Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
116.S2.Kala itu


__ADS_3

Sayup-Sayup terdengar suara derungan mesin mobil yang berhenti didepan gerbang rumah berlantai 2 di sebrang jalan.Sabrina Khalista Bagaskara, wanita cantik yang itu duduk disofa sambil menunggu datangnya makhluk tampan yang selalu terlibat cekcok denganya.tidak sabar duduk, wanita itu berjalan ke arah pintu masuk.


"Asalamualaikum..., selamat malam."Andika, manusia tampan itu meletakkan tas kerjanya.kemudian mencium puncak kepala wanita di depannya.


"Walaikumsalam, Sudah berapa kali aku bilang jangan mengambil kesempatan menciumku." ucap khalista sambil memandang Andika dengan geram.


"Aku hanya mencium kening mu saja.. kenapa marah seperti itu ." elak Andika.


"Hanya kening? " tanya Khalista. Andika sedikit mengangkat bahunya kemudian melenggang pergi.


"Dasar kecoa..menyebalkan,menjengkelkan,


dan menggelikan pula." ucap khalista berhasil menghentikan langkah Andika.Andika menghela nafas panjang. Kelakuan wanita yang berstatus menjadi istrinya itu benar-benar selalu membuat emosinya diubun-ubun setiap harinya.


"Jika aku kecoa, lalu kamu apa?" Andika memutar tubuhnya, kembali menatap khalista yang menyilangkan tangannya didepan dada.


"Aku manusia,tidak melihat apa jika aku cantik dan mempesona seperti ini." ucap khalista sambil tertawa.


"Iya manusia,tetapi sudah seperti nyamuk saja, mengganggu telinga dan suka menggigit." ucap Andika dan tertawa terbahak. Khalista mengerucutkan bibirnya.


"Apa tidak ada yang lebih jelek dari itu? menyebalkan.lagipula aku tidak suka menggigit." ucapnya.Andika tidak menyahutinya, kemudian memutar tubuhnya menaiki tangga menuju kamarnya.


Khalista mengikuti langkahnya dan mempercepat langkahnya,berhenti didepan Andika. Andika yang terkejut tak menyediakan rem untuk langkahnya menabrak tubuh khalista. keduanya terjungkal.Andika dengan gerakan cekatan menopang tubuh istrinya, keduanya saling berhadapan. dekat, Mata mereka saling berpandangan.


"Hei nyamuk, bilang saja jika menginginkan tidur denganku.kita sudah sah menjadi suami istri, bukankah aku sudah menjelaskan padamu? " Andika tersenyum nakal. membuat khalista tersenyum geli.


"Amit-amit tidur dengan kecoa sepertimu. " ucap khalista.


"Kalian sedang apa? "


suara itu membuat kedua manusia itu menoleh, Andika dan khalista segera bangun.mereka merapikan baju dan rambut yang sedikit berantakan.Khalista mendekati ibu mertuanya dan merangkul pundaknya.


"Ibu, lihat kelakuan laki-laki itu. Dia itu menyebalkan sekali." Khalista mengadu. ibunya hanya terdiam, mengusap pelan pundak khalista.menghadapi situasi seperti ini membuatnya bingung sendiri.


"Andika,khalista.segera bersihkan diri, ibu tunggu kalian di ruang makan segera."ucap ibunya kemudian melenggang pergi.


Andika dan Khalista berpandangan,keduanya masuk kedalam kamar masing-masing yang bersebelahan.


"Kecoa.. jangan lama-lama. nanti ibu marah."ucap khalista sebelum masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Andika mendudukkan pantatnya disofa.bibirnya


tersenyum.ingatannya tertuju pada kejadian 2 bulan yang lalu. kejadian yang membuat kesesakan didalam dadanya ketika nyawa 2 wanita yang begitu dia sayangi hampir melayang.


Zahira,adiknya itu selamat dari maut yang hampir saja merenggut nyawanya.


Khalista,istrinya.wanita itu selamat,meskipun benturan dikepala nya membuat dirinya amnesia.


Khalista hanya mengingat kejadian di mol, saat Andika mengerjai dan meninggalkan khalista.membuatnya berasumsi Andika adalah manusia yang menyebalkan dan songong.


Khalista juga sedikit mengingat ibu Andika mengusap puncak kepalanya. Sehingga, berasumsi ibu Andika begitu menyayanginya.


Andika tertawa, sedikit air mata terbendung dipelupuk matanya.setidaknya masih melihat khalista meskipun dengan keadaan yang begitu menjengkelkan. Andika hanya berharap ingatan istrinya akan segera pulih seperti sedia kala.


Khalista wanita misterius yang berhasil memikat hatinya sejak pertama kali bertemu.


Flashback on..


Kala itu, Awan gelap yang sedikit lagi menurunkan hujan.disana, diujung jalan. seorang wanita cantik dengan gaun indah,sedikit tergesa berjalan menyusuri trotoar.


"Gubrak."


Seorang anak laki-laki kecil,dengan langkah tergesa menyenggol langkahnya.anak laki-laki itu terjatuh dan menangis. Wanita cantik itu membangunkannya, mencoba menenangkannya.


Wanita cantik itu mengajaknya kesebuah minimarket membelikan beberapa makanan untuk si anak kecil.Wanita itu memilih, hingga netranya menangkap makanan yang begitu disukainya.Wanita itu mengulurkan tangannya.


di sampingnya, seorang laki-laki mengambil makanan serupa, dan hanya tinggal satu saja.mereka saling berebut,wanita cantik itu mengamati tampilan orang di sampingnya. memakai topi dan kacamata hitam seolah menyembunyikan wajahnya.


"Ini milik ku. " ucap laki-laki itu.


"Ini milikku. " ucap wanita itu.


"Aku, duluan. " laki-laki itu menyela. Wanita itu menghela nafas panjang.melepaskan tangannya dari barang yang dipegang laki-laki itu.


"Kau tau kecoa? tanya wanita itu.laki-laki yang tak menampakkan wajahnya itu mengernyitkan dahinya.


"Menyebalkan, menggelikan dan menjijikkan. Seperti dirimu." ucap wanita itu tanpa berminat meneruskan perdebatan mereka.wanita itu melenggang pergi.memberikan sekantong besar makanan pada anak laki-laki yang menunggunya didepan.


"Ini untukmu, jangan menangis lagi." ucap wanita itu.

__ADS_1


"Terimakasih, Kak." ucap anak laki-laki kecil itu.


"Sama-sama, jangan menangis lagi.mau kakak antar pulang?" tanya wanita itu. laki-laki kecil itu menggeleng.


"Aku akan pulang dengan kakakku, terimakasih ya kakak cantik."ucapnya.Wanita itu mengangguk dan melenggang pergi.


"Yuda, dari mana mendapatkan makanan sebanyak ini? " tanya seoarang laki-laki yang datang didekat laki-laki kecil itu.


"Itu, kakak cantik itu yang memberikan untuk ku.Kakak cantik itu juga yang mengobati lukaku, Kak. Dia baik sekali, padahal Yuda yang tadi menabraknya. tapi kakak cantik itu tidak marah."ucap lelaki kecil yang berumur 7 tahun itu sambil menunjuk wanita disebrang sana.


Laki-laki itu menoleh, dilihatnya wanita cantik yang sempat berebut makanan dengannya yang ditangkap oleh netranya.Andika tersenyum tipis.


" Kecoa? "gumamnya.


" Kak, Andika membawa apa? "


"Kak Andika juga membawakan banyak makanan untukmu, nanti kamu harus berbagi dengan adik panti lainya. Okey...! " ucap Andika.Laki-laki kecil itu menganguk, dan tersenyum kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke panti.


Flashback off.


Tok.. tok.. tok


Suara ketokan pintu terdengar, menyadarkan lamunan Andika. Andika menyadari dirinya yang belum berganti baju dan membersihkan dirinya.


"Masuk." ucapnya kemudian berdiri.Khalista masuk dan berjalan kearah Andika.Andika melepaskan bajunya, memamerkan tubuh indahnya.membuat khalista sedikit merona.


"Cepetan, ibu bisa marah kelamaan menunggu.Dari tadi ngapain aja sih."gerutunya.Andika hanya tersenyum simpul dan meninggalkan khalista.


Khalista menatap bingkai foto didinding kamar Andika, mengusap dengan pelan. memandang foto pernikahan yang menampakkan wajah sembabnya.


"Pasti aku tidak bahagia waktu itu, lihat saja mataku sembab. bahkan tidak ada senyum di bibir ku." batin khalista.


😍😍😍


Di sebuah rumah sederhana, jauh dari kata mewah. wanita cantik berhijab menimang bayi mungil 2 bulan. Bayi tampan yang begitu menggemaskan.


"Hei tampan... apa Bara merindukan Ayah? " tanyanya pada bayi mungil itu sambil tersenyum,memperlihatkan deretan gigi putihnya.bayi itu menggerakkan bibirnya, seakan menjawab pertanyaan Bundanya.


"Sebentar lagi ayah pulang." ucapnya.

__ADS_1


😍😍😍😍


like comen dan terus dukung aku,, 😍😍😍😍😍


__ADS_2