Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
109.jebakan yang manis


__ADS_3

"Jangan menghakiminya, ini bukan salah khalista. Bukannya pernikahan ini terjadi hanya karna terpaksa, karna perusahaan yang meminta, bukankah tidak ada masalah jika Andika menikah dengan siapapun?" tanya Bu Marni. Bianca terkejut.


Bianca menatap tajam kearah mantan calon mertuanya.


"Jadi sekarang ibu juga berpihak padanya? mengabaikanku dan menyayanginya?.Setelah ibu mendukung ku, sekarang ibu menjatuhkan harapan ku?" ucap Bianca.isak tangisan nya begitu terdengar. Ibu Marni tampak sedikit gusar.


"Maafkan Ibu, Bianca. Ibu tetaplah ibu, Bukan berpihak padamu ataupun Khalista. Tetapi ibu mengharap kebahagiaan Andika." ucapnya.


Bianca mengangguk pelan.Sorot matanya tampak Tajam, ia pergi meninggalkan rumah itu dengan sejuta Amarah, sejuta rencana jahat.Air matanya terus saja mengalir. Fikirannya melayang memikirkan kejadian tadi.


Flash back on.


Bianca yang sendirian dirumah,dikejutkan dengan kiriman paket istimewa yang mengatakan bahwa dirinya harus memanjakan diri di salon ternama di kota itu.pengantar paket itu juga menjelaskan bahwa seseorang telah memboking salon kusus untuk Bianca.


Bianca membuka bungkusan paket yang ternyata isinya adalah gaun cantik untuk pernikahan.


"Astaga Andika, kau soswett sekali... padahal aku sudah mempersiapkan juga gaun pernikahan untukku sendiri. "


Bianca datang ke salon dan merasakan sensasi pijat yang begitu memanjakannya. hingga tertidur dan lupa waktu. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Flash back off.


Andai aku tepat waktu, Andika menjadi milikku. okey, aku mungkin tidak mendapatkan Andika,jebakan manismu begitu mengusikku.kalian bahagia....tapi aku tidak akan pernah membiarkan itu lama terjadi.


Bianca menghela nafas panjang, meraih ponsel yang menunjukan pukul 01.00.Bianca memanggil seseorang disebrang sana.


"Aku mohon, hari ini juga."ucapnya ketus dan menutup panggilannya.Bianca menghapus Air matanya menancap gas mobilnya dan pergi entah kemana.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Khalista dan Andika berada di kamar Andika. Sudah sah menjadi suami istri membuat keduanya canggung dan tampak seperti orang lain.Bahkan Banyak pemikiran yang membuat khalista menerka nerka pernikahan yang tak pernah terlintas didalam fikirannya.


"Apa ini juga rangkaian dari misi mu? "tanya Khalista.Andika memandang wanita itu dengan tenang.


"Apa kamu merasa seperti itu?" tanya Andika.


Khalista tersenyum getir. bahagia menikah dengan Andika adalah 25 persen dari persentase. selebihnya adalah sebuah rasa sakit yang dalam, ketika orang menyebutnya wanita murahan yang mau menggantikan wanita lain.rasa sakit ketika mengetahui rencana pernikahan yang dilakukan Andika dengan Bianca itu hanya untuk urusan Bisnis semata.dan sangat sakit tentunya ketika dia hanya dianggap sebagai patner dalam menjalankan misi.


"Bukankah dari awal memang seperti itu?"tanya khalista lagi.


Andika menghela nafas panjang.Nyatanya setelah lama bersama,khalista tidak pernah mau membuka hatinya.


"Misi kita sudah selesai.dan kita adalah pemenangnya. Aku juga sudah menghadiahkan seperangkat alat sholat kepadamu. lalu kenapa kau masih saja bersedih? " tanya Andika. Khalista memandang kearah Andika.Andika memegang pundak khalista pelan.


"Jika kau ke beratan menjadi istriku, kau cukup menjadi temanku, teman makan, teman tidur, teman mengasuh baby juga." ucap Andika. khalista sedikit merona.tetapi resah yang menyelimuti hatinya tak kunjung hilang.bahkan lelucon yang diucapkan Andika tak membuahkan senyum diwajahnya.


Lagi-lagi khalista harus menahan diri, ketika Andika memintanya untuk menjadi seorang teman didalam bahtera rumah tangga.pernikahan yang didambakan oleh setiap wanita dengan pasangan yang dicintai, justru kali ini dirinya bagaikan perempuan jahat yang merebut kebahagiaan orang lain. Khalista tersenyum getir.


dulu, tunanganku meninggalkanku. sekarang aku menikah dengan orang yang meninggalkan calon istrinya. lalu apa perasaan Bianca sama seperti aku yang ditinggalkan kalau itu? batin khalista.

__ADS_1


"Aku seorang wanita, Bianca juga wanita. Aku tau betul perasaannya, ketika dia harus gagal dalam pernikahannya." ucap khalista.Andika terdiam.


"Kau boleh baik Nyonya Andika,jika kebaikanmu di tempat yang semestinya.Tetapi kali ini bukan masalah perasaan, ini untuk menyelamatkan perusahaan." ucap Andika. Khalista memandang Andika. lagi-lagi khalista tersenyum getir.


Ya Tuhan, bagaimana aku harus menjelaskannya? batin Andika.


"Tetaplah menjadi khalista yang cerewet. khalista yang menyenangkan.Bahkan jikapun aku Bilang menyukaimu kau juga tidak akan percaya." ucap Andika lagi.Khalista sedikit mengangkat sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman.


"Apa kau tidak mencoba menjelaskan sesuatu Dika? " tanya khalista.


"Penjelasan tentang apa? "


"Kau terlalu jauh untuk menjalankan semua ini, aku tidak menyangka.Bahkan kau mampu mendatangkan Papa yang selama ini tidak pernah mau mendengarkan ucapanku." ucap Khalista.


Andika menatap Khalista yang memandang luar jendela.


"Berbicaralah dengannya, tampaknya kamu harus mengenali papamu lebih jauh." ucap Andika.Khalista berpaling, seakan enggan melakukan apa yang Andika ucapkan.


"Berbicara dengannya sama dengan berbicara pada patung.Dan itu juga akan membuat ku sakit." jawab khalista.


"Sepertinya hubungan kalian harus diperbaiki.Kurasa Papamu bisa diajak kompromi." Andika menjawab.


"Lupakan saja, aku rasa papa juga sudah pergi entah kemana." ucap Khalista lagi.Andika Mengusap pelan pundak istrinya lagi.


"Bukan tentang apa yang terjadi denganku juga papaku, tetapi kamu harus menjelaskan tentang pernikahan kita." ucap Khalista. Andika menatap dalam kearah istrinya.


"Apa yang harus dijelaskan Nona?Kau istriku, kau harus melakukan segala kewajiban, dan tentunya juga akan mendapatkan hak sebagai seorang istri." Andika tersenyum memandang kearah khalista.Khalista menurunkan tangan Andika dari pundaknya.


"Batasan seperti apa yang kau maksud, Nona?"tanya Andika sedikit terbawa suasana.


"Kita harus menjaga jarak,kita tidak saling mencintai jika kita harus melakukan sesuatu diatas ranjang." ucap Khalista.


"Kamu istriku, dan itu termasuk kewajibanmu." ucap Andika sedikit menggoda.Khalista membelabakkan matanya.


"Hei, Tuan Andika.Aku sudah membantumu menyelesaikan misi. jadi kamu juga harus memberikan kompensasi.Kita menikah bukan karna saling mencintai.Kita menikah hanya untuk kepentingan perusahaan, aku tidak mau sedikit pun ada yang berkurang dari tubuhku. " Khalista menegaskan.


"Apa kau tidak pernah membaca pepatah Jawa?."tanya Andika, Khalista mengernyitkan dahinya.


" Apa? Aku tidak tau pepatah Jawa. "jawab Khalista.


"Witing tresno jalaran soko kulino." ucap Andika, Khalista tertawa mendengar ucapan Andika yang terdengar lucu, tetapi tak mengetahui maksudnya itu.


"Jangan berbicara seperti itu, aku tidak mengerti maksudnya."


"Artinya Cinta tumbuh karna terbiasa. " ucap Andika, Khalista menghentikan tertawanya.


"Sebaiknya aku pulang. sore ini ada acara di apartemen Zahira dan aku tidak mau melewatkannya."ucap khalista.mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Aku akan menemanimu. " ucap Andika. Khalista menatap kearah suaminya.Andika meraih tangan Khalista.

__ADS_1


"Maafkan aku"ucapnya.


"Kenapa meminta maaf? "Khalista bertanya.


"Aku banyak salah padamu." jawab Andika.Khalista tersenyum singkat. kemudian menatap Andika.Khalista mendorong pelan pundak Andika.


"Jangan Melancolis seperti itu,kau pikir aku lupa ekspresi mu seperti itu. waktu itu kau pernah mengerjaiku. Menyebalkan."ucap khalista, Khalista menghela nafas panjang.Menghapus sisa Air mata yang membasahi pipinya.


"Selamat menempuh hidup baru Tuan Andika." ucap Khalista melangkah pergi kekamar mandi.Andika tersenyum memandang punggung istri yang menghilang dari pandangannya.


"Tok,, tok... " Ketukan pintu terdengar ditelinga Andika. Andika membuka pintu kamarnya. Bi Sari tampak membawa beberapa peperbag ditangannya.


"Maaf Mas Dika,Bibi mau mengantar pesanan mas dika."ucap Bi sari. Andika menerima paperbag itu dan tersenyum, Bi sari melenggang pergi.


Andika mengetok pintu kamar mandi, guyuran air shower terdengar gemericik disana.


"Ta... aku membelikanmu baju ganti."ucap Andika, Khalista menghentikan aktivitas mandinya. menoleh ke kanan dan kekiri, mencoba mencari sesuatu yang jelas tidak ada disana.


"Astaga... bagaimana bisa aku melupakan handuk dan baju ganti.Kenapa aku lupa jika tidak berada di rumahku sendiri. " gerutu Khalista.


"Iya...Dik.kau keluarlah dari kamar. aku akan mengambilnya, taruh saja di depan pintu." ucap khalista.


"Kau tau, kakiku tiba-tiba saja kesemutan. aku tidak bisa berjalan keluar." Sahut Andika. senyumannya mengembang dia benar-benar ingin melihat rona merah pipi istrinya yang berada dikamar mandi.


"Keluarlah, kalau kamu tidak keluar jangan harap aku keluar dari kamar mandi."Khalista berteriak, berharap Andika mau mendengar keinginannya.


"Terus saja disitu, kalau kamu berniat untuk tidak mendatangi selamatan 7 bulanan di apartemen Zahira."Andika tidak mau kalah.Khalista membelabakkan matanya.ia berjalan kearah pintu,membuka sedikit pintu, kepala menyembul. ia bisa menatap kearah Andika yang memperlihatkan rentetan gigi putihnya.


khalista mengulurkan tangannya. Andika memberikan tas itu pada khalista.


"Cepatlah, sudah sore." ucap Andika.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‚


Persiapan yang begitu mempesona.. Zahira duduk di sebuah kursi kayu. tangannya menulis indah disana. merangkai kata yang membuat dirinya tersenyum.


"Kakak... "


"Aqila.. "


"Kakak, kata mama Kak Bima ada di minimarket depan sana.ponselnya tidak dibawa. apa kakak bersedia memanggilnya.Mama ingin menyampaikan sesuatu kepadanya? "


"owhh.. iya.. kau lanjutkan saja urusanmu. kakak akan memanggilnya."ucap Zahira kemudian memberikan catatan harian kepada Aqila.


"Kakak kesana dulu. Nanti kau berikan saja buku ini pada kak Bima jika kesini. Kakak masih ada keperluan sebentar di mini market." ucap Zahira. Aqila mengangguk dan menerima buku itu. Zahira melenggang pergi, jarak yang tidak jauh membuatnya berjalan untuk menemui suaminya, Zahira tersenyum singkat dan mengusap perutnya yang sudah membesar itu.


"Ayo kita cari papa. " ucapnya.


Disebrang sana.. sebuah mobil terparkir, 2 orang didalamnya tersenyum puas ketika melihat Zahira keluar dari gerbang Apartemen.

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Hai readerss... maafkan otor yang telat up... didunia nyata dikejar deadline menuju libur panjangπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚... maafkan aku ya... masih semangat puasa? semoga selalu semangat bagi yang menjalankannya ya.. aminπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—like komen dan vote ya πŸ˜†πŸ˜‚


__ADS_2