Phoenix Reborn Book II

Phoenix Reborn Book II
Bab 67 Kaisar Zhou


__ADS_3

“Kedatangan Pangeran Qing Zhuang telah ditunda begitu lama. Namun, sampai sekarang masih belum ada kabar mengenai kapan kunjungannya akan dilakukan.” Liang Fenghong melanjutkan, “Kalau memang Zhou berniat melaksanakan pernikahan, dia tak akan menunda hal tersebut selama ini.” Lalu, dia melirik Huang Jieli. “Kedua, utusan Shi masih belum kembali. Itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam di Zhou.” Kilatan berbahaya terpancar dari mata pria itu. “Dia mungkin sudah mati.”


“Apa?” Huang Jieli terbelalak. “Tapi—!” Ucapannya terhenti ketika melihat Huang Yade mengangkat tangannya, memberikan isyarat baginya untuk diam. ‘K-Kakak Pertama sudah menduganya juga?!’ Pria itu menelan ludah, merasa ada konspirasi besar di balik hal ini.


“Ketiga, serangan Sihan dan Nanhan.” Semua orang segera terdiam mendengar alasan ketiga Liang Fenghong, penasaran bagaimana hal tersebut terhubung dengan Zhou. “Untuk mencapai Kun Lun, rombongan Pangeran Kelima harus melalui padang rumput Han. Demi keamanan, tentu jalur yang diambil merupakan area padang rumput yang berada dalam wilayah Zhou. Hal tersebut dilakukan mengingat Zhou adalah sekutu Shi, bukan begitu?” Dia menatap Huang Qinghao.


“Itu benar.” Huang Qinghao mengangguk.


“Bukankah dengan alasan ketiga saja pertanyaanmu sudah terjawab?” Liang Fenghong melirik Shao Yanjun yang mengerutkan kening, menyadari adanya bulir-bulir keringat yang menghiasi dahi pria tersebut. ‘Shao Yanjun, kau memihak pada orang yang salah.’


Selagi semua pejabat terdiam dan merenungi ucapan Liang Fenghong, Huang Qinghao menatap Kaisar Weixin. Perlu beberapa waktu sebelum akhirnya sang Kaisar memberikan jenderal besarnya itu sebuah anggukan.


“Tuan Liang benar, Zhou bersekutu dengan Sihan dan Nanhan,” ujar Huang Qinghao pada akhirnya.


Pelipis Huang Miaoling sedikit berkedut. ‘Apa Ayah dan Kaisar baru saja mencobai A Feng?’ Dia tidak senang dengan kenyataan itu.

__ADS_1


Sedari awal, Huang Miaoling sedikit bingung mengenai kenapa ayahnya dan Kaisar Weixin tidak mengatakan apa pun untuk mendukung maupun menepis pernyataan Liang Fenghong. Dia tahu jelas bahwa mata-mata Shi tersebar di berbagai daerah. Kalau benar terdapat kejadian besar seperti ini, maka seharusnya para mata-mata itu sudah mengirimkan kabar.


‘Tunggu, tapi kalau benar Zhou berkhianat, seharusnya mata-mata itu mengirimkan kabar sebelum kejadian buruk itu menimpa Wang Wuyu?’ Huang Miaoling mengernyitkan dahi, dia memutar otaknya. Lalu, bayangan hitam menyelimuti pandangannya. ‘Terkecuali pengkhianatan itu pun terjadi secara mendadak dan didasari niat musuh terselubung!’


Selagi ayahnya sedang sibuk menjelaskan mengenai situasi yang ada kepada para pejabat lainnya, mata Huang Miaoling perlahan bergerak ke arah Wang Chengliu. Tertangkap olehnya kalau pria itu juga sedang memperhatikan dirinya penuh makna, manik hitam kecokelatannya memancarkan pandangan berbahaya.


Tak perlu waktu lama bagi Huang Miaoling untuk mengerti mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. ‘Baj*ngan!’


Tahu bahwa Huang Miaoling baru saja tercerahkan, Liang Fenghong segera menggenggam tangan istrinya. “Tenanglah.”


Hati Huang Miaoling berdetak cepat, dan wanita itu menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian menghembuskannya, berusaha menenangkan diri. “Aku terlambat satu langkah,” ucapnya seraya meremas tangan suaminya.


Liang Fenghong tidak mengatakan apa pun. Pandangan yang dia arahkan pada istrinya teralihkan sekilas kepada sosok sang Pangeran Keenam. Kedua pria itu saling menatap dalam diam, seakan melemparkan ancaman bisu terhadap satu sama lain.


“Kita bisa memperbaikinya,” ujar Liang Fenghong seraya menatap ke arah Huang Yade yang sedang menutup matanya dengan alis bertaut, terlihat sedang berpikir keras.

__ADS_1


“Zhou tidak mungkin berkhianat,” ucap Qing Gangtie secara mendadak. “Qing S— Kaisar Zhou tidak mungkin mengambil keputusan seperti. Ini di luar akal sehat!” Terlihat kekhawatiran mendalam terpancar dari wajahnya.


Huang Miaoling tidak terkejut dengan hal itu. Sebagai saudara kandung Kaisar Zhou, Qing Gangtie pasti mengkhawatirkan kondisi kakaknya. Situasi di luar dugaan seperti ini pasti membuatnya bingung dan panik, terutama karena pria tua itu paling mengerti mengenai cara berpikir sang Kaisar Zhou, Qing Shan.


“Kaisar Zhou yang terdahulu mungkin tak akan mengambil tindakan ini.” Semua orang terkejut dan segera menatap ke arah Huang Yade. Pria itu telah membuka matanya, tapi maniknya hanya menatap udara kosong. “Namun, tidak kalau kita sedang membicarakan Kaisar Zhou yang sekarang.”


“Menteri Huang, apa yang sedang kau bicarakan?” tanya Situ Haonan sembari mengerutkan kening. “Kau tidak mungkin berkata bahwa ….” Pria itu tak bisa menyelesaikan ucapannya, menyadari bahwa ucapan Huang Yade bukan omong kosong belaka.


Huang Miaoling menyadari wajah Qing Gangtie memucat. Lalu, pria tua itu menutup mata seraya mengepalkan tangannya, punggung yang biasanya tegap dan kuat itu terlihat membungkuk dan rapuh sekarang. Melihat hal itu membuat Huang Miaoling menggertakkan giginya.


Kaisar Weixin menjadi orang yang menjawab pertanyaan Situ Haonan, “Kaisar Zhou, Qing Shan, telah meninggal.” Dia menambahkan, “Pria yang sekarang kita sebut sebagai Kaisar Zhou … adalah Qing Zhuang.”


 


 

__ADS_1


__ADS_2