
Aqila dan Zahira menemui Mamanya, Mama nya memeluk 2 putrinya bergantian.
"Sayang,, kalian Baik-baik, kan? "
"Iya dong ma, apa Mama merindukan Aqila? "
"ishhh.... kau narsis sekali,Nak"
Ucap Mama nya, Aqila terdiam, sedangkan Zahira menahan tawanya.Mama Tania masih saja melihat Penampilan Aqila, penampilan yang membuat hati Mama Tania terpukau.
"Apa anak Mama benar-benar baik-baik saja? Apa Kak Zahira memaksamu memakai gamis cantik ini?? "
Tanya Mama nya, Aqila tersenyum tipis.
"Kak Zahira hanya menawari saja, dan Aqila nyaman memakai seperti ini Ma, apa aku tampak Cantik?"
Tanyanya sambil mengedipkan matanya. Mamanya tertawa, ia merangkul pundak Zahira.
"Zahira sayang, terimakasih telah memberikan nasehat baik untuk adikmu, kamu tau, Aqila benar-benar susah jika Mama yang menasehati"
"Sama-sama Ma, Zahira juga bahagia melihat Aqila, Setidaknya Aqila nyaman dulu, Semoga seiring berjalan nya waktu Aqila dapat meyakinkan dirinya untuk menutup aurat nya"
"Amin"
Sahut Mamanya, Zahira memijat pelipisnya, Mamanya memperhatikan dirinya, ia pun menatap Zahira.
"Sayang,, kamu kenapa, Nak? "
Tanyanya, Zahira tidak menyahut, sedangkan Aqila dan Mama tania segera mendudukkan Zahira, di kursi dekat mereka berdiri.
"Zahira, kamu sakit nak? "
"Tidak Ma, Zahira hanya pusing"
"Jangan berfikir terlalu berat,Mama tidak mau Kamu sakit"
"Iya Ma, Zahira tidak apa-apa"
Jawab Zahira, Aqila melenggang pergi, mengambilkan minum untuk Zahira.
"Ma"
"Ya,,!
"Zahira ingin memberitahu kabar Bahagia untuk Mama, kalau Zahira.. "
Belum sempat Zahira menyelesaikan bicaranya, Beberapa kolega dan rekan Bisnis datang,Acara segera dimulai.Andika meminta Mama dan Zahira untuk mengikuti acaranya, sehingga Zahira mengurungkan dirinya untuk mengatakan kabar bahagia untuk Mama nya.
Zahira menghela nafas panjang.Ingatan nya, kembali pada waktu itu, Ketika dirinya sering merasa pusing, dan sempat pingsan hingga bertemu dengan Aksa.
Dan Saat itulah dokter Memberi tahu kan bahwa Zahira tengah Hamil 6 minggu. Zahira menitihkan air mata, Kabar Bahagia yang seharusnya dia rasakan. Memberikan nyeri yang dahsyat, menyesakkan dadanya.sebab, saat itu Adalah hari dimana Bima Suami yang dia Cintai, Meninggalkan nya, Mengabaikan nya, entah apa salah Zahira.
"Ya Allah.. bila mana hatiku rapuh, maka kuatkan aku..
Ya Allah, Bila Hati ini merasakan sesak, maka lapangkanlah hatiku untuk menyebut namaMu..
__ADS_1
Ya Allah, Jika Rindu itu mengusik ku, maka sembuhkanlah rinduku, dengan Mengingat Selalu ada engkau yang ada dihatiku. Ya Allah aku pasrahkan segalanya padaMu"
Zahira menarik nafas panjang,Menghapus air matanya, rasanya tak sanggup ia menikmati pesta meriah yang harusnya disambut dengan hati bahagia. Zahira memutuskan meninggalkan pesta peresmian restauran Kakak nya.melangkah pergi keluar dari restauran.
Zahira mempercepat langkahnya, berjalan menuju gang depan, air matanya masih saja mengalir. Sebuah mobil mewah berhenti disampingnya. Zahira berhenti, Aksa.laki-laki itu turun dari mobil, menghampiri Zahira yang tengah bersedih.
"Kakak"
"Mau kemana? masuklah! aku antarkan"
Zahira masih berdiam, Aksa membukakan pintu mobil untuk Zahira. Zahira mau tidak mau masuk mengikuti perintah Aksa.
"Mau kemana? " tanya Aksa.
"Pulang, Ke apartemen jalan x"
Aksa melajukan mobilnya, Zahira terdiam. Aksa juga sama.
"Seharusnya kakak membiarkan aku pergi sendiri,Bukankah acara itu acara kakak"
"Aku bisa menyusul nanti, lagipula Ada Andika, mengantarkan wanita sedih sepertimu lebih penting dari acara itu"
Celetuk Aksa, Zahira tersenyum perih.Jika ungkapan itu Bima yang mengucapkan, Maka adalah kebahagiaan yang dia rasakan.
Namun,sayangnya ucapan itu keluar dari Aksa,Laki-laki yang baik pada semua orang yang membutuhkannya. tak ada percakapan antara keduanya. Aksa memutar lagu, lagu artis Indonesia,yang semakin menyesakkan perasaan Zahira.
CINTA TAK PERNAH SESAKIT INI
CINTA TAK PERNAH SEPERIH INI
BUKAN KAU CURANGI AKU
RASA YANG ADA DI DALAM HATI
TANGIS YANG ADA SAAT KU SENDIRI
INILAH AKHIR KISAH CINTAKU
KISAH BERSAMAMU
KAU YANG TELAH MEMILIH AKU
KAU JUGA YANG SAKITI AKU
KAU PUTAR CERITA SEHINGGA AKU YANG SALAH
KAU SLALU PERMAINKAN WANITA
KAU CIPTAKAN LAGU TENTANG CINTA
HINGGA SEMUA TAU KAU MAKHLUK SEMPURNA
MUNGKINKAH SEMUA MEREKA TAU
SAAT HATIKU LULUH KEPADAMU
__ADS_1
KAU PERGI DENGAN KISAH YANG BARU
DAN KUSIMPAN DI KETULUSAN HATI
Zahira terisak mendengar lirik lagu yang menurutnya menyayat hatinya, Aksa menyadari iapun mematikan l lagu itu.
"Apa aku salah memutar lagu? itu lagu lama,favoritku, setidaknya aku belajar untuk memahami wanita dari lagu itu"
Zahira tertawa ditengah isak tangis nya.
"Kau itu ada ada saja kak"
Aksa tersenyum, kemudian menepikan mobilnya,mereka sudah sampai didepan apartemen Zahira.Aksa turun membukakan pintu untuk Zahira. Zahira keluar dari mobil, berdiri persis didepan Aksa.
"Terimakasih kak"
"Sama-sama, aku harus kembali, Jangan menangis, wanita sebaik kamu tidak pantas menangis,pasrahkan semuanya kepada Allah SWT"
Aksa tersenyum ramah,seakan mengetahui kesedihan Zahira, Aksa mengatupkan tanganya kemudian melenggang pergi. mobil Aksa menghilang dari pandangan nya. Zahira melangkahkan Kakinya kedalam Apartemen.
Disebrang jalan sepasang mata mengawasi mereka, terbesit rasa ngilu yang menyesakan dadanya. Bima,dia menghela nafas panjang, rasa rindu ingin segera bertemu istri tercinta, namun nyatanya pemandangan yang tak pernah ia fikirkan, terpampang nyata didepannya.
Bima tersenyum getir. ia tertawa,menertawakan dirinya sendiri.merasa iba pada dirinya sendiri, bahkan hanya sebatas mengetahui Zahira diantarkan oleh laki-laki lain, yang tidak dikenal nya, Rasanya begitu sakit. Apalagi hati dari seorang Zahira jika tau Bima mencuri waktu dengan Renata,orang yang selama ini begitu disayanginya.bukankan lebih hancur lagi?? perasaan bersalah bertubi-tubi menghujam hatinya.
Bima memakirkan mobil mewahnya, turun kemudian melangkah menuju ke apartemen nya.membuka pintu dengan akses card cadangannya. Bi Ani terkejut mengetahui kedatangan Bima ia segera mengambil alih koper dari tangan Bima.
"Tuan, Nona Zahira ada dikamar"
Ucap Bi Ani, Bima melangkah menuju kekamar, menaiki satu persatu anak tangga. Hatinya berdesir, manakala melihat Zahira menangis, memandang foto pernikahannya di meja rias.
Bima melangkah,mendekat kearah istrinya. Mendengar derap langkah yang mendekat, Zahira menoleh,dia terkejut,Zahira Berdiri dan Memandang Bima suaminya, Matanya berkaca-kaca. 10 hari saja ditinggalkan bagaikan setahun tak bertemu.
Zahira melangkah maju dan berdiri tepat di hadapan Bima, mendongak memandang wajah tampan suaminya. tidak bisa ditahan lagi, Zahira menghambur di dalam pelukan Bima. Air matanya mengalir deras disana.Mencari kenyamanan yang 10 hari benar-benar tidak dia dapatkan.
"Mas, aku merindukanmu"
Ucapnya, disela isyakan tangis yang begitu pilu. Bima tak membalas pelukan Zahira, juga tidak menolaknya, tetapi rasa rindu yang menggebu, sudah terobati dengan sentuhan lembut dari istrinya. Zahira melepas pelukannya, kemudian memandang wajah tampan suaminya lagi, meletakan 2 tanganya dipipi Bima.
"Mas, Aku merindukan mu, Apa mas juga sama? "
Bima hanya Diam, menyentuh tangan Zahira dan meletakkan nya.
"Aku lelah, aku mau istirahat"
Bima Melangkah, Zahira mendekap erat Bima dari belakang seakan tak mau Bima hilang lagi dari hidupnya.
"Mas,, apa kamu tak merindukan ku? "
"Zahira,aku lelah, aku mau mandi, jangan menghalangi langkahku! "
Ucapan Bima sedikit membentak, membuat Zahira benar-benar terpaku dan menangis pilu, kemudian melepas dekapan nya.
😢😢😢🙏🙏🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak,,,, like, komen,supaya aku semangat.. 😊😊👌👌👌
__ADS_1