Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 103.Rencana Andika.2


__ADS_3

"Bianca, Tante... apa kabar? " tanyanya sopan.


Bu marni tersenyum.


"Kami baik khalista, oh iya. Sekalian mumpung ketemu. Tante mau memberitahu kalau seminggu lagi Andika dan Bianca akan menikah. Tante harap kamu datang ya Khalista."


ucap Bu Marni.


Hati Khalista bagai tertusuk ribuan pisau. Sakit, namun entah bagaimana Khalista berusaha tersenyum meskipun pahit ia rasakan.


"Apa benar begitu? " tanya Khalista. Bianca tersenyum kemudian melangkah kearah Khalista dan merangkul pundak Khalista.


"Iya... Kau tau Khalista, aku bahagia sekali.Aku harap kamu akan mendapatkan jodoh secepatnya. " ucap Bianca, seolah menegaskan bahwa tidak ada celah untuk Khalista mendapatkan cinta Andika. Khalista menghela nafas panjang.


"Jangan mengkhawatirkan tentang jodohku, Nona Bianca. Jika Tuhan berkehendak, aku bisa saja menikah duluan darimu."ucapnya santai. Bianca sedikit gusar, memandang Khalista dan menarik tangannya dari pundak Khalista.


" Apa Maksudmu? "tanya Bianca.


"Aku tidak bermaksud apapun, aku hanya menegaskan padamu,bahwa jodoh tidak akan tertukar. Menikah dan berbahagialah Nona Bianca. Selamat sore, " ucap Khalista. tersenyum kepada Bu Marni dan Bianca,Kemudian melenggang pergi.Bianca dan Bu Marni saling memandangmereka pun melanjutkan kembali berbelanja.


Khalista menancap gas Mobilnya, berjalan menuju Arjuna group. Perasaan yang campur Aduk membuatnya memberanikan diri menghubungi kontak Andika, ingin rasanya khalista memastikan sesuatu yang mengganggu fikirannya. Namun, Andika tak mengangkat panggilannya.


Rasa kesal menyeruak di hatinya, perasaan kacau begitu menghantui fikirannya.


"Ya Tuhan, Apa yang sebenarnya terjadi? apa ini Akhir dari semuanya? Kenapa rasanya sakit sekali? Kenapa aku begitu tidak merelakan nya?????" batin Khalista.


tak beberapa lama Khalista sampai di Arjuna group. Mengambil berkas yang berada dikursi sampingnya, kemudian berjalan menuju ruangan Arjuna.


ceklek


Khalista masuk, bersamaan dengan Reyhan yang membuka pintu.


"Aunty sudah kembali? " tanya Reyhan. Khalista tersenyum dan menyerahkan kantong plastik kepada Reyhan.


"Untukmu, makanlah. Aunty tau kau sangat menyukainya." ucap khalista.Reyhan mengangguk, kemudian Khalista berjalan kearah Arjuna dan menyerahkan amplop coklat kepadanya.


"Ini berkas yang bapak minta."ucapnya.Arjuna memandang kearah khalista dan mengambil Amplop coklat itu.


" Trimakasih Khalista."


"Apa bapak benar-benar tidak ingin memberitau tentang kegunaan berkas itu? " tanya khalista. Arjuna sedikit nyengir.


"Kau juga akan tau nanti," jawabnya.


"Yang penting tidak menjual ku saja, atau membuangku ke negara lain,aku sudah senang bekerja sebagai bawahan bapak." ucap Khalista, Arjuna tertawa.


"Kau tenang saja, aku tidak sejahat itu. aku berharap kamu bahagia khalista.bahagia selalu" ucap Arjuna. Khalista terdiam.

__ADS_1


"Bapak tenang saja, aku bahagia. Terimakasih karna sudah mendoakan ku. " ucapnya.


"Kau bilang bahagia, tetapi wajahmu menyedihkan sekali.. ada apa? " tanya Arjuna. Khalista tersenyum.


"Pak, boleh aku bertanya sesuatu? " ucap Khalista.Arjuna mengangguk pelan.


"Apa yang ingin kau tanyakan? " tanya Arjuna.


"Bagaimana perasaan bapak, ketika melihat orang yang bapak cintai menikah? " tanya Khalista. Arjuna menghela nafas panjang.


"Bahagia.. " ucap Arjuna.Khalista menatap Arjuna, dadanya terasa sesak. bahkan hanya mendengar kabar Andika akan menikah membuatnya sesak sekali.


Andika hanya pria yang tak mempunyai status apapun dengannya, kenapa rasanya sakit sekali.


Apa ini bukan cinta yang sesungguhnya, jika Pak Arjuna mengatakan "bahagia" melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain?.batin Khalista. Khalista sedikit tersenyum. Arjuna memandang Khalista.


"Kau tidak perlu cemas, Yakinlah jodoh itu sudah ditakdirkan untuk bersama. Jika tidak bersama itu bukan jodoh, Nona Khalista. " ucap Arjuna sambil tersenyum. Khalista menghela nafas panjang.


"Bapak bilang begitu karna berhasil move on, coba saja kalo gagal move on. palingan nangis-nangis. " ucap Khalista meledek.tersenyum jahil kepada Arjuna.


"Jangan mengejekku,dari mana tau aku menangis?" Arjuna tampak sedikit penasaran.


"Mau tau rekaman nya? " tanya khalista girang. membuat Arjuna makin penasaran.


"Rekaman apa? " tanya nya sedikit membentak.


"Khalista..... "Teriak Arjuna.


"Apa lagi,Pak? "tanya Khalista.


" Rekaman apa? "


"Aku asal bicara pak, maafkan ya... " ujarnya sambil berjalan kearah pintu keluar.


"Astaga apa iya khalista melihat aku menangis di pernikahan Zahira waktu itu? menyedihkan. "


batin Arjuna.


😁😁😁😁


Khalista menuju ke ruangannya, mengambil tas yang ditinggalkan. waktu menunjukkan pukul 17.00 iapun melenggang pergi.


Khalista melanjukan mobilnya kearah danau,menepikan mobilnya disana. Khalista melempar batu kedalam danau beberapa kali,menghela nafas panjang dan berteriak disana.


Air mata berjatuhan di pipinya, sampai sekarangpun Andika tidak dapat dihubungi.


"Ya Tuhan, kenapa aku begitu takut kehilangan dia.. kenapa aku merasa sedih, seakan kebahagiaan ku bergantung padanya. Tuhan, apa aku benar-benar mencintai Andika????.Kenapa dada ini terasa sesak sekali,,hiks.. hiks... "

__ADS_1


Khalista meraih ponselnya, menghubungi kontak Zahira, Khalista mencoba menepis rasa yang berkecamuk didadanya. sampai pada akhirnya Zahira mengangkat panggilannya.


"Asalamualaikum khalista... "###Zahira


" Walaikumsalam Zahira.. ##Khalista.


Mendengar suara isak tangis Khalista membuat Zahira kawatir.


"Kenapa menangis? " tanya Zahira terdengar kawatir."Kau menangis? tanya Zahira lagi, Khalista diam. Namun Zahira tau Khalista benar-benar menangis.


" Aku hanya baru saja menonton drama, Zahira. aku tidak papa."jawab Khalista disebrang sana.Zahira diam.menghela nafas panjang.


"0h iya Zahira, Apa Andika akan menikah seminggu lagi?" tanya Khalista. Zahira membelabakkan matanya.


"Kabar darimana? Bahkan kak Dika tak memberitahu ku,.. " ucap Zahira, khalista menghela nafas lega. setidaknya bukan hanya dia yang tidak dikabari.Bahkan Zahira juga tidak diberitahu nya.


"Dari Budhemu tadi,Aku hanya memastikan padamu saja. Aku akan mempersiapkan kado untuk kakakmu. " ucap Khalista.


"Khalista, Mas Bima pulang. Aku matikan dulu, nanti aku menghubungimu lagi. " ucap Zahira.


"Ohw... Iya Zahira. sampai jumpa nanti."jawab Khalista.Zahira menutup telfonya kemudian menyambut Bima yang tersenyum memandangnya. Zahira mencium tangan Bima, Bima mencium kening istrinya. keduanya berjalan beriringan menuju kamarnya.


" Sayang, Kenapa? Kau tampak bersedih. "tanya Bima.


" Mas, apa terjadi sesuatu? "tanya Zahira. Bima menatap lembut istrinya.


" Mas,... "ulang Zahira, Bima terkekeh melihat Zahira manyun.Bima mengusap lembut perut istrinya.


" Lihat sayang, mommy mu begitu lucu saat marah. "bisik Bima pelanggan dan jelas terdengar ditelinga Zahira.


"Mas, jangan menggodaku. Apa terjadi sesuatu dengan kak Andika? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? " tanya Zahira. Bima menatap lekat 2 bola mata istrinya.tersenyum singkat kemudian membuat usapan lembut di pipi istrinya.


"Ya.. dan itu karna kecerobohan ku. " ucap Bima, Zahira tampak kawatir.


"Apa yang terjadi? Apa benar Kak Andika akan menikah? lalu dengan siapa? " tanya Zahira sedikit tak sabaran.


"Sayang, tenanglah. jangan marah-marah."ucap Bima, mencoba menguasai emosi Zahira. Zahira menghela nafas panjang dan kembali menatap suaminya.


"Maaf, aku terlalu emosi. Aku kawatir dengan Khalista mas. "ucap Zahira. Bima mengusap pelan pundak istrinya.


"Ada apa dengan Khalista? " tanya Bima.


"Aku rasa, Khalista mempunyai hubungan lebih dengan kak Dika. Aku takut Khalista berbuat nekat mengetahui hal yang mengguncang pikirannya." ucap Zahira.


"Khalista mempunyai masa lalu yang buruk dengan mantan kekasihnya, aku tidak mau hal yang dulu terulang kembali." lanjut Zahira.


"Maaf, Sayang aku yang mengakibatkan semua ini terjadi.Ini salahku. " ucap Bima.

__ADS_1


😊😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2