Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 42.cemburu buta


__ADS_3

Si cerewet Aqila dengan segala kehebohan nya sudah berangkat ke mol 2 jam lalu dengan Zahira,perdebatannya dengan Bima yang membuat pusing menyebabkan Zahira mengajak Aqila ke mol lebih awal. saat ini Bima berada didalam Apartemen,wajahnya sumringah membayangkan betapa beraninya dia mengecup singkat bibir istrinya. ya dirinya menyadari jatuh cinta pada Zahira, sosok istri yang selalu sabar memberinya sebuah perhatian, memberikan cinta yang tulus, sosok istri yang memberikan ketenangan disetiap ucapannya.


Bima benar-benar diliputi dengan cinta, ia berhasil memahami perasaannya, berhasil membuka hati untuk menerima Zahira. ia berhasil belajar melupakan masa lalu, dan meyakinkan dirinya sendiri,entah sejak kapan, ia benar-benar tergila-gila oleh istrinya.2 jam ditinggal Zahira bagaikan sehari tak bertemu, iapun bergegas ingin menemui istrinya, ia menancap gas mobilnya menuju ke mol.


😍😍😍😍😍


2 jam berkeliling mol membuat Aqila dan Zahira kelelahan, beberapa paperbag berjejer rapi diatas meja. Zahira hanya menggelengkan kepalanya.mereka menunggu pesanan makanan, yang tadi mereka pesan.


"Aqila, kamu bilang kebutuhan kuliah mu yang banyak, ini kenapa hanya ada baju dan beberapa gaun, bahkan kebutuhan kuliahmu tidak ada 1/4 dari belanjaanmu"


Aqila hanya cengengesan memandang kakak iparnya. saat itu pelayan datang dan memberikan pesanan mereka.


"kakak, kalo aku bilang sama papa mau belanja, mana ada papa kasih aku uang lebih, yang ada papa mengomel sehari semalam tidak ada ujungnya.. "


ucapnya sambil menyantap makanan favoritnya. Zahira hanya tersenyum melihat ulah adik iparnya.


"Tadi aku melihat kak Andika, aku menghubunginya untuk menemui kita"


"kak Andika? Ngapain dia kesini?


" kakak nggak tau aja sih tiap minggu kak Andika rajin ke mol. kalo tidak ke mol juga ke swalayan, kak Andika itu sayang sekali sama ibu nya, setiap minggu kak Andika pulang kampung menjenguk ibunya makanya membeli sesuatu untuk ibunya "


"kak Andika benar-benar orang yang baik, orang sabar dan penyayang, entah kenapa kakak merasa nyaman saat bersamanya, dia adalah sosok kakak yang baik untuk adiknya"


"ya,, Kakak benar, aku dekat dengan kak dika,tentunya selain kakak ku yang menyebalkan seanterio jagad itu"


Zahira tertawa mendengar celoteh Aqila, tak lama dari itu Andika datang ia membawa beberapa paperbag ditangan nya.


"hai,,sudah selesai makan?" tanya nya.


"sudah, kakak mau makan?

__ADS_1


tanya Aqila"


"kakak sudah makan, lebih baik kita pulang saja, takutnya kakak mu menunggu, kau harus tau kakak mu itu aneh akhir-akhir ini"


Aqila tertawa, ia pun tau arah pembicaraan Andika. mereka bertiga berjalan menuju parkiran, tetapi tiba-tiba Aqila bertemu dengan temannya, ia pun berhenti sejenak,Andika dan Zahira berjalan bersama.


"Dimana temanmu yang cerewet itu? "


"khalista??


" iya,, siapa lagi"


mereka tertawa bersama.


"kenapa kakak mencarinya? kakak merindukan nya??


Andika tampak tersenyum. namun ia menggelengkan kepalanya.


mereka Lagi-lagi tertawa bersama, setelah sampai diparkiran, Andika membantu Zahira memasukkan belanjanya. saat itu sebuah tangan kekar menarik lengan Andika, Andika terkejut, saat itu juga bogem mentah mendarat di pipinya,Andika tak tinggal diam, ia membalas nya, namun yang membuat nya terkejut adalah ketika dia sadar bahwa yang memukulnya adalah Bima, lagi-lagi Bima menyerang,mau tidak mau andika melindungi dirinya, Zahira menganga tak percaya ia segera mendekat,mencoba melerai bos dan asistennya itu.


"Hentikan"


Zahira berteriak panik, namun Bima maupun Andika tidak merespon Zahira,Zahira mendapat bogem mentah di pipinya dari Bima, ia memegang pipinya, namun Andika dan Bima masih saja melanjutkan aksinya. saat itu bagian keamanan dan security mol berdatangan, banyak orang yang menyaksikan aksi mereka, banyak juga yang mengambil gambar, bahkan mengambil Vidio perkelahian itu. Aqila yang mengetahui banyak orang berkerumun segera mendekat. wajahnya panik melihat perkelahian kedua kakaknya.


Aqila menarik tangan Andika bersama dengan security, begitu juga Zahira,mereka melerai perkelahian itu,setelah terkondisikan, security mengkondisikan kerumunan dan membubarkan mereka.


perkelahian itu sampai ditelinga Tuan Alexander,merekapun berbondong-bondong menuju rumah utama,karna bodyguard Tuan Alek menggelandang mereka menuju rumah utama.


"Apa-apaan kalian ini, benar-benar memalukan"


" bukan dengan berkelahi cara menyelesaikan masalah,kalian itu sudah dewasa, apa masih kurang kalian berkelahi dari kecil,?

__ADS_1


Bentak papanya panjang lebar,Bima dan Andika hanya diam, sedangkan zahira dan Aqila saling menenangkan diruang keluarga, mamanya mengobati luka dipelipis Zahira.


"Selesaikan masalah kalian, Papa pusing melihat tingkah konyol kalian, benar-benar memalukan"


Tuan Alex meninggalkan keduanya. mereka saling diam.


"Apa kau tau kesalahan mu?


tanya Bima dingin.


" Tidak, aku tidak tau, aku tidak melakukan apapun. "


jawab Andika, Bima mengepalkan tangannya geram.


"Kau mendekati istri orang lain, selalu mencari kesempatan mendekatinya, mencoba merayunya, bahkan kau mendapatkan hadiah darinya, apa namanya kau tidak melakukan kesalahan?


Bentak Bima, Andika baru menyadari arah pembicaraan Bima, ia tersenyum sinis.


" Apa kau cemburu? "


Bima menarik kerah Andika, Andika menghempaskan tangan Bima, dia tersenyum sinis.


"Aku sudah katakan, Aku tidak bermaksud merebutnya, aku hanya ingin melihat nya bahagia,hanya itu"


"kau itu manusia menyedihkan,Aku tidak sudi, mempekerjakan manusia licik seperti mu, pergi dari hadapan ku jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapan ku"


Mata keduanya merah berkaca, Andika menatap wajah didepannya, ia mengangguk.


"Setidaknya aku bahagia, kau memukulku, kau hampir menghabisi dengan tanganmu, hanya karna cinta mu pada istrimu, semoga kau bahagia, maafkan aku tuan Abimanyu"


Andika melepaskan id card, kesekertarisan Alexander group dan meletakan di telapak tangan Bima, ia menepuk pundak mantan tuanya dan berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2