Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
133.S2.Meninggalkan khalista?


__ADS_3

Andika yang menyaksikan pemandangan itu di pojok ruangan tampak mengusap setitik air mata yang keluar tanpa diminta.


"Ibu aku titip Khalista disini,aku ada urusan sebentar."ucap Andika sambil berjalan kearah 2 wanita itu dengan memakai jaket tebal miliknya. Khalista segera berdiri mendekati Andika.


"Mau kemana,Mas?"tanya Khalista sambil mengusap sisa air mata yang ada dipipinya.


"Aku ada janji sebentar, kamu disini saja temani ibu.Aku akan kembali nanti."ucap Andika. Khalista mengangguk pelan.


Khalista tampak bersedih,rasa hatinya enggan untuk berpisah dari suaminya.Khalista sedikit gusar, ada banyak hal yang ingin dia ungkapkan.Namun ternyata Andika harus pergi meninggalkan dirinya.


"Aku pamit,Bu."ucapnya sambil mencium tangan ibunya,kemudian mengusap pelan puncak kepala Khalista.Andika berjalan,Khalista mengikuti suaminya sampai di parkiran mobilnya.


"Mas,.."sapa khalista. Andika menoleh kearah Khalista yang menampakkan mata yang sembab.


"Hemmm... "


"Kamu akan kembali kan? "tanyanya. Ucapan Andika tadi mengiang ditelinganya. Andika mengusap pelan puncak kepala Khalista.


"Aku akan kembali.Kenapa bertanya seperti itu?"tanya Andika.


"Aku Takut kamu akan ngumpet benaran ."ucapnya.Andika tersenyum.


"Bukankah kamu ingin memastikan perasaanmu?' "tanya Andika. Khalista menundukan kepalanya.Air matanya kembali mengalir.


"Apa kamu tega meninggalkanku? "tanya Khalista.


"Aku hanya sebentar. "ucap Andika. Andika yang menahan sesak dan mendekati istrinya. Menyadari khalista bersedih membuatnya enggan untuk pergi.


"Mas.. Bisakah kamu tetap tinggal.Aku tidak sanggup untuk menunda lagi,aku ingin bilang kalau aku..


belum selesai khalista mengatakan sesuatu, perkataanya harus terhenti karna dering ponsel Andika.Andika tampak menganggukan kepalanya kemudian mengembalikan ponsel kedalam sakunya.


"Aku harus pergi,,Jangan menangis lagi. Aku akan kembali untukmu."ucap Andika kemudian berjalan dan menancapkan gas mobilnya.


Khalista mematung ditempatnya,memandang mobil yang kian menjauh dari pandangan matanya.Khalista memejamkan matanya. menepis semua rasa sesak yang menyeruak dihatinya.


"Ini menyakitkan.Tapi aku akan baik-baik saja sampai kamu kembali lagi dengan membawa sejuta cinta untukku."ucapnya.Khalista kembali melangkah kedalam rumah.Menemani ibu mertuanya yang menyambutnya di pintu utama.


😁😁😁😍


Disebuah tempat rahasia Andika dan Bima berkutat dengan dokumen penting perusahaan Alexander group. Mereka mengumpulkan bukti untuk mengambil kembali perusahaan yang dirintis dengan keringat sendiri sejak Nol walaupun perusahaan itu berasal dari pemberian papanya.

__ADS_1


Mereka memilih jalur hukum untuk menjebloskan dalang dari semua kejadian beberapa bulan yang lalu kedalam jeruji besi. Bagi mereka cukup sudah melihat penderitaan yang dialami oleh Zahira dan Khalista. Mereka tidak mau mengambil resiko kedepannya.Mengambil alih kembali tanpa melibatkan hukum bagi mereka terlalu beresiko,bisa saja pelakunya akan berkeliaran dan kembali membuat keluarga mereka terancam.


"kita sudah mengumpulkan bukti dengan lengkap. Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?"tanya Andika.


"Kita butuh saksi.juga harus tau dalang dari semua ini"ucap Bima.


"Hanya Wisdara dan Bianca, orang yang tau kejelasannya."ucap Andika.


Bima menghela nafas panjang mengingat Wisdara beberapa bulan yang lalu tidak mau menerima tawaran kebebasan yang mereka berikan dan memilih untuk tetap berada didalam penjara.


"Hanya Bianca yang bisa kita harapkan."ucap Bima.


Andika menghela nafas panjang.Bianca wanita yang menyimpan rasa cinta untuknya dan melakukan segala cara untuk mendapatkannya, apa iya dia harus meminta bantuan pada Bianca?


Bianca yang hanya menjadi alat bagi dalang yang sebenarnya sudah menerima hukuman yang setimpal bahkan juga tidak mendapatkan cinta yang dia mau.


Andika menghela nafas panjang, apa tidak akan menjadi masalah jika nanti Khalista sudah mengingat kembali apa yang terjadi,apa masih bisa Khalista menerima cinta Andika,jika waktu itu hanya merasa sebagai pengantin pengganti seperti yang dia sangka?apa dia tega melihat bianca ada diantara mereka?


Andika terdiam sejenak, memikirkan Keadaan ini. Bayangan tangisan khalista menari dibenaknya.bahkan hati Khalista yang tak kunjung dia dapatkan sempat membuatnya hampir menyerah.


"Kenapa Dika.ada masalah? "tanya Bima.


"Baru juga 2 jam.Kau pikir aku tidak memikirkan istriku?bahkan aku memikirkan 2 orang sekaligus. "ucap Bima.Andika menghela nafas panjang.


"Lupakan, jangan bergurau. fikirkan kita harus bagaimana? "ucap Andika.Bima memandang wajah kucel kakak iparnya. sesekali mengusap wajah kasar menghilangkan segala penat yang melanda.


"Bagaimana jika besok kita terbang ke sana?"ucap Bima. Andika melirik adik iparnya.Lagi-lagi hatinya harus ikut merasa sesak dengan ucapan Bima.


"Meninggalkan Khalista?"gumamnya.Andika memejamkan matanya. Ingatannya tertuju pada ucapan khalista yang menginginkannya untuk tetap tinggal.Bersamaan dengan itu juga Andika ingat ucapan Khalista beberapa jam yang lalu.


"Mungkin kamu memang harus ngumpet dulu,biar aku bisa memastikan rindu atau tidak denganmu."ucap Khalista.


Andika sedikit tersenyum. Kemudian mengarahkan pandangannya kepada Bima.


"Kita akan terbang kesana besok."ucap Andika. Bima tersenyum sambil melemparkan bantal sofa kepada kakak iparnya.


"Yakin? "tanyanya.


"Kenapa tidak? "ucap Andika.


"Takut saja kalau kau tidak sanggup menahan adik kecilmu itu mengeluarkan lahar panas."ucap Bima.Andika memelototkan matanya.Bima melirik lagi kearah kakaknya.

__ADS_1


"Jangan bilang sampai sekarang kau masih perjaka!?"tanya Bima.lebih tempatnya pernyataan.Dan pernyataan itulah yang membuat Bima tertawa terbahak sambil menatap kakak iparnya yang tampak sebal.


"Jangan mengejekku."


"Aku hanya salut saja denganmu, kau itu mau menunggu berapa lama?"ucap Bima.Andika menghela nafas panjang.


"Aku hanya ingin dia tidak terpaksa melakukannya. Bukankah kau tau pernikahan kami hanya aku yang merencanakan tanpa persetujuan darinya.Aku tidak ingin membuatnya kehilangan hal yang berharga, jika pada akhirnya khalista tidak pernah bisa melabuhkan hatinya untukku."ucapnya.


Bima menghentikan tawanya. Bahkan dulu tanpa cinta dia mengambil hal yang sangat berharga milik Zahira dan tumbuh Bara yang berada diperut istrinya.Bima menghela nafas panjang, ucapan Andika bagai skak mat yang menggores luka lama dihatinya.


"Apa aku salah bicara? "tanya Andika pada Bima.Bima menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Aku hanya ingat pada Zahira ."Sahutnya. Andika menyandarkan tubuhnya disofa memandang langit-langit rumah sederhana itu.


"Maaf bila aku menyinggung mu. Kita berbeda, aku bukan kamu. Dan Zahira juga bukan Khalista. Kita mempunyai prinsip dan jalan hidup yang berbeda."ucap Andika.Bima menganggukkan kepalanya.


"Bicara tentang mereka apa kau tidak berfikir sesuatu? "tanya Bima sambil menghadap kearah Andika. Andika mengangkat tubuhnya dari sandaran kursi menatap Bima dengan Antusias.


"Jika Seorang Nyonya Tania Alexander bertindak itu artinya Ada udang dibalik kepindahan kita keapartemen."ucap Andika.


"Aku sudah menduga."Sahut Bima. Andika melirik Adik iparnya.


"Jika Nyonya Alexsander sudah bertindak bahkan Tuan Alexander akan diam tak berkutik."ucap Andika.


Fikiran Andika menerawang jauh, ketika dia enggan memberitahu pada siapapun tentang keberadaan Zahira yang meninggalkan rumah waktu itu, Tetapi Nyonya Tania dengan berani datang dan mengintimidasi dirinya seperti buronan dan dengan terpaksa memberi tahukan keberadaan Zahira.Andika tersenyum singkat.


"Mama adalah wanita hebat yang pernah aku temui. Kau tau,bahkan Mama bisa banyak ilmu bela diri yang tidak pernah dia perlihatkan."ucap Andika.


"Kau tau darimana? "tanyanya.Andika menatap kearah Bima dengan sorot mata tajamnya.


"Aku tau,Kau juga harus tau kalau sebenarnya Aqila suka bela diri karna memang mewarisi dari Mama.Hanya saja mungkin mama enggan jika Aqila mempunyai kebiasaan Seperti mama saat Muda."ucap Andika.


"Kau tau banyak tentang Mama, tapi aku tidak tau."ucap Bima.Andika tertawa.


"Itu karna aku adalah asistenmu."ucap Andika kemudian melangkah pergi.


"Asisten menyebalkan yang mempunyai ilmu bela diri jauh lebih baik dariku, apa itu mama yang mengajarkan? "tanya Bima. Andika menoleh kearahnya dan tersenyum sinis.


🤣🤣🤣🤣


jangan lupa like komen dan vote ya....love kalian semua .

__ADS_1


__ADS_2