Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 40.Bima dan Arjuna


__ADS_3

pagi pagi sekali bocah 4 tahun itu bangun, mengerjab ngerjakan matanya.ia pun bangkit dan berjalan menuju kekamar daddynya.


"Mommy,,, mommy dimana? mommy... "


bocah kecil itu membuka pintu kamar daddynya, tampak daddy nya yang sudah rapi memakai jas kerja dan menenteng tas nya.


"sayang, kau sudah bangun?? "


Arjuna memeluk anak kesayangan nya itu.


"Mommy dimana daddy? kenapa tidak ada disini? apa mommy kembali pada Allah?


" sayang,,, mommy ada urusan, mommy harus meninggalkan Reyhan dulu, nanti kalau urusannya selesai Reyhan bisa menemui mommy "


Reyhan menghentak-hentakkan kakinya kelantai. airmatanya membasahi wajah tampan bocah kecil itu.


"Reyhan mau mommy, Reyhan mau mommy, ayo cari mommy, daddy antar aku Cari mommy"


"ya sudah ayo kita cari mommy, tapi jika tidak ketemu Reyhan harus janji pada daddy untuk mau kembali bersama grandma dan bibi. are you oke"


bocah kecil itu mengangguk patuh, ia segera mandi ditemani oleh perawat nya.


"Juna.. maafkan mama, mama tidak bisa membujuk Reyhan sehingga kamu kerepotan"


"tidak apa-apa ma, kenapa juga Juna lupa menanyakan nama dan nomor telponnya. aku jadi bingung sendiri"


ibunya tersenyum.


"kalau jodoh, kalian akan berjumpa lagi"


"daddy,, Reyhan sudah siap"


"juna brangkat dulu ma, asalamualaikum"


"Walaikumsalam, Hati-hati"


😃😃😃😃


saat ini jam menunjukkan pukul 12.00.Zahira berada di Alexander group. menikmati makan siang bersama dengan Bima, amel, Andika dan Dirinya. mereka tampak berbincang,mengobrol dan bergurau bersama. sebentar kemudian seseorang mengetuk pintu dan menyampaikan jika Pak Arjuna menunggu didepan.


"Arjuna? tanya Bima.

__ADS_1


" iya tuan"


"ya sudah, suruh dia masuk"


"Andika, apa aku ada janji dengan nya?


" tidak ada tuan, "


"Ada apa dia kemari? "


sebentar kemudian. Arjuna masuk kedalam ruang istirahat, dia tidak sendiri dia menggendong Reyhan putra kesayangan nya. Zahira membelabak kan matanya. pasalnya Arjuna tadi tidak datang kekantor dan tidak memberi kabar, Zahira pikir Arjuna masih lelah dan masih ingin istirahat dirumah. reyhan tampak menangis matanya bengkak.


Zahira segera berdiri dan mengambil Reyhan dari tangan Daddy nya.


"Ada apa kau kemari? apa kau mau membawa istriku untuk, mengasuh anakmu?


" Mas jangan begitu"


ucap Zahira sambil menenangkan Reyhan yang masih saja menangis.ia mengajak Reyhan jalan-jalan di loby.


"ini karna ulahmu, apa yang kau katakan padanya, kau itu benar-benar menyusahkan ku saja tuan Bima"


Bima tertawa terbahak-bahak. Andika hanya diam memperhatikan mereka, sedangkan amel mengambil minuman untuk tamunya.


" Maafkan aku tuan juna, aku hanya bergurau, "


"kau bilang hanya bergurau? kau keterlaluan, setengah hari aku berputar putar mencari orang yang dia pikir mommy nya, gila,, benar-benar gila"


Andika dan Bima tertawa melihat presiden direktur Arjuna group mengumpat tak karuan.


"dikira mommy? "


"iya,,, kau bilang padanya, aku membawa mommy, saat dibandara dia memeluk wanita cantik dibelakang ku, dia pikir itu mommy nya"


tawa Andika dan Bima semakin nyaring, Arjuna benar-benar kalang kabut dibuatnya.


"lantas kau kesini mau apa?


" aku meminta pertanggungjawaban mu"


"apa?

__ADS_1


" biarkan Reyhan bersama Zahira "


Bima berhenti tertawa. ia mengepalkan tangannya, dan menarik kerah Arjuna.Andika menenangkan bosnya senyum tipis tampak dibibirnya.


"kau itu cemburu, bos,, tetapi sayang kau terlalu gengsi mengakuinya" batin andika.


"Apa maksud mu tuan juna, kau mau merebut Zahira?


Arjuna mengernyitkan dahinya.


" kau tenang,jangan cemburu buta, lepaskan tanganmu"


Bima melepaskan tangannya dari kerah baju Arjuna.


"Biarkan Reyhan bersama Zahira, hanya Zahira yang bisa membujuknya, baby siter dan grandma nya sudah kuwalahan, aku minta izin pada mu agar Reyhan bersama istrimu, aku bukan pembinor, tenang saja, "


"ya sudah, memang anakmu itu selalu ikut Zahira, bukannya sudah dari 2 tahun yang lalu,,, dan disini yang bercita-cita jadi pembinor hanya Andika"


Celetuk Bima, Andika menelan ludah kasar.


"kenapa kau membawa-bawa namaku tuan, aku hanya berharap kebahagiaan nya, tidak bermaksud merebutnya"


Bima memalingkan wajahnya, Arjuna dan Andika sama-sama tersenyum melihat tingkah Bima. tidak lama dari itu Reyhan dan Zahira masuk, Reyhan membawa eskrim dan tersenyum bahagia.


"pak juna, sebaiknya kau membawa Reyhan ke makam mommy nya, aku berfikir mungkin kau lebih leluasa menjelaskan padanya jika mommy nya tidur disana"


"iya, kau benar Zahira, nanti selepas dari sini aku akan kemakam istri ku"


tidak lama dari itu Arjuna benar-benar pamit dan menuju ke makam istrinya.


"Mas,, aku kembali ke kantor dulu"


"iya hati-hati" Bima mencium kening istrinya.Zahirapun berlalu pergi.


Arjuna tersenyum, Bima melirik nya.


"kenapa kau tersenyum? bukankah seharusnya kau cemburu?


" cemburu? aku tidak cemburu, aku bahagia jika melihatnya bahagia "


ujar Andika, Bima mengepalkan tanganya.

__ADS_1


"Tuan Bima, kau mencintai nya, jangan membohongi dirimu sendiri"


"Berhenti menggodaku Andika, aku banyak pekerjaan"


__ADS_2