar Weixin dinyatakan mangkat dan digantikan oleh putra pertamanya, Wang Zhengyi. Segala rumor buruk mengenai pangeran mahkota itu pun juga terhapuskan akibat pesan yang Wang Weixin tinggalkan di hadapan orang banyak kepada sang putra.


Di saat-saat terakhirnya, Kaisar Weixin juga sempat menyampaikan kepada putra pertamanya itu bahwa apa yang terjadi sama sekali bukan salah Wang Zhengyi, melainkan karma yang patut diterimanya. Kalimat itulah yang memberikan Wang Zhengyi keberanian untuk kembali melanjutkan tanggung jawabnya sebagai penerus takhta.


Tepat di sore hari upacara kematian sang kaisar dilaksanakan, Wang Junsi, Wang Xiangqi, dan Huang Jieli juga tiba Jingcheng. Hal itu memungkinkan dua pangeran tersebut untuk melihat sang ayahanda untuk yang terakhir kalinya sebelum dia dibakar.


Di akhir upacara, Wang Junsi yang melihat Huang Miaoling dan Liang Fenghong berniat meninggalkan area ritual segera menghentikan keduanya. Pangeran keempat Kerajaan Shi itu membawa keduanya ke area yang lebih santai untuk berbincang mengenai banyak hal.


“Apa rencana kalian berikutnya?” tanya Wang Junsi setelah mereka berbicara untuk waktu yang cukup lama. “Kembali ke Wu dan tinggal di sana?”


Liang Fenghong menatap Huang Miaoling. “Bagaimana menurutmu?”


Huang Miaoling memandang sekeliling, pada semua orang yang dia kenal dan sayangi. Saudara-saudaranya, ayahnya, kakek dan neneknya, juga teman-temannya, semua masih hidup dan aman di kehidupan ini.


Tujuannya memutar kembali waktu … telah tercapai.


“Aku … mengikuti keputusan A Feng,” jawab Huang Miaoling seraya melirik Liang Fenghong. “Ke mana pun dia berniat untuk pergi, aku akan mengikutinya.”


Mendengar ucapan sang istri, Liang Fenghong mengusap kepala wanita itu dan tersenyum. Kemudian, dia menatap Wang Junsi.


“Aku … akan pergi ke tempat tidak ada orang bisa mengenaliku. Aku ingin berbaur dengan rakyat biasa.”


“Apa?” Wang Junsi menautkan alisnya. “Bukankah kau harus membangun kembali Wu? Kau kaisarnya, bukan?”

__ADS_1


Liang Fenghong terdiam sesaat, lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam saku lengannya untuk kemudian diberikan kepada Wang Junsi. “Tidak lagi.” Pria itu menambahkan, “Dirimu … yang akan menggantikanku.”


Menerima gulungan tersebut sekaligus mendengar ucapan Liang Fenghong, Wang Junsi sedikit kaget. “Kau terlalu lelah sampai tidak waras?” balasnya. “Apa sangkut pautnya denganku?!”


Tepat di saat ini, Liang Fenghong menoleh ke satu arah, membuat Wang Junsi mengikuti pandangannya. Pangeran keempat Kerajaan Shi itu pun membeku saat matanya mendarat pada satu sosok yang sedari tadi memerhatikannya dengan mata berkaca-kaca.


“Wu … Meilan …,” gumam Wang Junsi.


Disiram dengan berita kematian sang ayah saat tiba di Jingcheng membuat Wang Junsi melupakan salah satu hal terpenting yang seharusnya dia selesaikan begitu kembali.


Sebelum pria itu bisa bergerak, sosok Wu Meilan telah terlebih dahulu berlari ke hadapannya dan berakhir memeluknya.


“Yang Mulia … kau masih hidup! Kau sungguh masih hidup!” Wu Meilan mulai menangis dalam diam seiring dirinya terus mengucap syukur dalam hati.


Awalnya, Wang Junsi hanya membeku di tempat, tidak berani bergerak. Namun, saat merasakan betapa eratnya Wu Meilan memeluk dirinya, pria tersebut pun membalas pelukan sang tuan putri Kerajaan Wu dengan lembut.


Melihat hal itu, Huang Miaoling dan Liang Fenghong tersenyum. Tidak perlu begitu banyak kalimat untuk mengutarakan perasaan mereka, cukup satu pelukan, dan semuanya sudah jelas.


Dua minggu setelahnya, keluarga kerajaan Shi kembali ke ibukota. Wang Zhengyi secara sah dinobatkan sebagai Kaisar dan memulai tugas pertamanya, yakni membangun kembali kemakmuran Kerajaan Shi.


Sementara itu, Wang Junsi dan Wu Meilan diumumkan akan menikah setelah seratus hari semenjak kematian Kaisar Weixin. Namun, karena Liang Fenghong sudah menyerahkan plakat kekaisaran Wu kepada dirinya, Wang Junsi pun harus lebih awal pergi meninggalkan Kerajaan Shi dan membantu sang istri untuk membangun kembali Kerajaan Wu bersama dengan Li Changsheng.


“Di mana Huang Miaoling dan Liang Fenghong?” tanya Wang Junsi saat dirinya sudah akan berangkat meninggalkan Kerajaan Shi. “Kenapa aku tidak melihat mereka?!” gerutunya dengan wajah kesal, teringat dirinya harus lekas pergi karena Liang Fenghong asal melemparkan tugas kepadanya.


Wang Qiuhua tersenyum simpul dan berkata, “Jangan menunggu lagi, Qiuyue memberitahuku bahwa mereka telah meninggalkan kerajaan lebih dahulu pagi-pagi sekali.”

__ADS_1


“Tanpa pamit!?” seru Wang Xiangqi dengan mata membesar. “Kenapa!?”


Melihat sosok para pria Keluarga Huang yang terlihat memasang wajah gelap, Wang Qiuhua menghela napas.


“Karena mereka tahu tidak akan bisa pergi dengan tenang kalau pamit terlebih dahulu.”


Wang Junsi bertanya, “Mereka pergi ke mana?”


Wang Qiuhua menatap ke kejauhan, seakan menembus gunung dan padang pasir untuk memandang satu tempat tersebut. “Mereka tidak bilang ….”


Di sisi dataran yang lain, tampak sosok Huang Miaoling dan Liang Fenghong tengah berada di atas sebuah tebing tinggi dengan kuda mereka. Matahari yang perlahan terbit dari Timur membuat keduanya terdiam sesaat untuk menikmati pemandangan.


“Hidup tanpa arah, tidak ada rumah, maupun harta, apa kau sungguh tidak keberatan?” tanya Liang Fenghong kepada sang istri.


Huang Miaoling menutup mata dan tertawa rendah. “Dalam dua kehidupan, aku adalah permaisuri kerajaan yang terkurung di istana.”


Kemudian, wanita itu membuka mata, memandang bagaimana padang rumput yang begitu luas berubah sedikit keemasan ketika cahaya matahari mendarat di atasnya.


“Oleh karena itu, kali ini, aku ingin berada di luar tembok istana dan berkeliling dunia.” Dia menatap sang suami dan berucap dengan yakin, “Bersamamu.”


Mendengar hal itu, Liang Fenghong pun ikut tersenyum. “Bersamamu.”


__The End__


A/N: Yeeeyy! Selesaaaii!!

__ADS_1


Thank you untuk semua yang sudah baca sampai sini!! Dan maaf juga karena memang karya ini tidak berakhir dengan cepat dan sesuai harapan. Akan tetapi, semoga endingnya tetap menutup cerita biar kalian nggak merasa digantungin >< Hahaha.


Jangan lupa untuk follow akun IG: LuciferAter untuk tahu buku author yang lain yang mungkin menarik untuk kalian. Bisa juga DM kalau mau dibuatin cerita kayak apa (soalnya mau tamatin buku yang lagi di tempat sebelah dan mulai buku baru. Kali ini mau yang santai dan ringan konflik dulu :") )


__ADS_2