
*Beberapa saat yang lalu*
Langkah kaki yang diambil pria bermahkota itu sungguh lebar, menunjukkan betapa tergesa-gesanya dirinya. Cahaya yang terpancar dari kedua matanya mengekspresikan kekhawatiran yang menggebu-gebu.
Kala dirinya menapakkan kaki dalam halaman sang Putri Mahkota, Wang Zhengyi melihat deretan pelayan berbaris di depan ruangan istrinya itu. Dari wajah-wajah mereka, sang Pangeran Mahkota tahu bahwa para pelayan itu berasal dari halaman Ibu Suri Shen.
‘Sudah tak bisa diselamatkan lagi,’ batin Wang Zhengyi.
Menghina dan melukai Long Momo? Aneh kalau Huang Wushuang masih bisa diselamatkan setelah melakukan kedua hal itu!
Seorang pelayan menyadari kedatangan Wang Zhengyi. Dia segera mempersilakan pangeran itu untuk masuk ke dalam ruangan. “Pangeran Mahkota, Ibu Suri telah menunggumu,” ucapnya.
Detik Wang Zhengyi menginjakkan kaki di dalam ruangan, dia melihat sosok Ibu Suri Shen terduduk dengan wajah suram. Di hadapan wanita tua itu, Huang Wushuang sedang bersujud di lantai. Tubuh rapuh wanita itu bergetar, kentara takut dengan tekanan yang diberikan oleh sang Ibu Suri.
“Ibu Suri.” Wang Zhengyi memberi hormat kepada neneknya.
Mendengar suara sang Suami, Huang Wushuang segera mengangkat kepalanya. Dua matanya membulat dan menatap memelas ke arah Wang Zhengyi. “Suamiku!” rengeknya.
Wang Zhengyi menautkan alisnya, tak percaya Huang Wushuang berani bersikap demikian di hadapan Ibu Suri Shen. Sungguh tidak senonoh!
“Diam!” bentak Wang Zhengyi. “Jaga sikapmu!”
Mata Huang Wushuang melotot. Selama sesaat dia membeku, tidak sepenuhnya percaya bahwa yang baru saja terjadi adalah sebuah kenyataan. Wanita itu tak pernah dibentak oleh Wang Zhengyi di depan umum, ini adalah kali pertama!
Melihat Wang Zhengyi membentak Huang Wushuang, Ibu Suri Shen cukup puas. Wanita itu melirik cucunya dan berkata dengan nada tenang, “Apa kau datang ke sini selagi mengetahui tindakan yang telah dilakukan istrimu, Pangeran Mahkota?” Walau nadanya tenang, tapi pertanyaannya mengandung tekanan yang begitu besar.
Wang Zhengyi membungkukkan tubuhnya. “Aku telah mendengarnya.” Ekspresi pria itu terlihat masam, tak senang dengan kesalahan yang telah dilakukan Huang Wushuang kali ini.
“Kalau begitu, apa kau tahu ini adalah kali ke berapa dia bertindak di luar peraturan?” tanya Ibu Suri Shen lagi.
“Aku tahu,” jawab Wang Zhengyi.
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?” Pancaran mata Ibu Suri Shen seakan ingin melubangi diri Wang Zhengyi.
Wang Zhengyi bisa merasakan hawa panas dari sang Nenek. Kelihatannya, amarah wanita tua itu sudah berada pada puncaknya. “Silakan Ibu Suri menghukumnya,” jawabnya pada akhirnya, membuat Huang Wushuang terbelalak.
Brak!
Ibu Suri membanting telapak tangannya di atas meja dan menuding jarinya ke arah Huang Wushuang. “Menghukumnya?!” Wanita tua itu mendengus. “Aku ingin kau menceraikannya!”
Huang Wushuang sangat terkejut ketika mendengar hal ini. Dia segera menyeret lututnya agar bisa mendekat ke arah Ibu Suri Shen. Sang Putri Mahkota menyentuh alas kaki sang Ibu Suri dan memasang wajah memelas.
“Ibu Suri! Maafkan aku! Aku sungguh tidak berada dalam kondisi terbaik tadi! Aku tidak sengaja! Bukan maksudku melukai Long Momo dengan melemparkan mangkuk obat ke arahnya!” rengek Huang Wushuang tanpa henti. “Aku tak akan melakukannya lagi! Aku—! Ah!”
Ibu Suri Shen tak memberikan kesempatan bagi Huang Wushuang untuk menyelesaikan ucapannya. Dengan kasar, wanita itu menepiskan pegangan sang Putri Mahkota dari kakinya. x
“Jangan sentuh aku!” seru Ibu Suri Shen, dia merasa kotor. “Kau kira aku tak tahu apa yang telah kau katakan? Menuduhku memberikan obat kemandulan?! Yang benar saja?!” Wanita tua itu mendengus. “Dengan kata lain, kau menuduhku sebagai seorang wanita tidak bermoral!”
Huang Wushuang sangat panik. Tak pernah dia dengar sebelumnya ada putri mahkota yang diceraikan! Kalaupun sang Suami tak lagi menginginkannya, paling tidak yang bisa Wang Zhengyi lakukan adalah menurunkannya menjadi selir! Namun, entah itu menjadi selir ataupun diceraikan, Huang Wushuang tak menginginkan keduanya!
Dia harus mencari cara!
Tiba-tiba, Huang Wushuang mendapatkan sebuah ide. “Tidak, Ibu Suri! Seseorang yang menghasutku untuk berpikiran demikian! Aku dijebak!” teriak Huang Wushuang. “Y-Yuanli! Yuanli yang memaksaku untuk mengambil tindakan tersebut!” Dia menunjuk ke arah Yuanli yang berada di pojok ruangan.
__ADS_1
Huang Wushuang tidak berbohong, Yuanli adalah orang yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Kalau bukan karena gadis itu yang memberitahunya bahwa obat dari Ibu Suri Shen adalah obat kemandulan, tak mungkin Huang Wushuang akan menolak meminum obat tersebut dan berakhir berdebat dengan Long Momo sampai melukai wanita tersebut!
‘Kalaupun Yuanli memiliki kemampuan untuk membunuhku, tapi dia belum tentu bisa menyentuhku bila Ibu Suri Shen telah lebih dahulu menanganinya,’ pikir Huang Wushuang. ‘Hah?’ Dia terbingung ketika melihat pancaran mata Yuanli seakan menertawakannya.
Yuanli segera bersujud di lantai. Tubuh gadis itu terlihat gemetar, seakan takut dengan tuduhan Huang Wushuang. Namun, entah kenapa dia tidak mengelak maupun mengatakan apa pun untuk menghapuskan tuduhan majikannya itu.
“Cukup!” bentak Ibu Suri Shen.
Ibu Suri Shen menoleh ke arah Long Momo yang sedari tadi terdiam, menatap luka di wajah wanita itu. Walau telah diobati, tapi ada kemungkinan luka tersebut akan meninggalkan bekas.
Dengusan bisa terdengar dari Ibu Suri Shen seraya dirinya berdiri dari kursinya. Dia kemudian berjalan melewati Huang Wushuang dan berhenti tepat di sebelah Wang Zhengyi.
Tanpa menoleh, Ibu Suri Shen berkata, “Aku percaya bahwa kau akan mengambil keputusan yang bijak, Zhengyi,” dan wanita itu pun pergi meninggalkan pasangan tersebut di dalam ruangan.
Huang Wushuang yang tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi, terbengong. Dia sedikit terkejut bahwa Ibu Suri Shen berakhir meninggalkan dirinya tanpa memberikan hukuman apa pun.
Andai Huang Wushuang tahu kalau alasan Ibu Suri Shen pergi adalah karena … dia telah melakukan semua yang harus dia lakukan.
Huang Wushuang perlahan berdiri. Saat melihat Wang Zhengyi masih mematung di tempat, dia mencoba untuk meraih lengan suaminya.
Tepat ketika jari Huang Wushuang hampir menyentuh pakaian suaminya, Wang Zhengyi menghindarinya. Pria itu melemparkan sebuah pandangan dingin pada wanita itu, membuat Huang Wushuang tertegun.
“Z-Zhengyi?” panggil Huang Wushuang dengan ragu.
Wang Zhengyi beralih kepada Yuanli yang masih bersujud dalam diam. “Yuanli,” panggilnya, telah mengingat nama pelayan tersebut. “Berdirilah.”
Dengan hati-hati, Yuanli berdiri dari sujudnya, menampakkan wajah penuh kekhawatiran. “T-terima kasih, Yang Mulia Pangeran Mahkota,” balasnya.
“Tunggulah di luar,” perintah Wang Zhengyi yang segera dipatuhi pelayan tersebut.
“Kau tak bisa melepaskannya! Dia yang menjebak—!”
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Huang Wushuang, sungguh bertepatan dengan Yuanli yang menutup pintu ruangan sang Putri Mahkota.
“Z-Zhengyi, kau menamparku?” Huang Wushuang melemparkan tatapan tak percaya. “Kau menamparku demi pelayan itu?!” Benak wanita itu sudah meliar.
Ketidakpercayaan menghiasi wajah Wang Zhengyi. “Setelah semua yang terjadi, kau hanya bisa melemparkan sebuah tuduhan tak berdasar kepadaku?!” tanyanya.
Wang Zhengyi tentu tidak semena-mena melakukannya karena Yuanli. Bagaimanapun, Yuanli hanyalah seorang pelayan! Alasan Wang Zhengyi melayangkan tangannya pada Huang Wushuang … adalah karena wanita itu telah mencari masalah dengan Ibu Suri Shen!
“Kau sama sekali tak ada kesadaran mengenai betapa besarnya kesalahan yang telah kau lakukan. Tak hanya satu kali, melainkan dua kali!” bentak Wang Zhengyi.
Hal pertama jelas mengenai tuduhan Huang Wushuang pada Ibu Suri Shen dan perlakuannya pada Long Momo. Lalu, yang kedua merujuk pada tudingan wanita itu pada Yuanli.
Huang Wushuang merasa tertindas. “Yang Mulia, aku dijebak!” Dia menceritakan bagaimana kecurigaannya menjadi keyakinan ketika Long Momo begitu memaksanya untuk meneguk obat tersebut. “Setelah mendengar kemungkinan obat tersebut adalah obat kemandulan, bagaimana mungkin aku masih bisa menelannya!?”
“Tidak berarti kau harus melukai Long Momo dengan melemparkan mangkuk tersebut ke arahnya!” balas Wang Zhengyi. Pria itu menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk berpikir dengan jernih. “Selain itu, Yuanli adalah utusan kakakmu yang terus-menerus menutupi segala kesalahanmu selagi di istana. Semua orang tahu mengenai hal itu.” Dia menggelengkan kepalanya. “Setelah semua yang dia lakukan, kau ingin mengorbankannya? Huang Wushuang, aku tak menyangka kau adalah wanita yang begitu kejam!”
“Menutupi kesalahanku?” Huang Wushuang tak terima dengan pernyataan itu. “Dia adalah orang yang paling senang menyebarkan semua kesalahanku! Dia ingin menjatuhkanku! Sama seperti Huang Miaoling ingin menyingkirkanku!”
Pelipis Wang Zhengyi berkedut mendengar ucapan Huang Wushuang. “Cukup!” bentaknya. “Jangan kau lupa kenyataan bahwa Huang Miaoling adalah satu-satunya alasan Ibunda mengizinkanmu menduduki posisi ini,” ujarnya dengan ketus membuat Huang Wushuang mengepalkan tangannya, tak terima. “Namun, sepertinya kau memang tak pantas menjadi seorang putri mahkota.”
__ADS_1
“Zhengyi, kau—!”
“A Ling!” Wang Zhengyi memotong ucapan Huang Wushuang, tak memiliki waktu untuk dibuang-buang lagi.
Pintu ruangan pun terbuka dan sosok A Ling muncul. “Pangeran Mahkota.” Dia memberi hormat.
“Turunkan perintahku,” Wang Zhengyi memulai. “Huang Wushuang bertindak di luar peraturan dan mencemarkan nama baik keluarga kerajaan. Sesuai dengan persetujuan Ibu Suri Shen, statusnya sebagai putri mahkota akan dicabut.”
Huang Wushuang terbelalak. Namun, wanita itu salah besar kalau dia mengira bahwa Wang Zhengyi sudah selesai.
“Mulai hari ini, Huang Wushuang akan dipindahkan ke halaman selir dan tidak diperkenankan meninggalkan ruangannya!”
“Zhengyi! Kau tak bisa melakukan ini padaku!” ucap Huang Wushuang seraya menggenggam lengan suaminya. “Kita sudah menikah di hadapan papan leluhur!”
Wang Zhengyi menepiskan tangan Huang Wushuang, membuat wanita itu jatuh ke lantai. “Dan itu membuatku malu terhadap para leluhur karena telah memilih wanita sepertimu!” Pria itu pun berjalan pergi, meninggalkan tempat tersebut.
Huang Wushuang yang mematung berusaha mengejar suaminya. Namun, dua pengawal yang berjaga di depan ruangan segera menghentikannya.
“Menyingkirlah!” teriak Huang Wushuang.
Mata kedua pengawal berubah dingin. “Pangeran Mahkota telah menurunkan titah, Selir Huang tidak boleh menginjakkan kaki di luar kamarnya.”
Panggilan ‘Selir Huang’ membuat pelipis Huang Wushuang berdenyut. “Menyingkir!”
Kedua pengawal itu melihat kalau Huang Wushuang tidak akan menyerah. Akhirnya, mereka terpaksa menggunakan sedikit tenaga untuk mendorong wanita itu agar kembali masuk. Kemudian, mereka pun menutup pintunya.
“Keluarkan aku!”
Sembari berjalan, Wang Zhengyi bisa mendengar teriakan Huang Wushuang. Namun, dia tak menghiraukannya. Setelah semua yang telah Huang Wushuang lakukan, akhir semacam ini bukanlah akhir yang mengejutkan.
“Pangeran Mahkota, kenapa kau masih mempertahankannya sebagai seorang selir?”
Saat dirinya baru saja keluar dari halaman Huang Wushuang, sebuah suara mengejutkan Wang Zhengyi. Wang Zhengyi menoleh ke belakang, mendapati sosok Yuanli tengah menyandarkan tubuhnya pada tembok yang membatasi bagian dalam dan luar halaman putri mahkota.
Yuanli menegapkan tubuhnya dan menghadap Wang Zhengyi. “Yang Mulia lupa mengenai apa yang telah dia lakukan?” ujar gadis itu. “Wanita itu telah menyakiti Nona.” Matanya memancarkan rasa tidak suka. “Dia harus membayar lebih.”
Melihat sikap Yuanli yang tidak sopan, A Ling menyentuhkan tangannya pada pangkal pedangnya. Kalau memang diizinkan, pria itu hanya perlu waktu sekejap untuk mengoyak leher pelayan tersebut.
Wang Zhengyi menangkap pergerakan A Ling dan mengangkat tangannya, menghentikan pria tersebut. Lalu, dia menatap ke arah Yuanli. Pandangan pria itu terlihat mematikan.
“Aku menghormati Mingwei Junzhu,” ucap Wang Zhengyi. “Namun, jangan anggap kau bisa bersikap di luar etika, Yuanli,” pria itu memperingatkan. “Ini adalah istana, dan aku adalah pangeran mahkota. Kau sebaiknya bersikap sesuai dengan peraturan yang ada.”
Selama sesaat, Yuanli terdiam. Maniknya beradu dengan Wang Zhengyi. Lalu, dia membungkukkan tubuhnya dan memberi hormat. “Aku mengerti, Yang Mulia Pangeran Mahkota.”
Wang Zhengyi menghela napas, lalu dia berbalik. “Kau bisa berhenti mencobaiku,” ucapnya. “Aku telah melakukan semua yang bisa kulakukan.”
Langkah Wang Zhengyi terhenti selama sesaat, pandangannya terlihat sendu. Kalau bukan karena Huang Miaoling, dirinya mungkin tak akan pernah tahu mengenai kebenarannya. Wanita yang beberapa saat lalu menyandang gelar sebagai istri sahnya … adalah wanita yang sempat berniat mengambil nyawanya untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.
“Sampaikan terima kasihku pada Junzhu. Kali ini, aku sungguh telah berutang budi padanya.” Setelah mengatakan hal tersebut, Wang Zhengyi melanjutkan langkahnya. "Mengenai Li Guifei dan Wang Xiangqi, aku telah menanganinya."
Yuanli mengangkat pandangannya, menatap Wang Zhengyi yang sedang berjalan pergi. Sebuah senyuman tipis menghiasi bibirnya. ‘Sesuai dengan dugaan Nona, Pangeran Mahkota masih memiliki harapan.’
__ADS_1