Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
127.S2.Misi 2 Nyonya muda


__ADS_3

"Ma,sebaiknya kita makan malam dulu. nanti keburu dingin."ucap Zahira. merekapun mengangguk.Berjalan kearah meja dan menikmati makan malam bersama.


Mereka menikmati makan malam dengan menu sederhana,tetapi tetap menikmati makan dengan lahab karna dimasak oleh Zahira dengan penuh cinta.


Setelah memberesi meja makan,Zahira dan mamanya menuju kekamar,bermain dengan baby bara yang beberapa hari ini belajar tengkurap dan menciptakan kelucuan.


"Wahhhhh sudah pandai cucu oma...."ucap mama Tania sambil bertepuk tangan kecil melihat si kecil yang tengkurap sempurna dan mengangkat kepala.bibir lucunya mengoceh ala bayi yang menggemaskan.


"Zahira,Ada yang ingin mama bicarakan denganmu!"ucap mamanya sambil mengusap pelan telapak tangan mungil milik Bara.


Zahira yang semula fokus dengan putranya kini memandang kearah mama mertuanya.


"Apa yang mau Mama bicarakan? "tanya Zahira.Mamanya mengeluarkan beberapa berkas yang memberikan penjelasan bahwa alm Davit, papa dari zahira mempunyai saudara tiri.Anak dari istri kedua kakek Zahira.


"Jadi Zahira punya om? "tanya Zahira sambil tersenyum. Mama Tania mengangguk.


"Ya.Om tiri.Om yang seharusnya menjaga keponakan-keponakannya.Nyatanya hanya ingin menghancurkan hidup kalian."ucap Mama Tania,membuat senyum yang terbit dari sudut bibir Zahira perlahan menghilang.


Zahira memandang kearah mama mertuanya terkejut dengan ucapan yang mengusik hatinya.


"Maksud mama? "tanya Zahira.Mama Tania menggenggam erat tangan menantunya.


"Mama sudah menyelidik lebih jauh tentang asal asul orang yang menjadi dalang dari permasalahan 2 bulan lalu.Tidak lain Adalah saudara tiri papamu,Nak."ucapnya. Zahira menghela nafas panjang.


"Lalu apa yang harus aku lakukan,Ma?"tanya Zahira.


"Bukankah kau tau jika 2 Tuan muda Aleksander bersikeras tidak mau bertindak?"tanya mama Tania.Zahira mengangguk pelan.


"Maka dari itu mama ingin 2 Nyonya muda Aleksander yang akan bertindak."ucap Mama Tania. Zahira mengernyitkan dahinya.


"Nyonya muda Zahira dan juga Nyonya muda Khalista."lanjut mamanya dengan senyuman.


"Ma..mana bisa seperti itu.Lagi pula Baby bara masih kecil,khalista juga masih dalam tahab penyembuhan."sanggah Zahira.


"Kau dan khalista harus berusaha.Baby bara akan aman bersama Mama."ucap mamanya lagi.


"Kalian bekerja dari Butik mama,selain kalian bisa bekerja.Mama juga bisa leluasa menggendong cucu Mama."

__ADS_1


"Lalu bagaimana caranya untuk meminta izin pada Mas Bima,Ma.Khalista pasti juga kerepotan meminta izin dari budhe dan kak Andika."ucap Zahira.


"Kalian tenang saja.Mama Akan meminta Bima dan Andika kembali tinggal di apartemen mereka yang berada didekat Butik.Dan rencana kita akan berjalan dengan lancar, kalian bisa pulang sebelum suami kalian pulang."ucap mama Tania.


"Bagaimana kalau rencana kita ketahuan kemudian mereka marah?"tanya Zahira.


"Mama rasa jika kita berhasil dan kamu juga Khalista baik-baik saja itu tak jadi masalah."ucap Mamanya lagi.


"Kamu dan khalista sangat berpotensi. Mama yakin kalian bisa."ucap namanya sambil mengusap pelan pundak Zahira.


"Zahira, ini bukan tentang harta. tapi bagaimana mereka mengambil dengan cara yang salah.kita harus memberikan pelajaran,jika nantinya kamu ingin memberikan perusahaan pada om mu.Setidaknya itu sudah menjadi keikhlasan Bima,Andika,dan kamu."ucap Mamanya lagi.


"Tapi,Ma."


"Zahira,Mama yakin kalian bisa."ucap mamanya.Zahira menunduk.mau tidak mau iapun mengangguk.Mama tanpa tersenyum kemudian meraih Bara yang sudah tampak kelelahan tengkurap.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Minggu pagi yang begitu mendebarkan saat 2 tuan muda Alexander membantah untuk pindah ke apartemen.Sedangan Nyonya Alexsander bersikeras meminta mereka pindah. Suasana tampak menegangkan saat Mama Tania menggebrak meja menghentikan sanggahan 2 orang didepannya. bahkan Tuan Alex hanya diam mendengar perdebatan istri beserta anak-anaknya.


"Ma.. cobalah mengerti,Bima hanya ingin hidup tenang, bahagia tentram itu saja."ucap Bima.


"Lalu apa kalian lupa Bima,Dika,Kalian punya mama, punya Papa.Kami ini orang tua, mana bisa kami melihat kalian susah,mana bisa kami hidup enak sementara kalian bekerja keras dan tidak mau menerima bantuan dari kami"bentak mamanya.


"Mana bisa kami membiarkan kamu dengan keegoisanmu sendiri dan mengakibatkan mama susah bertemu dengan Bara,mana bisa kami membiarkan keegoisanmu dan mengakibatkan Andika mengikuti jejakmu.Kenapa kamu itu selalu jadi anak yang susah diatur. "ucap mama Tania panjang lebar.


Membuat Bima memejamkan matanya. Zahira menggenggam erat tangan suaminya dibawah meja, memberi kekuatan pada manusia yang dulunya sombong itu.


"Mama tidak mau tau,Kalian harus sudah pindah nanti sore."ucap mama Tania kemudian melenggang pergi menuju kekamar dimana Bara dan Aqila berada.


Tuan Alex menghela nafas panjang. menatap 2 pasang suami istri didepannya.


"Kalian harus menuruti kemauan mama,papa tidak mau jika mama bersedih karna keegoisan kalian.Jika kalian bersikeras menolak bantuan papa tidak masalah,yang penting kalian turuti kemauan mama."ucap papannya kemudian melenggang pergi.Andika dan Bima saling berpandangan.


"Ini gara-gara kamu."ucap Bima sambil menoleh kearah Andika.


"Kenapa menyalahkanku. "ucap Andika.

__ADS_1


"Mama marah karna kau ikut-ikutan tidak mau menerima perusahaan,menyebalkan."ucap Bima.


"Itu karma kamu terlalu sibuk dan membiarkan Mama susah ketemu Bara.Knapa jadi aku yang salah."Sanggah Andika.


"Bisa diam tidak sih, selalu seperti anak kecil.Sebaiknya kita turuti apa kata mama,Tuan Abimanyu dan kau Zahira segera siapkan keperluanmu.Aku dan Andika juga akan segera beres-beres."ucap Khalista.Kemudian menarik tangan Andika pergi menjauh dari Zahira dan Bima.


Khalista dan Andika masuk kedalam mobil,Andika yang tampak emosi hanha diam kemudian melakukan mobilnya.


"Apa seberat itu permintaan mama? "tanya Khalista. Andika terdiam.


"Apa tidak ada sesuatu yang kalian rencanakan? "tanya Andika dan sukses membuat Khalista membelabakan matanya.


"Rencana apa maksudmu? "tanya Khalista balik.Andika mendengus kesal.


"Yakin tidak mau jujur? "tanya Andika lagi.


"Jangan menduga yang tidak berdasarkan fakta, itu jatuhnya fitnah.Bang Dika."ucap Khalista sukses membuat Andika tersedak udara.


"Bang?Memangnya aku penjual bakso,panggil yang lain."ucap Andika.


"Memangnya hanya penjual bakso saja yang boleh dipanggil Bang?Kamu juga gak papa kok." ucap khalista lagi.Andika melirik kearah Khalista,menghentikan mobilnya dipinggiran danau yang memberikan kenangan pertemuan dimalam itu.


Khalista memejamkan matanya, beberapa bayangan melintas difikirannya. Andika membukakan pintu untuk khalista menyadari sesuatu yang lain Andika mengusap pelan pipi istrinya.


"Apa yang kamu fikirkan?"tanya Andika.


Khalista berdiri tegak, memandang Wajah tampan didepannya. Hembusan angin menampar wajahnya,membuat rambut Khalista beterbangan menampakkan wajah cantik yang begitu menghipnotis mata Andika. Andika memegang dagu Khalista mencondongkan wajahnya, mendekatkan kepalanya kearab Khalista.


"Kau itu mau apa? ini di luar,apa tidak malu dipandang banyak orang? "ucap khalista sambil mendorong pelan dada Andika.Khalista melangkah pergi, senyumannya mengembang sedangkan Andika menggaruk kepalanya yang tidak gatal,mengusap wajahnya kasar.


"Ya Tuhan Nikmat mana yang tlah ku dustakan?"ucap Andika pelan.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


happy reading..


Like komen dan votenya ya kakak..😀😀😀😀.

__ADS_1


__ADS_2