Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
156.S2.Kehilangan jejak


__ADS_3

Andika masih saja berputar mencari keberadaan Istrinya, namun tak juga mendapatkan keberadaan khalista.Andika mencoba menghubungi kontak khalista dan nihil Khalista tidak menjawab telfon dari Andika.


"Sial.... Kemana kamu pergi?Suka sekali membuatku khawatir."gumam Andika. Andika menancap gas mobilnya,rasa marah,kesal dan khawatir seakan tumpah menjadi satu.Satu jam sudah mencari keberadaan istrinya namun tak juga menemukannya.


Andika yang biasanya sabar seakan emosi.Khalista wanita itu pandai membolak balikan perasaannya.


Beberapa menit kemudian, Andika sudah berada di apartemen.Mencari keberadaan Khalista dan juga tidak ada tanda -tanda Khalista disana.Andika berlari kearah apartemen Zahira. Zahira dan Bima tengah bermain dengan Baby Bara di halaman depan.


"Kakak.... ada apa? Kenapa tampak panik?"tanya Zahira sambil mendekat kearah kakaknya.


"Apa Khalista tidak kesini? "tanya Andika.Zahira mengerutkan keningnya.


"Tadi pagi Khalista kesini. Katanya mau kerumah ibu.Sampai sekarang belum kembali,Kak...."jawab Zahira. Andika menghela nafas panjang.


"Coba hubungi ponselnya,Aku akan menghubungi ibu."ucap Andika yang tampak panik. Zahira mengangguk.


Andika membuat panggilan untuk ibunya.


Halo Assalamualaikum Dika,Ada apa?Apa mantu ibu yang nakal itu sudah mengadu padamu? ####tanya ibunya dengan nada bahagia.


Andika memejamkan matanya,Tak sanggup mengatakan jika ia kehilangan jejak khalista.


Dika, apa kalian baik-baik saja? #tanya ibunya lagi.Andika menghela nafas panjang.


Iya Bu.... Khalista bahagia.Ini Khalista lagi dikamar mandi.####ucap Andika berbohong.


Katakan pada istrimu,ibu akan bahagia jika dia sering -sering kesini.##ucap ibunya.


Iya,Bu.Nanti Andika katakan padanya, sekarang istirahatlah Bu... ###ucap Andika.

__ADS_1


Bahkan ibu saat ini terbayang wajahnya, ibu merindukannya. Padahal seharian ibu bersamanya. Apa ibu boleh bicara dengannya? ##tanya ibunya. Membuat Andika didera rasa khawatir yang berlebihan.


Khalista masih belum selesai, Bu... Nanti Dika akan mengatakan padanya jika sudah selesai. ###ucap Andika.


Ya sudah salam sayang untuk mantu ibu yang nakal itu ya... katakan ibu merindukannya.. ##


Iya Bu, Andika sampaikan nanti.. Assalamualaikum ###


Walaikumsalam ##


"Bagaimana, Kak? "tanya Zahira. Andika menggeleng.


"Ponsel khalista tidak aktif kak."ucap Zahira. Andika mengepalkan tangannya.Menahan rasa sesak yang menyeruak.


"Memangnya kalian dari mana saja? Kenapa bisa terpisah? "tanya Bima yang ikut mendekat kepada kakak beradik itu.Wajahnya tampak panik.


"Apa kau tidak menaruh curiga pada seseorang? "tanya Bima. Andika memgerutkan keningnya,iapun berfikir sesuatu dan melenggang pergi. Bima yang semula tenang memberikan Baby bara pada istrinya dan melangkah pergi mengikuti Andika.


🤗🤗🤗


Khalista terbaring disebuah apartemen,tangan kokoh yang menolongnya adalah tangan dari Micho Aditia Pratama.Beberapa hari ini micho mengabaikan perusahaan dan sibuk mencari keberadaan Taza Alexandra.Pesona wanita cantik itu memikatnya.Rasa penasaran yang menyeruak didadanya seakan memberi keyakinan bahwa Taza adalah Sabrina.


Micho mengamati wajah cantik itu, wajah cantik yang memberikan kenyamanan dihatinya.


"Mau Sampai kapanpun kamu berpura-pura,aku tetap yakin ini adalah dirimu.Sabrina.Aku tau aku menciptakan luka dihatimu,aku akan memperbaikinya."ucap Micho sambil mengusap pelan puncak kepala khalista.


"Kamu yakin akan membawanya pergi,,?"tanya Erik,salah satu teman dekat Micho yang telah menyuntikan obat tidur untuk Khalista.Micho mengangguk pelan.


"Ini akan memberikan masalah dikemudian hari Mico.Pasti keluarganya akan mencarinya."ucap Erik.

__ADS_1


"Aku harus memastikan sendiri,jika dia Sabrina aku akan membawanya pergi menjauh dari papa dan juga Amara,Erik.Aku akan membahagiakan Sabrinaku.Aku tidak peduli dengan keluarganya.Bahkan orang tuanya tidak memperdulikan hidupnya"ucap Micho.Erik menghela nafas panjang.


Deringan ponsel Micho membuat keduanya menoleh bersamaan,Micho mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari sebrang.


"Okey, siapkan semuanya.Pastikan semua aman.Satu jam lagi kita akan pergi."ucap Micho kemudian meletakkan kembali ponselnya.


Micho melirik wajah cantik khalista,dirinya sudah dari pagi menguntit Khalista yang tak sengaja berpapasan dijalan,mengikuti khalista hingga dirumahsakit.Micho menemukan momen berharga dimana khalista terhuyung kemudian menolongnya,membawa Khalista yang tak sadarkan diri menuju ke mobilnya.


😊😊😊


"Bianca..."suara lemah ayahnya memanggil Bianca. Bianca mendekat dan meneteskan air matanya.


"Ayah... Bianca disini... "ucapnya pelan.


"Bianca, Kamu sehat,nak? "tanya ayahnya sambil mengusap pelan wajah Bianca.Bianca memegang erat tangan ayahnya seakan memberi kekuatan kepada ayahnya untuk tetap kuat .Bianca mengangguk pelan.Wisdara tersenyum.


"Bahkan ayah tidak pernah berfikir bisa bertemu lagi denganmu, apa mereka menyakitimu? "tanya Wisdara,Bianca menggeleng cepat.


Wisdara meneteskan air mata,mengusap dengan pelan wajah putri semata wayangnya.Putri cantik yang terpisah lama darinnya.Wisdara meraih putrinya yang terus saja menangis.Bianca meletakan kepalanya diatas dada bidang ayahnya. Ayahnya mengusap dengan sayang rambut putri tercintanya.


"Maafkan ayahmu ini,Nak."ucap Ayahnya.


"Ayah tidak bersalah,Semua ini adalah jalan yang digariskan yang maha kuasa.Yang terpenting kita harus memperbaiki semuanya.Ayah."ucap Bianca.


"Ya... kamu benar,Nak.Lakukan yang terbaik.Kita harus membantu mereka mengembalikan hak mereka,setelah itu kita meninggalkan semuanya.Kita memulai hidup yang baru berdua,Nak."ucap Wisdara.Bianca mengangguk. Tak ada yang lebih indah dari mengihklaskan semua yang terjadi.Bianca Berubah fikiran. ia berfikir akan menemui Andika dan akan bersedia menjadi saksi.


😊😊😊


like komen ya....

__ADS_1


__ADS_2