
“Membenci bangsawan, katanya,” Huang Miaoling mengulangi ucapan Rong Gui, satu tangannya menyisir rambutnya yang tergerai menuruni bagian depan pundaknya. “Akan lebih tepat bila Rong Gui mengatakan bahwa Wang Chengliu membenci dunia,” dengus wanita itu dengan sebuah senyuman sinis.
Liang Fenghong yang baru saja selesai membersihkan diri segera melambaikan tangannya, memberi isyarat pada Qiuyue yang masih menemani Huang Miaoling untuk mundur dan meninggalkan ruangan. Lalu, pria itu meraih sisir dari tangan Huang Miaoling.
Huang Miaoling sedikit terkejut, lalu berkata, “Aku bisa melaku—”
“Aku ingin melakukannya,” potong Liang Fenghong. Setelah melihat Huang Miaoling terdiam dan tak menolak, pria itu pun mulai menyisir rambut istrinya. “Bagaimana menurutmu dengan Penyelidik Rong?” Mata hitamnya melirik ke arah kaca, memperhatikan pantulan wanita yang telah mengenakan pakaian tidurnya. “Bisa dipercaya?”
Sesaat, Huang Miaoling terdiam. Kemudian, wanita itu menganggukkan kepalanya sedikit, “Bisa, terutama dengan besarnya informasi yang telah dia berikan.”
Pandangan Liang Fenghong terjatuh pada rambut Huang Miaoling yang hitam legam, begitu serasi dengan mata bulatnya yang sehitam malam. “Rong Gui berbudi padamu, sungguh sebuah kebetulan yang menguntungkan,” ujar pria itu dengan ekspresi datar.
Ucapan Liang Fenghong membuat ujung bibir Huang Miaoling sedikit terangkat selama sesaat. “Aku tak mengerti maksudmu,” balasnya singkat sembari menutup mata.
Liang Fenghong menghentikan gerakan tangannya, lalu melirik pantulan wajah istrinya dari cermin di atas meja. “Pancaran mata membocorkan emosi, dan gejolak emosi yang berlebihan membongkar niat tersembunyi.” Sebuah senyuman tipis terlukis di wajah pria itu seiring dirinya meletakkan sisir ke atas meja. “Kau sedang memanipulasi pria malang itu.”
Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan.
Senyuman di bibir Huang Miaoling menjadi semakin dalam, lesung pipi yang muncul membuat wajah wanita itu menjadi semakin manis. Namun, bila dibandingkan isi kepalanya ….
Mata Huang Miaoling terbuka dan alis kanannya pun terangkat dengan menantang, “Manipulasi?” senyuman di bibir wanita itu menjadi semakin dalam. Nada bicara yang mengalun dari bibirnya membuat ucapannya terdengar merdu, “Mungkin demikian.”
__ADS_1
Rong Gui, nama itu mengguncang ingatan Huang Miaoling kali pertama dia mendengarnya. Kalau bukan karena nama itu, wanita tersebut mungkin tak akan mengenali sosok cendekiawan yang di kehidupan lalu merupakan salah satu kaki-tangan penting milik Wang Chengliu, Ketua Penyelidik Rong.
Setelah Wang Chengliu berhasil naik ke atas takhta, Li Guifei sempat mengerahkan sebagian kekuatan ayahnya—Li Hongxia—untuk berusaha menjatuhkan sang Pangeran Keenam. Namun, dengan dukungan keluarga Huang dan kecerdasan Wang Chengliu, hal tersebut mampu digagalkan.
Dengan bantuan Rong Gui, Wang Chengliu berhasil menjatuhkan Mu Buhui. Kemudian, Rong Gui yang di masa itu juga menjadi anggota penyelidikan pun menggantikan Mu Buhui untuk menjadi ketua penyelidikan, bukan Wei Shulin yang tidak memiliki andil dalam penggagalan rencana Li Guifei. Lagi pula, selain tidak memiliki andil, memberikan kedudukan kepada Wei Shulin akan memperkuat Keluarga Huang, suatu hal yang tak mungkin Wang Chengliu sukai.
Huang Miaoling tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan Rong Gui yang selalu berkutat dengan penyelidikan, suatu hal yang berada di luar jangkauan wanita itu. Dibandingkan Rong Gui, Huang Miaoling lebih mengenal Chenxiao yang di masa itu menjadi salah satu jenderal tinggi, juga Jiang Feng—Liang Fenghong—yang terlibat dalam pemerintahan.
Pertemuan Huang Miaoling dengan Rong Gui hanya bisa dihitung dengan jari, tapi yang paling membekas adalah ketika dirinya dituduh membunuh janin dalam kandungannya sendiri. Walau Rong Gui adalah bawahan dari Wang Chengliu, Huang Miaoling ingat bagaimana pria itu sempat membela dirinya.
“Yang Mulia, tenanglah. Seorang harimau saja tidak akan membunuh bayinya, terlebih lagi Yang Mulia Permaisuri!” Mendengar Wang Chengliu akan menggulingkan Huang Miaoling, sang ketua penyelidikan itu memberikan nasihat, “Ancaman dari luar masih begitu banyak, mungkin ini adalah jebakan dari musuh semata untuk menciptakan pergejolakan internal, Yang Mulia!”
Namun, pembelaan tersebut berakhir dengan hukuman terhadap sang ketua penyelidikan.
Di masa itu, Wang Chengliu telah sepenuhnya bertekad menyingkirkan Huang Miaoling.
‘Kalau bukan karena aku sempat mengingat cerita Wang Chengliu mengenai pertemuannya dengan Rong Gui, hari itu … mungkin bukan diriku yang membantunya,’ pikir Huang Miaoling dengan mata tertutup, mengingat kejadian di mana Rong Gui memohon pertolongan seorang tabib. Mata wanita itu terbuka, ‘Menyelamatkanmu dari majikan yang begitu kejam, anggap utangku padamu lunas,’ pikirnya.
Menyadari bahwa Huang Miaoling sedikit tenggelam dalam dunianya sendiri, senyuman di wajah Liang Fenghong sedikit menghilang. Kedua tangan pria itu menyentuh kedua sisi wajah Huang Miaoling, seakan meminta perhatian dari istrinya. “Ling’er,” panggilnya. “Lagi-lagi kau tenggelam dalam duniamu sendiri.”
Terkejut dengan tindakan Liang Fenghong, wanita itu pun berdeham dan menyentuh tangan Liang Fenghong, menurunkannya. “Apa yang Kaisar Weixin katakan padamu tadi?” tanyanya, berusaha untuk mengalihkan topik.
__ADS_1
Sekilas, Huang Miaoling bisa melihat kilatan berbahaya dari mata suaminya. Kemudian, Liang Fenghong pun menjelaskan padanya mengenai kondisi mayat Wang Wuyu, membuat mata Huang Miaoling menggelap.
‘Mencabut bola mata dan memisahkan kepala,’ Huang Miaoling membatin. ‘Suku Padang Han sedang menghina Kerajaan Shi sebagai kerajaan yang buta dan tak punya otak.’ Kening wanita itu berkerut, ‘Lalu, bendera Wu yang digunakan untuk membungkus kepala Wang Wuyu ….’
Tepat dengan pikiran Huang Miaoling, Liang Fenghong kembali angkat suara, “Kaisar Weixin berkata bahwa Wu dalam bahaya, dan aku merasa ucapan Rong Gui tadi bukan omong kosong belaka,” ujar pria itu dengan alis bertaut.
Huang Miaoling menghela napas, memutar kembali ucapan Rong Gui di ruang tengah kediaman Liang, “Wu merupakan kerajaan yang mendominasi kekuasaan di antara empat kerajaan besar. Setelah pemberontakan Ibu Suri He, pertahanan Kerajaan Wu berada pada titik terendahnya. Apabila ada tekanan dari luar, sekecil apa pun itu, maka hal tersebut akan menghancurkan topeng perdamaian yang digunakan Kaisar Huatai untuk menjaga ketenangan rakyat.”
“Selain Shi dan Tubo, tak seharusnya ada kerajaan lain yang mengetahui hal ini,” ujar Perdana Menteri Liang, merujuk pada pemberontakan Ibu Suri He. “Pengkhianat bermarga Qiang itu juga telah memastikan tak ada berita yang bisa keluar mengenai pemberontakannya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari serangan tambahan dari kerajaan lain apabila dirinya berhasil menggulingkan Kaisar Huatai.”
Mendadak, ekspresi Liang Fenghong terlihat sedikit suram. “Tidak, masih ada satu kerajaan lain yang mengetahui hal ini,” ucapan pria itu diikuti dengan keheningan, menunggu sebuah kelanjutan, “Zhou juga ikut terlibat.” Liang Fenghong menjelaskan, “Walau tidak secara langsung, tapi Wang Chengliu juga ikut melibatkan kerajaan tersebut.”
Begitu mendengar ucapan Liang Fenghong, suasana di dalam ruangan sekejap menegang. Pada detik itu juga, semua orang memiliki perhitungan mengenai rencana yang berjalan di dalam kepala Wang Chengliu.
Huang Miaoling pun akhirnya angkat bicara, sebuah senyuman pahit menghiasi wajahnya, “Jadi, menghubungi Kerajaan Zhou tidak sekadar membangun sebuah hubungan dengan kerajaan itu, melainkan mempersiapkan sebuah langkah besar lainnya.” Wanita itu kemudian menoleh ke arah Rong Gui, “Apa ini yang ingin kau beri tahukan kepada kami Penyelidik Rong?”
___________
A/N: Hey, guys. Sorry banget author gak update for the longest time ever + without news. Intinya, some things happened, dan yeah, Author jadi gak update. Anyways, jangan khawatir. Sesuai janji, kan akan tetap menyelesaikan cerita ini. Jadi, bagi yang tidak menyerah, you guys are awesome!
__ADS_1