Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 39.kejutan dari kakak


__ADS_3

Zahira dan Bima selesai makan malam, mereka juga telah selesai jama'ah sholat isyak. rutinitas sehari hari mereka selama sebulan ini adalah belajar agama bersama,setelah sholat isyak. tak heran jika bima sudah pandai bacaan-bacaan sholat, karna Zahira telaten mengajarinya, selain itu, dulunya Bima memang seorang muslim yang juga mengaji seperti anak muslim lainya. karna suatu hal Bima dititipkan orang tuanya pada seorang nasrani, dan entah bagaimana ceritanya bima meninggalkan ajaran agama islam dan mengikuti kakek dan nenek angkatnya.


"sodakallahul'adim"


ucap mereka bersamaan. Zahira mencium punggung telapak tangan suaminya. Bima mencium kening istrinya.


"Mas, aku ingin mengatakan sesuatu, setidaknya aku sudah mengatakan, jikalau sewaktu-waktu kau meninggalkanku"


Ucap Zahira sambil menatap wajah tampan suaminya. Bima memandang wajah istrinya,wajah teduh yang memberikan ketenangan selama 2 bulan menjalani rumah tangga dengannya. wajah sabar yang penuh senyuman mengajar kan agama kepadanya.wajah sumringah ketika melayani segala aktifitasnya. hatinya terasa nyaman didekat Zahira.


"Apa yang ingin kau katakan? "Bima memegang 2 pipi kanan dan kiri Zahira.


"Mas, bolehkah aku mencintaimu, seperti kekasihmu mencintai mu?


Pertanyaan konyol Zahira, pertanyaan yang membuat dirinya hancur, bagaimana bisa dia menanyakan hal yang memalukan itu, Air matanya mengalir.dia memaki dirinya sendiri, dirinya sendiri yang sengaja masuk kehati suaminya, berharap keduanya bisa saling mencintai seperti pasangan lainya. tapi tidak dengan Bima yang dari awal memang masih mengharapkan kekasihnya.


" Apa kau jatuh cinta padaku? apa kau mencintaiku Zahira?


tanyanya, Zahira menghambur didalam dada Bima, mencari ketenangan dan kehangatan disana, entah sejak kapan,tapi ia benar-benar jatuh cinta pada suaminya.


"iya, aku mencintaimu mas, aku jatuh cinta padamu,, aku tidak tau bagaimana aku menahannya, aku tidak tau,, aku hanya ingin melegakan hatiku, aku tidak memaksamu mas,, aku tau batasanku"


Bima menghela nafas panjang, ia mendekap hangat tubuh mungil Zahira, perasaan apa yang menyelimuti hatinya ia tidak tahu, yang hanya ia tau dia marah saat melihat zahira dekat dengan orang lain, dan merasa sakit jika Zahira menangis. tetapi sesaat itu juga bayangan renata masih saja menyelinap masuk di dalam hatinya. perasaan kecewa, ataupun perasaan cinta, Bima masih belum bisa memahami nya.


"terimakasih untuk cintamu Zahira"


Zahira melepas pelukan Bima, ia memandang wajah didepan nya,tampak wajah itu terlihat pilu. menahan gejolak, entah gejolak apa.


"terimakasih mas, kamu cukup tau aku mencintaimu, aku tidak memaksamu,, "


Saat itu suara ponsel Zahira berdering, iapun mengangkat dan menempelkan di telinganya.

__ADS_1


"Asalamualaikum kakak, apa kabar kakak?


" Walaikumsalam sayang, kakak baik, kakak bawa berita baik untukmu "


"oh ya.. kabar apa kak?


tanyanya antusias, Zahira menghapus air matanya, Bima mengernyit kan dahinya, seolah bertanya siapa? ,Zahira hanya tersenyum.


" sebentar,,, kenapa suaramu serak, kau habis menangis? apa gadis galak sepertimu bisa menangis?


Tanyanya, zahira tertawa, itupun menambah keinginan tauan Bima, siapa yang menelpon istrinya hingga tertawa.


"tidak kak, aku tidak menangis, aku hanya flu saja"


"flu? kau harus cepat berobat, jangan ditunda, takutnya ada hal yang serius"


"iya kak, kau bawel sekali, kakak membawa berita apa?


" kakak sudah diindonesia,alkhamdulilah,kakak sudah sembuh, kakak akan segera mengunjungi mu, tapi tidak dalam waktu dekat ini, kakak masih mau istirahat, ada sesuatu yang akan kakak selesaikan "


tanyanya, kakaknya terdiam.


" kak"


"tidak, kakak tidak akan menemuinya sayang, dia sudah menikah, dia berhak bahagia dengan orang lain, kakak yang meninggalkan nya, kakak sudah mengikhlaskan nya. "


"apa kakak yakin? kakak sudah mengikhlaskan nya?


" kakak masih saja mencintainya Zahira, tetapi kakak sadar diri, dia sudah bahagia biarkanlah seperti itu, Zahira kenapa kau membahas ini, kakak tidak mau membahas nya. kakak akan mengabari jika kakak akan datang mengunjungimu"


"iya maaf kak,, aku tunggu kedatangan mu"

__ADS_1


"ya sudah, sampai jumpa, asalamualaikum"


"Walaikumsalam"


Zahira menutup ponselnya dan tersenyum memandang suaminya.


"Siapa?


" kakakku. "


"kakakmu? "


"Ia,,Dia tinggal di Paris bersama dengan aunty, waktu pernikahan kita dia masih dalam perawatan, karna jika meninggalkan 1 kali saja maka harus mengulang perawatan dari awal, makanya dia tidak bisa hadir, jadi saat ini dia datang ke Indonesia kusus untuk kita"


"apa dia sepertimu?


" nanti kau akan tau, dia begitu cantik, dia juga baik, tetapi Allah memberikan nya ujian yang mungkin sulit untuk diterimanya"


"Apa itu?


" kakak waktu itu menderita penyakit kanker rahim, dan mengharuskan rahimnya diangkat "


Bima merasakan sesak didadanya, kemudian memandang kearah Zahira.


"dia begitu tabah, saat organ yang penting untuknya harus diambil"


"iya,,, saat ini dia begitu menerima takdirnya, tetapi saat itu, dia benar-benar terpukul, dia mencoba mengakhiri hidupnya, untung saja aku melihatnya,. Allah masih menyelamatkan nyawanya"


Bima Menerawang jauh.mencoba memposisikan dirinya pada kakak Zahira.


"sudah malam Mas, aku harus istirahat"

__ADS_1


"iya, istirahatlah"


Zahira mengemas mekenanya kemudian membaringkan tubuh lelahnya.


__ADS_2