
"Maaf aku mengganggu kalian."
Khalista kembali menutup pintu. Andika melangkah kearah pintu, sedangkan Bianca tersenyum tipis melihat kejadian itu. sebenarnya Bianca sudah mengetahui kedatangan Khalista dan sengaja membuat Andika beradegan mesra dengannya.
Ruangan Andika dan Bianca memang menjadi satu, seperti Andika dan Amel kalau itu.
"khalista... "ucap Andika.Khalista menghentikan langkahnya manakala Andika menarik pergelangan tangannya.Andika mengamati wajah cantik yang tampak tersenyum kepada nya.
"Boleh aku menjelaskan sesuatu? "tanya Andika. Khalista menggeleng pelan.
"Jangan menjelaskan apapun,Aku bukan siapa-siapamu.kau boleh melakukan sesuatu sesukamu."jelas Khalista.
Sesak didada membuatnya menghindari Andika. pasangan yang sebenarnya tidak memiliki status membuat Khalista tampak tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan Bianca yang jelas-jelas mendapatkan restu dari ibu Andika.
"Khalista..! "Andika menahan Khalista.
Air mata yang sengaja dibendung tumpah lah sudah, pemandangan yang menampakkan mereka seperti berciuman seakan menodai pandangan mata Khalista, menusuk jantungnya seakan memberikan goresan luka. Andika bukan siapa-siapa tetapi mampu menorehkan luka yang begitu perih dihatinya.
" Apa lagi?"ucap Khalista agak membentak.
suaranya menggema, dia begitu lupa dimana keberadaannya,tujuan awalnya ke Alexander group adalah untuk melaksanakan rapat Akhir yang diajukan pagi ini.Khalista hendak memanggil Asisten dan Sekertaris itu untuk segera merapat.
Saat ini pandangan mata seisi Koridor tertuju kepadanya akibat suara lantangnya.Khalista mengedarkan pandangannya, tampak sekali para staf seolah menertawakannya.
"Apa yang Kalian lihat, kembali ke meja kalian masing-masing."bentak Andika.
Para staf kembali bekerja,meskipun masih terdengar kasak kusuk yang membicarakan mereka.
Khalista menarik tangannya dari genggaman Andika.Berlari menuju kearah toilet yang tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
Andika mengepalkan tangannya, tangis khalista benar-benar membuatnya sesak. ia berjalan kearah ruang meeting yang sudah penuh dengan beberapa orang yang akan mengadakan rapat. Bima, Arjuna dan beberapa staf lainnya.
Bianca yang berjalan dari ruangannya tampak berseri.Melihat pertengkaran 2 insan yang tak berstatus itu begitu membuat hatinya berbunga.
__ADS_1
Arjuna dan Bima memandang kearah Andika yang tampak begitu berantakan.
"Andika, ada apa denganmu? "tanya Bima. Andika menggeleng pelan.Arjuna tampak membisikkan sesuatu kepada Bima.
"Kau bisa lihat, ketika reyhan mencoba mendekati istrimu. Seperti itulah tampang murungmu." ucap Arjuna di telinga Bima. sambil tertawa pelan.
"Enak saja kau membandingkan ku dengan Reyhan. "balas Bima.
"Aku tidak membandingkan mu dengan Reyhan, hanya saja aku yakin, yang membuat muka Asisten mu itu tampak kusut seperti itu karna wanita." ucap Arjuna.Bima mengalihkan pandangannya kearah Andika dan menyimpan sejuta pertanyaan di benaknya.
"Bisa kita mulai? " Bianca membuka pertanyaan.
"Maaf, bisa menunggu sebentar? Sekertaris ku masih belum ada." ucap Arjuna.
Bianca mengangguk pelan.
"5 menit untuk menunggu,Tuan.Masih ada lagi jadwal meeting dengan client lain. " ucap Bianca sambil tersenyum. Arjuna mengangguk lagi.
"Ayolah khalista, jangan lagi masuk kedalam jurang yanga sama. Andika bukan Mico tunangan yang selingkuh kemudian menghancurkan pertunanganmu. Andika patner mu, patner yang meminta bantuan untuk menjalankan misi menggagalkan perjodohan nya. ayolah khalista.... jangan biarkan luka lamamu menghancurkan Misi Andika."
berontak batin khalista. Khalista menghela nafas panjang, merapihkan bajunya,menata kembali make up diwajah nya, dan melenggang pergi menuju ruang meeting.
Khalista membuka pintu ruangan, semua mata tertuju kepadanya. Khalista sedikit tersenyum dan berjalan menuju kearah mejanya kemudian mendudukkan pantatnya di kursi ruangan itu.
"Apa kau sedang tidak baik-baik saja Nona khalista?,jika itu yang terjadi kau bisa istirahat dengan santai di ruang tamu.Aku rasa kau tampak sedikit pucat. "tanya Bianca seolah perhatian dan begitu ramah, namun terasa seperti goresan luka yang menyayat di hati khalista.Khalista menghela nafas panjang.
"Ayolah khalista, jangan Melo. Jangan menggagalkan misi Andika, dan jangan larut dalam situasi ini. " batin khalista.
"Apa aku tampak tidak baik-baik saja Nona? Kau tidak melihat betapa aku sangat bahagia? Sebaiknya segera kau mulai acaranya, bukankah waktu kita sudah tersita untuk menungguku? jangan lagi menyita nya untuk mengetahui pribadiku, jika mau tau tentang diriku. kita lanjut lagi setelah acara."ucap Khalista tak kalah ramah juga.
Ucapan itu membuat Bianca sedikit tersentak.Tetapi menerbitkan senyum dibibir Andika yang dari tadi mengamati tingkah keduanya. Bianca tersenyum singkat kemudian membuka acara ini dengan santun. mereka mendiskusikan sesuatu dan sampai lah di penghujung acara.
"Jadi bagaimana Tuan Bima dan Tuan Arjuna? "
__ADS_1
"Saya sangat setuju dengan ide yang Khalista ajukan.Kita membuat pusat perbelanjaan dengan merekrut karyawan yang berasal dari anak panti yang tersebar di beberapa daerah,jadi kita dengan tidak langsung menopang kehidupan mereka,itu ide yang begitu sangat menarik."ucap Bima.
"Tapi menurut saya kurang maksimal, jika kita Menggunakan jasa mereka Semua Tuan.mengingat data yang ada kebanyakan dari mereka tamatan Sekolah menengah dan masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah.Apa tidak akan menggangu jalannya Misi kita? kita juga membutuhkan mereka yang dari luar panti yang memiliki kemampuan lebih."ujar Bianca, banyak juga yang menyetujui sanggahan Bianca tersebut.
"Menurut saya itu tidak Masalah.Kau bilang kebanyakan dari mereka, Artinya tidak semuanya, ada beberapa dari mereka yang sudah mempunyai pendidikan yang memadai dan mereka itulah yang akan kita rekrut menjadi staf kantor. Misi kita kali ini bukan muluk soal uang dan penghasilan, tetapi bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain, Nona Bianca."ucap Arjuna.
Melihat Bianca yang dari tadi seolah memojokkan Sekertarisnya membuat mulut Arjuna berceloteh ria.Bianca masih tetap tenang.
"Bagaimana menurut Anda, Tuan Andika? " tanya Arjuna yang melihat gelagat Aneh Andika yang mulai tampak mengikuti rapat, berbeda dengan beberapa menit yang lalu.
"Aku setuju dengan pendapat kalian, misi kita kali ini tidak muluk karena uang, sebaiknya jika perlu kita juga memberikan pendidikan disela mereka bekerja, mereka putus sekolah bukan karena kemampuan yang mines, tapi biaya yang tidak memadai. tidak ada salahnya jika kita memberikan kesempatan untuk mereka melanjutkan jenjang kuliah ataupun pelatihan,kita bisa menyediakan wadah bagi mereka untuk itu."Ucap Andika yang memang begitu respek terhadap anak yatim piatu, seperti dirinya dulu yang juga bagian dari mereka.
Ucapan Andika mendapatkan tepuk tangan yang meriah, Andika memang mempunyai pribadi yang baik.semua itu juga berkat Aksa sahabat yang selalu memberikan nasehat rohani yang begitu menyejukkan hatinya.
Khalista tersenyum. namun Ada hati yang terasa sakit melihat kekompakan beberapa orang didepannya.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Di sebuah Rumah yang jauh dari pemukiman, Seorang wanita cantik duduk dengan menyilangkan kakinya menatap kosong didepan. Seseorang datang dengan membawa segelas jus dan menyodorkan padanya.
"Sudah sejauh ini. tapi kau tidak mencoba selangkah lebih maju, apa yang kamu cari Bianca? "ucap orang itu kemudian duduk di kursi putar miliknya.
"Aku benar-benar jatuh cinta padanya, Om."sahut Bianca.Laki-laki paruh baya itu mengepalkan tangannya, hatinya bergemuruh marah, namun mencoba menyembunyikan dari gadis cantik yang duduk didepannya itu.
"Lalu apa kau akan melupakan kesalahan mereka? membiarkan mereka bahagia diatas penderitaan mu? Ibumu meninggal, dan sekarang Ayahmu mendekam di penjara? "
ucap laki-laki itu. Bianca menerawang jauh.
Kebencian pada Keluarga Alexander berawal dari kabar dari orang di depannya. Prayoga kakak Angkat dari Ayahnya menceritakan Fitnah yang ditujukan kepada ayahnya.Sampai sekarang Bianca tidak pernah bertemu dengan ayahnya. untuk menjenguk dan saling berceritapun tak bisa dilakukan. Peraturan lapas yang begitu ketat menurut penuturan Prayoga membuat Bianca tidak bisa berbincang dengan ayahnya.
pertemuan terakhir dengan ayahnya, dengan linangan air mata ayahnya hanya menyerahkan foto pernikahan Bima dan Zahira yang memperlihatkan keluarga yang bahagia, namun belum ayahnya menjelaskan sesuatu, Prayoga datang dan berkata Ayahnya harus segera masuk lagi kedalam tahanan.
🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1