
Bu Marni mengangguk dan mengulum senyum, senyumnya perlahan menghilang ketika menangkap bayangan gadis yang mungkin pernah tidak sengaja bertemu dengannya.
"Ya sudah mbak,aku harus memastikan semua sudah beres. Sebentar lagi mereka datang, selamat menikmati hidangan mbak marni."
Nyonya Tania dan Aqila melenggang pergi, sedangkan Bu Marni masih mengamati gadis cantik yang memasang pernak-pernik di ujung ruangan. Wajah yang teduh dan sangat tenang.
ππππ
Bu Marni tersenyum sekilas, ponselnya berdering kemudian mengangkat dan berbicara dengan orang disebrang.ia mengambil segelas minuman dan menikmati nya.
"Aunty..... aku kepedesan, ambilkan minum. "
Suara Reyhan memanggil Khalista, anak itu sejak pagi ikut dengan Khalista karna sedikit rewel ditinggal Arjuna keluar kota. ya bekerja dengan Arjuna memang harus merangkap menjadi baby siter untuk reyhan.
Khalista tersenyum pada balita 4 tahun yang sudah fasih berbicara itu, hanya untuk menirukan huruf R saja yang masih cedal.
"Oke sayang, Reyhan tunggu sebentar ya.Aunty akan ambilkan. "
Khalista tersenyum singkat, kemudian melenggang pergi menuju kearah meja yang tak jauh dari keberadaan mereka. Khalista tersenyum kemudian mengambil segelas minuman dan berbalik...
pyarr .....
Khalista menatap orang didepannya, tampak seorang ibu paruh baya membersihkan bajunya yang terkena jus jeruk yang Khalista bawa.Tadinya Khalista pikir tidak ada orang dibelakangnya, ia memutar kakinya dan kejadian itu terjadi.
"Maaf tante, saya tidak sengaja." Khalista dengan senyum canggung meminta maaf.
"Iya, tidak apa." ucap tante itu masih sibuk membersihkan bajunya.
"Sekali lagi minta maaf tante, saya tidak sengaja."
ucap Khalista lagi, tante itu mendongak, menatap dalam kearah wajah Khalista. ia mengingat kejadian yang serupa dan menemukan ingatanya.
"Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkan etika berjalan dengan baik, atau bahkan tidak mengajarkan sopan santun kepada orang lain?"
Tanyanya sedikit ketus, membuat hati Khalista berdesir perih.Khalista mencoba tersenyum, rasanya kata-kata itu menoreh luka didalam hatinya meski tak berdarah.
"Aunty... mana Ail nya, aku kepedasan.huh hah aunty... " Suara Reyhan memanggil nya.Reyhan berjalan kearah nya.
"Sekali lagi Maaf tante, saya tidak sengaja.permisi."
__ADS_1
Khalista mengambil Minuman yang baru, kemudian melenggang, menyambut Reyhan yang berjalan kearahnya. Khalista berjongkok dan memberikan minuman kepada Reyhan.
"Maafkan Aunty lama mengambil minum untukmu. "Ucap Khalista sambil mengusap pundak Reyhan.
"Iya Aunty. tidak apa-apa.Kenapa mata Aunty melah?"Tanya Reyhan, Khalista tersenyum tipis dan mengusap sudut matanya.
" Aunty kelilipan, apa Aunty tampak seperti menangis? " Reyhan tersenyum tipis.dan menggeleng.
"Kata mommy lena,Boleh menangis kalo itu bisa membuat lega, jadi aunty boleh menangis, siapa tau aunty jadi lega."
Khalista tersenyum dan meraih Reyhan dalam dekapan nya. sejujurnya hatinya begitu sakit mendengar ucapan orang yang tak sengaja ditabrak nya.orang yang tak dikenal sebelumnya, dan begitu ketus menghakiminya.
"Siapa itu mommy lena?"tanya Khalista sambil melepas pelukannya. Reyhan tersenyum.
" Mommy lena teman leyhan. "
Khalista tersenyum, sempat terkejut dengan nama yang disebutkan. tapi Khalista menepis semua fikiran nya.
"Rena bukan saja Renata, bisa arena, Alena, Reyhan kan memang belum fasih kedua huruf itu. " Batin Khalista.
"Sayang, kita pulang sekarang ya.Lain waktu saja kita menemui Aunty Zahira.sudah Sore, mungkin Dadi sudah pulang."
"Siap Aunty. "
Khalista melenggang pergi, Namun Sebuah Mobil mewah menghentikan langkahnya.Zahira dan Abimanyu. pasangan itu tampak Bahagia, wajah Cantik dan tampak tenang turun dari Mobil, keduanya disambut bahagia oleh Tuan dan Nyonya Alex. Aqila, Andika juga menyambut hangat kedatangannya. mereka saling bersalaman bercium pipi kanan dan pipi kiri.
Khalista juga menangkap bayangan orang paruh baya yang tadi dia tabrak, dan wajah itu mengingatkannya pada kejadian tempo hari di Mol.Khalista mengulum senyum.
"Apa iya tante itu orang yang aku tabrak waktu itu?,pantas saja, aku sudah berkali-kali membuat nya celaka."
ucap Khalista dalam hati. Pandangannya pun kembali pada Zahira dan Bima yang kian mendekat kearah nya.
Zahira tersenyum dan memandang Khalista. semakin dekat dan sampai lah Zahira didepannya.Zahira memiringkan kepalanya,merentangkan kedua tanyanya, Khalista memukul pelan pundak Zahira dan memeluknya erat. tangisnya pecah disana. suasana begitu haru, bahkan tak ada sepatah kata yang mampu keluar dari bibirnya.Zahira menepuk pelan pundak Khalista.
"Apa begitu merindukan ku? aku sangat merindukan mu,sister."ucap Zahira.
"Kau itu tega sekali meninggalkan ku, tega sekali. " , tangisan Khalista membuat Zahira begitu tau bahwa sahabat nya sedang tidak baik-baik saja.
"Nona Galak, teruskan saja nanti pelukannya. Kita biarkan dulu mereka istirahat sejenak. "
__ADS_1
Andika mengeluarkan suara ketusnya, Khalista melepas pelukannya. Nyonya Tania tersenyum kearah Khalista,Tampak begitu bahagia kemudian menggandeng Zahira.
"Sayang, kami bahagia sekali kau pulang dengan selamat. Mama kangen sekali denganmu, juga dengan Bima junior. Mama harap Bima junior sehat terus dan lancar sampai melahirkan."
Ucap mamanya sambil mengusap perut Zahira yang masih tampak datar.
"Amin..." jawab mereka serempak, kemudian mereka duduk di meja makan.
"Sayang.Kau mau yang mana? " tanya Zahira pada Bima. dan pertanyaan itu sama dengan pertanyaan Mama yang ditujukan kepada Tuan Alex. sejenak mereka terdiam, kemudian tawa renyah mengisi suasana bahagia ini.
"Keliatan nya kalian kompak sekali. "
Celetuk Bima,yang diangguki oleh Tuan Alek.
Khalista hanya tersenyum, sedangkan wanita paruh baya disamping Andika tampak sedikit tidak suka mengetahui keberadaannya.
"Aunty,,, apa aunty melupakan ku? Kenapa tidak menyapaku dali tadi? "
Celetuk Reyhan yang duduk di antara Khalista dan Aqila.Semua mata mengarah kepada Reyhan. Zahira tersenyum dan memandang Reyhan.
"Apa Reyhan merindukan Aunty? kesinilah tante akan memangkumu. " Zahira melambaikan tanganya. Reyhan segera turun dari kursinya dibantu oleh Khalista, dan berjalan kearah Zahira.
"Karena ada adek kecil di perut aunty, kau dipangku sama Uncle Bima saja ya Reyhan sayang."
Bima menekan kata sayang,seakan tidak mau bocah kecil itu menyentuh miliknya, Reyhan yang tadinya bahagia akan dipangku oleh Zahira sedikit manyun. dan mengundang gelak tawa beberapa orang yang disana. Zahira melirik Bima yang hanya tersenyum seperti tak punya dosa.
mereka melanjutkan makan, menikmati hidangan malam ini dengan hikmat. hanya dentingan sendok yang terdengar.
π€π€π€π€π€π€
beberapa jam kemudian.
Waktu menunjukkan pukul 20.30.Andika dan ibunya sudah pulang, Khalista dan Reyhan sudah sejak tadi juga pulang. Aqila sudah masuk kedalam kamar, sedangkan Tuan Alex sudah pamit kerumah utama. Mama Tania masih tinggal di apartemen, dan saat ini berada diantara Zahira dan Bima.
"Kalian harus belajar dari hal yang telah lalu, bahwasanya rumah tangga tidak seenak yang terfikir dibenak manusia. Orang yang saling mencintai pun kadang kala harus terpisah ditengah jalan.apalagi kalian, hubungan yang terjadi karna permintaan kami, mungkin itu aneh. tapi tidak menutup kemungkinan jika cinta kalian saat ini, nantinya akan membawa bahagia sampai akhir hayat. Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk Kalian."
Nyonya Tania merangkul putra dan mantunya penuh cinta, dan bahagia.
ππππhappy readyng... jangan lupa jempolnya yaπ€π€π€π€π€Beri semangat aku yang hampir patah semangatππππ
__ADS_1