Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
141.S2.Kamu cantik


__ADS_3

Bima mengangguk pelan dan melangkahkan kakinya menuju kearah paviliun lagi. Andika mengikuti langkah Bima.Keduanya berjalan kearah kamar Bianca dan mengetok pintu kamarnya.


"Bianca... keluarlah."teriak Bima.


Bianca yang masih berdiri didepan pintu hanya terdiam.


"Bianca..."panggilnya lagi.


"Pergilah... jangan menggangguku.Aku tidak akan berubah pikiran Tuan.Kasihani aku,aku berjanji tidak akan mengusik hidup Kalian."ucap Bianca sambil mengusap air matanya.


"Keluarlah,atau aku akan menyeretmu kedalam bui."bentak Bima.Bianca terdiam,bayangan ayahnya melintas difikirnnya.Bianca membuka pintu,dilihatnya 2 orang yang berbaik hati kepadanya itu.


"Berkemaslah,kita segera berangkat.Kesehatan ayahmu menurun,sebaiknya Kau menemuinya."ucap Bima.


Andika yang tidak tau perihal telfon tadi sedikit terkejut.Bianca tak kalah terkejut,menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa ini hanya akal-akalan kalian untuk membawaku kesana?"tanya Bianca Penh selidik.Bima terdiam,sedangkan Andika sudah muak dengan tingkah manusia didepannya.


"Kau pikir kami dirimu,bertindak bodoh untuk menjebak orang lain.Tidak Ada gunanya,lagi pula percuma saja meminta bantuan pada orang yang tak tau berterimakasih seperti mu."ucap Andika,kemudian menatap kearah Bima.


"Bimaa, sebaiknya kita pergi. tidak Ada gunanya berbicara pada manusia sepertinya. Yang penting kau sudah berbaik hati memberitaunya."ucap Andika lagi. Bima mengangguk.Keduanya berjalan beriringan.


Bianca terisyak. Kapan lagi bisa pulang menemui ayahnya, bahkan sepeserpun uang ia tak punya.Kapan lagi bisa kembali ke pulaunya,jika hari ini dia menolak kebaikan 2 tuan muda itu,fikirnya.Bianca menghela nafas panjang.


"Tunggu...!"ucap Bianca.Andika dan Bima menoleh bersama kearah gadis keras kepala itu.


"Aku ikut..."ucapnya.


"Berkemaslah. Aku menunggumu didepan."ucap Bima lagi.Andika Dan Bimaa berjalan ke dan menunggu didepan.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan?ternyata Bianca juga menolak permintaan kita. "ucap Andika. Bima diam.


"Sudahlah,nanti kita fikirkan lagi.kau jangan kawatir.Aku harap Bianca berubah pikiran.Jika tidak,terpaksa aku juga akan melaporkannya, kita serahkan pada hukum sepenuhnya."ucap Bima. Andika mengangguk kemudian meraih ponselnya.


Andika mencari kontak "sayangku"dan memanggilnya.Rasa rindu menggebu, berharap emosinya akan mereda setelah melihat wajahnya.


Khalista yang berkutat dengan monitor tak melihat siapa yang menelpon,iapun menggeser tombol hijau dan masih saja mengarahkan pandangannya ke monitor didepannya.


"Halo,ada yang bisa kami bantu?"tanya khalista.


Andika tersenyum melihat wajah cantik itu, terlalu cantik malah.


"Hei,Nona.kau dimana kenapa kau berdandan menor seperti itu? "tanya Andika saat menyadari istinya begitu cantik dengan polesan make up tebal.


Khalista terkejut, suara itu milik suaminya dan dia baru menyadari sesuatu.Khalista meninggalkan monitornya,berjalan kearah jendela yang berada dibelakangnya.


"Mas...kamu yang menelpon.Aku Kira siapa."ucap Khalista,jantungnya berdetak tak karuan takut Andika akan menanyakan hal yang membuatnya bingung.


"Aku di butik, membantu mama."jawabnya.Hatinya ser-seran takut salah bicara. Andika tampak mengamati wajah istrinya.


"Kenapa pake make up tebal seperti itu? "tanya Andika lagi. Zahira yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat wajah bingung kakak iparnya.


"Aku...


"Kak, istrimu jadi bahan percobaan Aqila. Aqila yang memolesinya seperti itu."ucap Zahira dari kejauhan. Sedikit lega khalista mendapat bantuan. Andika menghela nafas panjang.


"Jemput aku nanti dibandara,aku pulang untukmu."ucapnya. Khalista tersenyum.


"Siap Bos.."jawabnya.

__ADS_1


"Bawa mobil sendiri jangan sama adik iparmu."ucap Andika. Zahira mengerutkan dahinya menyambar ponsel khalista dan menatap tajam kakaknya.


"Dasar,sekarang kakak sama menyebalkannya dengan Khalista."ucapnya,Andika terkekeh. Bima yang dari tadi panas telinganya mengambil ponsel Andika dan bertatap muka dengan istri cantiknya..


"Sayang..... "sapanya. Zahira tersenyum.


"Asalamualaikum mas,,mas baik-baik saja? tanyanya.


"Walaikumsalam,, Iya,tadi baik sekarang tidak.kau pasti sama, aku nanti pulang jemput aku aku juga tidak mau semobil sama mereka."ucapnya. Zahira tertawa. sambil melirik khalista yang tersenyum kearahnya.


"Iya nanti aku jemput,Mas..ada kabar?"tanya Zahira.. "


"Nanti aku akan mengatakan padamu, sekarang aku akan mempersiapkan untuk pulang. Jam 3 mungkin sudah dibandara."ucap Bima.Zahira mengangguk.


"Ya sudah.Hati-hati,Mas."ucap Zahira kemudian menyerahkan ponselnya kepada Khalista.


Bima juga menyerahkan ponselnya pada Andika. Kini 2 orang yang saling merindu saling bertatap muka.keduanya tampak senyum-senyum tak jelas.


"Kenapa senyum? "tanya Andika πŸ˜€.Khalista mengalihkan pandangannya menatap awan yang cerah.


"Kenapa mengalihkan pandangan,aku disini."ucap Andika lagi. Khalista tersenyum.


"Aku tak mau melihatmu. "ucap khalista.


"Kenapa, hemm?? "


"Aku malu,katamu aku menor. "jawab Khalista,Andika tertawa.


"Kamu cantik, cantik sekali."ucap Andika,sukses membuat wajah itu bersemu merah.

__ADS_1


πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


yuk like. komen..... ''semangatin aku 😁😁diusahakan Up 2 bab sehari dehhh....


__ADS_2