Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
140.S2.Bertemu Ceo Alexander.


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. setelah memasak Dan juga sarapan bersama, 3 serangkai Khalista, Zahira, dan Aqila kini berkutat dengan make up. Mereka menyeting penampilan khalista untuk bertemu dengan CEO perusahaan Alexander yang baru.


beberapa baju telah dicoba dan akhirnya mereka menemukan gaya cantik untuk khalista.Gadis yang biasanya suka menggerai rambutnya kini dikuncir kuda. dengan make up sedikit tebal untuk menutupi wajah aslinya.


"Sempurna..."


ucap Aqila saat melihat khalista yang keluar dari kamar ganti.


"Ini apa tidak terlalu menor?"tanya Khalista.


"Ini bagiku terlalu cantik,yang seperti ini untuk ketemu kak Dika pantasnya."ucap Zahira.Khalista menghela nafas panjang.Aqila hanya diam. Dia fikir mengelabuhi orang boleh asal pakai saja, nyatanya pilihannya ditentang kakak iparnya.


"lalu harus yang bagaimana?"tanya Khalista. Aqila tampak memilih baju kemudian menyerahkan pada Khalista.


"Pakai yang ini saja. "ucap Zahira. Khalista menerima baju itu kemudian berlalu pergi.


"Bagaimana?"tanya Khalista ketika keluar dari kamar ganti.



"Nahhh... ini jauh lebih baik.Kau itu mau bertemu rekan kerja,bukan ketemu kak Andika."ucap Zahira.Khalista tertawa sambil melirik Aqila.


"Tadi yang minta Aqila. Aku hanya menurut."sanggahnya.Aqila cengengesan,sedangkan Zahira tampak kesal.


"Ingat... Namamu Taza,bukan Sabrina Khalista bagaskara."Khalista mengangguk.


"Jangan pernah terpancing.Apalagi memancing pembicaraan tentang identitas kita.Kau Taza Alexandra.Adik Dari Zata Alexandra,oke...."jelas Zahira.


"Okey,sebaiknya kau segera menentukan tempat. aku akan mempersiapkan berkas yang harus di bawa."ucap khalista.

__ADS_1


Zahira mengangguk.Menentukan tempat dan nomor meja kemudian membalas email untuk @mico.


"Aku Sudah memberi tahukan padanya. Jam 2 siang kau bertemu dengannya. Sekarang kita siapkan berkasnya."ucap Zahira.


Khalista mengangguk.Aqila pamit untuk kuliah, dan Zahira segera menyelesaikan semua keperluan yang harus disiapkan.


😄😄😄


Bimaa dan Andika berada disebuah paviliun yang sangat sederhana. Jauh dari kemewahan Bahkan jauh dari keramaian.Seorang bodyguard mengikuti langkah seorang gadis yang 4 bulan ini menghuni paviliun itu.


Gadis yang tampak begitu kurus.tanpa polesan make up.Wajahnya tampak tirus.Memprihatinkan.


Gadis itu diam, berjalan kearah Bima dan Andika duduk.Andika dan Bima menoleh,mendapati gadis didepannya ada sebuah rasa nyeri yang menusuk jantung keduanya.


"Duduklah."ucap Bimaa. Bianca mendudukan bokongnya. Menatap 2 orang didepannya membuat dirinya sesak. sesak karna penyesalanya juga karna cinta yang masih saja tersimpan untuk Andika Alexander.


"Aku ingin kamu mengatakan siapa orang itu."ucap Bima.


"Kau akan bebas jika mau mengatakannya.dan kita harus bekerjasama untuk mengambil perusahaan itu kembali."ucap Andika.


"Selain kau licik ternyata kau juga serakah andika."ucap Bianca. Andika sedikit menahan emosi mendengar ucapan Bianca.Dia sadar Bianca memendam sakit hati padanya.


"Apa maksudmu? "tanya Andika.


"Bukankan kau berbuat licik untuk tidak menikah denganku,dan sekarang kau memintaku untuk mengambil kembali perusahaanmu?apa kau tidak memikirkan sedikitpun tentang hatiku?"ucap Bianca,matanya berkaca.Andika menghela nafas panjang.


"Kau sudah mendapatkan pernikahan dengan wanita yang kau mau. Lalu apa tidak bisa kau berusaha sendiri tanpa melibatkanku? "tanya Bianca. Andika dan Bima saling berpandangan.


"Perusahaan itu berpindah tangan karna ulahmu."bentak Andika.

__ADS_1


"Tapi aku sudah menebus kesalahanku disini. Kau tau, aku hanya berharap bisa menikah denganmu Dan melihat ayahku bebas.Tapi aku tidak mendapatkan keduanya."bentak Bianca.


Andika dan Bima saling berpandangan.


"apa yang kau mau? "tanya Bima.


"Aku tidak menginginkan apapun. Pergi,aku sudah tenang disini."ucap Bianca.Bianca berdiri dan melangkah menjauh dari Andika dan Bima.


"Aku akan berusaha sendiri,Katakan siapa Dia?"tanya Bima. Bianca berhenti.Bianca menghela nafas panjang.


"Kalian memang tak berhati,bukankah kalian sendiri yang tidak mau tau tentang kebenaran.Waktu itu aku sudah bersedia mengatakan tapi kalian mengacuhkanku... dan sekarang memintaku untuk berbaik hati. Aku sudah tidak tertarik.Bahkan semua kesalahanku akan ku pertanggung jawabkan disini.Terimakasih telah memberiku tempat setenang ini."ucap Bianca kemudian berlalu.


Andika dan Bima menghela nafas panjang.


"Kita fikirkan nanti lagi.Sebaiknya kita pergi dulu."ucap Bima.Andika mengangguk.


Bianca menutup pintu kamar dengan keras,Air mata mengalir deras. Langkah yang salah membuatnya terjebak dalam keadaan yang menyakitkan.Hatinya terpaut dengan Andika yang tak pernah mau membuka pintu hati untuknya.Sebenarnya dirinya ingin bertemu dengan ayahnya.Satu-satunya orang yang dia miliki didunia ini.Lalu apa sanggup melihat kebahagiaan orang yang dicintai bersama dengan wanita lain?Bianca menghela nafas panjang.


Sebelum keluar dari paviliun itu ponsel Bima berdering,sebuah panggilan dari Papa.


"Iya Pa, ada Apa? "tanya Bima.


"Bima,Papa baru saja dapat kabar dari kantor polisi.Kesehatan Wisdara menurun,Papa sudah mencabut tuntutan dan memberikan perawatan intensif untuknya. Kau beritau putrinya...Biarkan mereka bertemu untuk saat ini."ucap Tuan Alex.


Bima mengangguk pelan dan melangkahkan kakinya menuju kearah paviliun lagi. Andika mengikuti langkah Bima.


😊😊😊😊


like komen dan vote ya sayang 😀😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2