
Di sebuah rumah yang megah. Bianca tersenyum puas.Membuat keluarga Alexander penuh air mata adalah tujuannya. dan benar-benar terwujud hari ini. Melihat Zahira menderita, khalista tertabrak,itu sudah menjadi sebuah alasan untuk tertawa bahagia.
Namun, ditengah senyum bahagia tersimpan rasa bersalah yang begitu mendera.Bianca berhenti tertawa, Tiba-tiba saja air matanya mengalir. hati kecil yang sebenarnya sangat tulus itu mengumpati kelakuan jahat yang dia lakukan. Bianca menyeka air matanya.
Bianca menyadari rumah yang begitu sepi, prayoga dari siang tadi tidak tidak menampakkan batang hidungnya.Bianca mengambil ponsel dan menghubungi nama seseorang dan tidak juga mendapat apa yang dia mau.
Bianca meraih kunci mobilnya menancap gas mobilnya menuju kearah tahanan yang kata prayoga begitu ketat penjagaannya. Beberapa menit kemudian,sampailah Bianca di lapas dimana ayahnya ditahan. Bianca melangkahkan kakinya.
"Maaf Nona.. ada yang bisa kami bantu? " tanya seorang petugas yang berjaga disana.
"Apa boleh membesuk ayah saya yang ditahan?" tanya Bianca.
"Siapa yang ingin anda temui, Nona? " tanya petugas tersebut.
"Saya ingin bertemu ayah saya, bernama wisdara."ucapnya.
"Jika anda mempunyai surat izin maka anda boleh menjenguknya." ucap petugas itu.
Bianca mengambil beberapa berkas dari tasnya. petugas itu melihat beberapa berkas dan mempersilahkan Bianca mengikuti langkahnya.
"Tunggulah disana Nona,saya akan memanggilnya."ucapnya lagi.
Bianca mendudukkan bokongnya dikursi. baru kali ini dia berada disini, terakir bertemu ayahnya ketika masih di tahanan polisi. Rasa kecewa menyeruak didadanya, bahkan untuk bertemu dengan ayahnya tidak serumit yang diceritakan oleh prayoga. hanya dengan beberapa berkas izin dan beberapa perlengkapan nyatanya sudah bisa berjumpa dengan Ayahnya.
"Bianca."
Suara itu membuyarkan lamunan Bianca.Bianca Berdiri, memeluk erat ayahnya yang menggunakan kaos bertuliskan "TAHANAN" tangisannya pecah.Bahkan suara petugas yang memberi tahu bahwa waktu besuk hanya 30 menit tidak mendapatkan respon darinya.petugas yang mengawasi duduk di sudut ruangan dan mengamati gerak-gerik gadis yang menyita perhatiannya.
"Ayahhh... Bianca merindukan ayah.Bianca hidup sendiri yah, ibu meninggal dunia. Ayah tau aku berhasil membalas rasa sakit hatiku, ayah jangan khawatir lagi. Keluarga Alexander sudah mendapatkan balasan atas perbuatannya. " ucap Bianca panjang lebar.
Wisdara seketika melepaskan pelukan anaknya. memandang kearah Bianca dengan tajam.Kabar istrinya yang meninggal telah didengar dari mulut prayoga. tetapi tentang keluarga Alexander tak sedikitpun prayoga membuka mulutnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Bianca? "tanya Wisdara. Sorot mata tajam seakan mengintimidasi Bianca untuk segera mengatakannya.
Bianca menceritakan awal mula hingga pada Akhirnya Bianca nekat menculik Zahira dan menabrak khalista.Wisdara menghela nafas panjang. mengepalkan erat tangannya dan menggeratkan giginya.
"Ayah..., kenapa? Apa aku terlalu baik pada mereka? atau aku terlalu jahat? "tanyanya.
Wisdara hanya diam. belum ingin mengatakan sesuatu. bahkan hatinya mengumpat kesal pada seorang bernama prayoga.
setelah sekian lama kamu mengancamku untuk memberhentikan pengobatan istriku, jika aku menghentikan aksi ku menjadi mata-mata di Alexander group. sekarang kau mengkambing hitamkan anakku untuk mendapatkan apa yang kau mau. bedebab kau prayoga. aku tau, Perusahaan Alexander menanggung semua pengobatan istriku hingga sembuh. tetapi kau meng uangkan semuanya,dan menggunakan untuk kepentinganmu sendiri. dasar manusia laknat,aku akan memberi tahukan kebenarannya nanti. aku menyesal pernah kenal dengan mu dan percaya begitu saja dengan ucapan mu. batin wisdara.
"Ayah.Apa aku terlalu kejam?Ayah,apa Tuhan akan menghukum ku nantinya? apa Tuhan tidak akan membiarkan aku bahagia dan menikah?"tanya Bianca panjang lebar.
Wisdara hanya Diam. Anak semata wayang yang begitu baik dan begitu dia banggakan,melakukan kesalahan yang begitu sangat kelewatan.
Petugas di pojok ruangan yang dari tadi mendengar hanya tercengang mendengar semua cerita gadis cantik yang berada di depannya.
"Ayah.Apa aku terlalu kejam?Ayah,apa Tuhan akan menghukum ku nantinya? apa Tuhan tidak akan membiarkan aku bahagia dan menikah?"
Pertanyaan Bianca pada ayahnya membuat petugas itu terngiang-ngiang.
"Bianca, Kau tau. Kau melakukan kesalahan yang besar." ucap Wisdara.Bianca memandang kearah Ayahnya.
"Aku hanya ingin membalas kejahatan mereka, Ayah." ucap Bianca membela dirinya.
"Kau tau, Prayoga adalah musuh yang sebenarnya.Dan kamu tau, kamu telah melakukan kesalahan jika mengambil tanda tangan Tuan Abimanyu dan mengambil semua Aset miliknya."ucap Ayahnya lagi. Bianca membelabakan matanya. memandang Ayahnya dengan tajam.
"Apa maksud ayah?ayah memberi Bianca foto pernikahan itu. dan om prayoga bilang, aku harus menghancurkan keluarga mereka."ucap Bianca.
"Ayah memberikan foto itu, agar kamu memintakan keringanan pada mereka. bukan untuk membalas dendam.
kau tau Bianca,mereka orang yang baik, Tuan Andika memberikan kompensasi atas segala biaya pengobatan ibumu.walau waktu Tuan Andika datang menemui ayah,ayah menolaknya dan menyerangnya.tetapi ayah mendengar penjelasannya walau dalam keadaan emosi.
__ADS_1
dan kau tau,prayoga yang kau anggap sebagai om merusak semuanya,bahkan prayoga mempersulit kita untuk bertemu.
Dan sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan perusahaan pada mereka lagi, Bianca.? "ucap Wisdara.
Bianca membelabakan matanya. Kejadian demi kejadian berputar dikepalanya. bahkan kejadian penabrakan kepada khalista tampak jelas di ingatannya. Kejadian penculikan Zahira mengganggu difikirannya.Air mata Bianca mengalir.
" Ayah, katakan kalau ayah bohong. "
"Ayah tidak bohong. kau tau,Ayah sudah sangat berdosa menjadi anak buah prayoga dan ingin segera mengakhiri dengan penebusan dosa di penjara ini.Dan sekarang, kenapa kamu termakan oleh kebusukannya dan mengikuti hal yang salah Bianca."ucap Wisdara.
Bianca terdiam, Bahkan rasa sesak menyeruak didadanya.bayangan kejahatan mengiaang difikirannya. Bahkan Prayoga benar-benar tidak bisa dihubungi sejak tadi. dan janji untuk mengeluarkan ayahnya dari bui belum juga terealisasikan.Bianca menghela nafas panjang.
"Lalu siapa sebenarnya Om Prayoga? Kenapa sejahat itu, dan ingin menghancurkan Keluarga Alexander? "tanya Bianca. Wisdara menghela nafas panjang.
"Prayoga,adalah anak seorang perempuan yang dinikahi oleh Tuan Kusuma.Tuan Kusuma adalah ayah dari Tuan Davit,orang tua dari Zahira dan Andika.Ayah rasa,prayoga ingin menguasai harta dari ayah tirinya." ucap Wisdara.
"Lalu kenapa ayah terlibat dan mengenal om yoga?" tanya Bianca lagi.
"Ayah mengenalnya karena dia yang membantu membiayai pengobatan ibumu,Dia tidak meminta apapun.hanya meminta ayah untuk memberikan informasi tentang perusahaan itu.Sampai pada akhirnya Tuan Alexander menyampaikan berita jika perusahaan itu adalah milik Tuan Davit,dan dari situlah kejahatannya dimulai.Tadinya ayah pikir dia benar-benar baik, tetapi semakin kesini ayah bisa menyimpulkan bahwa prayoga hanya seorang yang jahat.bahkan prayoga ingin menghilangkan ayah. karena ayah tau segala kejahatannya." ucap Wisdara.
"Lalu sekarang, apa yang harus aku lakukan, Ayah? " tanya Bianca.Wisdara menghela nafas panjang.
"Kau harus menemui Tuan Alex. Prayoga bukan musuh untuk Bima maupun Andika." ucap Wisdara.
"Bagaimana jika mereka menolak ku. Ayah."tanya Bianca.
"Lakukan segala hal yang bisa kamu lakukan untuk menebus kesalahan mu."ucap Wisdara. Bianca menghela nafas panjang. dan netranya menangkap bayangan polisi yang bertugas menjaga sudah berdiri disamping ayahnya.
"Maaf, waktu besuk sudah habis."ucap petugas itu. Bianca mendongak, mendapati tatapan sinis dari petugas itu. Bianca dan Wisdara berdiri.
"Ayah. Bianca pamit."ucapnya.Wisdara mengangguk. merekapun berpisah karna wisdara dijemput oleh 2 petugas lainya.Bianca melangkah, namun langkahnya terhenti ketika menyadari petugas yang menjaga tadi masih saja menatap sinis kearahnya.
__ADS_1
😍🤗🤗🤗😍🤗
selamat membaca.