
"Yasudah,Mas.aku temenin ibu dulu.Sampai jumpa nanti.asalamualaikum.I love you."ucap Khalista kemudian menutup ponselnya.Hatinya berbunga dia bahagia.
"Walaikumsalam, I love you too."balas Andika sambil tersenyum.
Khalista mengikuti langkah mertuanya.iapun mengamati dokter yang sedang memeriksa keadaan bu Marni.
"Bagaimana keadaan ibu saya,Dok?"tanya khalista. Dokter Maya tersenyum.
"Ibu baik-baik saja,Nona.Tapi...."
"Tapi apa,Dok?"sahut khalista antusias.
"Ibu mungkin banyak pikiran sehingga membuat tekanan darahnya tinggi."ucap Dokter Maya.Khalista mengusap pundak ibunya.
"Ibu... jangan memikirkan apapun!"ucap khalista lagi.Ibunya menggeleng.
"Mungkin ibunya menginginkan sesuatu, Nona.Mungkin dengan menuruti keinginan ibu bisa membuat darahnya menjadi stabil."ucap Dokter maya lagi. Khalista mengangguk.Khalista menatap ibunya dengan lembut.
"Ibu jangan sampai sakit. Katakan apa yang ibu inginkan?"tanya khalista.Ibunya hanya diam.Dokter Maya hanya tersenyum melihat interaksi kedua orang didepanya.
"Ibu, jangan sungkan. Ayo katakan,Khalista akan berusaha menuruti permintaan ibu."ucapnya pelan.
"Sungguh? "tanya ibunya meyakinkan. Khalista mengangguk mantab. Bu Marni tersenyum.
"Ibu kepingin menimang cucu.... "🤣🤣🤣🤣🤣.ucap Bu Marni. Bu Marni mengutarakan keinginannya, karna tadi dirumah khalista tidak menjawab keinginannya hanya tersenyum senyum saja.
Uhukkk ...uhukkkkk.....
Khalista tersedak udara, Bu Marni mungusap pelan pundak Khalista. Sedangkan Bu Maya menahan senyuman melihat tingkah 2 orang didepannya.
"O... jadi ibu kepengen menimang cucu? "😀😀😀.ucap Dokter maya sambil melirik Khalista yang menampakkan wajah merahnya.
"Iya,Dok.Wajarkan?saya itu sudah tua.Mau menunggu berapa lama lagi?"ucap bu Marni.
"Ibu....... "ucap Khalista sambil menahan malu.Seolah melarang ibunya mempermalukan dirinya didepan Dokter Maya.
"Nona,kemauan ibu sesederhana itu loh... apa tidak kasian melihat ibu sampai sakit begini menginginkan cucu."😃😃😃ucap Dokter Maya sambil tersenyum.
"Ya Tuhan..... Kenapa aku bisa terjebak dalam situasi yang menggelikan seperti ini."batin Khalista.
"Ibu.. ibu sabar dulu, iya Khalista juga lagi berusaha,Bu."ucap Khalista sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Astaga...Apa-apaan ini, kenapa aku menjawab seperti itu."😂😂😂😂Khalista bergulat dengan batinnya sendiri.
__ADS_1
"Lihat bu, Anaknya baik sekali loh.Ibu harus cepat sembuh."ucap Dokter Maya lagi yang seakan menjadi kipas diatas tungku yang menyala. Membuat khalista sedikit geram.
"Kamu harus berusaha lebih keras lagi,Ta.Ibu tidak mau lama -lama menunggu."ucap Bu Marni.Khalista hanya menghela nafas panjang dan tersenyum kearah Bu Marni.
"Ibu doakan saja,semoga keinginan ibu cepat dikabulkan sama Allah SWT."ucap khalista.
"O.. kalo begitu saya punya tips yang insyaallah manjur,Nona.Walaupun bukan spesialis kandungan,saya tau tentang itu."ucap Bu Maya.Khalista mengerutkan keningnya.lagi-lagi Khalista harus menahan malu.
"Kenapa Dokter Maya menjadi angin yang menyebabkan Bara api yang tambah besar."batin Khalista.
"Apa itu,Bu?"tanya Khalista ragu.Khalista geli tapi juga penasaran. 😂😂
"Buat Anda dan pasangan yang sedang menanti momongan, ada beberapa cara agar cepat hamil yang bisa dicoba."ucap Dokter Maya.Khalista tersenyum sambil menahan malu.
"Yang perlu diperhatikan,Posisi bercinta.Posisi yang baik akan mempercepat kehamilan.Maksud posisi ini adalah dimana laju ****** bisa masuk dengan sempurna tanpa hambatan menuju sel telur."ucap Dokter Maya.
Kini bayangan Khalista traveling kemana-mana membayangkan Andika dengan gagah memposisikan dirinya. Khalista jadi geli sendiri dan mengusap kasar wajahnya😅😅😅😅😅. Bu Marni hanya senyum melihat tingkah mantunya itu.
"Lalu, Frekuensi bercinta juga harus diperhatikan.Jangan terlalu sering, juga jangan terlalu jarang."ucap Dokter Maya.
"Mana bisa jarang,si otak mesum akan memaksa jika aku menolak."keluh batin Khalista. Lagi-lagi otaknya berfikir yang tidak-tidak.
"lalu jika ingin cepat berhasil sebaiknya memperhatikan waktu bercinta Hal pertama yang harus Anda dan pasangan perhatikan adalah waktu terbaik alias paling subur pada siklus menstruasi wanita. Rentang periode kesuburan wanita adalah 5 hari menjelang ovulasi dan pada hari-H ovulasi."ucap Dokter Maya.
"Apa sudah jelas Nona? "tanya Dokter Maya.Khalista hanya tersipu malu.
"Ato juga kamu bisa minum jamu, biar cepat."ucap Bu Marni diangguki oleh Dokter Maya.Khalista tersenyum.
"Ada cara lain lo,Bu."ucap Khalista.Bu Marni dan Dokter Maya saling berpandangan.
"Apa itu? "tanya Bu Marni.
"Dari sini aku ke apartemen, Aku jemput Baby Bara dan Aku kasih ke ibu.😅😅😅😅Bukankah Baby Bara juga cucu ibu?ibu bisa menimangnya dengan puas "🤣🤣🤣🤣ucap Khalista sambil tersenyum dan memakai tas yang semula di meja.
Bu Marni dan Dokter Maya saling berpandangan. Mereka melirik kearah Khalista yang tersenyum santai.
"Untuk sementara waktu idemu bagus juga, Nak."ucap Bu Marni seakan tidak mau kalah dengan Mantunya.
"Kalau begitu sebaiknya kita segera pulang,Bu.Kita juga masih menebus obat."ucap Khalista .Bu Marni mengangguk.
"Kami permisi, Dokter."
"Iya,,, Nona. Semoga cepat diberi momongan."ucap Dokter Maya. Khalista menghela nafas panjang kemudian tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasih infonya Dokter."jawab Khalista ramah,meskipun hatinya menahan malu seakan ingin mengumpat Dokter Maya. Mereka keluar dari ruangan Dokter Maya.
Mata Khalista terbelabak ketika satu makhluk tampan sudah berdiri didepan matanya.Mahkluk tampan yang tadi ada dihalusinasi otaknya menempatkan posisinya.
"Astaga....... "Khalista mengusap beberapa kali wajahnya yang berfikir kemana-mana.Ia merasa seperti melihat bayangan Andika dimana-mana.😅😅😅
"Sayang..... Hei... kamu kenapa? apa perlu aku periksakan kesehatanmu juga? "Andika mengguncang pundak Khalista hingga Khalista baru menyadari didepannya benar-benar Andika.
"Aku tidak papa,Mas..."ucapnya.
"Mas kesini dengan siapa? "tanya Khalista.
"Aku naik taxi....,Mobil aku tinngal di cafe.Bima balik duluan."ucap Andika.
"Ya sudah, Kita pulang bersama ibu ."ucap Khalista.
Andika tampak terkejut.Pasalnya tadi ibunya sudah berpamitan untuk naik taxi yang tadi ditumpangi Andika dan menyuruh Andika pulang bersama istrinya.Lalu kemana kesadaran istrinya yang jelas-jelas tadi juga tau. Tampaknya Khalista benar-benar harus diperiksakan fikir Andika😂😂😂😂😂😂.
Andika memegang dahi Khalista.Khalista menepis tangan Andika.
"Kenapa,Mas?"😃😃.
"Aku hanya memastikan kamu baik -baik saja."ucap Andika. Khalista mendengus kesal.
"Kamu pikir aku gila? aku baik-baik saja,Mas.Mana ibu? "🤣🤣🤣🤣.tanyanya.
"Itu yang membuatku Kawatir padamu sayang.Jelas-jelas ibu pamit pulang naik taxi yang aku tumpangi dan kamu tadi juga melihat. Lalu kenapa kamu masih bertanya? apa yang mengganggu fikiranmu? "tanya Andika. Khalista terkejut. Seketika wajahnya merona merah.
"Astaga.... kenapa ini dengan otakku.... kelihatannya aku benar-benar gila.... "gumam Khalista sambil berjalan.
"Sayang.... tunggu."Andika menarik tangan Khalista.Khalista menahan malu. Masak iya dia bilang sedang membayangkan posisi Andika sehingga tidak fokus. begitu menggelikan.
"Apa sih mas? 😅😅😅😅"tanya Khalista.
"Ayo kita periksakan kesehatanmu sekalian."😂😂.
"Aku sehat Mas, aku tidak papa."ucap Khalista tampak kesal dan melangkah pergi. Sedangkan Andika mengerutkan keningnya.
"Aku yang aneh.Apa Khalista yang sneh sih? 🤣🤣🤣🤣.Andika pun mengejar langkah Khalista yang tampak ngambek.
😀😀😀😀
Selamat malam readers terlope.... aku g tau ya bisa bikin kalian ketawa ato enggak...yang penting aku berusaha bikin kalian bahagia lope kalian 😂😂😁😀😀😀😀
__ADS_1