
Iya, sama-sama,Bi.Lain waktu aku akan berkunjung.Senang bertemu denganmu."ucap Khalista.Bianca mengangguk dan melangkah pergi.Andika pun kembali melajukan mobilnya.
Mata khalista berbinar menampakkan kebahagiaan yang mendalam.Pandangannya tak beralih dari manusia yang kini ada didepannya.
"Apa aku terlalu tampan,hingga memandangku seperti itu? "tanya Andika.Khalista mengalihkan pandangannya mencoba menyembunyikan rona merah yang jelas terlihat di matanya.
"Terlalu percaya diri."ucap Khalista.Andika tersenyum.
"Percaya diri itu perlu,lagi pula aku bertanya pada istriku sendiri."ucap Andika. Khalista sedikit melirik kearah Andika.Lagi lagi dia harus tersipu malu memandang kearah Andika.
"Mas, memangnya apa yang mas kerjakan di pulau S?"Khalista bertanya sambil memandang kearah depan,mencairkan suasana yang canggung.Berbicara tentang perusahaan,yang dia tau hanya sebuah kebenaran jika perusahaan itu diambil alih dan mencoba merebutnya kembali.
"Aku mencoba mencari saksi untuk menangkap pelakunya.Tapi dia bersikukuh menolaknya."jawab Andika,Khalista menoleh menatap kearah suaminya.Khalista mengangguk,kemudian kembali menatap depan.
"Semoga semua lekas membaik.Kamu harus semangat."ucap khalista lagi.
"Selagi bersamamu aku selalu semangat."ucap Andika. Khalista tertawa.
"Aku rasa Kamu terlalu berlebihan."ucap khalista.
"Aku tidak merasa seperti itu."sanggahnya.
Tak terasa keduanya kini telah sampai diapartemen.Khalista dan Andika segera keluar, mereka menautkan tangan kemudian berjalan kearah apartemen.
Khalista menyeret koper kecil Andika menuju ke kamarnya.Tak lama setelah sampai dikamar, khalista segera membersihkan diri.Seharian bepergian membuat badanya terasa pegal dan lelah.Mandi dengan Air hangat adalah salah satu cara untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
Ceklekkk........
Khalista keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk berwarna merah muda,rambutnya yang basah digulung dengan handuk kecil, memperlihatkan leher jenjang yang menggiurkan.Andika yang berada di samping jendela kini menatap setiap gerakan yang dilakukan makhluk cantik didepannya itu.
Khalista yang mencoba mengeringkan rambutnya terkejut saat menangkap bayangan manusia yang mengamatinya dari pantulan cermin didepannya.Khalista menoleh, Andika tampak menyilangkan tangannya didepan dada. Mengamati setiap gerak istrinya.
"Sejak kapan disitu Mas? "tanya Khalista.debaran jantungnya seakan maraton menatap wajah Andika yang terlihat segar dan tampan,mungkin Andika mandi dikamar tamu karna terlalu lama menunggu khalista berendam.
__ADS_1
"Sejak tadi."jawabnya santai.
Perlahan Andika mendekat kearah khalista,menatap hangat wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdebar.
Khalista terdiam, darahnya seakan berhenti. Khalista membalas tatapan dalam sosok yang 2 malam dirindukannya.
Andika mengusap pelan pipi mulus khalista,Khalista merasakan hawa panas yang menjalar ditubuhnya,seperti sengatan listrik yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak."
"Aku akan ganti baju sebentar, Nanti aku akan segera membuat makanan untukmu."ucap khalista gugup,kemudian melangkahkan kakinya.
Namun dengan gerakan cepat Andika menarik tangan khalista. Membuatnya tertahan ditempatnya.Khalista berhenti,Lagi lagi debaran jantungnya tidak terkontrol.Berdebar tak beraturan.
Khalista menoleh,memutar tubuhnya menatap kearah Andika.
"Aku telah kembali untukmu."ucap Andika.
Khalista terdiam, rasa sesak menyeruak didadanya.Andika perlahan mendekat, mengusap puncak kepala istrinya.Menyelipkan rambut khalista yang basah ditelinganganya.
Andika mendekap erat tubuh sintal istrinya. Khalista merasakan kebahagiaan,dan haru yang bersamaan didalam hatinya.Membuat sesak didadanya,buliran bening jatuh dipipinya.
Khalista terdiam membeku.Dia benar-benar bahagia,rindu yang menggebu seakan sirna karna perlakuan perlakuan lembut suaminya. Andika mengusap air mata khalista.
Andika mengangkat dagu Khalista.Keduanya saling menatap dalam, Melihat bibir merah muda membuat gejolak rasa yang menyeruak dihati keduanya.
Perlahan khalista mengalungkan tangannya dileher Andika.Andika semakin tak bisa mengendalikan dirinya mendapati wajah menggiurkan itu ada didekatnya.Keduanya saling menatap dalam, semakin dalam dan semakin panas.
Andika mulai mendekatkan bibirnya,tubuh khalista mulai menegang dan memanas. Desakan hasrat aneh membuat keduanya tak ingin menjauh.Pada akhirnya kedua bibir mereka bertemu,tubuh mereka sedikit bergetar merasakan sensasi panas dingin yang melebur menjadi satu.Baru kali ini hasrat itu muncul bersamaan dari keduanya, hingga mereka terbuai menikmati indah dunia malam ini.
Ciuman itu semakin memanas,memberikan kenikmatan yang berlebih disertai dengan perasaan rindu yang membuncah dari keduanya.Mereka terhanyut dalam manisnya surga dunia.
Jika dulu khalista selalu memberontak dan menolak, kali ini Khalista menikmati betapa indah dan betapa manis manusia menyebalkan yang kini berstatus menjadi suaminya itu.
Tidak ada alasan untuk memberontak,hatinya benar-benar jatuh kedalam pesona manusia tampan yang dengan sabar menghadapi dirinya.yang dia inginkan saat ini adalah berada dalam pelukannya dan Kasih sayangnya.Khalista merasakan kenyamanan dan ketenangan.
__ADS_1
Ciuman itu semakin liar, Andika menarik tali handuk yang melilit ditubuh istrinya.Khalista terkejut dan melepaskan ciuman panas itu,karna pasokan oksigen habis mungkinπππkhalista menatap kearah Andika. Andika membalas tatapan lembut istrinya.Wajah keduanya tampak bersemu merah.
"Aku harus memasak,Bukankah kamu lapar,Mas."ucap khalista sambil melangkah mundur. Andika mengamati wajah istrinya yang tampak merona malu.
"Aku memang lapar, tapi aku tidak berselera makan."ucap Andika santai. Khalista mengernyitkan dahinya.
"Lalu?"tanyanya.
"Malam ini aku ingin melahabmu saja."ucap Andika sambil menyeringai tipis.Wajah Khalista sedikit bersemu merah,iapun mendorong tubuh Andika pelan kemudian berlalu.
Lagi-lagi Andika menarik tangan Khalista, Iapun mengangkat tubuh istrinya didalam gendongannya.Khalista terkejut,melingkarkan tangannya dileher Andika dan menggerakkan kakinya.
Andika membawa istrinya ke ranjang, meletakkan dengan pelan istri cantiknya itu. Iapun naik keatas tempat tidur dan meletakkan kepalanya di pangkuan Khalista.
Keduanya saling berpandangan. tenggelam dalam bahtera yang memuat kerinduan yang penuh dengan cinta. Khalista mengusap pelan kepala suaminya,memberikan sensasi yang aneh pada tubuhnya.
"Apa kamu sudah siap? "tanya Andika dengan senyum indahnya.
"Apa? "tanya Khalista sambil menatap tajam kearah Andika.
"Aku suamimu, Nona Sabrina Khalista Bagaskara.Kamu tidak boleh menundanya terlalu lama. Bukankah kamu sudah jatuh cinta padaku? "ucap Andika sambil mengusap pelan pipi khalista. Khalista sedikit tersipu,bulu halusnya meremang mendengar ucapan Andika.
"Aku.... "khalista memejamkan matanya.Bibirnya seakan menolak tetapi tubuhnya seakan berkhianat. Setelah hal panas tadi, tubuhnya seakan meminta lebih dari itu.
Andika mengangkat menggenggam tangan Khalista yang berada di atas dadanya.
"Jika kamu belum siap,jangan membangunkannya dengan mengusap-usap dadaku.itu menyikasaku."ucap Andika kemudian menata tubuhnya,memunggungi Khalista.Khalista terdiam,menatap punggung Andika.
Perlahan khalista ikut berbaring didekat Andika.Khalista memejamkan matanya.
"Aku tau kamu juga menginginkannya...Nona Khalista.Aku bisa merasakannya."ucap Andika. Khalista yang tadinya memejamkan matanya kini membuka matanya. Andika sudah ada didepannya, Wajah tampannya tersuguh dihadapannya.
πππππ
__ADS_1
πππππππ