Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 155 Melepaskan?


__ADS_3

“Bagaimana keadaannya?” Sesampainya di gerbang kota, Huang Miaoling menghampiri Langcao yang telah bersiaga di atas tembok. Suasana di tempat itu terasa begitu tegang dan suram.


Kepala Huang Miaoling berputar dan pandangannya menyapu pemandangan di depan gerbang kota. Pasukan Wang Chengliu begitu besar sampai-sampai barisan pasukan pria itu memenuhi pandangannya.


Langcao memberi hormat kepada Huang Miaoling dan membalas, “Pangeran Keenam tidak menyerang, dia terlihat sedang menunggu.”


‘Menunggu?’ pikir Huang Miaoling seraya menatap sosok Wang Chengliu yang ternyata sedang melihat lurus ke arahnya. Hal tersebut membuat ekspresi wanita tersebut berubah buruk.


Di saat ini, Chenxiao memacu kudanya untuk maju, menandakan bahwa dialah perwakilan perang kali ini. “Mingwei Junzhu, bisa-bisanya kau menjadi pengkhianat dan menyandera keluarga kerajaan?! Lepaskan mereka! Jangan membuang nyawa para saudara secara sia-sia untuk keegoisan pribadimu!”


Mendengar kalimat tersebut, beberapa prajurit terbelalak, terkejut dengan usaha Chenxiao yang ingin menjatuhkan status pengkhianat negara kepada keluarga Huang dan Huang Miaoling. Ketika beberapa menoleh untuk melihat reaksi Huang Miaoling, sebagian besar terkejut dengan senyuman yang terlukis di wajah wanita itu.


“Memberikan keluarga kerajaan kepada kalian akan menjadikanku pengkhianat sejati kerajaan!” balas Huang Miaoling seraya mengangkat tangannya, memberikan isyarat kepada para pemanah untuk mengambil kuda-kuda. “Kaisar Weixin masih hidup, tapi kalian menyebarkan berita palsu atas kematiannya dan mengambil kesempatan menaikkan Wang Chengliu ke atas takhta! Siapa sebenarnya yang merupakan seorang pengkhianat?”


Chenxiao menggertakkan giginya dan menunjuk ke arah Huang Miaoling, “Kau—!” Sebuah tangan mendarat di pundak pria itu, membuatnya menoleh dan mendapati sosok Wang Chengliu telah berada di sampingnya. “Yang Mulia …,” ucapnya dengan hormat.


“Huang Miaoling, kau bersikap seakan dirimu yang paling benar dan diriku yang salah, tapi apakah di dunia ini ada hal yang sedemikian pasti?” tanya Wang Chengliu, membuat Huang Miaoling mengerutkan keningnya. “Sedari awal, aku tidak mungkin mengambil tindakan kalau bukan karena Wang Zhengyi melukai Ayahanda. Semua orang menjadi saksi atas kejadian itu! Sebaliknya, kau malah melindungi Wang Zhengyi dan membawa paksa seluruh keluarga kerajaan!”


Huang Miaoling mengepalkan tangannya, merasa begitu kesal bahwa pria itu berencana untuk memakai topeng orang baik untuk mendapatkan jalan keluar. “Wang Chengliu, kau bersekongkol dengan seorang iblis untuk membunuh ayahmu sendiri, semua kau lakukan untuk membalaskan dendam ibumu yang mati akibat Xue Xianfei!”


Ingin sekali Huang Miaoling melontarkan kalimat itu, tapi kenyataannya … semua orang akan berbalik menuduhnya sebagai seseorang yang telah kehilangan kewarasan.


Mendadak, suara decitan nyaring bisa terdengar. Semua orang terkejut dan mengalihkan pandangan pada gerbang yang semakin lama terbuka dengan semakin lebar.

__ADS_1


Perlahan, pandangan Huang Miaoling menangkap sosok Liang Fenghong yang berkuda mendekati pasukan Wang Chengliu. Hal tersebut membuat wanita itu berteriak, “Apa yang kau lakukan!? Kembali!”


Liang Fenghong tidak mengindahkan ucapan Huang Miaoling dan terus memacu kudanya dengan santai, mendekati barisan pasukan Wang Chengliu. Pria itu terlihat begitu tenang, dan hal tersebut membuat istrinya merasa semakin tegang.


“Apa benda itu sudah siap?” tanya Huang Miaoling secara tiba-tiba.


Hal tersebut membuat Langcao mengangguk mantap, “Guru Qing beserta kedua muridnya telah mempersiapkan segala hal, Junzhu. Namun … apakah kita akan menggunakannya? Pandangan prajurit terhadapmu mungkin akan—”


“Lakukan sesuai perintahku,” tegas Huang Miaoling dengan tangan menggenggam kuat pangkal pedang, matanya tidak pernah lepas sedikit pun dari punggung sang suami. “Aku memiliki perhitunganku sendiri.”


***


“Berhenti!” teriak Chenxiao sembari menghunuskan pedang ke arah Liang Fenghong, memperingati agar pria tersebut menjaga jarak dengan Wang Chengliu.


“Kau menginginkan sesuatu,” ucap Liang Fenghong, mengabaikan ejekan pria di hadapannya. “Bukan keluarga kerajaan, bukan juga kejatuhan Jingcheng dan keluarga Huang, terlebih lagi … bukan sebuah benda mati seperti takhta,” imbuh Liang Fenghong. “Apa yang kau inginkan?”


Mendengar pertanyaan Liang Fenghong, senyuman di wajah Wang Chengliu sedikit mereda. Dia memperhatikan saksama pria di hadapannya sebelum angkat bicara, “Aku tidak tahu kalau sebenarnya kau begitu perhatian terhadap diriku, aku merasa begitu tersanjung.”


Melihat bahwa Wang Chengliu tak berniat mengakuinya, Liang Fenghong pun berkata, “Kalau aku bisa memberikan apa yang kau mau, apa kau akan menarik kembali pasukanmu?”


“Lalu memberikan kalian kesempatan untuk mendapatkan bala bantuan dan menyerangku? Tentu saja tidak,” jawab Wang Chengliu diikuti dengan tawa beberapa prajurit di belakangnya.


“Kau mengingat sesuatu,” ucap Liang Fenghong dengan yakin.

__ADS_1


Pernyataan Liang Fenghong membuat hati Wang Chengliu merasa tidak nyaman. Entah apa maksud ucapan pria itu, tapi sepertinya sang Penasihat Liang sungguh mengetahui sesuatu tentang dirinya.


“Aku tidak mengerti maksudmu,” desis Wang Chengliu.


Alis tebal Liang Fenghong menukik tajam, “Apa yang kau inginkan tidak akan bisa kau dapatkan dengan menjatuhkan Jingcheng,” ujarnya. “Kejatuhan sebuah kota tidak akan membuatnya tunduk padamu.”


Sebuah senyuman sinis terlukis di bibir Wang Chengliu, mengira ini usaha Liang Fenghong untuk bernegosiasi dengannya. “Kalau kau memberikan Wang Zhengyi, maka aku akan melepaskan Jingcheng,” balas kaisar muda itu dengan angkuh.


Selama sesaat, Liang Fenghong mendapati kegilaan menyelimuti pandangan Wang Chengliu, dan hal tersebut memberikannya sebuah jawaban. Tangan pria itu menggenggam erat tali kudanya, melampiaskan amarah yang tak mampu dikeluarkan.


“Setelah semua hal yang terjadi, apa yang membuatmu berpikir bahwa negosiasi masih bisa dilakukan?” tanya Liang Fenghong.


“Kalau begitu, aku akan mengubah kalimatku,” ujar Wang Chengliu dengan senyuman yang perlahan menghilang, menyadari dia salah memahami niat Liang Fenghong berbicara dengannya. “Berikan Wang Zhengyi apabila kau masih ingin hidup.”


Pernyataan Wang Chengliu membuat Liang Fenghong menyadari sesuatu, ‘Ternyata, dia masih belum mengetahui apa pun.’ Dia pun membalas, “Kalau aku melakukannya, maka aku akan mati di tangan Huang Miaoling.” Pria itu memutar kudanya untuk kembali ke dalam gerbang, “Lagi pula, kau tidak bisa menjatuhkan kami.”


Melihat kepergian Liang Fenghong, Chenxiao menoleh ke arah Wang Chengliu yang memasang wajah dingin. “Yang Mulia, kau akan membiarkannya pergi begitu saja?” tanyanya. “Ini adalah kesempatan yang begitu baik untuk—"


“Bagaimana menurutmu?” potong Wang Chengliu seraya melirik ke arah Huang Miaoling yang memandangi Liang Fenghong dengan khawatir.


Wang Chengliu menjulurkan tangan ke arah salah satu prajurit di sisinya, lalu sebuah busur dan anak panah pun diberikan kepadanya. Seiring dirinya menarik tali busur, sebuah senyuman buruk terlukis di wajahnya.


“Apa aku sungguh terlihat akan melepaskannya begitu saja?” tanya sang kaisar muda seraya melepaskan sebuah anak panah.

__ADS_1


Melihat hal itu, seorang prajurit dari atas tembok tak elak berteriak lantang, “Penasihat Liang, menyingkir!”


__ADS_2