
"Apa kamu mengkhawatirkan ku?"tanya Bima. membuat Pipi Zahira merah merona.
" Aku..! Zahira menghentikan ucapanya. jari telunjuk Bima mendarat di bibirnya.
"Jangan mengatakan apapun, melihat mu didepanku sudah menjawab segala pertanyaan ku." Bima menatap lembut Zahira,memandang dengan puas wajah Istri yang begitu dia rindukan.
"Apa Kamu sakit, Mas? "
Zahira bertanya,Bima menggelengkan kepalanya menggenggam tangan Zahira mesra, mengajak nya duduk di pinggiran taman itu.
keduanya terdiam. menyelami samudra kecanggungan yang melanda.Sisi galak Zahira menghilang entah kemana.
"Aku...! ucap keduanya bersamaan, setelah 10 menit berlalu dan saling diam. keduanya saling memandang dan tersenyum bersama.
" Sebaiknya kamu yang mengatakan terlebih dulu"Bima mempersilahkan Zahira mengatakan apa yang akan dia katakan.Zahira mengangguk pelan.
"Aku mau pulang mas, kamu boleh disini sampai besok pagi."
Celetuk Zahira, Bima membelabakkan matanya. wajah yang tadinya lembut berubah menjadi dingin.Dia melepas genggaman tangan Zahira.Bima menghela nafas panjang memandang istrinya yang tampak tersenyum jahil.
"Kamu tega membiarkan ku disini sampai besok pagi? "tanyanya.dia pikir Zahira akan mengucapkan hal yang romantis padanya, seperti apa yang akan dia kakatakan.Tetapi sayang apa yang ada difikiranya tak seperti kenyataannya. Zahira melenggang pergi, Bima mengejarnya mengikuti langkah Zahira.
" Sayang, apa kau tidak mempunyai belas kasih untukku? aku harus menginap dimana?"
Tanya Bima, Zahira menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya menghadap kearah Bima. gerakan yang secepat kilat membuat Zahira terhuyung, Bima menangkap tubuh istrinya dengan sigap.adegan romantis ini membuat degupan jantung mereka tak beraturan.Zahira segera bangkit dan memandang Bima.
"Bukan kah kau bisa membeli banyak apartemen disini tuan Bima, kurasa uangmu tak akan habis untuk itu. "
Yang benar saja, Zahira yang tadinya manis dan imut seperti kucing rumahan, kini berubah drastis seperti kucing liar. Bima menghela nafas panjang.meletakkan kedua tangan nya di pundak Zahira.
"Bukan kah kau mengkhawatirkan aku, kenapa sekarang kau tampak tak perduli padaku? "
"Aku perduli karna aku fikir kamu sakit, aku kemari untuk menawari mu bermalam di apartemen ku, tapi ku lihat kamu baik-baik saja. aku mengurungkan niatku untuk memberi tumpangan gratis untukmu. "ucap Zahira sambil menurunkan tangan Bima dari pundaknya.
Zahira kembali berjalan, Bima terus saja mengikuti langkahnya.
__ADS_1
"Oke, aku tidak akan menumpang di apartemen mu Nona,aku akan menumpang di apartemen temanmu saja, pasti dia bahagia mendapat tamu setampan aku"
Ucap Bima, Zahira membelabakkan matanya.Zahira menghentikan langkahnya. Memandang Bima dengan tatapan tajamnya.
"Apa kau pikir bermalam dirumah seorang gadis lebih baik dari pada membujuk ku? Kenapa kamu itu menyebalkan sekali? kamu itu tidak peka sama sekali,selalu saja mebuatku sebal, menginap saja di apartement nya.!
ucap Zahira panjang lebar membuat Bima tersenyum geli. tidak biasanya Zahira akan marah seperti ini,apalagi hanya ingin dibujuk. Zahira, wanita itu biasanya akan selalu sabar menghadapinya,.
"Apa semua ibu hamil membingungkan sepertimu? Tadi menolak aku menginap,dan sekarang kau marah,apa maumu?"
Tanyanya.Membuat emosi Zahira semakin menjadi.bahkan dia menahan sesak didadanya, matanya mulai berkaca.Zahira hanya terdiam. buliran air mata membasahi wajahnya.
"Apa aku membingungkan? apa kamu begitu bingung menghadapiku? Ya sudah pergi saja sana.jangan lagi mencariku,kau boleh melakukan hal yang tidak membuat mu bingung. "
Bima mendekati nya, menarik Zahira dalam dekap hangatnya.Zahira tidak memberontak, dalam isak tangisnya dia merasakan kenyamanan dipelukan Bima.
"Maafkan aku.Sampai disini aku benar-benar sudah membuktikan pada diriku sendiri, jika istriku benar-benar mencintaiku, rasa cintanya untuk tidak pernah berubah.yang ada dipelukan ku adalah Zahira,Zahira yang selau mencintai Bima.dan selamanya akan seperti itu."
Zahira semakin terisak, di dekapan Bima. air matanya tak bisa ditahan lagi membanjiri pipinya tanpa henti. benar apa kata Bima,Cinta Zahira tidak pernah berubah. bahkan mengatakan dia membenci suaminya beberapa jam yang lalu adalah hal yang menyakiti hatinya sendiri.
Bima melepas pelukannya. menghapus air mata Zahira dengan lembut, Zahira mendongak menatap Bima.Bima tersenyum, meraih kedua tangan istrinya. mengamati jari-jari Zahira.disana melingkar sebuah cincin yang dulu diberikan untuk tanda pertemanan mereka.
Bima merasa sesak,membayangkan pernikahan yang begitu berbeda dengan pasangan lainya. jika pasangan lain berbahagia dihari pernikahan nya, tetapi tidak untuk Zahira, gadis cantik didepannya itu bahkan tidur disofa dimalam pertamanya.Bima melepas cincin itu dan melemparkan entah kemana.
"Kenapa dibuang mas? itu adalah pemberian mu, apa aku tidak layak menjadi temanmu lagi?"
Zahira bertanya di tengah isak tangisnya, Bima tersenyum dan kembali menghapus air mata Zahira. Dia merogoh kantong celana nya. kemudian berlutut didepan Zahira. membuka kotak perhiasan dan menyematkan cincin berlian yang indah di jari manis istrinya.
"Kamu tidak layak menjadi temanku, kau itu Nyonya Bima. Istri dari Abimanyu. Maafkan segala kesalahan ku, Sayang.Aku menyesal, benar-benar menyesal, telah menyakitimu selama ini. maafkan aku."
Zahira terenyuh mendengar ucapan Bima.ia menarik Bima untuk berdiri. memandang wajah Bima.mencari sebuah kebenaran disana.Zahira kembali meneteskan air mata.
"Maafkan aku juga, Mas.Aku bukan istri yang baik selama ini.! Bima kembali memeluk Zahira.
"Kamu sangat baik sayang, kamu adalah malaikat tak bersayap yang dikirim Allah SWT yang aku sia-siakan selama ini.Maafkan aku."ucap Bima,Zahira mengangguk.
__ADS_1
"Kita buka lembaran baru sayang. Aku akan belajar menjadi imam yang baik untukmu,belajar menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak."
Zahira hanya terdiam,menikmati kehangatan di dada Bima.kehangatan yang beberapa minggu ini dia cari. Bima tersenyum memandang sosok yang berdiri di balik pohon yang tak jauh darinya.Bianca mengacungkan 2 jempolnya kepada Bima dan tersenyum bahagia.Ya Bianca membantunya mencari ide untuk merayu Zahira,ketika Bima menghilang entah kenapa tadi sebelum makan bersama keluarga Aksa.
"Sebaiknya kita pulang kita lanjutkan diapartemen, lihatlah Nyonya muda banyak orang yang melihat adegan romantis kita.Apa kamu tidak malu?"
Zahira melepas pelukan Bimaa,memandang sekitarnya. yang benar saja banyak orang yang menyaksikan mereka membuat Wajah Zahira merona merah. Zahira memukul pelan lengan suaminya.
"Kenapa tidak mengatakan dari tadi mas? "
Zahira memutar tubuhnya kemudian melangkah menuju apartemen nya.Bima memasukan tangannya ke dalam saku celananya.Berjalan mengikuti Zahira dibelakangnya..
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
Bima menyandarkan tumbuhnya disofa ruang tamu sambil menunggu Zahira yang pamit untuk ganti baju. sebuah panggilan masuk di Ponsel nya. Bima melirik ponsel miliknya. tampak panggilan dari Andika disana. Bima segera menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.
"Halo dik. apa kau merindukan ku? "Candanya. ##Bima
"Jangan bergurau,ada hal yang penting yang harus aku bicarakan. ##Andika.
"Ada apa? #Bima
Penghianat itu kembali beraksi, segera kita tuntaskan? Atau masih mengikuti permainannya? ##Andika
"Kurasa sudah waktunya memberi pelajaran pada penghianat seperti mereka. #Bima
"Baik. aku akan menyelesaikan Besok Tuan Bimaa Selamat malam. #Andika
Andika mengakhiri panggilan nya, Bima menghela nafas panjang.
"Penghianatan tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita lihat saja apa yang bisa kau lakukan, Tuan wisdara,kupastikan kau mendapatkan pelajaran yang setimpal"
Ucap bima sambil mengepal kan tangannya.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Selamat siang para reader.... semoga selalu sehat dan semangat.. jangan lupa tinggalkan jejak... oke. Like comen dan di vote aku bahagia... 🤗😁😁😁