Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 104 rencana Andika 3


__ADS_3

"Maaf, Sayang aku yang mengakibatkan semua ini terjadi.Ini salahku. " ucap Bima.


"Apa yang mas lakukan? " tanyan Zahira.Bima menceritakan kejadian dimana Bianca meminta tanda tangan mendadak, saat semua client sudah hadir di Alexander group. Bima tidak sempat membaca dan dengan kecerobohannya menandatangani surat perjanjian itu. Zahira menghela nafas panjang, menatap tajam kearah suaminya.


"Dasar ceroboh, kenapa berkas untuk meeting belum siyap.Mas pasti memanjakan Bianca, bisa-bisanya keperluan meeting belum siap saat client sudah di tempat. Selain memanjakan apa lagi hak istimewa Bianca?" kamu memperbolehkan dia menyentuhmu, memanjakan mu begitu? " cerocos Zahira.


Zahira berdiri, membelakangi Bima,tampak kecewa dengan ulah suaminya.


"Sayang, bukan begitu." sanggah Bima.Bima memeluk Zahira dari belakang, mencoba meredam emosi ibu hamil yang sekarang memang sering meledak-ledak itu.


"Mas, begini juga aku pernah jadi sekertaris. Aku tidak pernah meminta persiapan meeting dengan mendadak. setidaknya sehari sebelumnya.aku yakin kamu itu memanjakannya, dan akhirnya dia seenak jidatnya sendiri."


"Sayang, bukankah aku bilang ini salahku, Maaf. Aku akan lebih hati-hati, dan lebih disiplin lagi. Aku memang salah, ketika memberikan keistimewaan untuk Bianca, sampai sekarang aku masih saja berfikir dia begitu berjasa memberikan ide sehingga kamu kembali lagi bersamaku dan mau memaafkan ku waktu itu." ucap Bima. Zahira menghela nafas.


"Jadi itu yang membuatmu memanjakannya? "


tanya Zahira. Bima mengangguk.Zahira melepas pelukan Bima dan memutar tubuhnya menghadap kearah Bima.


"Kenapa tidak sekalian saja menikahinya," Cerocos Zahira lagi. membuat Bima tampak geram.Bima diam.


" Zahira, cukup. "bentak Bima.Zahira terkejut.


"Aku hanya berbalas jasa itu saja, aku tidak pernah berfikir sejauh itu. " Bentak Bima.


"Ini salahku, iya salahku. " ucapnya lagi.


"Seharusnya mas bisa profesional, tidak memberikan kebebasan hanya karna dia pernah berjasa padamu. " ucap Zahira. menahan air mata yang hampir jatuh.


"Zahira, cobalah mengerti sedikit. ini tidak ada unsur kesengajaan." ucap Bima seakan membela Bianca.


"Iya kali ini kesalahannya mengakibatkan kak Dika menikahinya.. lalu jika lain waktu dia melakukan Aksi yang serupa, dan memindahkan semua aset ketangannya apa juga kamu tidak membacanya?jika lain waktu dia melakukan hal yang sama, kemudian meminta kau bercerai dengan istrimu apa iya kamu akan melakukannya.? apa itu yang kamu sebut balas budi,balas budi macam apa yang kamu maksud, jika membahayakan keluargamu sendiri? " bentak Zahira.


Bima menghela nafas panjang.Hening, keduanya saling diam.Bima memejamkan matanya, mencoba menangkap arah pembicaraan Zahira. dan pada Akhirnya Bima menyadari sesuatu.


"Apa menurutmu, Bianca mempunyai rencana jahat lainnya? " tanya Bima. nada bicaranya tak sekeras tadi. Zahira memandang suaminya.

__ADS_1


"Kau fikir saja sendiri." Zahira meninggalkan Bima menuju kekamar mandi. Bima menghela nafas panjang,mengingat keputusan Andika tadi siang.


"Apa yang direncanakan Andika? "kenapa aku baru menyadari sesuatu sampai pada akhirnya membahayakan keluargaku sendiri." Bima meraih ponselnya. menghubungi salah satu kontak di ponselnya


"Cari tau tentang Bianca. jangan ada sedikitpun informasi terlewatkan. kau harus mengerjakan secepatnya."ucap Bima kemudian meletakkan ponselnya. tak beberapa lama Zahira keluar dari kamar mandi, Zahira berjalan tanpa menoleh kearah suaminya. Bima menyadari,kemudian berjalan mendekati istrinya.


"Sayang, aku minta maaf."ucap Bima. Zahira diam saja. dan itu membuat Bima semakin merasa bersalah, Bima menggenggam kedua tangan Istrinya dan menciumnya.


"Maafkan Aku.Sayang... jika menyangkut dirimu, aku tampak bodoh sekali. sampai aku terlambat menyadari sesuatu." ucap Bima, Zahira melirik kearah suaminya.


"Sayang,.. kau masih marah? " tanya Bima.Zahira hanya diam, jari jemarinya mengetik pesan kepada kakaknya dan tidak mendapat balasan.menelpon juga tidak mendapat respon.


"Andika siang tadi berangkat ke negara H dengan pesawat pribadi. ada sesuatu yang dia kerjakan. yang jelas Andika sibuk, mungkin besok, Andika akan kembali." ucap Bima. Zahira meletakkan ponselnya.


Zahira keluar dari kamarnya, kemudian menuju ke dapur. Sedangkan Bima membersihkan dirinya dikamar mandi.


-


_


_


Setelah menumbuhkan perjalanan beberapa jam, Andika saat ini berada di sebuah Rumah megah di negara H.Sebuah Rumah yang memiliki kemewahan hampir setara dengan kemegahan rumah utama Tuan Alex.


Tap Tap Tap


Tak Tak Tak


Suara sepatu mahal seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang 5 tahun dibawahnya. mereka Menurunu tangga, melangkah menuju ke ruang tamu dimana saat ini Andika duduk.


Andika berdiri. sedikit membungkuk menyambut 2 orang pemilik rumah itu.


Laki-laki paruh baya tersenyum kemudian mengangguk pelan, mengulurkan tangannya mempersilahkan Andika untuk duduk.


"Jadi apa yang membuatmu jauh-jauh datang kesini Anak muda? " tanyanya santun.

__ADS_1


"Saya kesini untuk melamar putri Anda, sekaligus meminta restu dan menghadiri pernikahan kami 6 hari lagi.Meminta anda untuk menjadi wali nikah putri Anda.Tuan Bagaskara."ucap Andika dengan elegan.


Lelaki itu tersenyum. sedangkan wanita didekatnya hanya terkejut mendengarkan penuturan Andika. Wanita itu melihat kearah Andika, mengamati penampilan Andika yang selevel dengan suaminya.


"Kau mau melamarnya? Apa kau berani menjamin kebahagiaanya?"tanya tuan Bagaskara.


"Aku Mencintainya. Aku akan membahagiakan nya. Aku hanya butuh restu, dan hadiri pernikahan kami sebagai wali kami." ucap Andika mantap.Bagaskara tersenyum. Berbeda dengan wanita disampingnya.


"Aku akan datang, semoga kalian bahagia." ucap Bagaskara.


"Apa imbalan yang kami dapat untuk itu?" tanya Wanita yang tidak tau malu itu, Bagaskara tampak terkejut. melebarkan matanya dan mengisartkan untuk diam. Andika tersenyum tipis.


"Apa yang kau minta calon ibu mertua?" tanya Andika dengan santai. Wanita itu sedikit tersentak.


"Diamlah,tinggalkan kami berdua yohana. " ucap Bagaskara singkat, tatapannya tajam dan mengintimidasi.wanita itu pergi dan memandang tajam kearah Andika.


"Aku harap kau betul-betul mencintai dan membahagiakan nya. Aku serahkan Putri ku kepadamu." ucapnya.


Bagaskara menerawang jauh mengakibatkan sedikit air mata keluar dari sudut matanya. Bagaskara dengan cekatan menghapus tanpa sempat air mata itu membasahi pipi nya.


Bagaskara mengamati Andika, entah baru bertemu sekali saja membuat dirinya percaya pada sosok Andika.


"Siapa Namamu? " tanyanya santai.


"Andika ,Tuan."Bagaskara tertawa. ia berdiri dan menepuk pundak Andika.


"Panggil aku papa, sebentar lagi kau juga bagian dari keluarga ku. "ucapnya.


Andika mengangguk pelan.


Andika mengamati laki-laki di depannya, sorot mata yang teduh memberikan kenyamanan. ada keyakinan di hati Andika, bahwa dibalik sifat tegas lelaki itu menyimpan sejuta kasih sayang yang sebenarnya untuk keluarganya. hanya ada sedikit kepalsuan yang membuat dirinya berdiri diposisi saat ini.


"Kalau begitu saya harus pamit, Pa.. saya tunggu kedatangannya." ucap Andika. mereka berjabat tangan,Bagaskara tersenyum. Andika sedikit membungkuk dan undur diri.


Andika tersenyum tipis, satu langkah telah usai. besok ada langkah selanjutnya yang harus dia jalankan. ia pun menuju bandara dan kembali ke Indonesia lagi.

__ADS_1


😍😍😍😍😍😍


like comennya ya jangan lupa.. happy Reading readers.. 😁🙏🙏🙏


__ADS_2