Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 95.weekend 3


__ADS_3

"Saya permisi tante,bianca."ucap khalista.Khalista melenggang pergi. Andika yang masih terkejut dengan hal didepannya ikut berdiri dan mengikuti khalista.


"Ta... tunggu."cegah Andika.Khalista berhenti tepat di area parkir. Mereka saling berpandangan.


"Aku minta maaf, aku tidak menduga sebelumnya jika akan terjadi seperti ini."ucap Andika. Khalista menghela nafas panjang.


"Masuklah Andika, aku tidak papa." sahut Khalista.


"Aku akan mengantarmu. "jawab Andika


"Aku bisa naik taxi."elakk Khalista.


"Jangan membantah, biarkan aku selesaikan nanti urusan dengan ibuku. " Andika menjelaskan.Khalista terdiam dan menuruti kata Andika. keduanya masuk mobil, mobil melaju dengan santai. Hening. keduanya dalam fikiran masing-masing.


"Ya Tuhan, Kenapa sakit rasanya mendengar ucapan ibu Andika jika mereka dijodohkan." Batin Khalista.


"Atau jangan-jangan... " Khalista memikirkan sesuatu dalam benaknya.


"Andika.boleh aku bertanya sesuatu? "


tanyanya, Andika menoleh.


"Apa misi yang kau maksud adalah menghindar dari perjodohan ini? " tanyanya menggebu. Andika mengerutkan keningnya, bahkan dia tidak pernah tau ibunya melakukan hal sejauh ini.


Andika tampak berfikir.


Flashback back On.


Beberapa bulan yang lalu, setelah pertemuan Andika dengan Khalista di danau malam hari.Andika melihat gadis cantik yang biasanya cerewet dan menyebalkan itu menangis pilu. terbesit rasa penasaran yang mendalam sehingga membuat Andika mencari informasi tentang gadis itu. sedikit cerita tentang Khalista yang dia ucapkan menyita perhatiannya.


Beberapa hari kemudian, ia berhasil mendapatkan beberapa info dari orang suruhannya.Beberapa berkas yang diberikan padanya memberitahukan bahwa Khalista adalah seorang anak yang tinggal bersama ayahnya dan ibu tiri yang tidak pernah ada dirumah nya. dekat dengan Asisten yang dianggap bibinya.gadis cantik yang sangat menjaga jarak dengan lawan jenisnya karna kisah masa lalu yang membuatnya kelam dalam kesedihan. Pernikahan yang harus batal karna penghianatan, kemudian diabaikan oleh orang tuanya sendiri.membuat gadis itu tidak lagi percaya dengan kata cinta.


Andika menghela nafas panjang, hingga pada Akhirnya Andika menyadari perasaan Aneh yang menjalar dilubuk hatinya semakin lama semakin terasa.Andika meyakinkan dirinya benar-benar jatuh cinta pada gadis itu.Andika mencintai wanita itu dan dengan keberaniannya menawarkan sebuah misi yang konyol,yang belum bisa dia jelaskan sampai saat ini. dia berharap wanita itu terbiasa dengan kehadirannya dan mencintainya kelak.


Flas Back off.


"Andika." ucapnya membuyarkan lamunan Andika.


"Apa? "


"Apa iya Misi yang kau katakan adalah misi untuk menghindari perjodohan? " tanyanya.


Andika terdiam, bahkan di benaknya tidak terfikir hal seperti itu. namun jika menjelaskannya perasaanya, Andika takut gadis cantik itu malah menjauhinya, mengingat Khalista benar-benar menjaga jarak dengan lawan jenis dan tak percaya lagi dengan cinta.


"Tinggal menjawab apa susahnya? Kau harus memberi tau jalan cerita nya. biar aku tidak salah mengambil keputusan dalam berakting, lihatkan aku jadi baper karna tidak tau jalan ceritanya.aku membuat misi kali ini berantakan."ucapnya panjang lebar membuat Andika tersenyum tipis. Andika bahagia Khalista sudah kembali cerewet seperti sebelumnya.


"Sudahlah, lain waktu jangan lagi baper. seharusnya kau menunjukkan kalau kau itu sayangku." ucap Andika.


"Mana tau, aku tidak tau jalan cerita nya. lagian aku juga terkejut ibumu itu orang yang pernah aku tabrak di Mol, ibumu juga pernah tersiram jus untuk Reyhan waktu di apartemen Zahira." ucap Khalista. Andika tersenyum.


"Jadi kalian sudah pernah bertemu? "


"Ya,, dan mungkin kesan pertemuan kami adalah kesan yang buruk sehingga ibumu benar-benar jelas sekali menolakku tadi."ucapnya.


" Sudahlah jangan diambil hati, ibu hanya salah paham."ucap Andika.


"Hemmm....Jika sampai perjodohanmu dengan Gadis itu gagal, pastilah kesan burukku dihati ibumu tambah mendarah daging. "gerutu Khalista.

__ADS_1


"Lalu apa kau akan membiarkan perjodohan ini? "


"Tidak."ucap Khalista.


" Kenapa? "


"Aku..! " Khalista menghentikan ucapannya dia juga tidak tau alasannya.


"Bukankah kau meminta bantuanku untuk membatalkannya?aku akan membantumu."


lanjut Khalista, Andika tersenyum.


"Dia cantik, kelihatannya juga baik. kenapa kau menolaknya? "tanya khalista.


"Kau butuh jawaban asli atau asal? "Andika bertanya balik.


"Menurutmu?" sahut khalista.


" Jika aku mengatakan aku lebih memilihmu bagaimana? "tanya Andika.Khalista diam.


" Kau terlalu pandai menggodaku Tuan."ucapnya.Khalista mengamati jalan yang mereka lalui dan menyadari sesuatu.


"Ini bukan jalan arah rumahku. "gerutu Khalista.


"Kita ke apartemen Zahira..."jawab Andika.


"O...Boleh kita berhenti sebentar? "khalista meminta. Andika menoleh.


" Dimana? "


"Warung bakso petir didepan."ucap khalista.Andika mengernyitkan dahinya.



"Ini..! "Khalista menunjukkan gambar kepada Andika.


"Apa itu? apa tidak meledak perutmu jika memakannya? "


"'Itu makanan favorit ku dengan Zahira."sahut Khalista.


"Zahira hamil, jangan memberinya makanan seperti itu.bagaimana kalau terjadi apa-apa dengannya?"Andika membantahnya.


" Aku akan meminta Yang tidak pedas untuk Zahira."jawab Khalista. Mau tidak mau Andika menghentikan mobil dan menuruti keinginan Khalista.


😍😍😍😍😍😍


Jam menunjukkan pukul 02.00 Siang. Zahira menggunakan gamis hitam dan jilbab pink yang senada dengan Renda yang menghiasi gamis cantiknya.Zahira mempersiapkan diri untuk ke makam sambil menunggu kedatangan Andika yang memberikan kabar akan ikut serta dengannya.


Ceklek... Suara pintu terbuka, Zahira menoleh kearah pintu kamar mandi. dilihatnya Bima begitu mempesona dengan kemeja berwarna hitam. senada dengan gamis Zahira.



Zahira berdiri, menghampiri suaminya dan tersenyum memandangnya.


"Kenapa?"


"Aku hanya ingin memandangmu.Apa tidak boleh?" Zahira merangkulkan tanganya di leher Bima, Bima melingkarkan tanganya di pinggang Zahira.

__ADS_1


"Aku mencintaimu. " ucap Bima, Zahira tersipu, menyembunyikan rona merah wajahnya di dada bidang suaminya.


"Aku juga mencintaimu, Mas."


Zahira mengangkat wajahnya, Bima mendekatkan wajahnya, sangat dekat. Bibir meraka bersentuhan.


"Tok tok tok..


" Nona, Tuan... Ada Tuan Andika dan Nona Khalista dibawah sedang menunggu."


Bi Ani memberi tau dari luar kamar, Zahira mundur satu langkah. wajahnya merah menahan malu. Bima tersenyum sinis. mengumpat Andika yang mengganggu aktivitasnya.


"Iya Bi, sebentar lagi aku turun."ucap Zahira.


" Sayang.. kita lanjutkan sebentar. "ucap Bima.


" Mas, aku tidak enak jika Kak Andika menunggu lama, sebaiknya kita turun sekarang."ucap Zahira. Bima mengangguk menahan gejolak rasa yang menguasai dirinya.


Keduanya turun menuju ruang tamu, Tampak Andika dan Khalista duduk bersebelahan. Zahira dan Bima yang berjalan beriringan saling memandang. Mereka tersenyum melihat pemandangan indah di depannya.sepasang Makhluk tanpa status menggunakan baju couple yang sangat serasi.


"Kakak.. Khalista... " Zahira menyapa, menghampiri keduanya dan saling berjabat tangan. mencium pipi kanan kiri Khalista.


"Apa dari kondangan? " goda Zahira. Khalista terdiam. Andika tersenyum saja.


"Dari rumah, kemudian kesini. " ucap Andika.


"Bersama Khalista? " tanyanya lagi. Andika mengangguk. Zahira duduk, Bima juga duduk di samping istrinya.


"Kakak ipar, segera halalkan" Bima berucap, mengundang gelak tawa Zahira.Zahira memandang sahabatnya dia begitu tau Khalista. Sahabatnya itu masih mempunyai trauma, tetapi melihat keakrabannya dengan Kakaknya. memberikan rasa lega yang entah dari mana datangnya.


"Jangan berbicara yang tidak-tidak, Nona dan Tuan Abimanyu. Lebih baik kita makan dulu, aku membawakan sesuatu untuk kita. " ucap Khalista.


"Apa? " tanya Zahira. Khalista mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik.


"Tara......! "


Zahira tampak terpukau dengan yang dibawa Khalista. 5 bungkus bakso yang menggiurkan.


"Wahhh... tau saja aku ingin memakannya. "


ucap Zahira.


"Ini untukmu. " Andika memberikan 1 bungkusan kepada Zahira.


"Kau itu lagi hamil, jangan memakan banyak cabe. " Andika mengomel. Bima hanya diam memperhatikan bakso di depannya.


"Bi Ani Tolong ambilkan piring ya..." ucap Zahira ke 2 pasangan itu menuju ke arah meja makan.Khalista memberikan 1 bungkus pada Bi Ani. dan mereka ber 4 menikmati makanan yang begitu sederhana dan harga terjangkau, tetapi terasa nikmat.


Zahira memandang Bima yang hanya memandang bakso didepannya.Nafsu makan Bima sudah mulai membaik sudah tidak merasa mual seperti kemarin-kemarin.


"Kau itu payah sekali Tuan Bima, apa kau takut dengan Cabe? " Goda Andika yang sudah menghabiskan 1/4 Baksonya.


"Jangan mengejek, segera habiskan dan kita segera berangkat ke makam."


Mereka menikmati makan siang dengan hikmad. hanya dentingan sendok yang terdengar, juga suara desahan kepedesan serta keringat yang bercucuran.


😆😆😆😆😆😆😆😆

__ADS_1


Haha maaf ngelantur... akibat buka puasa dengan bakso petir rame2🙃😆😆😆😆


selamat berbuka bagi yang melaksanakan puasa, like komen dan vote ya readersss..


__ADS_2